Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 92 #Harus Seimbang


__ADS_3

Dirumah sakit Clarissa sedang menyuapi Kendrick makan. Selesai makan, Clarissa membereskan semuanya. Dan kini giliran dia yang akan makan, ia mendahulukan Kendrick agar bisa minum obat. Setelah makanannya habis Clarissa membereskan dan kembali duduk didekat suaminya. Clarissa tak ada waktu untuk pulang, karna Kendrick akan nyaman kalau berada didekat Clarissa. Jadi apapun keperluannya akan diantarkan ke rumah sakit. Seperti baju dan keperluan lain.


"Bagaimana keadaanmu sekarang mas?" tanya Clarissa selalu dengan senyuman.


"Jauh lebih baik." jawab Kendrick.


"Syukur alhamdulillah,"


"Aku mau tanya boleh?" ucap Kendrick.


"Katakan mau tanya apa" balas Clarissa menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.


"Apakah kamu gak malu punya suami lumpuh sepertiku? Apa yang bisa diharapkam dari orang yang lumpuh selain menjadi beban. Apapun tak bisa aku lakukan sendiri" tanya Kendrick membuat Clarissa tersentil hatinya dan yang membuat suaminya seperti itu ya dia sendiri. Sebab suaminya yang berkorban untuk dia.


Clarissa mendekatkan wajahnya ke arah Kendrick dan dipegangnua tangan Kendrick. "Untuk apa aku malu? Aku gak malu sama sekali mas. Kamu itu bukan beban, Tuhan ingin aku selalu ada disampingmu untuk selalu merawatmu. Harusnya aku yang minta maaf, semua ini salahku. Harusnya kamu gak perlu berkorban untuk menyelamatkanku. Dan semua gak akan berakhir seperti ini." sesal Clarissa menahan tangis jika membayangkan kejadian na'as tersebut.


"Kalau kamu yang jadi aku terbaring disini, maka aku gak akan bisa melihat kedua putraku. Mereka tidk aka pernah lahir kedunia ini" entah dari mana kata-kata, apa yang ada dipikiran Kendrick itulah yang dia ucapkan.


"Kamu benar, kita cuma harus bisa ikhlas saja. Karna semua ini sudah ditakdir dari Allah." ucap Clarissa membenarkan. "Kamu sendiri gak malu punya istri gendut, jelek, kucel sepertiku? Diluar sana banyak cewek yang lebih cantik dariku" tanya Clarissa ingin tau.


"Kata siapa kamu jelek? Kamu cantik kok. Semua manusia punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dimataku kamu wanita yang sempurna. Wajarlah kamu tambah gendut karna habis melahirkan apalagi sekarang menyusui. Berat badan gak menjadi masalah, seiring berjalannya waktu juga bisa turunkan. Wanita cantik diluar sana belum tentu bisa sepertimu dan sebaik kamu. Karna tidak semua wanita yang cantik itu baik hatinya. Terkadang mereka mempercantik diri agar dipuji banyak orang terutama para lelaki. Padahal apa yang mereka lakukan malah merendahkan harga dirinya sendiri. Seperti perempuan murahan. Aku lebih suka perempuan yang tampil apa adanya." terang Kendrick panjang lebar membuat hati Clarissa tersentuh dengan ucapan Kendrick.


Apa yang diucapkan Kendrick sekarang sangat jauh berbanding terbalik dengan dirinya yang dulu. Clarissa bersyukur karna Tuhan benar-benar mengabulkan doanya. Dan kini perjuangannya tidak sia-sia.


'Dirimu yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu. Semoga setelah kamu mengingat semuanya, sikapmu akan tetap sama dan tidak berubah.' batin Clarissa.


Clarissa hanya bisa tersenyum dan meletakkan kepalanya disamping Kendrick. Ia begitu bahagia, amat sangat bahagia. Ini yang dia mau dari dulu. Mendapatkan perlakuan baik dari suaminya dan sekaligus mendapat cinta. Dan tanpa diketahui oleh Clarissa, kepingan memori mulai tertata dipikiran Kendrick.

__ADS_1


Tanpa sadar Clarissa mulai terlelap di posisinya. Kendrick ingin membangunkannya tapi gak tega melihat Clarissa yang sudah terlelap pulas. Jadi Kendrick membiarkan Clarissa tertidur.


"Kamu pasti capek ya, tidurlah yang nyenyak." Ucap Kendrick tersenyum menatap Clarissa.


"Maafkan aku sudah menyusahkanmu, setelah ini aku pastikan senyuman selalu memancar diwajahmu....cup!?" ucap Kendrick sembari mengecup puncak kepala Clarissa dan ia pun ikut memejamkan mata.


...🏵♡🏵♡🏵♡🏵...


Sementara dirumah keluarga Raymond, nyonya Mesya disibukkan dengan Khalvan dan Kheisen. Ia jadi punya aktivitas baru yaitu bermain dengan kedua cucunya. Nyonya Mesya bahkan tak mau menyewa baby sitter, ia tak mau cucunya dirawat orang lain selain dari keluarganya sendiri. Dengan adanya Chera sudah cukup untuk membantu menggantikan Clarissa.


Chera begitu menyayangi Khalvan dan Kheisen. Terlihat dari dia merawat serta menjaga mereka berdua. Tak ada keluhan yang diutarakan Chera, ia selalu tersenyum tak nampak raut wajah lelah sekali pun. Nyonya Mesya jadi merasa senang dan bangga melihat kegigihan Chera.


"Nak tante minta tolong ambilkan botol susu Khalvan dan Kheisen, tadi sudah tante angetin." ucap nyonya Mesya meminta tolong kepada Chera.


