
π§Pesan Author : "Jangan kalian mencintai seseorang melebihi batas cinta kepada sang Pencipta. Mencintai memang tidak salah karna itu anugerah, namun jangan sampai cinta itu menjadikan kalian menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Dan jangan sampai cinta itu membuat kalian menjadi gelap mata π."
Mencintai dia boleh kok karna itu sebuah fitrah tapi sewajarnya saja ya π. Utamakan cinta kepada sang Illahi πΉ.
π²π²π²π²π²π²π²πππ²π²π²π²π²π²π²
Lavina sudah berada di rumah sakit sejak tadi. Selesai sarapan dia langsung berangkat ke rumah sakit diantar oleh supir yang memang khusus untuk antar jemputnya.
Sepanjang sarapan tadi Lavina hanya diam saja tanpa mau bersuara. Selesai sarapan dia langsung ke kamarnya untuk mengambil tas. Bahkan Lavina juga gak punya ponsel, karna sudah dia banting semalam.
Clarissa yang selalu peduli kepada Lavina hanya bisa diam dan menguatkan adiknya. Sebelum pergi tadi Lavina juga sudah bilang pada Clarissa kalau ponselnya rusak jadi dia gak bisa menghubungi siapapun. Clarissa merasa iba dan berniat untuk membelikan ponsel yang baru, namun ditahan oleh Lavina. Sebab kalau Clarissa ikut campur nanti malah yang ada papanya akan semakin marah.
Akhirnya Clarissa pasrah dan hanya bisa diam. Kemudian Lavina langsung pergi menuju rumah sakit. Setelah bebricara dengan Clarissa tadi.
Sementara Clarissa juga akan pergi ke butik mamanya diantar oleh Kendrick dan nanti akan dijemput kembali.
Lavina sempat menanyakan kepada petugas, tempat kamarnya Michael. Dia tadi sudah ke ruang ICU dan ternyata Michael sudah dipindahkan ke ruang rawat. Akhirnya Lavina pergi ke petugas yang menjaga untuk tanya.
Setelah diberi tau Lavina langsung pergi ke kamar rawat yang berda di lantai atas, tepatnya dilantai tiga kamar VIP 02. Ia memasuki lift dan tak lama lift pun terbuka.
Dicarinya kamar VIP 02 yang dituju dan akhirnya ketemu. Dia mengetok beberapa kali sebelum masuk.
Di dalam ada seorang pria yang sedang menjaga Michael. Lavina sudah mengetahui siapa pria tersebut, karna dia pernah bertemu dua kali.
"Lavina..." ucap Dheri sepupu Michael, dia terkejut melihat kedatangan Lavina.
"Hay kak....." sapa Lavina tersenyum.
"Kamu kok ada disini?" tanya Dheri bingung, sebab hari itu masih pagi. Kalau pun ingin menjenguk bisa entaran.
"Kak Dheri pulang lah, biar aku yang menjaga Michael. Seterusnya aku akan menjaga dia sampai sembuh. Jadi kakak gak perlu khawatir dengan keadaannya." jelas Lavina membuat Dheri sedikit terkejut.
"Kenapa harus kamu Vi?" tanya nya.
"Gak pa-pa. Kak Michael begini juga gara-gara aku, biarkan ini menjadi tanggung jawabku" papar Lavina.
Lavina sudah terbiasa memanggil Dheri dengan sebutan kakak. Jika dengan Michael kadang dia memanggil kak, tapi kalau mereka dalam keadaan tidak berantem seperti sekarang ini.
"Sudah lah kak Dheri pulang saja. Bukannya harus kerja juga, mendingan kakak pulang. Semalaman kakak sudah jagain kan, sekarang biar aku yang menjaganya" papar Lavina.
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu titip Michael. Aku memang harus kerja, sementara untuk menggantika Michael" ucap Dheri.
Lavina membalas dengan anggukan saja. Lalu Dheri pergi dan tinggal lah Lavina beraama Micha yang sebenarnya sudah bangun dari tadi, hanua saja dia pura-pura tidur.
