Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 44 #Gak Mau Nikah Dulu


__ADS_3

Kendrick mengetuk pintu kamar Lavina pagi-pagi sekali. Entah untuk apa, bahkan orang tua nya pun masih di dalam kamar belum keluar sama sekali.


Tok.


Tok.


Beberapa kali Kendrick mengetuk pintu kamar Lavina, tapi dia tak kunjung keluar. Sampai Ken kesal sendiri, niatnya ingin mengajak Lavina untuk keluar.


Ceklek.


"Apa sih kak pagi-pagi dah gedor-gedor pintu. Lavina masih ganti baju nih" gerutu Lavina kesal. Dia tadi masih berganti pakaian saat mendengar ketukan pintu berkali-kali Lavina tergopoh untuk keluar.


"Ikut kakak sekarang......Kamu mau ke rumah sakit kan, biar kakak yang antar" balas Kendrick dengan wajah datar tanpa senyuman.


"Gak sarapan dulu, ini masih pagi banget" ujar Lavina.


"Nanti kita makan diluar saja, ayo lah cepat kakak tunggu dibawah. Ohh ya masalah supirmu biar kakak yang bilang" ucap Kendrick berlalu pergi meninggalkan Lavina.


"Issh mau kemana sih itu dia, tumben banget perhatian mau ngantar segala. Apa males ya ketemu papa! " pikir Lavina.


"Aah sudah lah mendingan aku bergegas cepat, nanti malah marah-marah" gumam Lavin lalu pergi ke dalam untuk berdandan sebentar dan selesai itu dia pun turun menghampiri Kendrick yang sudah menunggu di dalam mobilnya.


Lavina langsung masuk ke dalam mobil. Ia heran tumben sekali kakaknya itu nyetir sendiri dan aneh nya lagi mau mengantat dirinya. Mungkin karna kejadian semalam, pikir Lavina.


Kendrick pun melajukan mobilnya menjauhi halaman rumah. Sepanjang jalan Kendrick hanya terdiam tanpa suara. Sehingga dalam mobil sangat sepi dan sunyi, hanya terdengar suara lajuh kendaraan yang ada diluar mobil mereka.


"Kak, Lavi boleh tanya gak?" ucap Lavina memecahkan keheningan.


"Katakan saja" jawab Kendrick pandangannya masih tetap fokus menyetir.


"Kenapa kakak gak mau menceraikan kak Clarissa? Padahal sudah jelas kalau selama ini kamu tuh tidak mencintai kak Clari, bahkan malah selingkuh diam-diam" ucap Lavina membuat Kendrick terkejut sehingga dia mengerem dadakan.


Ciit..


"Aduh kak, kalau bawah mobil tuh hati-hati dong" kesal Lavina yang juga terkejut karna Kendrick mengerem dadakan.


"Kamu tau dari mana soal....." Lavina langsunh memotong ucapan Kendrick.


"Aku sudah tau semuanya, kamu dah gak usah tutup-tutupi dari aku. Bodoh banget sih kak, mau saja dimanfaatin sama perempuan itu. Kalau aku jadi istrimu, sudah aku minta cerai sekarang" sahut Lavina kesal.


"Apa Michael yang mengatakan ini padamu?" tanya Kendrick.


"Iya, lagian percuma juga disembunyikan. Bangkai tak akan bisa lama-lama tersembunyi, nanti juga baunya akan tercium karna kebusukannya" sindir Lavina.


"Huufh.....Iya aku memang salah Lavi sudah menyakiti Clarissa. Aku gak rela aja kalau dia pergi, mangkanya semalam aku melarang Clarissa untuk pergi" jelas Kendrick menunduk lemas dan putus asa.


"Kamu mencintainya kak?" tanya Lavina.


"Aku gak tau Lavi apa yang sekarang ada dalam hatiku. Gak rela kalau sampai Clarissa pergi, tapi semalam dia memaksa untuk meninggalkan kakak. Mau gimana lagi aku juga gak bisa mencegahnya" jujur Kendrick apa adanya..


"Mungkin itu yang dinamakan cinta kak. Sebelumnya pun hati ini pernah terisi, jadi gak mungkin kalau kamu gak tau bagaimana rasanya orang jatuh cinta kak." ucap Lavina mengarahkan tangan Kendrick ke sisi kanan dadanya.


"Tapi rasanya beda Lavi, ini lebih ke gak rela dan perasaan ini sakit jika memandang dia menjauh"


"Itu namanya cinta kak. Yaa walau pun Lavina belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi Lavi yakin kalau itu adalah cinta" ujar Lavina tersunyum.


