Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 108 #Baby Adik KhalKhei


__ADS_3

Pagi dengan sinar mentari, Kendrick akan berangkat ke perusahaan diantar oleh Very. Hari ini ada rapat dari beberapa perusahaan lain terutama dari perusahaan mertuanya juga. Rapat ini sangat penting sehingga Kendrick benar-benar harus hadir. Dan nanti ia dan keluarganya ada rencana makan malam bersama dengan keluarga Clarissa juga. Makan malam kali ini sangat istimewah, sebab keluarga besar akan berkumpul bersama. Michael dan Lavina pun akan ikut serta.


Tepat malam harinya, disebuah restoran mewah yang ternama dikotanya. Keluarga Alvero sudah membooking duluan untuk acara makan malam keluarganya. Sehingga restoran tersebut hanya akan melayani mereka.


Kendrick dan Clarissa datang lebih awal, tadi mereka sempat bertemu dengan orang yang nanti akan mendekor diacara ulang tahun Khalvan dan Kheisen. Ada sedikit perubahan yang menurut Clarissa kurang pas. Ia ingin ulang tahun pertama anaknya bisa sempurna. Jadi dia dan Ken melakukan yang terbaik.


Satu per satu keluarga mereka sudah datang dan duduk dimeja makan bersama mereka. Tuan Alvero dan nyonya Mesya juga sudah datang. Tinggal menunggu Michael dan Lavina yang sedikit terlambat, karna ada kepentingan sebentar diluar.


"Maaf kami terlambat" ucap Michael setelah sampai.


"Gak pa-pa duduk lah" jawab tuan Alvero.


Acara makan malam berjalan dengan sempurna. Momen yang langkah untuk dua keluarga tersebut. Karna sering sibuk dengan pekerjaan jadi mereka setiap berkumpul pasti tidak semuanya lengkap. Dan malam ini baru bisa terwujud untuk berkumpul bersama. Selain itu mereka juga membahas mengenai bisnis dan juga seputar pekerjaan. Agar perusahaan mereka bisa berkembang lebih pesat lagi dan dikenal banyak orang.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya tuan Nevan kepada Kendrick dan Clarissa setelah acara makan malam selesai.


"Kabar kami baik pa. Kalau papa dan mama kabarnya baik juga kan? Kalau gak baik mana bisa datang kesini. Yakan pa"


"Ya iyalah, mana bisa kami kesini kalau tidak baik-baik saja. Tanya malah dijawab sendiri, lah gitu tadi kenapa tanya Clari" ucap tuan Nevan sedikit kesal dengan anak bungsunya.


"Aahh gak pa-pa, salah kah kalau aku bertanya dan menebak jawabannya?. Padahal hanya menebak saja tadi" ucap Clarissa sambil memberikan botol susu kepada Kheisen. Bocah itu sekarang sudah mulai bisa berbicara dan sudah bisa jalan kesana-kemari.


"Menebak katamu! Itu bukan menebak Clarissa. Emang kamu sudah lihat papa dan mama ada disini. Ck, anak ini bikin kesal saja" nyonya Mesya hanya tertawa lirih melihat ekspresi suaminya yang sudah seperti udang rebus.


"Halah papa nih gitu saja sudah kesal. Dia hanya bergurau malah dibikin serius. Maklum Clarissa, papamu memang sekarang aneh, sukanya serius mulu." sahut nyonya Cantika.


"Gak pa-pa ma, dari dulu papa kan gitu. Sukanya serius terus, gak ada syik-asyiknya. Asyikkan juga kak Faero kalau diajak gurau langsung nyambung." balas Clarissa tersenyum.


Dari pada harus berdebat dengan istri dan anak, tuan Nevan lebih memilih diam. Percuma juga membalas, ujung-ujungnya juga kalah telak bicara.


"Ohh ya gimana dengan acara pestanya nanti? Kalian sudah siapkan semuanya? Kalau dihitung tinggal dua atau tiga minggu lagi ya" ucap nyonya Mesya.


"Sudah ma, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu hari H saja." sahut Kendrick.


