Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 42 #Tak Mau Berpisah


__ADS_3

Clarissa sedang menata pakaian yang sudah beres untuk diambil oleh pemiliknya. Disela-sela itu nyonya Cantika sedang memperhatikan putrinya. Ia merasa dari dulu Clarissa tak pernah bahagia, mulai dari dikucilkan, pembullyan, dan karna dia selalu tertutup oleh publik membuatnya jadi direndahkan oleh orang lain. Karna mereka tidak tau siapa sebenarnya Clarissa.


"Clar, suamimu kapan jemputnya?" tanya nyonya Cantika sembari melihat pemasukan bulan ini.


"Sebentar lagi mungkin ma" jawab Clarissa.


"Clar, kamu bahagiakan dengan pernikahanmu nak?" tanya nyonya Cantika, kini Clarissa mulai fokus dengan pembicaraan ibunya.


"Bahagia kok. Kenapa mama tiba-tiba tanya seperti itu?" ucap Clarissa.


"Entah lah, hati mama setiap melihatmu seperti ada rasa sakit dan derita yang luar biasa. Mama takut kamu tidak bisa bahagia dalam pernikahanmu" ucap nyonya Cantika.


Clarissa mendekati ibunya lalu memegang kedua tangannya. "Mama gak usah khawatir, Clarissa gak pa-pa kok, Clarissa bahagia. Kalau suami Clari tidak sayang, mana mungkin dia mau mengantar dan menjemput Clarissa" tutur Clarissa memberi pengertian.


Nyonya Cantika tersenyum memegangi pipi tembem putrinya lalu mentoel hidungnya. "Baiklah sayang, semoga kamu cepat memberikan mama mu ini cucu ya" ujarnya sembari menggoda Clarissa, walau pun hatinya belum puas dengan jawaban putrinya.


"Aahh mama mah, doakan saja ya" balas Clarissa tersenyum malu.


"Aamiin, mama akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu"


"Makasih ma" ucap Clarissa lalu memeluk mama tersayang.


"Hati mama sangat kuat dan peka terhadapku, tanpa ku bicara pun batin kita sama-sama terikat. Semoga impian mama bisa terwujud, dengan aku memberikan cucu untukmu ma" batin Clarissa sembari memeluk nyonya Cantika.


...🌳🌳🌳...


Mobil Faero memasuki halaman rumah. Ia sudah sampai di depan rumah, salah satu bodyguard membukakan pintu untuknya. Namun wajahnya terlihat tak bersahabat. Sang pujaan hati menghampiri lalu mencium punggung tangannya dan membawakan tasnya.


"Mas, tunggu....." ucap Eveline berlari kecil mengejar Faero yang terlihat marah.


Saat sudah bisa meraih tangan suaminya, Eveline lantas bertanya. "Kamu kenapa pulang-pulang aku dicuekin" ujar Eveline sedikit kesal.


"Nanti saja aku jelaskan, sekarang aku mau bertemu dengan papa dulu" balas Faero lalu meninggalkan Eveline yang sedang kebingungan.


"Isshh, kenapa sih dengannya pulang-pulang kok cemberut gitu" gerutu Eveline kesal.


Diruang kerja tuan Nevan......


"Ceritalah ada apa?" tanya tuan Nevan serius saat melihat Faero masuk tadi dengan wajah yang penuh amarah.


"Aku mau papa melakukan apapun itu agar Clarissa bisa bercerai dengan suaminya" titah Faero yang membuat tuan Nevan terkejut.


"Apa maksudmu menyuruh papa memisahkan mereka" ujar tuan Nevan.


"Clarissa selama ini gak pernah bahagia dengan pernikahannya pa. Suaminya itu selalu menyakiti Clarissa, hanya saja adikku berpasang muka tersenyum agar menutupi kesedihannya" jelas Faero.


"Sebentar........Kamu jelaskan yang benar papa gak paham. Ceritakan dari awal" ucap tuan Nevan.


"Huufh begini pa.........Faero pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ada yang ditutup-tutupi. Bahkan ia juga menceritakan kalau Claridsa pernah masuk rumah sakit. Semua yang dia tau, diceritakan kepada tuan Nevan......."


Sontak saja tuan Nevan sangat marah mendengar penuturan dari Faero. Ia tak menyangka kalau selama ini Clarissa menutupi itu semua dari mereka. Padahal setiap ke rumah Clarissa selalu menunjukkan senyum manisnya yang ternuata itu hanya untuk menutupi kesedihannya.


