Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 37 #Hans


__ADS_3

"Kalau kau ingin tau, apakah hati loh ini ada nama dia atau enggak! Coba dekati dia, jika loh selalu merasa nyaman dan tenang disaat dekat dengannya maka hati loh ini sudah tertulis namanya. Hanya saja loh sendiri yang gak menyadari" jelas Michael.


"Hmm......Biarkan waktu yang akan menetukan dan berjalan sesuai alur" balas Kendrick.


"Okee......terserah kau saja. Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, aku balik dulu" ucap Michael.


"Iya, thanks sudah mau datang ke sini" ujar Kendrick.


"Tenang saja, santai. Ya udah gue pergi dulu assalamu'alaikum" salam Michael.


"Wa'alaikumussalam" balas Kendrick menjabat tangan Michael, lalu Michael pun pergi dari ruangannya.


Kendrick kembali ke kursi kebersarannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi. Namun, matanya melihat sekilas ponselnya. Lalu ia mengambilnya dan membuka sesuatu di galeri. Terdapat foto dirinya bersama Clarissa saat akad pernikahan.


Hanya ada foto itu lah dalam ponsel Kendrick. Karna memang dia tak pernah berfoto dengan istrinya. Selama ini saja dia tak pernah menggap Clarissa itu ada buatnya. Itu hanya sebuah status saja gak lebih dari itu.


Sekarang Kendrick menatap foto itu yang tatapannya tidak bisa diartikan. Foto itu dia minta kepada mamanya tempo hari. Sebab di dalam hanphonenya tidak ada foto dirinya sama sekali dengan Clarissa. Yang ada sebelumnya adalah foto dirinya dengan Jennie. Tapi sekarang semua itu sudah dihapus, dilenyapkan oleh Kendrick. Tersisa lah foto akad itu yang disimpan oleh Kendrick.


Kini Kendrick beralih untuk menelfon asistennya Roy. Ia meminta Roy untuk mencetak foto tersebut sekalian untuk memasangkannya dalam pigura. Setelah selesai menelfon, Kendrick kembali meneruskan pekerjaannya tadi yang tertunda.


...🌳🌳🌳...


Michael kembali ke perusahannya sendiri. Karna memang dia sudah terbiasa menyetir sendirian. Namun ia tak langsung kembali ke kantornya, melainkan pergi ke rumah sakit untuk menemui Farghan.


Sebelum sampai Michael berbelok ke toko kue terlebih dahulu. Setelah memarkirkan mobilnya, ia turun dan memesan kue yang di inginkannya. Michael mencari kursi kosong untuk dia duduk sembari menunggu.


Disaat dia asik memainka ponselnya, malah tatapan Michael tak sengaja melihat Lavina bersama seorang lelaki sedang disana juga. Ia menajamkan pengelihatannya, barangkali salah liat namun ternyata itu benar-benar Lavina.


"Siapa lelaki iti? Tumben banget jalan sama seorang lelaki" gumam Michael.


Ia tetap melihat ke arah Lavina dan cowok tersebut. Dan ternyata mereka ingin pergi, disaat itu Michael hendak mengejar nya namun seorang pelayan memberikan pesanannya.


"Tuan ini pesanannya.. " ujar sang pelayan memberikan pesanan Michael tadi.


"Iya terima kasih...... Kembaliannya ambil saja" balas Michael karna dia sudah buru-buru.


"Terima kasih tuan" ucap sang pelayan.


Kemudian Michael keluar dari toko tersebut untuk mengejar Lavina dan cowok itu. Saat diluar tatapan matanya terus menengok kanan kiri, tapi tak ditemukan juga. Dan pada satu titik dia melihat Lavina bergandengan dengan cowok tersebut.


Disisi lain......

__ADS_1


"Sekarang mau kemana lagi?" tanya lelaki yang bersama Lavina.


"Hmm.... Kemana ya, hari ini sih aku gak terlalu sibuk tapu nanti aku ada janji dengan teman. Jalan-jalan sebentar yuk, kemana gitu" jawab Lavina sembari berpikir..


"Oke deh, apapun untukmu sayang" balas lelaki tersebut yang bernama Hans.


Hans merangkul pinggang Lavina dengan mesra. Mereka berjalan memasuki mobil, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Hans dengan kasar. Dan disaat Hans berbalik menoleh ke belakang, langsung saja dia dipukul oleh orang yang menarik nya tadi.


Bugh.....


"Haaanss!! " teriak Lavina yang terkejut.


Lalu Lavina menarik Michael yang tadi memukul Hans dari belakang. Lavina mendorong Michael dengan kasar. Kemudian dia menolong Hans untuk bangun.


Hans mengusap pinggir bibirnya yang sedikit perih karna pukulan tadi. "Loh siapa main pukul aja" bentak Hans tak terima.


"Kau itu kenapa sih Chel, datang-datang main pukul aja. Apa salahnya Hans sama loh" sahut Lavina yang juga tersulut emosi.


"Siapa lelaki ini? " tanya Michael kepada Lavina.


"Dia pacarku, kenapa ada masalah?" jawab Lavina nyolot.


Namun Hans mendorong Michael dengan kasar. Ia tak terima diperlakukan seperti it oleh Michael dan malah mau membawa kekasihnya pergi begitu saja.


