Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 96 #Meminta Maaf


__ADS_3

Eveline segera menghalangi nyonya Cantika untuk pergi. Hatinya merasa sakit juga dan bercampur aduk. Antara merasa kasihan dengan ibu mertuanya dan juga merasa sakit hati mendengar ucapan tuan Nevan juga sikap suaminya.


"Ma, mama boleh pergi tapi aku temenin ya. Jangan pergi sendirian, biar aku antarkan" ucap Eveline memegangi bahu nyonya Cantika dari samping.


"Gak usah nak, kamu disini saja ya jaga Yely. Mama pasti akan kembali nanti. Kasihan suamimu gak ada yang mengurus nanti. Dengarkan saja apa katanya ya" tutur nyonya Cantika dengan lembut dan senyum yang dibuat seolah ia baik-baik saja. Padahal Eveline juga tau apa yang dirasakan mama mertuanya.


"Tapi ma....." protes Eveline.


"Sudahlah menurut apa kata mama ya. Mama bisa jaga diri tenang lah." sela nyonya Cantika.


Eveline pun tak bisa berbuat apapun lagi selian menuruti apa kemauan nyonya Cantika. Ia akan memantau dari jauh. Lagian kalau dia ikut Yely juga tak ada yang menjaga. Jadi Eveline merelakan nyonya Cantika pergi sendiri.


Pada akhirnya nyonya Cantika pergi menggunakan taksi online. Ia tak sengaja tidak menggunakan mobil rumah. Sekarang tujuannya adalah untuk menemui Clarissa, tentunya di rumah keluarga Raymond. Ia memantapkan hatinya dulu untuk pergi kesana. Keputusannya sudah kekeh untuk pergi menemui Clarissa. Apapun nanti reaksi putrinya, nyonya Cantika sudah tak peduli lagi. Baginya sekarang adalah mendapat maaf dari Clarissa. Kalau pun nanti Clarissa juga mengusirnya, itu sudah menjadi resiko yang harus diterimanya.


Disepanjang jalan air matanya tak henti-henti menetes dan merasa pilu dengan ucapan suaminya tadi. Hatinya merasakan sakit yang teramat sakit. Padahal niatnya baik untuk meminta maaf dengan Clarissa. Tapi tuan Nevan malah marah dan membentaknya. Seumur hidupnya baru kali ini nyonya Cantika mendapat bentakan yang menurutnya sangat menyakitkan.


...*********...


Dirumah yang berbeda, Clarissa sedang bermain dengan kedua putranya bersama suaminya juga. Ia berada diruang tengah. Sementata Chera tadi keluar ke supermarket bersama bi Minah untuk membeli kebutuhan yang sudah habis. Disela Clarissa menidurkan Kheisen, terdengar suara bel rumah berbunyi. Ia pun memanggik bi Dewi untuk menyuruhnya membuka pintu.


Bi Dewi pun segera membukakan pintu dan saat pintu terbuka. Ia melihat ibu dari majikannya datang seoranh diri. "Apa Clarissa ada?" tanya nyonya Cantika baru sampai.


"Ada......Ada........Silahkan masuk dulu saya panggilkan" balas bi Dewi segera menemui Clarissa, sementara nyonya Cantika duduk di sofa ruang tamu.


"Siapa bi?" tanya Clarissa melihat bi Dewi menghampirinya.


"Itu non, ada mama non Clarissa." balas bi Dewi sedikit gugup, lantaran ia ta hubungan antara ibu dan anak itu tidak baik.

__ADS_1


Sontak Clarissa langsung menoleh dan terkejut. Ia tak percaya kalau mamanya akan datang ke rumah suaminya. Sampai Clarissa menanyakan kembali kepada bi Dewi kalau yang dikatakannya tadi tidak benar.


"Coba bi ulangi lagi, siapa yang datang?" tanya Clarissa tak percaya.


"Ada nyonya Cantika di ruang tamu. Cari non katanya. Saya permisi ke belakang ya non mau mengambilkan minum dulu" jawab bi Dewi.