Tuan Nevan tak mau tinggal diam, ia akan mengambil Clarissa agar bisa kembali ke rumah dan terbebas dari rumah yang selama ini menyiksanya. Ia tak terima kalau putrinya disakiti, sudah cukup dulu Clarissa sering mengalami kekerasan. Tuan Nevan tak mau itu semua terjadi lagi dan mengembalikan ketraumaan putrinya lagi.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu sekarang kita pergi ke rumahnya, papa gak mau Clarissa hidup dengan lelaki yang tak bisa menerima kehadirannya. Apalagi sampai mengalami kekerasan lagi" ucapnya lalu mengajak Faero untuk pergi ke rumah Kendrick.


Diluar Eveline sempat mendengar pembicaraan mereka sedikit karna pintu nya tak tertutup rapat. Sehingga dia bisa mendengarkan semuanya. Saat tuan Nevan dan Faero keluar, buru-buru Eveline menyingkir dari sana dan bersembunyi di tempat lain.


Dibawah nyonya Cantika terlihat heran melihat suami dan putranya terlihat tergesa-gesa. Sembari dibelakang mereka di ikuti oleh Eveline yang jaraknya sedikit jauhan.


"Kalian mau kemana? " tanya nyonya Cantika.


"Nanti papa jelaskan, mama ikut dulu dengan papa ke rumah Kendrick untuk menemui Clarissa" ucap tuan Nevan membuat istrinya bingung. Beda dengan Eveline yang wajahnya pucat pasih membayangkan kegaduhan yang akan terjadi nanti


"Untuk apa ke rumah mereka?" tanya nyonya Cantika bingung.


"Sudah lah ma nanti kami akan ceritakan dimobil" timpal Faero.


Akhirnya nyonya Cantika menurut saja dan mengikuti mereka. Sementara Eveline disuruh menunggu dirumah saja. Walau pun Eveline ingin sekali ikut, tapi dia juga gak bisa membantah perkataan suaminya. Dengan berat hati Eveline pun menurut dan menunggu dirumah.


🌷


🌷


🌷


Lavina baru saja pulang dari rumah sakit. Ia sungguh lelah, padahal tugasnya hanya menjaga dan merawat Michael. Tapi pegelnya gak karuan, itu memang Michael suka mengerjai Lavina. Menyuruh ini itu sampai Lavina kesam sendiri melihat dirinya yang memnag sedang dikerjai.


Lavina tak langsung pergi ke kamarnya, melainkan menuju dapur untuk mengambil minum. Kebetulan juga Clarissa masuk ke dapur juga setelah Lavina berada di sana.


"Loh kapan pulangnya Lavi? " tanya Clarissa terkejut melihat Lavina berada didapur.


"Pasti capek ya" ucap Clarissa sembariberjalan mengambil gelas.


"Iya kak, dia tuh cerewet banget. Senang sekali mengerjaiku" gerutu Lavina kesal.


"Hihihi, mungkin balas dendam tuh" goda Clarissa tertawa lirih.


"Ck, tapi ya gak segitu nya lah. Capek banget aku, ini saja baru sehari. Lah papa nyuruh sampai dia sembuh, terus aku harus nunggu berapa bulan sampai dia sembuh" celoteh Lavina memasang wajah melas.


"Sabar ya, memang merawat orang sakit itu capek. Walau pun kelihatannya sepele" tutur Clarissa.


"Iya kak, kalau gitu aku ke kamar dulu"


"Iya...." jawab Clarissa.


Lalu Clarissa pergi ke atas menuju kamarnya dengan membawa dua gelas jus. Dan sudah dipastikan oleh Clarissa kalau dia tak salah memasukkan gula dengan garam lagi.


Sampai di dalam kamar ia meletakkan dua gelas berisi jus ke atas meja. Lalu dia duduk di sofa sembari membaca buku kesukaannya yang belum selesai dia baca.


Kendrick baru saja keluar dari ruang ganti. Berjalan ke arah meja dan mengambil jus yang tadi dibuatkan oleh Clarissa. Karna takut dengan rasanya, ia memastikan dulu kalau didalam itu rasanya tidak aneh seperti yang sudah dibuat oleh Clarissa sebelumnya.


"Kamu tak salah memasukkan gula kan?" tanya Kendrick memastikan.


Clarissa pun menoleh. "Tidak kok, punyaku sudah pas. Coba saja dijamin enak, aku pastikan tidak salah lagi" jawab Clarissa.


Kemudian Kendeicj mencobanya sedikit dan benar rasanya enak tak seperti sebelumnya yang aneh. "hmm ini baru enak" puji Kendrick membuat Clarissa tersenyum senang mendengar pujian dari suaminya.

