Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 68 # Michael dan Lavina (Sah)


__ADS_3

Menjelang subuh Lavina terbangun saat terdengar adzan berkumandang. Ia segera bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Selesai shalat dan berdoa, Lavina merapikan tempat tidurnya. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit akhirnya Lavina selesai mandi. Ia masih memakai pakaian biasa, langkahnya membawa dia menuju kamar yang memang sudah disediakan untuk make up dan segala macam. Disana juga diletakkan gaun pengantin Lavina yang sangat cantik. Begitu mewah dan elegan, berwarna putih cerah dan ada warna pink disebagian sisi gaun. Dilapisi kristal cantik dibagian pinggang sampai ke bawah. Kristal itu menambah keindahan gaun Lavina.


Matanya terlihat terus menatap gaun tersebut sambil berkaca-kaca. Dipegangnya sambik diusap, tinggal beberapa jam saja, dia sudah menjadi seorang istri. Ada kebahagiaan yang memang terpancar dari Lavina, namun disisi lain ada kesedihan juga. Gak lengkap rasanya tanpa kehadiran orang tersayang.


Melihat kondisi dan situasi, acara digelar di rumah Lavina sendiri. Akad maupun resepsi tetap digelar di tempat yang sama. Lavina tak meminta yang aneh-aneh, buat apa membuat acara mewah kalau kakaknya saja tidak bisa hadir. Dan semua orang memaklumi hal itu terutama keluarga Michael dan Michael sendiri. Jadi akad nanti akan dilaksanakan pukul sembilan tepat.


"Sebentar lagi aku akan menjadi milik orang lain. Melepas segalanya, aku tidak akan mengganggu kakak disini nanti. Pasti setelah menikah nanti kak Michael mengajakku untuk pulang ke rumahnya. Jangan kaget ya kak kalau sadar nanti aku sudah tidak ada dirumah ini" Lavina bergumam sendiri sembari menatap dan mengusap gaun miliknya.


Lavina pun turun ke bawah untuk melihat persiapan yang memang semuanya sudah siap sebenarnya. Tapi bosan saja jika dirinya harus dikamar terus. Saat sampai di bawah Lavina melihat para pelayan dan semuanya tengah menata segalanya bila ada yang kurang.


"Sayang sini sarapan dulu" ajak Mesya saat melihat Lavina.


"Iya ma" Lavina pun berjalan menuju meja makan.


"Papa mana ma?" tanya Lavina.


"Keluar tadi sebentar. Habis ini balik ke rumah" jawab Mesya sambil memberikan selai coklat ke Lavina.


"Kamu yakin mau makan roti saja" kata Mesya.


"Iya ma, nanti malah gaunnya gak cukup kalau aku makan terlalu banyak" ucap Lavina nyengir.


"Yaa kalau kamu makannya terlalu banyak gak muat. Tapi kalau sedikit ya gak bakal lah sampai gak muat" Mesya geleng-geleng mendengar ucapan Lavina.


Lavina hanya nyengir dan menyuapkan roti ke dalam mulutnya. Nyonya Mesya tidak memanggil MUA khusus untuk memake up Lavina. Sebab Lavina sendiri yang akan mendandani wajahnya. Wajar sih karna Lavina memang jago dalam hal tersebut. Dibantu sama Eveline nanti, jadi mereka tak perlu memanggil MUA ternama sekalipun. Mereka hanya memanggil untuk membantu saja jika Lavina kualahan.


Lavina sudah mulai bersiap-siap. Karna proses make up yang lama belum lagi mengganti pakainnya, jadi Lavina sudah mulai sejak awal. Eveline juga sudah datang sejak pukul setengah delapan tadi. Di dalam kamar tersebut ada Lavina, Eveline, dan satu MUA. Lavina benar-benar mulus saat mamakai make up. Eveline hanya memperhatikan dan sesekali membantu.


"Ternyata nona Lavina pintar make up, hasilnya bagus." ucap MUA tersebut saat memperhatikan Lavina memakai make up.