"Ya sudah, bibi ambilkan minum. Saya temui dulu" ujarnya.


Lalu Clarissa bersama Kendrick menghampiri nyonya Cantika diruang tamu. Ia juga membawa Kheisen yang belum tertidur lelap. Sampai diruang tamu Clarissa sungguh terkejut, ternyata benar kalau mamanya datang menemuinya. Clarissa sampai mematung ditempat. Sementara nyonya Cantika sudah berkaca-kaca melihat Clarissa. Air matanya semakin tumpah memandang wajah putri yang begitu ia sayangi.


"Mama...." ucap Clarissa dengan tubuhnya yang masih mematung.


Nyonya Cantika langsung menghampiri Clarissa dan memeluk dengan erat. Air mata sudah berceceran dipipinya. Ia sangat merindukan Clarissa, sangat-sangat rindu. Clarissa hanya bisa bengong dipeluk oleh nyonya cantika. Clarissa masih terkejut sampai bengong. Ia tak percaya nyonya Cantika akan datang menemuinya.


"Maafkan mama, Clarissa. Mama terlalu egois, mama bukan ibu yang baik. Harusnya mama mengerti kamu dan mendahulukan kebahagiaanmu, bukan kesenangan mama sendiri. Maafkan ma sudah memberiarkanmu hamil sampai mrlahirkan sendiri. Pasti berat untukmu nak, maafkan mama. Mama menyesal sudah mau terpancing dengan papamu." ucap nyonya Cantika sembari menangis.


"Mama kenapa? Clarissa gak marah sama mama, Clarissa tau mama waktu itu hanya karna sedang dibawah emosi." ucap Clarissa sambil menyerka air mata mamanya.


"Mama terlalu egois dan memetingkan diri mama sendiri tanpa memikirkan kebahagiaanmu. Mama minta maaf Clari......hiks!!" tangis nyonya Cantika semkain pecah tatkala melihat Khalvan yang sedang digendong Clarissa. Ia yakin kalau yang sedang digendong Clarissa adalah cucunya. Ia semakin merasa bersalah telah membiarkan Clarissa sendirian dalam keadaan hamil. Bahkan smapai mrlahirkan pun, mereka tak ada untuk menemani.


"Ma, sudah jangan menangis. Clarissa sudah memaafkan mama jauh sebelum mama minta maaf. Clarissa yakin mama gak sejahat itu kok. Nyatanya sekarang mama kesini kan untuk menemuiku" ucap Clarissa sambil tersenyum untuj menghimbur nyonya Cantika.


"Hiks.......Hiks........Kamu hebat sayang bisa berjuang sendiri dan melahirkan anakmu yang lucu dan tampan." nyonya Cantika tak kuasa melihat Khalvan, cucu yang dibuang olehnya. Bahkan sebelumnya ia tak menganggap anak Clarissa adalah bagian dari keluarganya.


"Mama sendirian kesini? Naik apa?" tanya Clarissa memperhatikan mamanya dari tadi hanya sendirian.


"Mama........" ucapannya tertahan sembari berpikir mau menjelaskan bagaimana, ia sampai menunduk. "Iya mama sendiri kesini" balasnya sembari memaksakan senyum.

__ADS_1


"Mama gak pa-pa? Aku tau pasti ada apa-apa ya?" tanya Clarissa menebak sebab melihat raut wajah nyonya Cantika yang menunjukkan kecurigaan.


"Dia siapa sayang?" tanya Kendrick tiba-tiba dengan raut wajah penuh tanda tanya. Panggilan sayang dari Kendrick untuk Clarissa, sudah diberikannya sejak minggu lalu. Setelah keluar dari rumah sakit. Kendrick berpikir bahwa Clarissa benar istrinya, jadi ia gak canggung untuk memanggil Clarissa dengan kata-kata 'sayang'. Karna buat Kendrick, Clarissa adalah orang yang luar biasa. Ia bisa merasakan kenyamanan di dekat istrinya dan bahkan enggan untuk jauh-jauh. Walau pun dia belum bisa mengingat apapun, seiring berjalannya waktu kepingan memorinya sudah mulai terkumpul.


