
Dua minggu berlalu dengan cepat, Kendrick Sudah diperbolehkan untuk pulang. Setelah diperiksa dan dipastikan sudah membaik keadaannya. Clarissa bisa senang dan lega, suaminya bisa kembali pulang dan bisa berkumpul bersama keluarga lagi. Kendrick juga harus tetap kembali ke rumah sakit untuk terapi setiap seminggu sekali.
Dalam perjalanan pulang Clarissa terus mengulum senyum. Ia sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan suaminya. Setelah perjuangan panjang yang sudah mereka lalui. Kendrick pun menimpali balik senyum Clarissa. Senyuman yang bahkan tidak pernah Clarissa dapatkan sebelumnya dan tidak pernah dia lihat sama sekali.
'Ternyata kalau kamu senyum manis juga. Beda dari sikapmu yang kasar, cuek, dan dingin. Ini lah kebajagiaan yangku cari.' batin Clarissa saat tatapan mereka saling bertemu.
"Kenapa melihatku seperti itu? Apakah ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Kendrick, padahal dalam hati Clarissa begitu senang.
"Salah kalau aku menatap suamiku sendiri? Gak ada pasalnya kan dalam undang-undang kalau gak boleh menatap suami sendiri" gurau Clarissa yanh ditimpali dengan senyuman dibibir Kendrick.
"Ada, mau tau?" Clarissa pun mengangguk.
"Pasalnya kalau kamu sendiri yang buat, baru tidak boleh. Karena kamu selalu akan menatapku sepaaanjaaang hari" ucap Kendrick panjang.
Clarissa pun tertawa mendengar ucapan suaminya. Very yang sedang menyetir mobil hanya tersenyum melihat dari kaca depan. Tak pernah Very melihat kebahagiaan Clarissa sebelumnya. Hanya dengan Kendrick Clarissa bisa tersenyum lebar.
Sampai tak terasa mobil sudah memasuki pelataran rumah. Didepan teras sudah disambut oleh tuan Alvero, nyonya Mesya, Chera, Lavina, dan Michael. Mereka semua antusias menyambut kepulangan Kendrick kembali setelah hampir satu tahun. Kehangatan kembali terpancar dirumah itu ditambah adanya Khalvan dan Kheisen. Mereka menjadi pelengkap dalam keluarga tersebut.
Very mengambil kursi roda Kendrick dibagasi dan membantu Kendrick untuk berpindah ke kursi roda. Lalu Clarissa mengambil alih untuk mendorong kursi roda Kendrick.
"Assalamu'alaikum" ucap salam Clarissa dan Kendrick bersamaan.
"Wa'alaikumussalam" balas mereka bebarengan.
"Akhirnya kakak pulang juga, ayo masuk" ajak Lavina dan diikuti oleh semuanya.
Bi Minah membantu Very untuk membawakan barang-barang Kendrick yang masih ada dibagasi mobil. Mereka pun masuk ke dalam rumah bersamaan.
Melihat rumah yang seperti tidak asing dibenak Kendrick, ia sampai melihat seisi rumah yang megah itu. Setiap sudut tak luput dari penglihatan Kendrick. Matanya berhenti saat melihat bingkai foto lumayan besar terdapat foto dirinya dan orang tuanya serta Lavina adiknya.
Dan saat menelisik seluruh penjuru sudut ruangan, kepingan memori kembali muncul. Memori itu masih berupa abu-abu dan belum terlihat jelas. Kendrick tak mau memaksakan untuk mengingat seperti apa yang dikatakan Clarissa sebelumnya. Biarkan waktu yang memberi petunjuk dan menunjukkan jalan.
__ADS_1
"Selamat datang kembali Kendrick ke rumah ini, mama senang kamu bisa sehat lagi. Yang kemarin-kemarin sudah ya nak, mama gak tega liat kamu seperti kemarin. Mama harap setelah ini kamu bisa hidup bahagia dengan istri dan anakmu" ucap nyonya Mesya yang merasakan sakit dihatinya selama ini melihat Kendrick terbaring diambang kematian. Makan, minum, dan ingin melakukan aktivitas apapun jadi susah karna memikirkan kondisi putranya.
