Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 104 #Doa dan Harapan


__ADS_3

Clarissa sangat marah sekali dan merasa sakit hati mendengar ucapan mereka semua terutama Ledy. Setelah puas meluapkan emosinya, Clarissa pun pergi begiru saja dan berlari menuju lift untuk segera sampai dilantai atas. Sambil menahan sesak didadanya mendengar dirinya difitnah sudah selingkuh dan bermain gila dibelakang suaminya. Padahal selama ini yang dialaminya sangat jauh berbanding terbalik.


Sampai diruangan suaminya, Clarissa langsung terduduk disofa sembari menangkupkan kedua tangannya di deoan wajah dan menunduk. Sikunya bertumpuh pada kakinya. Ia tak habis pikir dengan sikap orang kepadanya yang sangat buruk. Seberapa besar Clarissa menahan rasa perih dihatinya, air mata tak bisa berbohong kalau hatinya begitu sakit. Ia terisak diruangan itu sendirian. Disaat kejadian tadi sebenarnya ada karyawan lain yang lewat berlalu lalang. Tapi mereka lebih memilih mementingkan pekerjaan yang harus selesai dari pada harus kena omel.


Dilantai bawah tepatnya di meja Ledy. Seorang lelaki yang juga seorang karyawan menegur Ledy agar tidak mencampuri urusan atasannya. Melihat kejadian tadi, lelaki itu tak menjamin Ledy dan benerapa karyawan lain tadi akan bisa bertahan dengan pekerjaannya. Lelaki itu juga menjelaskan siapa Clarissa sebenarnya. Karna sepertinya Ledy belum tau kalau Clarissa bukan orang sembarangan yang bisa dipermainkan.


"Kalian harus tau kalau bu Clarissa itu sebenarnya anak kedua dari tuan Nevan pemilik perusahan Danata Group. Adik kandungnya tuan Faero. Kalian berani sekali bermacam-macam padanya." sontak Ledy dan ketiga karyawan tadi terkejut dan saling pandang. Mereka sampai tidak percaya mendengar karyawan lelaki tersebut.


"Yang bener kamu" ucap Ledy tak yakin.


"Kalau tidak percaya tanya sama asisten Roy, dia pasti tau semuanya. Habislah riwayat kalian, kalau sampai bu Clarissa mengadu. Sudah dipastikan kalian akan dipecat bahkan kalian tidak bisa melamar kemanapun. Kalau disini saja kalian membuat masalah apalagi istri sekaligus anak seoranh direktur besar." sahut lelaki tersebut menakut-nakuti lalu pergi begitu saja. Sementara Ledy dan yang lain mulai panik. Apakah iya mereka akan dipecat? Padahal susah sekali kalau mau masuk dua perusahaan tersebut. Milik tuan Alvero dan tuan Nevan. Dan mereka yang bisa masuk sangat beruntung sekali.


Diruangan Kendrick, Clarissa masih menangis di ruang private nya Ken. Lebih tepatnya disebut kamar. Karna dalamnya sangat luas. Clarissa menutupi diri dengan selimut. Ia menunggu suaminya datang dan memintanya untuk segera pulang. Lama-lama rasanya sesak dada Clarissa jika harus dikantor terus.


Selang beberapa menit, Kendrick sudah kembali keruangannya bersama Roy. Dan Roy pun langsung keluar dari ruangan Kendrick setelah mengantarkannya. Kendrick mencari istrinya tidak ada di ruangannya. Ken pun memasuki ruang yang biasa digunakannya untuk beristirahat. Dan benar saja Clarissa memang ada disana.


Kendrick mendekat dan mengecup kening istrinya dengan lembut dan sayang. Clarissa yang tidak tidur sepenuhnya langsung membuka mata dan melihat suaminya sudah ada didepannya sambil tersenyum. Jika melihat wajah suaminya, Clarissa teringat kembali dengan perkataan para karyawan tadi yang menuduhnya berselingkuh dan lain sebagainya. Ia seperti perempuan murahan dimata mereka semua. Clarissa langsung terbangun dan memeluk Kendrick dengan erat sembari menangis.