"Kalau iya ini adalah cinta, berarti dia sudah berhasil membuka hatiku kembali. Sebelumnya hati ini sudah tak terasa lagi bahkan yang namanya cinta tak ada lagi dalam hatiku" batin Kendrick dalam hatinya.


"Kak ayo berangkat jangan malah bengong" ucao Lavina mengoyang-goyangkan lengan Kendrick sampai dia terkejut.


"Eeh iya...." lalu Kendrick melajukan mobilnya lagi. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.

__ADS_1


Roy asisten Kendrick, dia yang akan mengantarkan sarapan pagi untuk Kendrick dan Lavina nanti ke rumah sakit. Sebelum berangkat tadi Kendrick sempat menelfon Roy untuk membelikan dia sarapan dan memintanya untuk mengantar ke rumah sakit X.


...🌳🌳🌳🌳...


"Ma...Lavina kok belum keluar kamar juga. Dia gak ikut sarapan?" tanya tuan Alvero kepada istrinya.


"Gak tau pa, coba mama panggil ya sekalian panggil Kendrick" ucap nyonya Mesya.


"Biarkan anak itu, mau makan atau enggak terserah dia. Papa sudah muak melihat tingkahnya" ujarnya sedikit kesal. Emosi yang tadi malam belum cukup reda, karna Kendrick sudah membuat malu keluarga mereka.


Nyonya Mesya tak menggubris ucapan suaminya. Ia berlenggak pergi untuk memanggil Lavina dan Kendrick. Walau pun nyonya Mesya juga marah kepada putranya, tetap saja hatinya tak setega itu. Ia seorang ibu, jadi tau persis bagaimana hatinya sekarang. Ibu tak mungkin tega, walau batinnya kecewa dan marah.


"Mas mereka gak ada dikamarnya" ucap nyonya Mesya setelah dari kamar Lavina dan Kendrick.


"Hah, tapi mereka dari tadi gak terlihat keluar sama sekali" ujar tuan Alveri bingung.


"Permisi tuan" ucap sang supir yang biasa mengantar Lavina..


"Lah ini Beni ada disini kok Lavina gaka da dikamarnya. Eh Beni kamu gak nganter Lavina tadi?" tanya tuan Alvero.


"Nona Lavina tadi pagi-pagi pergi sama tuan muda Kendrick. Katanya tuan muda agar nona Lavina diantar olehnya ke rumah sakit tuan" jawab Beni supir yanh ditugaskan untuk antat jemput Lavina.


"Kenapa kamu biarkan Lavina pergi dama Kendrick. Iya kalau dibawah ke rumah sakit kalau enggak gimana!" ujar tuan Alvero kesal.


"Sabar pa, bisa saja Kendrick benar mengantar Lavina ke rumah sakit. Biar mama telfon saja ya" nyonya Mesya mengambil ponselnya dan segera menghubungi Lavina.


Sedangkan tuan Alvero masih marah. Belum juga yang semalam reda sekarang Kendrick menambah kemarahan sang ayah.


"Kamu boleh pergi" ucap tuan Alvero kepada Beni.


"Baik tuan, saya permisi" jawab Benk lalu dia pergi dari sana.


📱"Lavina kamu dimana sayang?"


📱"Ya sudah kalau begitu gak apa."


📲 "Baiklah ma, udah dulu ya Lavina lagi makan"


📱"Iya, assalamu'alaikum"


📲 "Wa'alaikumussalam"


Telfon pun berakhir, kemudian nyonya Mesya menjelaskan kepada suaminya kalau Lavina sudah pergi ke rumah sakit sejak pagi tadi bersama Kendrick. Sontak tuan Alvero semakin marah karna Kendrick membawa Lavina pergi tanpa izin.


Nyonya Mesya mencoba memberi pengertian kepada suaminya agar bisa lebih bersabar. Mereka pun melanjutkan sarapan hanya berdua saja tanpa ada putra putri nya.


🌷


🌷


🌷


Kendrick tidak mau pergi ke kantor dan malah menemani Michael di rumah sakit. Pikirannya sekarang sangat kacau, kalau dia pergi memaksakan untuk kerja yang ada malah gak fokus. Jadi dia memilih untuk bertemu Michael agar bisa curhat banyak.


Tadi Kendrick sudah cerita banyak kepada Michael. Bahwa Clarissa dibawa pulang oleh orag tuanya. Disini Michael sangat terkejut, dia mengerti sekarang bagaimana perasaan sahabatnya itu. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apapun selain memberi nasihat kepada Kendrick.


"Lavi kamu pergi keluar dulu sana aku mau bicara sama Michael sebentar." ucap Kendrick menyuruh Lavina untuk pergi.


"Issh gak ahh, memang kenapa sih kalau Lavina tau. Toh juga memang aku sudah tau semuanya" protes Lavina tak suka ada rahasia dibelakangnya.