"Memang pintar dia bu kalau soal make up, kuliah saja lulusan kecantikan dan fashion." jelas Eveline sambik tersenyum.


"Wah pantes pintar, pasti suaminya nanti kagum melihat nona" katanya memuji.


"Bisa saja bu" ucap Lavina tersenyum kikuk.


Selesai memakai make up kini giliran Lavina berganti baju dengan gaun pernikahannya. Saat ijab qabul nanti Lavina tidak langsung disandingkan dengan Michael. Melainkan Lavina akan ditempatkan dalam ruangan terpisah. Saat ijab qabul selesai barulah Lavina akan menghampiri suaminya.


MUA tersebut sangat memuji kecantikan gaun milik Lavina yang menurutnya sangat indah dan elegan. Bahkan Eveline pun sama, ia tau kalau gaun itu yang membuat adalah Clarissa.


"Nona pesan dimana gaun ini cantik sekali" katanya memuji.


"Kakak saya sendiri yang membuatkannya khusus untuk saya bu" ucap Lavina membanggakan hasil kerja Clarissa.

__ADS_1


"Pasti kakak nona seorang desainer ternama ya sampai bisa membuat gaun secantik ini"


Lavina hanya tersenyum menanggapi ucapan MUA tadi. Ia tak tau harus menjawab apa, bahkan dibilang ternama juga tidak. Memang karyanya sudah banyak yang memakai tapi orang tau itu yang membuat adalah ibunya bukan Clarissa sendiri.


Setelah MUA tadi keluar, Lavina meminta Eveline agar menyambungkan video call dengan Clarissa. Eveline memang sudah memberi pesan kepada Clarissa sebelumnya agar mengaktifkan ponselnya. Diambil ponsel tersebut di dalam tasnya lalu menekan nomor Clarissa.


📱"Assalamu'alaikum" ucap Eveline.


📲 "Wa'alaikumussalam, bagaimana apa akadnya sudah dimulai" tanya Clarissa.


📱"Belum, sebentar lagi" jawab Eveline.


Lavina memutar ponsel yang dipegang Eveline ke arahnya dan memperlihatkan gaun yang di pakainya kepada Clarissa.


📱"Kak cantik banget, coba lihat pas dibadanku. Makasih kaaakk" ucap Lavina terlihat senang.


📲 "Alhamdulillah deh kalau kamu suka" Clarissa terlihat senang.


📱"Pokoknya nanti kakak harus lihat ijab qabulnya ya, nanti biar kameranya dibawah sama mama keluar." ucap Lavina.


📲 "Siap aku tunggu" jawab Clarissa.


Panggilan tidak diakhiri sampai menunggu ijab wabul dimulai. Dan saat akad akan dimulai barulah Lavina meminta mamanya untuk memperlihatkan acara ijab qabul tersebut kepada Clarissa. Supaya Clarissa juga bisa menyaksikan pernikahannya walau lewat online.


...🥀🥀🥀...


"Apakah nak Michael sudah siap?" tanya sang penghulu.


"Saya sudah siap" jawab Michael.


"Baiklah acara ijab qabul kita mulai"


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Michael Darmana bin Darmana Rahardi dengan anak saya Lavina Eliria Raymond dengan maskawin seperangkat alat shalat, tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Lavina Erilia Raymond binti Alvero Raymond dengan maskawin tersebut, tunai" Michael berhasil mengucap ijab qabul dengan lancar dan hanya dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"Sah"


"Sah"


Ucapan doa pun dilantunkan oleh sang penghulu dan mereka mengamiinkan nya. Dalam hati Michael merasa lega sudah berhasil menuntaskan tugasnya. Setelah doa selesai Lavina yang masih di kamar langsung dibawa keluar oleh Eveline dan juga Mesya. Michael sudah gugup duluan dan juga penasaran.