"Syukurlah, masih digedung yang sama kan?"


"Iya lah ma mau pindah kemana lagi? Hanya dekornya aja yang sedikit diubah. Yang pilihan lama sebelumnya kurang memuaskan. Jadi tadi aku kesana sama Clarissa buat ubah dekorasinya."


"Hmm baiklah"


"Haduh Khalvan jangan lari-lari gitu nanti kamu jatuh. Diam duduk sini sama bunda" ucap Clarissa melihat putra sulungnya mondar-mandir dari tadi.


Sementara Kheisen malah anteng dipangkuan ibunya. Mereka memang kembar tapi sifat keduanya sangat berbeda. Kalau Khalvan anaknya periang dan suka berbaur, berbeda dengan Kheisen yang lebih pendiam dan tidak suka dengan keramaian. Clarissa sampai heran melihat kedua putranya yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda.


"Putramu satu ini lebih suka diam mulu. Beda dengan Khalvan yang periang" ucap tuan Alvero berkomentar.

__ADS_1


"Ya sama dong pa sama sifat ayahnya, dulu Ken juga begitu. Sebelas dua belas, lah dia memang anaknya." sahut nyonya Mesya.


"Ohh jadi mas Ken dulu gitu ya ma, pantes nurun ke anaknya satu ini."


"Aihh ma, sekarang kan beda ma. Jangan disamain sama yang dulu lah. Dulu itu sudah lewat masih saja dibahas" gerutu Kendrick.


"Tapi lihat tuh putramu, sama persis sepertimu." Kendrick pun melihat Kheisen yang ada di samping istrinya. Bocah itu terlihat lebih cuek dan dingin. Sama persis seperti sifatnya.


"Khei sini?" panggil Kendrick.


Kheisen pun menghampiri ayahnya yang memanggil. Digendongnya Kheisen agar bisa naik ke pangkuannya.


"Dia menurut pun denganmu, hmm anak sama ayah sama saja memang" celetus tuan Alvero.


"Ya iya lah dia putraku pa, kalau anak orang pasti sifatnya berbeda denganku. Ada-ada saja papa ini"


Yang lainnya hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat perdebatan anak dan ayah yang sama-sama tak mau kalah saing dalam berdebat.


🥀


🥀


🥀


🥀


"Iya bagus sayang, semua yang kamu desain pasti bagus. Baju buat mereka berdua mana? Kamu gak lupa untuk mengambilnya dibutikkan?" ucap Kendrick mengingatkan.


"Enggak lah, sudah aku siapkan dari kemarin-kemarin. Kamu tenang saja"


"Bagus deh, kalau belum tadi mau aku anterin sekarang" Kendrick mengambil laptop untuk meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.


"Hmm," tiba-tiba Clarissa merasakan tak enak diperutnya. Rasanya seperti diaduk-aduk. Ia berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada diperutnya.


Melihat Clarissa yang terburu-buru ke kamar mandi membuat Kendrick langsung membuntuti untuk melihat ada apa dengan istrinya. Sampai disana Kendrick melihat Clarissa yang sedang muntah-muntah.


"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit kah?" tanya Kendrick sembari memijak bagian belakang leher Clarissa.


"Gak tau mas rasanya muak sekali, kepalaku juga terasa pusing sejak kemarin" ucap Clarissa.


"huek....huek...." Clarissa kembali memuntahkan isi yang ada perutnya.


"Kok kamu gak bilang sih, kan kita bisa periksa ke dokter. Besok itu acara ulang tahun Khalvam dan Kheisen. Aku gak mau kamu tambah kecapean. Kita ke rumah sakit sekarang yuk. Aku khawatir sama kamu, wajahmu pucat sekali" ucap Kendrick.


Clarissa mengangguk pelan karna sudah tak mempunyai tenaga lagi. Dengan sigap Kendrick langsung menggendong istrinya menuju mobil.

__ADS_1


Ia tak mempedulikan sorotan mata pekerja yang melihatnya menggendong Clarissa dengan terburu-buru. Dirumah kebetulan tak ada papa dan mama Kendrick. Mereka sedang pergi keluar sebentar.