"Iya tan, bentar" Chera beranjak dari duduknya dan mengambil botol susu Khalvan dan Kheisen.


Nyonya Mesya pun memberikan susu tersebut kepada Khalvan. Bayi itu sangat lahap meminumnya. Khalvan dan Kheisen baru saja dimandikan dan mereka sepertinya haus. Chera mengulum senyum saat menatap Kheisen. Ia masih gak percaya, kalau kedua bayi itu dulu yang dijaganya saat masih dalam kandungan Clarissa dan kini Chera bisa menjaganya secara langsung.


"Kamu sangat menyayangi mereka ya, terlihat dati cara kamu merawat mereka" ucap nyonya Mesya memperhatikan Chera sedari tadi.


"Iya tante, aku sangat menyayangi mereka. Dari mereka masih dalam kandungan pun aku sudah menyayanginya. Sampai sekarang mereka bisa aku gendong." balas Chera tersenyum senang.


"Terima kasih sudah menjaga Clarissa dan cucu tante saat disana. Tante gak tau kalau tanpa kamu dan juga keluargamu. Seharusnya ini tanggung jawab kami sebagai keluarganya." nyonya Mesya merasa gagal gak bisa menjaga anak dan menantunya. Gak bisa hadir disela-sela kehamilan Clarissa.


"Gak perlu berterima kasih tante, kak Clarissa juga keluargaku. Kami sudah akrab dari dulu, sudah gak ada batas diantara kami. Dulu kak Clarissa kan juga pernah tinggal lama di London untuk menyembuhkan depresinya. Jadi ya memang kak Clarissa akan nyaman kalau sama aku dari dulu begitu. Hanya saja jarak rumah kita jauh" terang Chera.


"Tante doakan kamu bisa menemukan jodoh yang bisa mencintai dan menjagamu setulus hatinya. Kamu perempuan yang baik dan sepantasnya mendapat jodoh yang sama baiknya seperti hatimu" ucap nyonya Mesya.

__ADS_1


"Aamiin, terima kasih tante." balas Chera tersenyum.


'Kak, kamu sangat beruntung punya mertua yang sangat baik dan menyayangi kakak apa adanya. Menerima setiap kekurangan kakak, semoga kebahagiaan selalu ada untukmu kak.' batin Chera.


"Apa ada orang yang kamu cintai?" tanya nyonya Mesya sembari meletakkan botol Khalvan ke atas meja.


Chera yang diberi pertanyaan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala saja. Memang tak ada orang yang dia cintai sekarang. Bahkan gak ada lelaki yang dekat dengannya selama ini. Chera gak suka bergaul dengan sembarangan teman. Karna gak semuanya baik dan menerima kekurangan Chera. Padahal saat masa kuliah, Chera selalu didekati banyak lelaki. Sebab Chera cantik dan pintar. Ia selalu menjadi kebanggaan dosen dikampusnya. Tapi Chera selalu menjauh dan gak ingin didekati lelaki siapapun.


Prinsip Chera selama dia masih kuliah tugasnya hanya belajar dan menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Membanggakan orang tua dan berusaha tidak membuat mereka bersedih. Jadi sebaik mungkin Chera menyelesaikan tugasnya dengan predikat yang baik. Semua itu sudah dia dapatkan dengan kerja kerasnya dan selama itu memang gak ada lelaki satu pun yang bisa menembus hati Chera.


"Benarkah? Wah pasti nanti pria yang bisa mendapatkan hatimu sangat beruntung" ujar nyonya Mesya tak percaya kalau Chera gak punya lelaki yanh dicintainya.


"Aku hanya mau membanggakan mama dan papa dulu tante. Kalau masalah hati bisa belakangan, lagian juga gak ada yang bisa memberi ketertarikan pada hatiku" kata Chera sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya.


"Bagus itu memang berbakti sama kedua orang tua itu harus. Tapi kamu juga perlu tau, kalau hatimu juga harus diberi kebahagiaan. Tante tinggal bentar ke kamar ya" ucap nyonya Mesya meletakkan Khalvan ke bok bayi.


Chera jadi berpikir mendengar perkataan nyonya Mesya barusan. Bahwa memang hatinya juga perlu diisi dengan kebahagiaannya sendiri. Semua harus seimbang dan sama rata. Dia juga perlu pendamping hidup yang bisa menemaninya seumur hidup. Untuk saat ini hatinya benar-benar kosong dan sama sekali belum terisi siapapun.


"Benar sih apa yang dikatakan tante Mesya, semua harus seimbang. Kalau aku jomblo terus pasti papa dan mama malah menjodohkan aku. Gak.......Hal itu gak boleh terjadi, gak ada kata jodoh-jodohan dikamusku. Oke.....Sebelum papa dan mama memaksaku untuk menikah, aku harus duluan menemukan jodohku" gumam Chera sembari menggeleng-gelengkan kepalanya tidak jelas.


"Tapi,....siapa juga yang mau denganku! Aku saja gak pernah dekat sama siapapun. makin sulit dong nemuin jodoh. Duh jodoh muncul dong biar aku gak dijodohin sama papa dan mama. Keburu nini-nini aku nih, ya kali aku akan jadi perawan tua. Hiiiii" Chera bergidik ngeri sendiri kakau membayangkan menjadi perawan tua. Taroh mana mukanya, yang ada jadi gunjingan para emak-emak tukang gosip.


...🍀...


...🍀...


...🍀...

__ADS_1


...Ketik jempolnya dong jangan terlewat 😉 Syukron Khatsiran 🙏...


__ADS_2