
"Huufh......" Faero hanya bisa membuang nafasnya kasar. Dia tak mau membuat emosi istrinya naik, jadi pilihannya hanya menurut.
"Veline, Faero?" tiba-tiba saja Farghan datang dari arah belakang menyapa Eveline dan Faero. Mereka pun menoleh ke arah suara berasal yaitu arah belakang.
"Farghan.." Eveline tersenyum melihat ada Farghan disana. Dia bisa menanyakan keadaan Kendrick secara langsung kepada Farghan tanpa harus masuk ke ruang icu. Yang pasti Faero akan marah seperti tadi. Lebih tepatnya tidak suka sih.
"Kebetulan ada kamu, aku mau tanya keadaan Kendrick. Apakah ada perubahan atau tanda-tanda akan sadar gitu?. Sudah lama aku gak dengar kabar mengenai kondisinya. Tadinya pengen nengok masuk tapi......" tanya Eveline sambil melirik ke suaminya sekilas sehingga dia menggantung ucapannya sejenak. "Jadi gimana kondisi Kendrick Ghan?" Eveline kembali memfokuskan pandangannya ke Farghan.
"Belum ada tanda baik Vel, bahkan Kendrick sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Bahkan dia pernah jantungnya berhenti berdetak, beruntung dia kembali. Tapi ya gitu belum ada perubahan apapun. Aku sangat iba melihat kondisi Kendrick seperti ini. Bagaimana nanti kalau dia sadar dan tau kalau kakinya gak bisa jalan. Belum lagi kalau Ken benar-benar amnesia." papar Farghan sedih melihat Kondisi Kendrick yang memperihatinkan. Nafasnya memang ada tapi seolah jiwanya sudah pergi jauh dari tubuhnya.
"Kasihan Kendrick Ghan, dia harus berjuang begini. Demi Clarissa dia rela harus tersiksa seperti ini, berjuang antara hidup dan mati. Aku gak bisa bayangin kalau Clarissa diposisi Kendrick sekarang" Eveline mengatakan hal tersebut sambil menekankan kata-kata nya agar Faero sadar dan gak selalu menyalahkan Kendrick.
"Yaa semoga ada keajaiban untuk Ken, aku juga berharapnya begitu. Kalau kamu ingin masuk ke dalam silahkan gak pa-pa" ucap Farghan.
"Gak usah deh Ghan, aku langsung pulang saja. Badanku rasanya capek, mungkin karna sedang hamil jadi gampang lelah" jawab Eveline berbohong padahal kenyataannya dia ingin sekali masuk, tapi dari tadi Faero terlihat diam saja yang sudah pasti lagi menahan emosi.
"Iya sudah memang ibu hamik begitu. Semoga sehat terus ya sampai lahiran." Eveline membalas dengan senyuman dan anggukan.
"Alifa belum isi Ghan?" tanya Eveline.
"Belum, doain ya" balas Farghan sambil tersenyum.
Eveline jadi merasa bersalah mempertanyakan hal tersebut pada Farghan. "Iya aku doakan semoga cepat dapat momongan. Aamiin"
"Aamiin, makasih Velin"
"Faero kenapa diam saja ya dari tadi. Mukanya kelihatan emosi gitu, apa Eveline sempat bertengkar tadi dengan Faero. Apa karna Eveline mau menjenguk Kendrick. Sepertinya memang Faero masih menyimpan amarah pada Kendrick. Wajar sih tapi sekarang Kendrick terbaring tak berdaya harusnya bisa lihat situasi" batin Farghan dalam hati sembari melirik ke arah Faero sekilas.
"Ya sudah kami pulang dulu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Semoga kamu cepat sadar Ken, aku juga mengharapkannya kembali seperti dulu. Walau pun aku tidak bisa memastikan apakah kamu akan mengingatku atau tidak" gumam Farghan lalu memasuki ruang ICU.
...────ೋღ💠ღೋ────...
"Mas, nanti sebelum pulang ke rumah kamu. Aku mau mampir ke butik tante Cantika dulu ya. Sudah lama aku gak kesana" ucap Lavina sambil mengemasi pakainnya dalam koper satu per satu.
Mereka akan pergi ke rumah Michael. Lavina diajak Michael pulang ke rumahnya. Jadi Lavina mempaking bajunya sebagian. Dia tidak akan membawa semuanya. Dibantu sama Michael untuk membereskan segalanya. Sekalian mereka akan berpamitan kepada tuan Alvero dan nyonya Mesya.
