
Clarissa diam sejenak melihat wajah mereka satu persatu, sampai dia berani berbicara sambil menunduk. "Dugaan Farghan benar ma. Mas Kendrick gak ingat apapun" balas Clarissa tak tega melihat wajah nyonya Mesya.
Mereka pun kembali bersedih, apalagi nyonya Mesya sebagai ibunya pasti sangat terpukul. Tuan Alvero memrluk istrinya dan menenangkan dia. "Sabar ma, sabar. Kendrick pasti akan mengingat kita lagi, mana ada anak yang lupa sama orang tuanya." ucap tuan Alvero sambil mengelus punggung istrinya.
Ceklek.
Clarissa langsung menoleh ke belakang saat pintu dibuka. Karna posisinya tepat di depan pintu. "Kalian tenang saja, amnesia yang dialami Kendrick hanya untuk sementara. Jadi mudah untuk mengembalikan ingatannya lagi. Tapi jangan memaksanya untuk terus mengingat, biarkan dia mengingat seiring berjalannya waktu." jelas Farghan membuat hati mereka sedikit lega.
Farghan pun beralih menatap Clarissa. "Ini semua berkat kau" ucap Farghan.
"Kenapa aku?" tanya Clarissa bingung.
"Cintamu Clari, cinta kalian yang membuat Kendrick bisa kembali. Dengarkan kamu tadi apa yang dikatakan Kendrick. Dia kembali karna kamu membawanya pulang." papar Farghan, tadi tak sengaja dengar saat Kendrick berbicara walau oun lirih. Farghan masih bisa mendengarkan karna dia tadi ada disana untuk melihat keadaan Kendrick. Tapi urungkan oleh Farghan.
"Ternyata cinta bisa merubah segala" ucap Chera tiba-tiba membuat Clarissa menyunggingkan senyum kecil disudut bibirnya.
...♡♥♡♥♡♥♡♥♡...
Dua hari berlalu pasca Kendrick siuman. Ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Clarissa meminta Farghan agar menyiapkan kamar VVIP untuk suaminya. Walau Kendrick belum bisa mengingat keluarganya, mereka tak pantang menyerah dan berusaha untuk mengembalikan ingatan Kendrick lagi. Selama dirumah sakit Clarissa selalu menemani dan tak sekali pun pulang.
Clarissa menyerahkan kedua putranya kepada Chera yang sekarang juga ikut tinggal di rumah Kendrick. Nyonya Mesya sendiri yang memintanya agar lebih mudah menjaga Khalvan dan Kheisen. Chera diperlakukan baik di rumah tersebut seperti anak sendiri. Lantaran selama ini keluarga Chera yang menjaga Clarissa.
Dirumah sakit Clarissa sedang ada dikamar mandi. Saat keluar sudah ada Chera dan nyonya Mesya sekaligus tuan Alvero. Mereka ingin melihat kondisi putranya. Selama dua hari diruang ICU setelah sadar, tuan Alvero dan nyonya Mesya belum sempat melihat Kendrick. Karna mereka saat itu langsung menghantarkan Chera dan cucu mereka untuk pulang. Dan Clarissa yang setia menemani Kendrick.
Chera juga membawa Khalvan dan Kheisen agar mereka bisa melihat ayahnya. Dan Kendrick juga bisa mengenal kedua anaknya.
"Mama sama papa kapan datangnya? Maaf tadi aku tinggal ke kamar mandi" ucap Clarissa menyalami kedua tangan mertuanya bergantian.
"Baru saja kok, belum lama. Kami ingin melihat kondisi Kendrick. Kedua anaknya juga pasti kangen" ucap nyonya Mesya mengecup sekilas pipi Kheissn yang ada digendongannya.
Clarissa tersenyum sambil mengangguk. Lalu Clarissa mendekat ke arah Kendrick dan menjelaskan bahwa nyonya Mesya dan tuan Alvero adalah orang tuanya. Dengan lirih dan lembut Clarissa mengatakannya sehingga Kendrick yang mendengar itu merasa nyama.
"Mereka adalah orang tua kandungmu mas dan kedua bayi itu adalah anak kita." ucap Clarissa menjelaskan tak lupa senyumnya yang manis.