"Iya ma...!?" balas Kendrick sembari tersenyum. Ia tak tau harus mengatakan apa, rasanya masih canggung saja. Sebab dia tak mengingat apapun, jadi untuk berbaur pun harus beradaptasi dulu.
"Putraku mana ma?" tanya Kendrick mencari kedua anaknya yang sekarang dibawa oleh Chera dan bi Dewi ke arah mereka.
"Lah itu mereka" ucap Lavina menunjuk ke arah tangga, ada Chera dan bi Dewei yang sedang menggendong Khalvan dan Kheisen.
Clarissa langsung menggendong salah satu dari mereka daat Chera sudah sampai di depannya. Clarissa sangat merindukan kedua putranya, sebab jarang bertemu dan hanya beberapa kali saja dibawa untuk mengunjungi papanya. Clarissa pun juga memompa asi di rumah sakit dan nanti akan dibawa pulang oleh Chera. Jadi rindunya berlipat-lipat.
"Cup....cup.....Muaach! Anak mama yang tampan. Mama kangen banget sama kalian" ucap Clarissa mengecup pipi kanan dan kiri putranya berkali-kali sangking gemes dan kangennya.
Setelah itu mereka duduk bersama diruang tamu dan berbincang sebentar. Lalu nyonya Mesya menyuruh Clarissa untuk membawa Kendrick ke kamar agar beristirahat. Mengingat dia baru daja keliar dari rumah, pasti butuh istirahat untuk pemulihan. Mendengar perkataan mertuanya, akhirnya Clarissa membawa Kendrick ke kamar.
Sampai di depan pintu kamar, Clarissa langsung membukanya dan penampakan kamar masih sama, gak ada yang berbeda sana sekali. Semua masih rpi dan bersih, mungkin setiap hari dibersihkan jadi terlihat masih tertata. Saat sudah di dalam Kendrick terbengong sejenak, melihat samping kanan dan kiri. Seperti halnya tadi saat memasuki rumah. Ia menelisik dari sudut ke sudut, membuat kepingan memorinya kembali terkumpul. Dan kali ini kepalanya terasa sangat sakit.
"Arrgh, sstth!!" Clarissa yang melihat suaminya meringis kesakitan langsung mendekat dan berbicara lirih agar Kendrick tidak terlalu memikirkannya.
Setelah sudah berpindah ke tempat tidur, Clarissa meminta Kendrick agar tidur beristirahat. Kendrick hanya menurut tanpa membantah. Sebab dia juga merasa lelah dan butuh beristirahat. Tubuhnya pun belum benar-benar pulih. Clarissa tetap menemani Kendrick sampai dia terlelap. Baru setelah Kendrick benar-benar terlelap, Clarissa pun keluar kamar untuk kembali berkumpul dengan mertua dan adiknya di bawah. Ia tetap akan memantau suaminya dari kamera hanphone. Clarissa menaruh kamera di kamar dekat suaminya, tepatnya di atas meja dekt sofa. Kamera itu langsung terhubung di hanphonenya.
Jadi nanti kalau suaminya bangun, Clarissa bisa langsung ke atas. Untuk sekarang dia akan bermain sebentat dengan dua baby kembarnya yang jarang ditemui. Sampai dibawah masih ada Lavina dan Michael disana. Mereka sedang asyik mengobrol dengan taun Alvero.
"Kalian masih ada disini toh, kirain sudah pulang." ujar Clarissa duduk disofa sembari memangku Khalvan. "Tumben Chel gak kerja kamu?" tanya Clarissa merasa heran melihat Michael yang santai dan jarang bekerja.
"Kerja kok, urusanku sudah selesai tadi. Hanya rapat saja setelah itu aku tinggal. Biar Zhafi yang mengurus sisanya. Aku tadi juga sudah janji sama Lavina untuk mengantarkan dia kemari, sekalian aku juga ingin melihat Kendrick" papar Michael.
"Ohh begitu" ucap Clarissa manggut-manggut.