"Iya boleh, sekalian bisa tanya kabar tentang Clarissa. Aku penasaran alasan Clarissa pindah ke luar negri. Sampai sekarang dia kan gak pernah bilang ke kamu atau memang kita saja yang tidak diberi tau olehnya." jawab Michael mengambil jas dilemari.
"Entah aku juga gak tau, setauku kak Clarissa pergi karena ingin melupakan kejadian disini dan ingin menenangkan diri." timpal Lavina setau dia.
"Mana kopernya biar akuyang bawa" pinta Michael membawa koper Lavina turun ke bawa.
Sampai dibawah Michael dan Lavina lantas berpamitan pada tuan Alvero dan Mesya. Tangis Mesya pecah disaat itu, dia harus melepaskan Lavina anak bungsunya pergi. Dia menitipkan Lavina kepada Michael agar dijaga dengan baik dan memberi kasih sayang selayaknya mereka sebagai orang tua memberinya kasih sayang dan cinta.
"Papa sama mama tenang saja, aku akan selalu menjaga Lavina dan memberi kasih sayang seperti papa dan mama yang sudah merawat Lavina dengan kasih sayang." ucap Michael tulus dalam hatinya.
__ADS_1
"Kamu jangan nyusahin suamimu. Patuhi perkataannya dan hormati dia, jangan pernah membantah ya. Sekarang tanggung jawabmu ada pada nak Michael. Sering-sering main kesini" wejangan buat Lavina dari sang mama.
"Iya ma aku akan selalu ingat pesan mama" Lavina mengukir senyum dibibirnya dan memeluk Mesya dengan air mata yang sudah menetes.
"Om minta tolong jaga istrimu dengan baik. Bahagiakan dia, kalau sikapnya membuat kamu marah bersabarlah ya. Om percaya kamu bisa menjaga Lavina dengan baik" kini tuan Alvero berbicara pada Michael dari hati ke hati yang begitu menyentuh bagi Michael.
"Iya pa pasti. Kalau begitu kami pamit ya pa ma" kata Michael menyalami tuan Alvero dan Mesya bergiliran.
"Iya hati-hati"
"Assalamu'alaikum" ucap Michael dan Lavina bebarengan.
"Wa'alaikumussalam" mereka lalu pergi memasuki mobil. Kopernya sudah dimasukkan ke dalam bagasi belakang oleh supir yang tadinya bertugas mengantar jemput Lavina. Sekarang menjadi supir pribadi untuk Mesya..
Dalam perjalanan tak ada obrolan apapun hanya bercanda saja sampai tiba di depan butik Cantika. Michael dan Lavina pun turun dari mobil memasuki butik dan langsung disambut oleh karyawan yang bertugas. Lavina langsung bertanya pada salah satu karyawan tentang keberadaan Cantika.
"Apakah tante Cantika ada disini?" tanya Lavina.
"Ada nona, nyonya Cantika ada diruangannya. Silahkan saya antar" jawab karyawan tersebut dengan ramah dan mengantarkan Michael eserta Lavina ke ruangan Cantika.
Tok.... Tok.... Tok.....
Ceklek.
"Permisi nyonya ini ada tamu" ucap karyawan yang mengantarkan Lavina dan Michael.
"Assalamu'alaikum tante" salam Lavina. Melihat ada Lavina dan Michael, Cantika pun menghampiri mereka. Si karyawan tadi pun kembali menyelesaikan tugasnya.
"Tante apa kabar? Udah lama aku gak melihat tante" tanya Lavina bertanya kabar. Padahal kemarin pun dia bertemu Cantika dihari pernikahannya. Tuan Nevan dan Cantika memang diundang ke pernikahan Lavina juga. Namun yang datang hanya Cantika, Faero dan Eveline. Sementara tuan Nevan tidak hadir, walau sudah dipaksa sekali pun oleh istrinya. Ia masih memendam kebencian kepada Kendrick.
Yaa tuan Alvero mengerti dan memahami kondisi juga perasaan sahabatnya yang sudah dikecewakan oleh anaknya sendiri. Tuan alvero memaklumi, kalau dia jadi sahabatnya mungkin hal yang sama akan dilakukannya.
"Baik, baru juga ketemu kemarin" Cantika tersenyum tulus kepada Lavina.
"Heheh, alhamdulillah deh kalau tante baik. Tante bagaimana kabar tentang kak Clarissa disana? Dia sehat kan?" tanya Lavina.
"Alhamdulillah dia sehat kok. Clarissa disana juga lagi ngurusin butik. Butik miliknya sendiri" kata Cantika tersenyum senang saat mendengar Clarissa membuka butiknya yang lama disana dengan mengganti namanya sendiri. Yang artinya Clarissa mau membuka butiknya sendiri.
