
Clarissa termenung sendiri di balkon kamarnya. Tempat yang disukai oleh Clarissa, apalagi kalau banyak beban dalam pikirannya. Ia ingin sekali bisa kembali ke rumah suaminya, tapi masa nya sudah berakhir. Walau hatinya menginginkan dekat dengan Kendrick.
"Benar cinta itu tidak bisa dipaksakan, walau pun banyak orang mengatakan kalau cinta itu akan datang dengan sendirinya seiring berjalannha waktu dan sebab kedekatan. Tapi ternyata itu tidak berlaku untukku dan suamiku." gumam Clarissa sembari melihat taman samping yang banyak ditumbuhi tanaman dan bunga yang indah.
"Kenapa cinta ini datang dihatiku kalau yang aku cintai tidak bisa membalasnya?"
"Karena Allah ingin kamu bisa merubah dan mengembalikan suamimu." sahut nyonya Cantika yang tiba-tiba datang dan berada di belakang Clarissa.
"Mama...." ucap Clarissa terkejut.
Lalu nyonya Cantika duduk disamping Clarissa. "Kalau tidak ada ketulusan cinta dihatimu, mana bisa kamu ikhlas untuk merawat dan merubah sikap suamimu. Maka dari itu Allah taruh rasa cinta dan benar kalau cinta itu datang karna seringnya bertemu." tutur nyonya Cantika tersenyum lembut ke arah Clarissa.
"Tapi mas Kendrick tetap tidak bisa mencintaiku ma. Hatinya sudah kembali hidup tapi tidak bisa terisi namaku" keluh Clarissa.
"Bisa sayang, kalau memang dia benar-benar jodohmu pasti ada jalan nya untuk kembali bersama. Mama lihat Kendrick tidak mau melepaskanmu, kalau dia tidak mencintai kamu mana mungkin Kendrick mau mempertahan istrinya" ujarnya membuat Clarissa berpikir lagi sebab perkataan mamanya dan Eveline sama.
"Apa iya mas Ken benar mencintaiku? Ahhh ngarep banget sih Clar, gak mungkin dia bisa mencintaimu" batin Clarissa dalam hatinya.
"Rasanya sakit saat kakakmu mengatakan semuanya kapada mama. Kenapa kamu berbohong kepada kami? Dan kamu juga membohongi mama Clarissa"
"Maaf ma, aku gak mau membuat mama sedih. Kalau aku masih bisa melakukannya sendiri kenapa harus aku ceritakan, ini juga masalah rumah tanggaku. Tapi ya sudah lah semua juga sudah tau"
"Apa kamu masih ada niat untuk kembali dengan suamimu?" tanya nyonya Cantika.
"Kalau masih ada kesempatan untuk bisa kembali, aku akan kembali. Tapi harapanku mas Ken sendiri yang kesini menjemputku" jawab Clarissa.
"Mama sangat marah dan kecewa dengan suamimu, tapi mama juga gak bisa melarangmu untuk bersamanya lagi. Jika memang jalannya harus seperti ini, semoga kamu bisa lebih kuat dan tabah sayang" nyonya Cantika sangat sedih, kecewa, dan marah semua menjadi satu.
Namun yang tetap dipikirkan oleh nyonya Cantika adalah kebahagiaan Clarissa. Kalau memang letak senyum putrinya berada saat dekat dengan Kendrick, maka ia pun tak bisa mencegahnya. Asalkan suaminya bisa memperlakukan Clarissa dengan baik.
"Iya ma, makasih"
"Sama-sama sayang" balas nyonya Cantika sembari memeluk Clarissa untuk memberi kekuatam dan semangat agar bisa menjalani beratnya kehidupan.
...🌷🌷🌷🌷...
Seorang lelaki tengah meringkuk di dalam jeruji besi karna kesalahannya. Orang tuanya hanya bisa pasrah dan membiarkan anaknya menerima hukuman atas perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu proses selesai.