Kendrick meminta Very untuk membawa mobil dan mengantarkannya ke rumah sakit. Melihat Clarissa yang memang sudah lemas sekali. Dari kemarin Kendrick sudah menduga kalau istrinya sedang tak baik-baik saja. Sebab wajahnya yang terlihat pucat dan nafsu makannya pun berkurang.


Sampai dirumah sakit Kendrick kembali menggendong Clarissa masuk ke dalam. Diruang pemeriksaan dokter sedang mengecek keadaan Clarissa dan sedikit bertanya-tanya. Dan dokter pun menyimpulkan satu kesimpulan yang membuat rait wajahnya tersenyum.


"Apa yang terjadi dengan istri saya dok?" tanya Kendrick cemas.


"Istri anda baik-baik saja tuan, bu Clarissa sekarang sedang mengandung. Wajar untuk ibu hamil seperti ini yang masih trimestir pertama." jelas dokter.


"Apa dok istri saya hamil?" tanya lagi Kendrick tak percaya.


"Iya tuan selamat. Untuk lebih jelas anda bisa membawa bu Clarissa ke specialis kandungan. Jam segini masih ada, jadi anda bisa langsung ke ruang kandungan" jelas snag dokter.


Wajah Kendrick tampak berseri-seri begitu pun dengan Clarissa yang tak kalah senangnya.


"Baik dok terima kasih"


Kendrick pun membantu Clarissa untuk turun dari ranjang. Ia keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah berseri-seri. Mereka menuju ruang specialis kandungan.


Setelah masuk ke dalam Clarissa langsung disuruh berbaring diatas ranjang oleh dokter Arin. Clarissa masih ingag dengannya. Karna sebelumnya pun Clarissa sudah pernah bertemu.


"Bagaimana dok apakah istri saya beneran hamil?" tanya Kendrick setelah dokter Arin mengoleskan gel dan mencari titik janin yang ada didalam perut Clarissa.


"Nah itu anda bisa lihat titik kecil yang ada layar dimonitor. Itulah janin yang dikandung bu Clarissa, anak anda tuan. Ukurannya masih sangat kecil" jelas dokter Arin.


Mereka sama-sama melihat dilayar monitor, kedua kali Clarissa merasakan kehamilan dan kali ini dia gak sendiri. Ada suami yang setia menemaninya. Clarissa sungguh sangat bahagia sampai tak terasa bulir bening jatuh ke pipinya.


"Tunggu sebentar tuan" dokter Arin merasa ada yang ganjal. Ia kembali mencari titik sesuatu yang menurutnya aneh.


"Ada apa dok?" tanya Clarissa.


"Lihat bu, mereka ada dua. Tuan, istri anda mengandung anak kembar" ucap dokter Arin setelah melihat ada dua titik yang menunjukkan janin yang ada diperut Clarissa.


"Apa dok istri saya hamil anak kembar?" seolah Kendrick belum percaya dengan kenyataan, keinginannya benar-benar terwujud.


"Sayang lihat anak kita kembar" ucap Kendrick antusias.


Clarissa hanya mampu mengangguk dengan rasa bahagia yang tak bisa diucapkannya lagi. Ia hanya bisa menangis haru, ini adalah kehamilan keduanya dan dikarunia anak kembar lagi. Sungguh Tuhan sangat baik padanya.


Dalam mobil Kendrick terus memancarkan senyum yang tak pernah pudar diwajahnya. Ia memiliki rencana untuk memberi tau soal ini nanti sekaligus memberi kejutan untuk mereka semua.


"Very, kamu jangan bilang sama siapapun dulu ya tentang kehamilan istriku. Kami ingin memberi kejutan untuk mereka. Awas kalau kamu sampai keceplosan bicara" ancam Kendrick.


"Siap tuan muda, saya akan merahasiakannya. Apakah ada yang bisa saya bantu tuan muda?"

__ADS_1


__ADS_2