"Ohh ya, wah kenapa gak buka disini saja" Lavina tak pernah mendapat kabar apapun mengenai Clarissa disana. Jarang sekali Lavina bertukar kabar dengan Clarissa. Kalau waktunya gak benar-benar longgar gitu. Clarissa juga sekarang jarang bisa dihubungi kalau gak pas weekend saja.
"Mungkin dia ragu untuk buka disini. Clarissa memang seperti itu, pemalu dan gak pernah percaya diri dengan hasilnya sendiri. Padahal kalau dibandingkan dengan hasil desain milik tante, milik Clarissa itu yang paling bagus. Disini saja banyak sekali yang memesan desain yang dari tangan Clarissa. Tapi ya bagaimana lagi dianya gak mau membuka butik sendiri. Pada akhirnya tante bisa senang melihat Clarissa bisa mewujudkan impiannya walau pun diluar negri." jelas Cantika pankang lebar.
Lavina dan Michael hanya mendengarkan semua apapun yang dikatakan oleh Cantika. Mereka sesekali saling pandang. "Aku ikut senang tante melihat Kak Clarissa senang. Kapan dia bisa pulang ke sini lagi tante? " Tanya Lavina yang sudah sangat merindukan Clarissa.
"Tante juga gak tau, mau sampai kapan Clarissa diluar negeri tante juga gak tau." Jawab Cantika sedikit menunduk merasakan kerinduan yang amat sangat dalam kepada Putri tersayangnya.
Drrrt Drrrtt....
Suara ponsel Cantika berbunyi Dan saat dilihat tertera nama 'putriku sayang' yang jelas adalah nomor Clarissa. Clarissa melakukan panggilan video call kepada Cantika. Cantika bergegas mengangkatnya dan terlihat wajah yang begitu dia rindukan selama ini.
__ADS_1
📲 "Assalamu'alaikum ma" terdengar suara Clarissa yang begitu dirindukan Cantika.
"Wa'alaikumussalam, bagaimanamu sayang?" tanya Cantika.
📲 "Alhamdulillah baik ma." Cantika mengarahkan kamera ponselnya pada Lavina dan Michael.
"Hai kak gak kangen aku kah?" Tanya Lavina tersenyum.
📲 "Loh kamu sama mama Lavi? Itu dibutikkan?" tanya Clarissa memastikan.
"Iya, dia ingin berkunjung kesini." sahut Cantika tersenyum.
📲 "Ohh iya. Ma nanti aku telfon lagi ya. By ma assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" Cantika menutup telfonnya Dan kembali berbincang para Lavina tapi belum lama dia menaruh ponselnya sudah ada notifikasi masuk.
'Putriku Sayang'..
📩 "Aku mau bicara sama mama. Nanti kalau Lavina sudah pulang tolong hubungi aku. Dan nanti kalau sudah sampai rumah aku juga mau bicara sama Papa." pesan Clarissa.
"Kenapa Clarissa terlihat serius begitu ya" brain Cantika.
"Tante ada apa?" tanya Lavina saat melihat Cantika diam saja setelah menerima pesan.
"Ahh enggak kok. Kalian mau kemana setelah ini?" Tanya Cantika mengalihkan pembicaraan.
"Mau pulang Tan ke rumah saya" sahut Michael.
"Ohh jadi kamu mau pulang ke rumah suamimu ya. Memang sepantasnya begitu seorang istri mengikuti kemana pun suaminya pergi. Setelah menikah tanggung jawab seorang istri berganti pada suaminya bukan orang tuanya lagi." tutur Cantika lembut kepada Lavina. "Dan kamu sebagai suaminya harus bisa menjaga dan mencintai istrimu dengan baik. Menyenangkan hatinya dan memberi kasih sayang" tatapan Cantika berubah sendu saat memberi nasihat kepada Michael.
Ia teringat Clarissa yang menikah tanpa cinta. Sehingga Clarissa harus merasakan penderitaan selama pernikahannya. Tak ada kasih sayang maupun perhatian seperti yang dikatakannya tadi. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu yang tidak bisa menjaga anaknya dan memilih pendamping hidup yang baik buat Clarissa.
...🍀...
...🍀...
...🍀...
...Assalamu'alaikum readers 🙏...
...Author cuma mau menyapa saja 😁....
...Syukron yang sudah mendukung author sejauh ini💖....
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Rate and Gift kalau mau ditambahi author malah mengucapkan banyak terima kasih 🌹....
...Follow IG Author...
...@imeilda_08...
__ADS_1
...See you all by by 👋💞...