Teman-teman yang biasa berkumpul dengannya malah menjauhi dan menyalahkan atas kesalahannya. Ia benar-benar sendiri sekarang. Tanpa orang tua, teman, maupun sahabat.
Wajahnya berubah tersenyum tatkala petugas lapas memanggil dia, sebab ada yang menjenguknya. Segera dia keluar mengikuti arah petugas lapas membawanya ke tempat pengunjung.
"Hai apa kabar Hans?" tanya seseorang yang sedang berada di depannya.
__ADS_1
"Ngapain loh kesini, senang ngelihat gue begini" ujar Hans ketus.
"Wei sabar bro gak usah marah-marah. Niatku kesini baik untuk mengunjungimu" jawabnya.
"Halah mon gue tau loh gak bakalan menemui gue kalau tidak ada maunya" ucap Hans dengan senyum mengejek.
"Gue sudah tau kenapa loh bisa masuk penjara. Nekat juga ya loh berani ingin menodai adiknya Kendrick. Sampai-sampai loh ingin membunuh Michael" ucap Simon.
"Gue sudah sudah muak dengan ayahnya, dia itu penghambat dalam hubunganku sama Lavina. Mangkanya itu gue ingin dapetin dia seutuhnya, kalau dia hamil pasti memohon untuk minta tanggung jawab. Tapi sialnya si Michael malah ikut campur, ya sudah sikat aka sekalian" jelas Hans penuh amarah.
"Loh yang bodoh harusnya liat situasi dulu gak malah gegabah. Kalau sudah begini loh sendiri yang rugi kan"
"Ck kalau loh kesini hanya ingin menyalahkanku mending balik sana." usir Hans yang kesal.
"Wet wet, jangan marah-marah dong santai. Loh sudah tau tentang pernikahan kakaknya Lavina itu dengan......." ucapan Simon langsung dipotong oleh Hans.
"Gue sudah tau........Ternyata perempuan itu masih selamat juga, kirain sudah mati. Dan dia malah lebih jelek dari yang dulu" sahut Hans.
"Bodoh juga tuh si Jennie, harusnya kalau mau menjebak Kendrick pakai strategi yang lebih licik dikit. Gak main serbu aja tuh cewek" tambahnya menyalahkan kebodohan Jennje.
"Aah loh malah nyalahin dia, loh sendiri saja sama. Ngaca dulu sebelum ngomong" Simon lebih membela Jennie karna dia sahabat dari pacarnya.
"Dah lah pulang sana, bising dengar loh nyudutin gue terus" usirnya lalu Hans mengambil paper back yang tadi dibawakan oleh Simon dan dia langsung kembali ke sel nya.
"Dasar sudah dijenguk gak terima kasih malah nyelonong ditinggal pergi" umpat Simon kesal dia pun juga kembali pulang.
Tapi Hans tidak mengenal Kendrick sebab mereka memang tidak pernah bertemu atau pun bersekolah yang sama. Sedangkan Simon dan Nesya dekat dengan Kendrick karna Jennie dulu kekasihnya. Dan sempat bersekolah yang sama saat menginjak kelas 11 SMA. Mereka pindahan dari sekolah nya yang lama ke sekolah yag ditempati oleh Kendrick, Michael, dan Farghan. Itu semua sebab Jennie yang meminta mereka agar bisa dekat dengannya.
Tapi Hans dia harus berpisah karna ayahnya menempatkan dia ke sekolah lain agar tidak berteman dengan kawannya yang sekarang yaitu Jennie, Nesya, maupun Simon. Karena memang dari dulu orang tuanya tidak menyukai Hans berteman dengan mereka sejak tau kejadian tersebut.
🌳
🌳
🌳
Disebuah bar terlihat banyak lelaki dan perempuan berkerumun menjadi satu. Meneguk minuman keras, dengan perempuan yang berpakaian kurang bahan. Tanpa rasa malu para perempuan itu malah bergelayut manja dengan para lelaki.