"Nih tadi minta salad buah, enak itu baru keluar dri kulkas. Kalau gak suk dingin ini mama juga bawakan" sahut nyonya Cantika yang baru saja dari dapur mengambil salad buah keinginan Lavina. Salad buah tersebut dia buat sendiri, sengaja memang membuat dua berbeda. Karna Lavina meminta yang gak dingin ternyata. Jadi ya sudah ia bawa dua-duanya.
"Makasih ma" Lavina meraih salad tersebut.
__ADS_1
"Gimana keadaan suamimu sekarang Clari?" tanya nyonya Mesya sembari memakan apek yang sudah dikupasnya tadi.
"Alhamdulillah semakin baik ma, setiap satu minggu sekali aku akan antar untuk terapi dan kontrol. Soalnya dokter masih mengkhawatirkan keretakan tulang kepala mas Ken. Biar bisa dilihat untuk satu bulan ke depan." papar Clarissa.
"Iya, mama berharap Kendrick bisa sembuh dan jalan lagi. Yaa walau dokter mengatakan tak ada harapan, tapi gak akan mustahil kan bagi Tuhan. Jadi kita optimis saja bahwa Kendrick pasti bisa jalan lagi" jelas nyonya Mesya masih mempunyai harapan agar Kendrick bisa berjalan normal kembali. Ia yakin tak ada yang gak mungkin di dunia ini kalau Allah sudah berkehendak.
"Aamiin, aku juga berharap yang sama ma" jawab Clarissa yang juga punya harapan besar.
"Masalah keluargamu bagaimana Clarissa?" tanya tuan Alvero tiba-tiba membuat Clarissa langsung menoleh dan hanya bisa tersenyum. Dibalik senyumnya itu ada luka yang dia pendam amat sangat dalam.
"Biarkan pa, mungkin mereka masih marah denganku. Nanti juga reda sendiri" padahak sebenarnya Clarissa merasakan sakit dihatinya melihat keluarga sendiri malah gak peduli dan menyalahkannya disaat dia butuh support dan bahu untuk bersandar.
"Memangnya apa salahnya kalau kamu hamil? Bukankah harusnya mereka senang? Kenapa sebaliknya, apa karna masih karah dengan Kendrick?" tanya tuan Alvero masih belum tau kejadian sebenarnya, bahkan keluarga Kendrick yang lain.
'Mungkin memang saatnya aku jujur dan terbuka kepada mereka. Hanya keluarga ini yang peduli denganku, hanya saja aku egois meninggalkan mereka. Maafkan aku ya papa dan mama harus susah disini untuk mas Kendrick.' batin Clarissa melihat kedua wajah mertuanya.
"Mungkin memang aku harus jujur ke papa dan mama." Clarissa menjeda sejenak ucapannya dan mengambil nafas dalam-dalam. Sementara mereka masih menyimak dan menunggu perkataan Clarissa selanjutnya. "Keluargaku marah memang pemicu utamanya adalah kehamilanku. Salah aku juga gak jujur ke mereka dari awal kehamilan dan malah aku baru siap jujur saat kehamilanku sudah empat bulan." lalu apa kabar dengan keluarga Kendrick yang tau-tau Clarissa pulang sambil membawa dua bayi yang ternyata anaknya. Pasti lebih terkejut dan gak makan menyangka bukan!.
"Saat itu mereka masih memendam amarah dan kecewa sama mas Kendrick. Jadinya begitu, mereka gak bisa menerima kehamilanku. Apalagi saat mereka tau kalau.........." Clarissa gak yakin untuk meneruskan ucapannya, sebab takut nanti reaksi mertuanya akan sama dengan kedua orang tuanya.
"Kalau apa Clari?" tanya nyonya Mesya yang penasaran.
...🏵...
...🍀...
...🏵...
...🍀...
...Tap........Tap........Tap.......... Like........ Jempolnya gerakin meluncur kesana-kemari 🤭. ...
__ADS_1
...Ada yang mau berkunjung ke IG author gak? Mampir lah biar kita saling mengenal 😄 seperti kamu dengan dia, eak. Eh bagi yang halal ya, yang belum jangan dah 😁. ☞ IG : @imeilda_08. ...