Saat Lavina keluar dari persembunyiannya, semua mata tertuju pada dia. Mereka mengagumi kecantikan Lavina, apalagi Michael sampai menelan ludahnya susah payah.

__ADS_1


Kemudian Lavina disandingkan disamping Michael. Lavina mengecup punggung tangan Michael, disambut dengan Michael yang mengecup kening Lavina. Mereka pun bertugas cincin dan menandatangi buku nikah.


Selama itu panggilan Clarissa masih terhubung dan sekarang sudah beralih kembali pada Eveline. Clarissa begitu senang melihat kebahagiaan adik iparnya. Clarissa menyaksikan ijab qabul tersebut bersama Chera. Jadi dia tidak sendirian. Kemudian panggilan itu berakhir saat Clarissa selesai mengucapkan selamat kepada Michael dan Lavina.


Acara ijab qabul telah selesai. Para tamu undangan yang hadir kemudian mengucapkan selamat kepada Michael dan Lavina. Tak sedikit orang yang memuji Lavina, sampai membuat Michael cemburu.


Baru nikah udah dibuat cemburu nih.


Lavina jadi tertawa melihat ekspresi suaminya yang kesal. "Aku memang cantikkan" ucap Lavina percaya diri.


"Iya kamu cantik kok, tapi bukan untuk dipandang orang lain" sinis Michael.


"Cieee ada yang cemburu" goda Lavina semakin membuat Michael kesal.


Tamu undangan terus berdatangan dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Lavina yang sudah terlihat kelelahan akhirnya mengatakan kepada suaminya. Karna acara juga masih panjang dan dilanjut dengan resepsi nanti. Akhirnya Michael meminta izin untuk membawa Lavina ke kamar agar beristirahat sebentar. Mesya dan Rita mengiyakan dan meminta Michael membawa istrinya ke kamar.


Sampai dikamar Lavina langsung melepas semua aksesoria dan gaun yang masih menempel di tubuhnya. Tapi dia kesusahan saat ingin membuka resleting belakang. Sudah diraih berulang kali tapi tetap tangan Lavina tak sampai untuk menjangkaunya.


"Kak boleh minta tolong bukakan resleting bajuku nih susah" ucap Lavina.


Michael mendekat dan membantu Lavina untuk membukakan resleting bajunya. Micha tak berkedip saat melihat punggung Lavina yang putih mulus. "Kak sudah kah?" tanya Lavina.


"Emm iya sudah" jawab Michael salah tingkah.


"Terima kasih kak" ucap Lavina.


"Bisah gak cari panggilan lain selain kak? Aku bukan kakakmu tapi suamimu" Michael tak suka mendengar panggilan Lavina yang tak berubah padanya.


"Lalu aku harus panggil apa?"


"Mas juga boleh" kata Michael tersenyum.


"Baiklah mas, puas kan? Dah ya istrimu mau mandi dulu" Lavina pun bergegas ke kamar mandi saat melihat tatapan Michael sudah berbeda kepadanya.


Tatapan apa tuh? Sampai membuat Lavina lari ke kamar mandi.


Tak mau menunggu Lavina yang lama di kamar mandi akhirnya Michael memutuskan untuk mandi dikamar lain. Saat masuk ke kamar Lavina sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya. Michael menghampiru dan langsung memeluknya dari belakang.


"Mas bikin aku terkejut saja" Lavina tersentak kaget saat tiba-tiba Michael memeluknha dari belakang.


"Maaf sayang"


Mendengar panggilan 'sayang' dari Michael membuat pipi Lavina merah merona seperti tomat. Dan semakin terlihat sebab kulit wajah Lavina yang memang putih mulus. Jadi ketahuan oleh Michael jika istrinya sedang malu.


"Pipimu macam tomat loh" goda Michael masih dengan posisinya.

__ADS_1


"Apaan sih" Lavina mencoba bergeser agar Michael melepaskan pelukannya.


"Sini aku sisirin" Lavina pun tanpa membantah memberikan sisir yang dipegangnya kepada Michael.


__ADS_2