__ADS_1


Baru kali pertama itu dia mendengar langsung suaminya memuji hasil buatannya. Selama ini Kendrick hanya diam saja tak pernah menanggapi. Membuat Clarissa jadi putus asa untuk memasak lagi. Jadi dia sekarang jarang memasak untuk suaminya.


"Saya ingin bertemu dengan putri saya sekarang. Tolong panggil dia kesini"


"Ini ada apa tuan Nevan, kenapa anda tiba-tina datang kesini ingin bertemu dengan Clarissa. Silahkan duduk dulu"


"Panggil Clarissa dan putra anda sekarang"


"Mas itu diluar kok seperti ada ribut-ribut ya. Suaranya seperti papa" ucap Clarissa kepada Kendrick.


"Iya juga, biar aku yang cek dulu" Kendrick hendak bangkit, namun bebarengan dengan itu ada suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunan mereka berdua.


Bergegas Clarissa membukakan pintu dan terlihat bi Minah sedang berdiri di depan pintu kamar mereka.


"Ada apa bi?" tanya Clarissa.


"Di bawah ada orang tua non sama kakak non. Aden sama nona dipanggil oleh tuan Alvero untuk turun ke bawah" ucap bi Minah.


"Baiklah bi kami akan turun segera" sahut Kendrick yang berada di belakang Clarissa.


Sepertinya Kendrick sudah mengetahui apa yang akan terjadi sekarang. Ia tak gentar sedikit pun untuk mundur. Kendrick menarik nafas berat dan hanya bisa berdoa.


Mereka pun turun bersamaan menuju ruang tamu. Pandangan Clarissa menangkap sosok kedua orang tuanya dan kakaknya. Ia heran kenapa mereka datang malam begini. Sampai di hadapan mereka, Clarissa langsung dihadapi oleh berbagai pertanyaan dari orang tuanya. Dan ia melihat mata mamanya yang sembab seperti habis menangis.


"Papa, mama dan kakak ngapain kesini tiba-tiba, kok gak telfon Clari dulu" tanya Clarissa bingung.


"Duduklah Clarissa" sahut tuan Alvero.


Kemudian Clarissa duduk disamping nyonya Mesya dan Kendrick duduk di sebelah papanya. Wajah mereka semua terlihat teganh sekali. Clarissa tidak tau apa yang akan terjadi.


"Sudah Clari, kamu tidak usah melanjutkan pernikahanmu dengan dia. Kamu pulang ke rumah sama papa dan mama" ucap tuan Nevan membuat Clarissa terkejut sampai melotot.


"Apa maksud papa? Kenapa menyuruhku pulang" tanya Clarissa bingung dan heran.


"Sudah lah Clari gak usah membohongi dirimu sendiri, papa sudah tau semuanya. Dari pada kamu tersiksa disini lebih baik pulang" ujar tuan Nevan.


Clarissa terdiam sejenak, ia sekarang paham kenapa kedua orang tuanya menemuinya malam-malam. Hatinya sakit tatkala ayahnya meminta dia untuk pulang yang artinya tidak boleh melanjutkan pernikahannya dengan Kendrick.


"Papa gak nyangka kamu bakal seperti itu kepada istrimu sendiri Ken. Kalau tau dari awal akan begini, lebih baik kamu berpisah dengan Clarissa. Papa sangat kecewa denganmu Ken" sahut tuan Alvero marah dan kecewa.


"Kendrick minta maaf sudah mengecewakan papa. Aku memang salah, tolong maafkan Kek pa." ucap Kendrick namun saat tangannya memegangi kedua tangan tuan Alvero, langsung ditepis olehnya.


"Mama......" kini tatapannya beralih kepada sang ibu, tapi disela hanya ada kekecewaan dan kemarahan terhadap Kendrick.


"Sudah Clarissa, kamu ikut pulang bersama kami. Nanti biar papa yang mengurus surat ceraimu dengan dia" sahut tuan Nevan.


"Enggak pa.......Clarissa gak mau bercerai dengan suami Clari." tolak Clarissa.


"Kamu sudah disakiti berkali-kali masih saja mau belai dia! Mendingan kamu pulang bersama kami Clarissa" timpal Faero.


"Enggak Kak, Clarissa gak mau ikut pulang. Clarissa gak akan bercerai " ucap Clarissa kini air mata sudah siap menetes diujung matanya, namun dia tahan agar tak terlihat oleh mereka semua.


"Memang itu kan yang di inginkan suamimu, bukannya begitu?" ucap Faero mengarah ke Kendrick.

__ADS_1


__ADS_2