Diruang VIP terdapat pria yang sedang duduk sendirian. Ia ingin melepes semua beban yang ada dalam pikirannya. Dengan sebotol bir dan gelas yang sudah terisi. Ia meneguknya sampai habis, bir itu tidak terlalu memabukkan hanya saja untuk menetralkan pikiran.
Setelah meneguk habis segelas bir tersebut, dia lalu bersandar di sofa sembari memainkan ponselnya.
Disisi lain bar tersebut ada juga seorang wanita dan sahabatnya sedang asik minum. Sepertinya dia baru masuk ke dalam bar tersebut. Tak lama datanglah seseorang membisikkan sesuatu padanya.
__ADS_1
"Benarkah dia ada disini?" tanya perempuan tersebut tak percaya dengan ucapan perempuan yang tadi menghampirinya.
"Iya dia ada di ruang VIP, coba saja kau temani. Dia sendirian dari tadi" ujar perempuan tersebut.
"Waah tumbenan dia berada disini, mungkin saja ada masalah. Hmm" gumam Jennie yang sedang berpikir.
Perempuan tadi itu adalah Jennie dan Nesya, mereka memang suka main ke bar untuk minum dan akan menjadi pusat perhatian para lelaki.
"Eh Susan tunggu, aku minta bantuan sama kamu" ucap Jennie menahan Susan perempuan yang menghampiri Jennie tadi.
"Minta bantuan apa?" tanya Susan.
Kemudian Jennie membisikkan sesuatu kepada Susan. Entah itu apa yang diminta oleh Jennie, Susan hanya mengiyakan saja dan lantas mengerjakan apa yang diminta oleh Jennie.
Rata-rata yang ada dalam bar tersebut suda mengenal siapa Jennie. Ia memang sering keluar masuk bar tersebut. Sejak dulu memang seperti itu, hanya saja saat berhubungan dengan Kendrick, Jennie mengurangi untuk agar tak sering ke bar.
Sebab Kendrick sendiri sebenarnya tak suka melihat Jennie selalu ke bar apalagi minum-minum. Oleh karna itu Jennie jadi jarang ke bar dan hanya sering menemani Kendrick.
Tok.
Tok.
"Masuk!" jawab seorang pria yang ada di dalam.
"Saya tidak pesan minuman" ucap Kendrick yang ada dalam ruang VIP tersebut.
"Ini memang khusus untuk pengunjung VIP tuan, kami selalu menyediakan minuman gratis. Silahkan tuan saya permisi dulu" ucap perempuan tersebut.
Kendrick tak menghiraukan perempuan itu, dia hanya asik meneguk minumannya.
"Dih cuek banget sih, ngelirik saja enggak" celoteh Susan setelah keluar kemudian dia pergi kembali ke Jennie.
"Hmm seret juga tenggorokanku minum ini terus. Ini apa seperti lemon." gumam Kendrick lalu meneguk minuman yang tadi diberikan oleh Susan kepadanya.
Setelah meminum lemon tersebut tiba-tiba saja kepala Kendrick terasa sangat pusing. Semua benda yang ada di hadapannya berasa berputar-putar dan hawa panas menyelimuti tubuhnya.
"Aahh kenapa kepalaku pusing sekali" gumamnya sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Apa yang diberikan perempuan tadi ke dalam minuman ini" Kendrick hendak berdiri namun kakinya tak kuasa menobang berat tubuhnya sehingga dia beberapa kali hendak terjatuh.
Kemudian Kendrick mencari ponselnya dan menelfon Roy untuk datang menjemputnya. Ia tak mungkin menyetir dalam keadaan seperti itu, yang ada akan membahayakan dirinya.
Ceklek.
__ADS_1
Suara pintu terbuka, Kendrick mencoba untuk melihat siapa yang masuk. Namun pandangannya buram dan tak nampak jelas siapa yang datang. Samar-samar dia melihat seorang perempuan memakai dress merah muda yang sangat minim dan kurang bahan.
Perempuan itu duduk disamping Kendrick sembari mengelus tangannya. Kendrick sudah beberapa kali meneguk salivanya. Hawa panas di dalam tubuhnya tidak bisa ditahan.