"Ohh ya ini kenalin mas, mamaku" ucap Clarissa menghampiri Kendrick dan mendorong kursi rodanya ke dekat nyonya Cantika.


Lalu Kendrick menyapa dan mengecup punggung tangan nyonya Cantika. "Mama gak usah heran kenapa mas Kendrick bertanya seperti itu. Mas Ken kehilangan ingatannya ma. Jadi dia gak ingat apapun." jelas Clarissa melihat nyonya Cantika yang pasti merasa heran melihat Kendrick bertanya seperti itu.


Sontak saja nyonya Cantika terkejut dan melirik ke arah Clarissa yang mengatakannya tadi. Clarissa pun mengangguk seolah mengerti ekspresi mamanya.


"Jadi suamimu gak ingat apapun tentang kamu atau keluarganya?" tanya nyonya Cantika.


"Enggak ma, mas Ken gak ingat apapun." balas Clarissa.


"Maafkan mama ya nak. Mama malah menyalahkanmu dan menyuruh Clarissa untuk menjauhimu. Padahal kamu sudah berkorban buat Clarissa sampai kamu seperti ini. Mama berterima kasih padamu." ucao nyonya Cantika menyesali perbuatannya.


Kendrick hanya diam saja merasa bingung. Clarissa langsung mengalihkan pembicaraan mamanya agar tidak mengganggu pikiran Kendrick. "Mama belum jawab pertanyaanku tadi, mama kenapa?" tanya Clarissa mengingatkan nyonya Cantika kepada pertanyaan awalnya.


Nyonya Cantika hanya bisa diam tak tau menjelaskannya bagaimana. Kalau dia jujur, sudah pasti Clarissa akan marah. Ia tak mau Clarissa membenci ayahnya sendiri. Karna tujuannya adalah mengembalikan keharmonisan keluarganya. Tapi Clarissa terus mendesak agar nyonya Cantika mau berkata jujur tanpa ada yang ditutupi lagi.


Pada akhirnya nyonya Cantioa menceritakan semuanya perihal kejadian tadi dirumah sebelum dirinya memutuskan untuk menemui Clarissa. Sambil menahan air mata nyonya Cantika terus menceritakan semuanya. Tentang bentakan tuan Nevan dan masalah dia disuruh untuk pergi dari rumah kalau tetap kekeh menemui Clarissa.


Sontak semua yang didengar oleh Clarissa membuat hatinya memanas. Kalau dirinya sendiri yang menerima tak apa. Tapi kalau sudah menyangkut ibunya, ia tak akan tinggal diam. Apalagi sampai melihat mamanya menangis seperti itu. Membuat hatinya semakin terpancing. Selama ini Clarissa sudah diam dan gak mau mencari informasi apapun dari keluarganya. Berharap semuanya akan berakhir dengan seiring berjalannya waktu. Tapi ternyata semua itu diluar ekspektasinya.


"Aku harus temui papa sekarang!? Dia sudah keterlaluan. Aku selama ini diam agar tidak menambah masalah dan berharap semua ini akan berakhir. Ternyata pemikiranku salah, perlakuan papa tetap sama. Dan sekarang malah mengusir mama hanya karna menemui aku!?. Apa sebenci itu papa denganku?. Padahal ini rumah tanggaku dan aku yang menjalani, kenapa malah ikut campur sampai membuat masalah begini." marah Clarissa dengan mata yang melotot tajam dan benar-brnar menunjukkan amarahnya.


Disudut lain nyonya Mesya mendengar semua percakapan Clarissa dengan ibunya. Ia sengaja tak keluar dan membiarkan Clarissa bertemu nyonya Cantika. Ia hanya mendengar saja dari sudut lain. Nyonya Mesya tak menyangka kalau nyonya Cantika akan diusir juga dari rumah hanya gara-gara ingin menemui putrinya. Nyonya Mesya sampai gak habis pikir dengan jalan pemikiran tuan Nevan yang tega dengan anak dan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2