Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 53 #Ikatan Batin


__ADS_3

Clarissa melihat itu langsung memegang tangan Kendrick dan mengarahkan ke pipinya yang memang ingin di raih oleh Kendrick.


Kendrick mengusap air mata Clarissa yang terus menetes. Walau pun tubuhnya mulai melemah, Kendrick masih bisa tersenyum ke arah Clarissa. Seolah dia menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja.


"A-k-ku c-i-n-ta k-ka-mu" ucap Kendrick terbata-bata dan perlahan matanya tertutup, tangan yang semula berpegang erat kini mulai melonggar. Kendrick pun tak sadarkan diri lagi.


"Tolooong, mas bertahan lah. Tolong siapapun tolong" teriak Clarissa.


Mendengar teriakan Clarissa, semua temannya langsung mendekat dan mereka sangat terkejut saat menemukan Kendrick sudah tak sadarkan diri dengan bercucuran darah disekujur tubuhnya.


"Kendrick!!" pekik mereka terkejut.


"Tolong bawa mas Ken, hiks......Bawa ke rumah sakit.....Hiks" ucap Clarissa menangis sesegukan.


Farghan dibantu oleh Roh yang menang sedang berada disana untuk membawa Kendrick ke rumah sakit. Sedangkan Clarissa dibantu berdiri oleh Eveline dan Alifa untuk berdiri. Baju Clarissa berubah jadi merah karma terkena darah Kentucky, bahkan pipinya ikut terkena darah sebab tadi Kendrick sempat memegangnya.


Jennie yang melihat itu dari jauh merasa marah. Karna semuanya diluar yang dia rencanakan. Setelah kepergian Clarissa dan Kendrick tadi, Jennie masih berada disana dengan berbagai hinaan yang dilontatkan oleh Evelina, namun setelah itu dia langsung pergi begitu saja.


Di dalam mobil dia masih mengumpat dan merasa marah. Tapi Lanni yang melihat itu langsung membawa Jennie pergi dari sana.


"Kenapa harus Kendrick yang tertabrak, kenapa gak perempuan itu" marah Jennie.


"Sudah lah, kita juga gak bakalan tau kalau akhirnya akan menjadi seperti ini. Sekarang kita pergi dulu dari pada dituduh oleh mereka" sahut Lanni masih fokus menyetir.


"Aarrgh sial" umpatnya marah.


"Sudah lah Jen, masalah dia nanti kita pikirkan lagi" timpal Nesya menenangkan sahabatnya.


🌳


🌳


🌳


Di rumah nyonya Mesya sedang memasak air untuk membuatkan kopi buat suaminya. Saat ia ingin menuangkan air panas tersebut ke dalam gelas tiba-tiba saja, air tersebut tumbah mengenai tangan nyonya Mesya.


"Auww!" pekiknya kesakitan.


Ia kepanasan dan langsung membasuh tangannya dengan air dingin. Bi Minah yang kebetulan berada disana langsung menghampiri majikannya.


"Astagfirullah nyonya. Apa nyonya tidak apa-apa?" tanya bi Minah terkejut.


"Gak pa-pa bi, saya mau mengambil salep dulu. Bibi tolong buatkan kopi untuk tuan ya" pinta nyonya Mesya langsung di iyakan oleh bi Minah.


Nyonya Mesya pun pergi untuk mengambil salep di kamarnya. Entah kenapa perasaannya tidak enak sehingga tadi ia melamun dan akhirnya membuat air yang dipegang tumpah.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya, semoga tidak terjadi sesuatu padau Kendrick" ucap nyonya Mesya sembari mengusapkan salep ke tangannya yang tadi ketumpahan air panas.


Setelah itu nyonya Mesya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Ia menghampiri tuan Alvero dan duduk disebelahnya dengan perasaan yang masih tidak enak.

__ADS_1


"Tangan kamu kenapa ma, kok merah gitu" tanya tuan Alvero meraih tangan istrinya.


"Terkena air panas pa" jawab nyonya Mesya.