"Huufh.......Kalau kamu tau aku ada disini, apa kamu akan marah denganku? Aku memang salah percaya dengan dia. Hmmm.... " gumam Lavina yang tengah duduk disamping Michael.
Kemudian dia menidurkan kepalanya diranjang samping Michael sembari bertumpuhan dengan tangan yang dilipat.
"Aku memang bodoh sih, benar kata papa kalau dia gak baik untukku. Tapi malah tidak ku hiraukan, aku buta karna cinta......wajar kalau papa marah sampai semuanya ditarik, bahkan mobil dan semuanya milikku diambil. Gak pa-pa sih itu salahku juga.......Huufh" keluh Lavina menarik nafas panjang.
Tanpa dia sadari Michael mendengarkan semua keluh kesahnya. Michael membiarkan Lavina meluapkan apa yang menjadi beban pikirannya. Sebenarnya pun Michael tidak tau kalau Lavina akan datang lagi untuk merawatnya.
Disaat Lavina sudah diam, ia merasa ada tangan yang mengusap rambutnya dengan lembut. Sontak saja Lavina bangun dari sandarannya dan melihat Michael sudah membuka matanya.
__ADS_1
"Morning...." ucap Michael.
"Kamu sudah bangun dari tadi? Mau aku panggilkan dokter gak?" tanya Lavina hendak pergi.
"Gak usah, aku sudah baikan." ucap Michael. "Kamu baik-baik saja kan? Dia tidak melakukan apapun padamu setelah aku tidak sadarkan diri?" tanya Michael.
"Begini saja masih sempat ya kamu tanya keadaanku, sedangkan kamu sendiri terbaring disini" bales Lavina.
"Ya kan aku khawatir sama keadaanmu" ucap Michael.
"Kenapa dengan jantungku nih" batin Labina merasakan jantungnya tak normal.
"Sudah sarapan? Mau aku belikan bubur?" tanya Lavina mengalihkan pembicaraannya.
"Belum, tadi ada sih dari rumah sakit tapi aku gak suka. Belikan bubur saja deh, tapi kamu diem disini" ujar Michael.
"Apa! Lah terus belinya gimana?" tanya Lavina bingung.
"Telfon siapa gitu suruh belikan bubur" titah Michael.
"Ponselku sudah hancur, semalam aku banting" ujar Lavina membuat Michael terkejut.
"Loh ngapain kamh banting segala"
"Gak pa-pa karna kesal saja, karna dimarahi papa"
"Ya ampun......ya sudah pakai ponselku saja tuh diatas meja, telfonin Zhaki suruh kesini bawain bubur"
"Zhaki siapa?" tanya Lavina bingung.
"Iya iya gak usah sewot namanya juga gak tau"
Kemudian Lavina mengambil ponsel Michael yang ada diatas meja dan mencari dikontak yang namanya Zhaki. Setelah ketemu Lavina langsung menelfon Zhaki.
Sesaat kemudian....
Lavina mengakhiri panggilannya dan menaruh lagi ponsel tersebut. Dia mengambil sesuatu dari tasnya, yang ternyata itu adalah coklat. Lavina sangat menyukai coklat, bahkan disaat suntuk pun ngemilnya ya coklat kalau gak gitu sesuatu yang berbau coklat.
"Mau?" tawar Lavina kepada Michael. Sedari tadi Micha nampak memperhatikan Lavina terus.
"Mau...." jawab Michael.
"Eits......Tapi kamu belum makan apapun, gak pa-pa makan coklat? "
"Gak pa-pa kok asalkan gak banyak aja" balas Michael.
Kemudian Lavina mengambilkan coklat yang baru ditasnya dan diberikan kepada Michael. Sebelum diberikan dia buka bungkusnya baru dikasih kepada Michael.
π·
π·
π·
__ADS_1
Kendrick tengah fokus melihat dokumen yang numpuk dimejanya. Satu per satu dia teliti dan baca, sambil melihat laptopnya juga. Kerjaannya hari ini cukup banyak, tapi karna Kendrick sudah terbiasa jadi ya dia bisa menghendel semuanya.
