Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 78 #Siapa Dia?


__ADS_3

Empat bulan berlalu....


Penantian panjang tak kunjung ada perubahan. Masih terbaring lemah dengan semua peralatan yang membantunya untuk tetap hidup. Kendrick sama sekali tak bergeming atau memberi respon apapun. Sampai orang tuanya sudah tidak mempunyai cara lagi, seolah harapan sudah pupus dari mereka. Hampir setengah tahun lebih mereka menunggu Kendrick untuk membuka mata. Tapi ruh nya seolah pergi jauh dan tersesat entah kemana. Atau dia sedang menunggu seseorang? Itulah yang sedang meteka usahakan.


Dirumah sakit Mesya, Lavina, dan Michael sedang berada diruangan Farghan. Hati mereka rapuh tatkala Farghan menjelaskan hal yang tidak ingin mereka dengar. Sangat menyakitkan untuk Mesya. Saat kedatangan Mesya dirumah sakit tadi, Farghan sempat memanggilnya untuk keruangannya. Kebetulan Lavina juga baru sampai karna memang sudah diajak oleh Mesya sejak kemarin.


Mereka pun berjalan beriringan ke ruangannya Farghan dan siap untuk mendengarkan perkataan Farghan. Namun perkataan itu malah menyakitkan untuk Mesya, Lavina, dan Michael. Bahkan Farghan pun merasa sedih untuk menyampaikan hal itu. Ia tau perasaan orang tua Kendrick sekarang, hanya pun juga rapuh.


"Maaf tante, saya terpaksaharus menyampaikanhal ini. Sudah hampir setahun Kendrick tak menunjukkan perubahan apapun. Selama ini hidupnya hanya bergantung dengan alat-alat medis yang diberikan, sehingga organ ditubuhnya masih berfungsi. Tapi itu sangat menyakitinya, sudah tak ada lagi yang bisa kami lakukan. Kendrick enggan untuk sadar dan kembalih tante. Tolong ikhlaskan Kendrick ya tante, kami butuh persetujuan keluarga untuk melepas semua alat yang menempel ditubuh Kendrick. Saya juga sedih dan hancur, tak ada yang bisa melawan takdir." jelas Farghan membuat seisi ruangan menangis menumpahkan rasa sedihnya. Terutama Mesya yang pasti sangat hancur.


"Tolong jangan lepas dulu, Kendrick pasti sembuh. Tolong Farghan jangan dilepas dulu....hiks.....hiks...." Mesya begitu memohon kepada Farghan agar tidak melepas semua alat yang ada ditubuh Kendrick. Hatinya mengatakan kalau Kendrick pasti akan sadar kembali, masih ada harapan untuk putranya kembali.


"Baiklah tante, tidak pa-pa semoga masih ada harapan untuk Kendrick bisa sadar kembali. Saran saya temukan Clarissa dengan Kendrick. Mungkin sekarang yang dibutuhkan Kendrick hanyalah Clarissa, cinta dam belahan jiwanya." ucap Farghan yang disetujui oleh mereka.


Sulit bagi mereka untuk membuat Clarissa bisa pulang ke tanah air. Mereka mengerti bagaimana perasaan Clarissa sekarang. Bahkan mereka belum tau kalau Clarissa sedang hamil besar. Hanya keluarga Clarissa lah yang mengetahui fakta tersebut.


"Coba nanti aku hubungi kak Clari agar dia mau pulang ke Indonesia. Mungkin memang benar apa yang kak Farghan kataka kalau Kendrick sebenarnya hanya butuh kak Clarissa." timpal Lavina sambil memeluk Mesya yang masih menangis.


Farghan mengangguk, lalu mereka meninggalkan ruangan Farghan dengan hati yang sedih. Lavina mendudukkan Mesya dikursi yang tak jauh dari ruangan Farghan. Disitu tangis Mesya tumpah. Ia tak sanggup kehilangan Kendrick. Bahkan membayangkannya saja tidak pernah.


"Aku sudah mengirim pesan pada kak Clari agar dia menelfon nanti. Mama jangan nangis lagi ya aku jadi sedih kalau lihat mama kayak gini" ujar Lavina tak tega melihat mamanya menangis.


"Kita antar mama pulang saja ya. Biar mama bisa istirahat" ucap Michael dengan posisi berdiri. Mesya hanya mengangguk saja tanpa berucap. Mereka terus berdoa semoga masih ada harapan untuk Kendrick bisa sembuh.


Harapan mereka hanyalah Clarissa. Dengan kehadiran Clarissa mereka yakin kalau Kendrick bisa sembuh kembali. Tapi Clarissa saja sulit dihubungi sekarang. Dan sering menghilang tanpa kabar.


...~♥~♥~♥~♥~♥~...


"Bagus sekali tugasmu, setelah ini mereka semua akan hancur." ucap seseorang dikursinya.


"Kalian bermain-main dengan orang yang salah" batinnya.


"Apa yang bisa saya kerjakan lagi?" tanya seorang lelaki yang berdiri dihadapan atasannya.


"Pastikan perusahaan dia benar-benar bangkrut dan hancur. Jangan sampai ada klien dari perusahaan lain yang berani membantu. Kalau ada segera tuntaskan mereka." jelasnya dengan tegas.

__ADS_1


"Siap akan saya laksanakan." balas lelaki tersebut.


"Apa sekarang perusahaan dia sudah anjlok?"