"Ini tuan kopinya" ucap bi Minah menaruh secangkir kopi di atas meja.


"Makasih bi" ucap nyonya Mesya.


"Iya nyonya, saya permisi dulu" bi Minah pun kembali ke belakang.


"Kok bisa sih ma sampai merah begini. Kamu gak hati-hati" kata tuan Alvero.


"Mama gak tau pa, perasaan mama ini dari tadi gak enak kepikiran Kendrick terus." jawabnya dengan wajah yang memang terlihat cemas.


"Telfon saja ma" balas tuan Alvero saat nyonya Mesya mengatakan Kendrick wajahnya berubah datar.


Kemudian nyonya Mesya mengambil ponselnya dan menghubungi Kendrick. Beberapa kali dicoba namun tak ada satu pun panggilannya yanh di angkat oleh Kendrick. Kekhawatiran nyonya Mesya semakin kuat, ia kembali menghubungi Lavina namun tidak di angkat juga.


"Pa ini gimana, nomer Kendrick gak bisa dihubungi. Nomer Lavina juga gak bisa tersambung. Mereka ini pada kemana sih" ucap nyonya Mesya khawatir.


"Sudah lah ma, mereka itu sudah besar. Nanti juga pulang, itu tadi sudah diobati belum?"


"Sudah, tadi mama kasih salep." balas nyonya Mesya.


Tuan Alvero hanya mengangguk pelan, lalu ia melanjutkan melihat dokumen yang ada di atas meja. Hati nyonya Mesya masih diselimuti kekhawatiran. Batinnya sangat kuat mengatakan kalau terjadi sesuatu terhadap putranya.


...🌻🌻🌻...


Clarissa masih terus menangis memeluk Eveline. Ia masih syok dan tak menyangka kejadian seperti akan menimpa suaminya. Lavina yang selalu setia mendorong kursi roda Michael, ia teringat bahwa belum mengabari orang tuanya.


"Kak aku mau menghubungi papa dan mama dulu ya" ucap Lavina kepada Michael.


"Iya" jawab Michael singkat.


Lalu Lavina mengambil ponsel yang ada ditas. Baru saja dibuka banyak sekali panggilan yang masuk dari mamanya. Ia lalu menghubungi ulang orang tuanya. Beberapa saat panghilan pun terhubung.


Lavina pun menjelaskan semuanya dengan sangat hati-hati. Sebelum dia berbicara pun nyonya Mesya sudah menyela dan langsung bertanya soal Kendrick. Seolah tak bisa membendung air matanya, Lavina menangis. Ia pun mengatakan kepada nyonya Mesya bahwa Kendrick berada di rumah sakit karna kecelakaan.


Sontak saja nyonya Mesya terkejut dan menangis. Ia menanyakan rumah sakit tempat Kendrick di rawat. Lavina pun memberi tau dan mengatakan kepada nyonya Mesya agar selalu berdoa.


Setelah menghubungi orang tuanya, Lavina menghampiri Clarissa dan duduk di sebelahnya.


"Kak, tenang lah. Semua akan baik-baik saja, kakak berdoa ya" kata Lavina menenangkan Clarissa.


"Seharusnya tadi aku bisa lebih hati-hati dan semuanua gak akan menjadi seperti ini....Hiks....Hiks" ucap Clarissa masih menangis.


"Semua gak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya. Jangan salahkan dirimu sendiri Clari, kamu doakan saja agar suamimu baik-baik saja" kata Eveline yang memeluk Clarissa.


Ceklek..

__ADS_1


Suara pintu terbuka dan tampak lah Farghan keluar dari ruang UGD. Bersama dokter lain yang bertugas. Clarissa langsung bangkit dan menanyakan keadaan suaminya.


"Bagaimana keadaan suamiku?" tanya Clarissa.