Sungguh Kendrick sangat terkejut melihat istrinya tiba-tiba menangis seperti itu. Ia bahkan tak tau apa-apa. Kenapa dengan istriku? Apa yang berbuat jahat padanya?. Batin Kendrick.


"Kamu kenapa sayang? Kenapa menangis? Adakah yang menyakitimu?" tanya Kendrick cemas mata istrinya yang sedikit bengkak karna kebanyakan menangis.


'Apa dia sudah menangis sejak tadi sampai matanya merah gini. Apa yang dialami Clarissa setelah aku pergi' batin Kendrick.

__ADS_1


Clarissa hanya diam saja sembari memeluknya. Kendrick mengarahkan Clarissa agar duduk dipangkuannya. Clarissa pun menurut dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kendrick. Tangan Ken mengusap lembut punggung Clarissa untuk menenangkannya. Setelah dirasa istrinya sudah tenang barulah Ken mempertanyakan lagi masalah sebenarnya.


Tapi belum juga Clarissa menjelaskan, ponselnya sudah berbunyi. Kendrick mengambilnya didalam jasnya. Saat dilihat terdapat sebuah notif dari Roy. Kendrick langsung membukanya dan melihat Roy mengirimi sebuah disertai chat yang pasti menjelaskan semuanya kepada Ken tentang istrinya. Kendrick langsung membuka vidio tersebut dan memperlihatkan Clarissa bersama karyawan juga resepsionisnya. Clarissa bisa dengar kalau suaminya memutar vidio tentangnya. Ia tak menduga kalau ada yang merekamnya. Clarissa bangkit dari pangkuan Ken dan mengambil ponselnya.


Ditunjukkan oleh Clarissa sebuah rekaman suara yang lebih jelas dibandingkan vidio tersebut. Toh suaminya memang sudah tau, tak perlu lagi Clarissa menutupinya lagi. Kendrick langsung mendengarkan dengan seksama dan setelahnya Kendrick merasa marah. Tangannya mengepal kuat menahan amarah yang sekejab lagi bisa dimuntahkan olehnya. Kendrick berusaha menahan emosi di depan istrinya.


"Aku selama ini diam saja agar tak menimbulkan masalah. Tapi ternyata diamku tak membuat mereka berhenti menggunjingku." ucap Clarissa akhirnya membuka suara.


"Mereka sudah sering seperti ini?" tanya Kendrick dan Clarissa pun mengangguk. Kendrick semakin marah dan ikut sakit hati melihat Istriny menangis sampai matanya merah.


"Setiap aku datang kesini pasti mereka membicarakan aku yang negatif. Tapi kali ini kesabaranku dah habis mas. Rasanya sakit hatiku dituduh selingkuh sampai berbuat tak senonoh dengan orang lain. Padahal selama ini aku disana gak pernah berbuat apapun. Sumpah mas, aku tak pernah berbuat apapun. Hiks.." ucap Clarissa sembari menangis kembali. Kendrick tak kuat melihat Istriny terua menangis.


"Tenanglah jangan menangis lagi. Aku percaya padamu, kamu gak akan berbuat seperti itu. Kamu perempuan yang baik, jadj jangan menangis lagi nanti cantikmu hilang aku tidak suka" ucap Kendrick dengan wajah cemberut.


"Kamu tunggu disini sebentar. Aku mau keluar, sudah ada Roy di depan. Nanti aku akan kembalu dengan cepat. Cup" ucap Kendrick lalu mengecup kening Clarissa.


Clarissa pun mengangguk. "Jangan lama-lama aku mau segera pulang" ujarnya.


"Iya hanya sebentar" balas Kendrick.


Clarissa pun membantu Kendrick untuk mendorong kursi rodanya. Dan benar saja didepan ruangan Kendricm sudah ada Roy disana sedang berdiri di depan pintu. Roy langsung mengambil alih untuk mendorong kursi roda Ken, sedangkan Clarissa kembali masuk ke dalam.