Kendrick yang masih asing dengan tuan Alvero dan nyonya Mesya hanya busa mengangguk. Serta matanya tak lepas dari Khalvan dan Kheisen. Seolah ia ingin melihat Khalvan dan Kheisen dari dekat. Clarissa pun mengambil Kheisen dari gendongan nyonya Mesya dan mendekatkan kepada Kendrick agar suaminya bisa melihat dengan jarak dekat. Sekalian Chera juga mendekat.
"Apa mereka benar-benar anakku?" tanya Kendrick kurang percaya.
"Iya mereka putramu, yang sedangku gendong ini namanya Kheisen dan kalau yang digendong Chera ini namanya Khalvan. Mereka kembar dan Khalvan yang lahir dulu." terang Clarissa meletakkan bayi itu disamping Kendrick.
__ADS_1
Kendrick menatap kedua anaknya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Hatinya merasakan kehangatan dan kenyamanan didekat Khalvan dan Kheisen. Bahkan saat dia melihat wajah keduanya hampir dengan wajahnya.
"Tampan, mereka sangat tampan!?" ucap Kendrick saat melihat kedua wajah putranya.
"Tentulah mereka tampan sepertimu" sahut tuan Alvero yang sedang duduk disofa bersama nyonya Mesya.
"Ohh ya kenalin ini Chera sepupuku" ucap Clarissa memperkenalkan Chera kepada Kendrick.
Kendrick langsung melirik ke arah Chera. Dan Chera pun tersenyum menunduk. Kendrick pun lantas mengangguk mengerti.
"Clarissa butik milikmu cepat sekali berkembangnya. Hebat loh, mama sempat melihat desain milikmu sangat cantik-cantik. Lain waktu boleh buatkan untuk mama, buat arisan sama teman-teman." ucap nyonya Mesya.
"Iya ma nanti Clarissa buatkan khusus buat mama. Memang mama minta model seperti apa?" tanya Clarissa.
"Mama pengen yang sederhana tapi kalau dilihat tetap elegan. Dan sesuai dengan mama. Warnanya yang cocok dan gak terlalu mencolok lah" jelas nyonya Mesya sambil membayangkan.
"Ohh kalau itu mudah ma, cepat buatnya. Nanti aku rancangin sesuai yang mama mau." jawab Clarissa sambil tersenyum.
Nyonya Mesya sudah tau tentang perkembangan usaha Clarissa yang sangat cepat. Ia juga tau kalau Clarissa baru membuka butiknya. Dan langsung diserbu dengan banyaknya costumer. Di negaranya sendiri Clarissa belum membuka cabang dan hanya meletakkan usaha utamanya dikota yang sama tempat keluarga suaminya berada. Clarissa tidak membangun keseluruhan tempat usahanya. Ia membeli jadi yang menurutnya bagus dan menambahkan bangunan serta membongkar sebagian untuk dipercantik lagi. Bahkan terbilang sangat luas dan bangunannya cukup elegan.
"Kamu seorang desainer?" tanya Kendrick.
"Iya, kenapa?" tanya Clarissa.
Kendrick sudah tau tentang kondisinya. Mengenai kakinya yang lumpuh dan tangannya. Clarissa juga menjelaskan secara perlahan kepada Kendrick tentang kejadian sebenarnya yang menimpa dia. Clarissa hanya sekedar menceritakan agar Kendrick tau tanpa meminta suaminya untuk mengingat. Karna Clarissa mengingat perkataan Farghan agar tidak memaksa Kendrick untuk mengingat memori sebelumnya.
Awalnya Kendrick begitu kaget dengan kondisinya. Tapi Clarissa berhasil membuat hatinya tenang dan nyaman. Sehingga Kendrick bisa menerima semua takdirnya dengan ikhlas. Clarissa juga selalu menyemangati dia untuk terus bangkit dan gak gampang putus asa. Itulah yang menjadi penyemangat buat Kendrick. Sehingga ia bisa tersenyum setiap saat dan tak memikirkan tentang kondisinya lagi.
Tok.......Tok.......
Ceklek.