"Kamu yang sabar ya Clarissa. Keadaan Kendrick sekarang kritis, dia kekurangan banyak darah. Di rumah sakit ini stok darah yang cocok dengan Kendrick tinggal satu kantong sedangkan dia butuh transfusi darah tiga kantong dan kami juga akan melakukan foto rongsen untuk mengetahui apakah ada cedera dibagian tulangnya." jelas Farghan, sontak semuanya sangat kaget dan mereka harus bisa menemukan pendonor yang cocok untuk Kendrick.


"Golongan darahnya apa?" tanya Clarissa lagi.


"Golongan darahnya AB. Golongan darah itu terbilang sangat sulit di dapat. Jadi aku minta tolong carikan pendonor yang cocok. Kami juga masih berusaha untuk mencarinya" ucap Farghan.


"Aku saja kak, coba cek golongan darahku barangkali cocok dengan kak Kendrick" kata Lavina.


"Baiklah, anda ikut saya nona untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu" sahut dokter Ridwan yang tadi keluar bersama Farghan.


"Cek aku juga" timpal Clarissa.


"Ya sudah kalian bisa mengikuti dokter Ridwan ke ruang pemeriksaan dulu" ucap Farghan.


Kemudian Clarissa dan Lavina pergi ke ruang pemeriksaan sempel darah. Mereka akan dicek terlebih dahulu, apakah golongan darah mereka cocok dan dalam keadaan baik untuk bisa di donorkan.


Sementara yang masih menunggu di luar sangat cemas dengan keadaan Kendrick. Apalagi Michael yang sangat dekat dengan Kendrick. Ia merasa terpukul dan masih tak menyangka.


Tak lama datang lah kedua orang tua Kendrick. Mereka terlihat cemas terutama nyonya Mesya yang memang dati tadi mengkhawatirkan keadaan Kendrick.


"Michael gimana keadaan Kendrick? Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya nyonya Mesya menghampiri Michael.


"Kendrick kritis tante, dia butuh tiga kantong darah. Clarissa dan Lavina sedang diperiksa untuk melihat apakah darah mereka bisa cocok dengan Kendrick." jawab Michael.


" Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi Chel. Kenapa Kendrick sampai bisa kecelakaan" tanya nyonya Mesya.


"Tenang lah ma, biarkan Michael menjelaskan dulu" tuan Alvero mencoba untuk menenangkan istrinya.


Namun Michael masih terdiam tak menjawab ucapan nyonya Mesya. Sehingga Eveline yang berada disana dia pun menyahuti ucapan nyonya Mesya.


"Tadi Kendrick berusaha untuk menyelamatkan Clarissa saat ingin di tabrak mobil. Tapi malah Kendrick yang jadi tertabrak" sahut Eveline.


Nyonya Mesya pun beralih pandangan ke arah Eveline. Badannya seolah lemas, kakinya berasa tak kuat untuk menopang tubuhnya. Tuan Alvero dibantu oleh Eveline dan Alifa untuk menenangkan nyonya Mesya.


"Kenapa ini semua harus terjadi sama Kendrick pa." nyonya Mesya begitu terpukul sembari memeluk suaminya.


"Semua ini sudah takdir ma" jawab tuan Alvero.


Tak lama datang lah Clarissa bersama Lavina. Clarissa melihat tuan Alvero dan nyonya Mesya sudah berada disana. Ia langsung menghampiri mama mertuanya dan meminta maaf.


"Clarissa"


"Ma maafkan Clarissa ya, gara-gara aku mas Kendrick jadi seperti ini." ucap Clarissa yang duduk bersebelahan dengan nyonya Mesya.


"Semua ini diluar kendali kita, kamu berdoa saja semoga suamimu bisa cepat sembuh" jawab nyonya Mesya sembari membelai pipi Clarissa.

__ADS_1


Nyonya Mesya juga sempat melihat pakaian Clarissa yang banyak sekali bercak darah disana. Melihat itu nyonya Mesya tak bisa membayangkan bagaimana keadaan putranya tadi.


"Kalian tadi kenapa bisa jadi seperti ini" tanya nyonya Mesya halus.


__ADS_2