Disaat fokus meneliti pekerjaannya, tiba-tiba ada yang mengetok pintu. Dari suaranya itu Roy....
Tok.
Tok.
"Masuk!" ucap Kendrick.
Ceklek.
"Permisi tuan, ini ada tuan Faero ingin bertemu dengan anda" ucap Roy masih dengan posisi berdiri.
"Iya.....Kamu boleh pergi Roy." ucap Kendrick.
"Baik tuan" jawab Roy.
Roy pun undur diri dari sana dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
"Kak.....Tumben kesini ada apa?" tanya Kendrick ramah ingin menyalami tangan Faero namun tak di gubris oleh kakak iparnya.
"Gak usah basa-basi deh.......Gak usah sok ramah denganku." ketus Faero. "Aku kesini hanya ingin minta kamu ceraikan adikku" pintanya tegas.
Kendrick sangat terkejut akan permintaan Faero terhadapnya. Matanya membulat sempurna tatkala Faero meminta dia untuk bercerai dengan Clarissa.
"Apa maksud kakak untuk memintaku bercerai dengan Clarissa" ucap Kendrick.
"Masih nanya untuk apa? Kau gak sadar, kalau selama ini adikku tersiksa karnamu. Ini kan yang memang kamu inginkan dari awal, ya sudah lakukam sekarang. Kembalikan Clarissa kepada kami, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri" titah Faero tegas.
Kendrick terdiam mendengar ucapan Faero. Ia menyadari akan sikapnya selama ini kepada Clarissa yang semena-mena. Bahkan menyiksa raga dan batinnya, selalu membuat istrinya menangis. Tapi kali ini hatinya berat sekali untuk melepas Clarissa. Seolah memberontak untuk mempertahankan Clarissa menjadi miliknya.
"Maaf kak, aku gak bisa memenuhi permintaan itu." jawab Kendrick.
"Lalu kau ingin menambah beban dalam hati adikku? Dari pada kamu menyiksanya terus lebih baik ceraikan dia sekarang, atau aku akan mengatakan semuanya kepada orang tua kami. Kalau papa sudah tau semuanya, maka papa sendiri yang akan memisahkan kalian berdua" ujar Faero marah, matanya melotot tajam ke arah Kendrick.
"Apapun yang terjadi aku tidak akan menceraikan Clarissa. Aku sadar kalau selama ini sikapku salah, biarkan aku membahagiakan dia kak dengan caraku sendiri" ucap Kendrick berharap Faero mau mengerti.
"Bohong!! Semua ucapanmu itu hanya sebuah tipuan. Sekali menyakiti, maka seterusnya akan seperti itu."
"Terserah apa kata kakak, intinya aku tidak akan menceraikan Clarissa" tegas Kendrick membuat Faero marah.
Brak..
Faero memukul meja yang ada didepannya dan langsung berdiri. Ia sudah terlanjur marah sekali dengan Kendrick.
"Apa alasanmu tidak mau menceraikan Clarissa? Kau tidak akan pernah bisa membahagiakannya, hanya rasa sakit yang bisa kau berikan pada adikku." kata Faero menunjuk Kendrick.
"Sudah aku katakan, aku akan membahagiakan dia dengan caraku sendiri. Kalau sekarang aku mengatakan cinta dengan Clarissa, apa kakak akan percaya?" tanya Kendrick.
Faero tersenyum miring. "Mana bisa lelaki sepertimu mencintai satu wanita saja" ledek Faero membuat Kendrick sekarang menjadi marah.
"APA!! Maaf ya aku bukan lelaki yang seperti anda pikirkan. Aku bukan casanova yang bisa berganti-ganti pasangan. Jika sudah tidak ada lagi kepentingan silahkan pergi" ujarnya menunjuk ke arah pintu.
__ADS_1
"Kamu mengusirku? Baiklah aku akan pergi tapi liat nanti, ku pastikan Clarissa akan segera bercerai denganmu" ancam Faero lalu dia keluar dari ruangan Kendrick dengan penuh kemarahan.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Clarissa dariku" gumamnya yakin, sebab amarahnya belum reda saat Faero meledeknya tadi.