Roy mendorong kursi roda Kendrick menuju ruang rapat. Di dalam ruangan tersebut sudah ada Ledy dan dan ketiga karyawan yang tadi bersama Clarissa. Mereka dipanggil oleh Roy untuk menuju ruang rapat atas perintah Kendrick juga. Setelah Kendrick dan Roy memasuki ruangan, mereka saling adu tatap. Sepertinya mereka sudah tau apa yang akan terjadi. Melihat wajah kaku Kendrick yang tidak bersahabat.

__ADS_1


"To the point saja, saya mau tanya sama kalian. Apa yang sudah kalian perbuat sama istriku sampai menangis." ucap Kendrick tanpa basa basi, sementara mereka tertunduk takut terutama Ledy. "KENAPA JAWAB!! BRAK" sentak Kendrick sembari menggebrak meja cukup keras sampai membuat mereka terkejut. Selama ini Kendrick tidak tau yang dialami Clarissa saat datang ke perusahaan. Ternyata para karyawannya suka berkata yang menyakiti hati istrinya.


"Ma-maaf tuan" ucap Ledy menunduk sambil berkata terbata-bata melihat kemarahan Kendrick.


"Maaf kamu bilang? Apa yang kalian lakukan sudah menyakiti hati istriku. Kalian sudah melakukan hal yang kelewat batas. Terutama kau Ledy, jabatanmu disini lumayan tinggi dari pada mereka. Tapi mulutmu gak bisa dijaga." tegas Kendrick menyorotkan kemarahan yang meluap-luap. "Roy..." panggil Kendrick.


"Iya tuan" Roy mendekat saat mendengar panggilan dari Kendrick.


"Kamu urus mereka, aku sudah muak melihat wajah-wajah SAMPAH seperti mereka semua!! Jangan sampai besok aku masuk ke kantor tapi mereka masih ada disini." ucap Kendrick menekankan kata-katanya yang menohok dan membuat mereka semua langsung mengangkat kepala tak percaya dengan ucapan Kendrick.


"Maksud tuan apa? Kami dipecat?" ucap Ledy .


"Menurutmu? Kalian itu kan sukanya mengghosip, makan saja ghosip kalian itu. Disini tidak menerima karyawan yang mulutnya sampah seperti kalian semua terutama KAU!!" tunjuk Kendrick ke arah Ledy.


Sungguh mereka sangat terkejut dan gak mau kehilangan pekerjaannya. Mereka memohon kepada Kendrick agar tidak memecatnya. Tapi keputusan Kendrick sudah bulat. Ia tak terima melihat istrinya menangis sampai sesegukan. Sudah bisa dilihat kalau Clarissa memang sangat sakit hati mendengar ucapan mereka. Bahkan Kendrick saja juga merasa marah mendengar perkataan karyawannya sendiri.


...🍀🍀🍀...


Weekend pun tiba waktu bagi semua orang yang biasanya bekerja, sekolah, kuliah dan semacamnya untuk libur. Mereka akan menikmati satu hari dalam seminggu yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Hanya dihari itu mereka yang beraktivitas bisa istirahat. Begitu pun dengan Kendrick dan Clarissa. Mereka tak ada niat untuk pergi kemana pun. Malah sekarang Clarissa sedang dihalaman belakang bersama Kendrick. Ia membantu suaminya untuk latihan berjalan..


Sedangkan Kendrick sendiri tak yakin akan bisa tanpa bantuan apapun. Kakinya saja tidak merasakan apapun. Tapi Clarissa terus menyemangati agar tidak mudah putus asa sebelum mencoba. Akhirnya Kendrick mau dibantu oleh Clarissa. Diawal sangat susah, apalagi udah tiga kali mencoba tetapi Kendrick tak berhasil bangkit.


"Sudah sayang, nanti kamu capek. Besokkan juga ke rumah sakit terapi. Udah ya, kita balik saja ke dalam." ucap Kendrick.

__ADS_1


__ADS_2