"Sudah, banyak rekan bisnisnya yang memutuskan kerjasama. Dan para karyawan juga sudah demo untuk menagih gaji mereka yang belum dibayar." jelasnya lagi.


"Bagus, terus awasi mereka. Kamu boleh pergi"


"Siap, saya permisi" lelaki itu pun pergi meninggalkan ruangan.


"Ck, kalian sudah memancing kemarahan yang sudahku pendam. Sekarang terima akibatnya. Pasti seru bukan?" dia tersenyum sinis melihat nasib musuhnya hancur.


...🥀🥀🥀...


Di tempat lain, tuan Alvero sedang rapat dengan beberapa petinggi besar. Ia ditemani oleh asistennya Jio dan Roy. Disana juga ada Faero yang memang ikut dalam rapat tersebut. Sikapnya teyap santai dan profesional dalam bekerja. Ia tak akan menyangkut pautkan pekerjaan dengan masalah pribadi. Karna dua hal itu berbeda.


Selesai rapat Faero pamit kepada tuan Alvero untuk kembali ke kantornya. Dengan sikap cuek tanpa senyum sama sekali. Tuan Alvero mengerti sekali dengan perasaan Faero sekarang. Tapi ia tetap menegur sapa dengan Faero.


"Bagaimana kabar anda?" tanya tuan Alvero dengan senyum yang khas dirinya.


"Alhandulillah baik, apa anda ada waktu? Saya mau mengajak anda makan siang" kata tuan Alvero.


Faero melihat jam tangannya sekilas. "Maaf tuan saya harus segera pergi. Masih ada pekerjaan yang perlu saya tangani" jawab Faero.


"Ohh ya sudah gak pa-pa mungkin lain waktu saja." ucap tuan Alvero.


"Kalau begitu saya pamit" Faero hendak pergi namun sepertinya tuan Alvero ingin menanyakan sesuatu.


"Apa Clarissa pernah pulang ke rumah? Kami berharap Clarissa mau kembali kesini" tanya tuan Alvero dengan hati-hati takut Faero salah paham dengan ucapannya.


"Maaf Clarissa sudah tidak pernah pulang ke rumah. Kalau anda mempertanyakan Clarissa silahkan mencarinya di London. Dia sudah tidak ada urusannya lagi dengan keluarga saya" tegas Faero, sakit yang dirasakan Faero saat mengatakan hal itu. Dalam hati kecilnya masih ada rasa rindu untuk Clarissa, bahkan dia masih sayang dengan adik tercintanya. Tapi ayahnya sudah melarang keluarga mereka untuk mencari Clarissa. Mereka juga masih kecewa.


"Apa maksud anda?" tanya tuan Alvero tidak mengerti dengan perkataan Faero.


"Maaf saya harus pergi" Faero langsung pergi dari hadapan tuan Alvero tanpa membalas pertanyaannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Sekarang malah tuan Alvero dibuat berpikir dengan perkataan Faero barusan. Ia jadi mengkhawatirkan kondisi Clarissa. Ia pun pergi ke ruangannya diikuti Jio dari belakang.


Sampai diruangannya, tuan Alveri mempertanyakan mengenai perusahaan Mahendra yang dikabarkan bangkrut. Memang setelah pelaku sebenarnya terungkap, tuan Alvero meminta Jio agar tidak ada lagi pebisnis yang masuk atau bekerja sama dengan perusahaan Mahendra. Dan memang sebagian sudah melepas kerjasam mereka.


"Jelaskan Jio, kenapa bisa perusahaan dia bangkrut total? Sampai karyawan saja pada demo" tanya tuan Alvero.


"Ada orang dari luar yang menyabotase perusahaan Mahendra tuan, dan aib keluarganya juga disebar luaskan tentang anak-anaknya yang masuk penjara. Ada satu lagi ternyata Mahendra juga sempat mengkorupsi uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan." jelas Jio yang membuat tuan Alveri membukatkan mata. Ternyata ada orang lain yang juga dendam dengan Mahendra.


"Apa kau tau Jio siapa orang tersebut?" tanya tuan Alvero.


"Maaf tuan saya tidak tau, semua tentang dia ditutup rapat. Jadi mencari dimana pun tidak akan menemuinya. Bahkan berita televisi juga tak ada yang memberitakan mengenai orang ini. Sepertinya dia bukan orang biasa tuan" jelas Jio lagi.


"Artinya dia punya musuh besar? Tapi siapa? Apa keluarga Danata yang melakukannya Jio?" tanya nya lagi.


"Tidak tuan. Bahkan keluarga Danata tidak bergerak atau merespon apapun." jawab Jio.


"Siapa orang itu?" batin tuan Alvero.


"Baiklah Jio kamu boleh pergi. Lanjutkan pekerjaanmu" kata tuan Alvero.


"Baik tuan, saya permisi" Jio pun pergi meninggalkan ruangan tuan Alvero.


Setelah pintu tertutup, tuan Alvero kembali dibuat bingung dengan perkataan Faero tadi. Ia terus berpikir apa yang terjadi dengan keluarga Clarissa?. Dimana dia sekarang?. Semua terua berputar dikepalanya. Ditambah rasa penasaran tentang orang yang sudah membuat perusahaan Mahendra bangkrut.


🍀


🍀


🍀


...Maaf ya telat dari jam up nya 🙏😖. ...


...Jangan lupa klik jempolnya ya😉 Vote kalau boleh lah 😄...


...So thank you 💖...

__ADS_1


...See you all, by by 👋...


__ADS_2