"Udah biarkan Lavina di sini, kalau kau mau bicara ya sudah bicara saja gak perlu ada yang ditutup-tutupi" sahut Michael.

__ADS_1


"Tuh Michael saja ngerti. Aku juga adik kakak jadi gak masalah kalau aku tau" tambah Lavina.


"Iya iya.......Sana duduk di sofa, aku mau ngobrol sama Michael." akhirnya Lavina pergi ke arah sofa dan duduk disana sambil makan coklat favoritnya.


"Terus gimana dengan rencanaku untuk memberi kejutan buat Clarissa, Chel" ucap Kendrick putus asa.


"Ya kamu minta bertemu saja, kan kamu sendiri juga mempersiapkan itu semua diluar. Jadi minta Eveline bawa jalan-jalan Clarissa atau kemana gitu" saran Michael.


"Kakak mau beri kejutan kapan?" sahut Lavina penasaran.


"Bertepatan dengan ulang tahunnya" jawab Kendrick tanpa menoleh ke arah Lavina.


"Memangnya ulang tahun kak Clari kapan?" tanya Lavina.


"Satu minggu lagi, tinggal beberapa hari kan. Lah terus kalau sudah begini bagaimana" keluh Kendrick.


"Ihh kau ini jadi lelaki kok mlempem, yang semangat dikit gitu loh. Loh itu seorang lelaki ya harus tegas, mimpin perusahaan bisa giliran masalah gini aja udah putus asa" gerutu Michael.


"Lavi tolong kupas kan apel ini" pinta Michael, lalu Lavina mengambil apel yang ada di atas meja dan pisau untuk mengupasnya.


"Deh manja, tinggal gigit apa susahnya" ledek Kendrick.


"Ck, coba saja kau yang makan sama kulitnya sekalian. Adek loh aja gak keberatan, kok malah loh yang sewot" kesal Michael.


"Hmm.......Jadi ini gimana? Dek bantin yaa" ujarnya.


"Tenang saja nanti aku bantuin, kamu tinggal bilang saja gimana tempatnya biar aku nanti yang mengatut sama kak Eveline." ucap Lavina sembari mengupas apelnya.


"Okee deh. Chel makasih ya sudah nolongin adekku, kalau gak ada loh mungkin sekarang.......Aku gak tau deh gimana nasibnya" ucap Kendrick tulus.


"Santai saja gak pa-pa kok" balas Michael mengambil apel yang sudah dikupas oleh Lavina.


"Kenapa kalian gak nikah saja" ucap Kendrick tiba-tiba membuat Michael tersedak.


Uhuk.....Uhuk.....


Lavina pun langsung mengambilkan air dan memberikannya pada Michael. Ia segera meminumnya untuk melegakam tenggorokannya.


"Asal jeplak saja loh Ken" kesal Michael.


"Apa salahnya, kalian cocok kok. Biar ada yang merawatmu tiap hari Chel" goda Kendrick.


"Apaan sih kak......Lavina gak mau nikah dulu, terlalu cepat. Gak enak nanti malah di suruh ini itu" sahut Lavina protes.


"Gak pasti harus setiap hari kamu disuruh-suruh, kalau ada butuhnya baru kamu kerjakan." ucap Kendrick.


"Gak ahh nanti malah sama kayak kak Clarissa. Aku maunya happy terus" ujar Lavina.


"Jangan sama ratakan semua lelaki akan memperlakukan seperti itu Lavina. Kalau dia mencintaimu gak bakalan kamu akan diperlakukan seperti pembantu melainkan layaknya ratu. Jadi kalau kamu ingin menikah, ya menikah lah sama orang yang tulus menerimamu apa adanya dan mencintaimu." tutur Michael.


"Iya iya aku paham kok, tapi untuk saat ini aku gak mau nikah dulu" balas Lavina sembari menunduk dan memainkan jari nya seperti anak kecil.


"Gemes banget sih kamu Lavi. Eeeh apaan sih gue ini, aaahh ngawur" batin Michael menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Loh kenapa Chel, sakit kah kepalamu? " tanya Kendrick heran.


"Enggak kok, dah lah aku mau istirahat jangan ganggu" ucap Michael mulai memejamkan matanya.


"Ya elah gue disini malah ditinggal molor. Ya sudah deh gue pergi aja, disini juga ngebosenin" ujar Kendrick berpamitan pada Lavina


"Lah nanti aku pulang sama siapa?" tanya Lavina.

__ADS_1


"Biar dijemput sama supir, kalau aku ada waktu ya nanti akan aku jemput" balas Kendrick diambang pintu, lalu dia pergi dari ruangan Michael entah kemana arahnya.


__ADS_2