"Assalamu'alaikum" salam Lavina yang baru datang bersama Michael.
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serentak.
Lavina pun menyalami kedua orang tuanya bergantian begitu pun dengan Michael. Lalu mereka mendekati ranjang Kendrick.
"Apa kabar kak?" sapa Lavina, walau pun dia tau kalau kakaknya pasti tidak akan menjawab sebab bingung.
__ADS_1
"Ini Lavina mas adik kandungmu dan yang disampingnya itu adalah suaminya sekaligus sahabat kamu namanya Michael. Bahkan dia pernah menjadi asistenmu" terang Clarissa melihat raut wajah suaminya yang bingung.
"Kabarku baik" balas Kendrick menjawab pertanyaan Lavina yang tadi.
"Syukurlah kalau kakak baikan. Aku ikut senang" ucap Lavina sembari meletakkan buah tangan yang tadi dia bawa ke atas meja. .
"Usia kandunganmu berapa bulan Lavi?" tanya Clarissa melihat perut Lavina yang mulai membuncit.
"Ini mau lima bulan kak" balas Lavina sambil mengusap perutnya.
"Sehat-sehat ya sayang diperut mama kamu." Clarissa ikut mengusap perut Lavina sambil tersenyum.
"Aamiin" ucap Lavina dan Michael bebarengan.
"Auwh sst!?" tiba-tiba Kendrick memegang kepalanya sambil meringis kesakitan. Terlintas dikepalanya memori yang secara mendadak muncul. Membuat kepalanya jadi sakit.
Clarissa yang melihat Kendrick meringis sembari memegang kepalanya langsung sigap mendekat dan menenangkan suaminya. Clarissa mengerti kalau Kendrick pasti mencoba mengumpulkan memorinya.
"Mas sudah ya gak perlu mengingat, mau aku panggilkan dokter?" Clarissa mengusap lembut kening Kendrick agar suaminya bisa tenang. Sudah dua kali ini Kendrick mengadu sakit kalau memori ingatannya tiba-tiba muncul. Dan yang bisa menenangkannya hanya Clarissa.
"Papa panggilkan dokter ya" ucap tuan Alvero hendak bangkit tapi dicegah oleh Kendrick.
"Tidak perlu" jawabnya, rasa sakit dikepalanya mulai mereda.
"Jangan memaksa untuk mengingat, aku gak mau kamu kesakitan seperti ini." ucap Clarissa masih setia ditempatnya.
"Aku tidak mengingat apapun, tapi suatu bayangan dikepalaku muncul begitu saja membuat kepalaku sakit" Kendrick mengadu apa adanya, lantaran memang dia tidak berusaha mengingat apapun tapi suatu bayangan memoru tiba-tiba muncuk begitu saja.
"Ya sudah kamu istirahat saja, gak perlu memikirkan apapun" ucap Clarissa mengecup sekilas kening Kendrick. Dan beberapa saat mata Kendrick mulai terpejam seiring Clarissa terus mengelus keningnya.
Saat Kendrick sudah terlelap, Clarissa berpindah baru melepaskan tangannya. Ia berpindah mendekati nyonya Mesya dan tuan Alvero. Clarissa juga mengambil alih Khalvan dari gendongan Chera untuk diberi asi. Sementara Kheisen terlelap tidur dipangkuan nyonya Mesya.
"Apa seperti itu setiap kak Kendrick mengingat sesuatu yang membuat kepalanya sakit?" tanya Lavina.
"Iya sebelumnya juga begitu, saat aku panggilkan dokter malah gak mau. Dia akan akan tenang kalau diusap seperti itu" jelas Clarissa apa adanya.
"Iya Kendrick kalau mama lihat malah lebih tenang jika dekat sama kamu. Seperti barusan, dia langsung terlelap hanya dengan kamu dekat dengannya." sahut nyonya Mesya melihat wajah teduh Clarissa yang mampu meluluhkan siapapun dengan sikap baiknya.
...•••••••••○○❁★💎★❁○○•••••••••...
__ADS_1
...Jangan lupa dukung author terus, tinggalkan jejaknya Like, Gift, Komen😉. Syukron 🙏...
...See you all by by 👋💖...