"Lepas Chel......" Lavina menghempaskan tangan Michael dengan kasar dan dia juga menampar Michael sangat keras.


Plak.....


"Kau tak ada hak untuk mengaturku Chel........ Jangan pernah muncul dihadapanku lagi" marah Lavina lalu dia pergi dari sana sebari menarik tangan Hans untuk menjauhi Michael.


Sementara Michael mengusap pipinya yang panas sebab tamparan dari Lavina tadi. Tetapi dia tetap mengejar Lavina memakai mobilnya. Ia tau kalau lelaki itu tak sungguh-sungguh serius dengan Lavina, melainkan hanya memanfaatkannya saja.


"Dasar bodoh, mau saja dikibulin sama lelaki." gumam Michael yang kesal sembari dia menyetir.


Mobilnya terus melaju mengikuti arah mobil Hans bersama Lavina. Dia ingin tau Hans akan membawa pergi Lavina kemana.


Setengah jam ditempuh dan mobil Hans berhenti disebuah rumah yang yang tidak besar lebih mirip dengan kos-kosan. Dan rumah tersebut letaknya jauh dari permukiman, sangat terpencil.


Hans membawa masuk Lavina ke dalam rumah tersebut. Dan Michael tetap memantau dari dalam mobil yang agak jauh dari sana. Ia melihat ada yang aneh dengan Lavina, karna dia jalan sempoyongan seperti orang yang setengah sadar.


Tebakannya benar kalau Hans itu lelaki yang gak baik dan hanya mau memanfaatkan Lavina saja. Sebelum masuk Michael memeriksa kembali ponselnya karna tadi dia sempat mengirim share lock ke Kendrick dan asisten barunya.

__ADS_1


Karna tidak mungkin dia menghadapi Hans sendiri. Dia melihat sekilas kalau didalam rumah itu bukan hanya dan Hans saja melainkan ada orang lain.


...******...


Lavina dipapah oleh Hans masuk ke dalam rumah tersebut. Sebelum sampai di rumah tersebut, Hans sempat membius Lavina di dalam mobil tadi. Walau pun bius itu tak membuat pingsan tapi bisa membuat yang menghiruonya seperti orang yang sedang mabuk.


Di dalam rumah itu ada dua orang lelaki lagi. Ternyata semua ini memang sudah direncanakan dan ingin menjebak Lavina.


Lavina yang masih setengah sadar mencoba untuk melihat seisi dalam rumah itu. Tapi karna tubuhnya lemah dia hanya bisa mengikuti Habs membawanya. Dan kekasihnya itu membawa dia masuk ke dalam kamar lalu membaringkannya di situ.


"Kalian tunggu diluar, kalau sudah nanti giliran kalian yang akan ku panggil" ucap Hans kepada dua pria tadi.


"Oke siap" jawab salah satu dari mereka.


Keduanya keluar sembari menutup pintu nya. Dan didalam tinggal lah Lavina dan Hans saja. Lavina ingin bangkit namun segera di dorong oleh Hans sehingga ia terlempar ambruk di kasur.


"Kamu mau apa Hans?" ucap Lavina yang mulai ketakutan.


"Memilikimu sayang, ayo kita bermain cinta. Tenang saja aku tak akan melakukannya dengan kasar" balas Hans dengan nada yang berat, membuat Lavina merinding dan semakin ketakutan.


"Gak....Aku mau pergi, Kamu gak boleh melakukan itu Hans" bentak Lavina ingin bangkit tapi segera tangannya dicengkeram oleh Hans.


"Kenapa tidak boleh? Kau itu cintaku dan akan menjadi milikku" sahut Hans di samping telinga Lavina.


Dengan sekuat tenaga Lavina memberontak tapi tenaganya kurang kuat dibandingkan dengan Hans.


Sementara diluar sana.......


Michael sedang berkelahi dengan kedua pria tadi. Beruntung dia menguasai bela diri sehingga mudah sekali untuknya melumpuhkan kedua pria tersebut.


Satu per satu mereka tumbang diserang oleh Michael. Saat keduanya sudah terkulai tak berdaya dilantai, disitulah Michael menerobos masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Lavina.


Dan ia menemukan satu kamar yang tertutup. Di dalamnya dia mendengar Lavina memberontak dan menangis.


"Kenapa tidak boleh? Kau itu cintaku dan akan menjadi milikku"


Ucapan Hans tersebut terdengar ditelinga Michael. Karma sudah geram bercampur amarah, dia segera mungkin mendobrak pintu kamar dengan kasar. Terlihatlah Hans yang menc**b*i Lavina. Dengan pakaian atas yang sudah sedikit terbuka.


Ia menghajar Hama dari belakang dengan menentangnya sangat kuat, sehingga Hans teraungkur ke lantai.


Michael segera membawa Lavina ke luar dari sana, namun belum sempat mereka melangkah Hans sudah memukul Michael dari belakang. Dan mereka pun beradu, berkelahi. Lavina yang masih ada pengaruh bius hanya bisa diam dan ketakutan. Pengaruh obat bius yang diberikan oleh Hans membuat Lavina tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2