
.
.
.
"Tuan?". sapa Butet dan Tatan.
"tidak apa, kalian pergilah!". usir Putra dengan serius.
"baik Tuan". jawab kedua teman baik Crystal itu pergi.
Putra diam memikirkan perkataan Cepak yang mengatakan bahwa Crystal yang menjadi sosok Bunga Violet Alex adalah gadis yang menyelamatkan Alex saat di khianati oleh Keluarga Ola dan Sordi, jika bukan karna Bunga Violetnya itu mungkin Alex sudah tidak ada detik ini.
"apa dia dewi?". gumam Putra penasaran.
"dia menyembuhkan orang sekarat?". gumam Putra lagi.
"kenapa aku bisa seberuntung ini? aku memiliki Nona Muda yang bisa menyelamatkan nyawa orang lain sementara Tuan Alex bisa melenyapkan nyawa orang tanpa pandang bulu, mereka seperti sudah ditakdirkan sepasang". gumam Putra.
Putra menggeleng kepalanya lalu melihat komputernya, Ia mencari-cari keberadaan Crystal selama 2 hari ini tapi tidak menemukan apa-apa.
"terakhir aku melihat Crys di Rumah Sakit, dia menghilang tapi tidak kesini". gumam Putra memijit pelipisnya yang terasa pusing.
Putra benar-benar hutang nyawa dengan Alex yang pernah menyelamatkannya, Itu sebabnya Ia tanpa ragu mau menjadi tameng keselamatan bagi Alex namun tanpa diduga Ia kembali berhutang nyawa dengan Alex walau melalui Crystal.
"aku berjanji akan mengabdikan diriku beserta keturunanku pada keluarga kalian nanti". gumam Putra dengan penuh tekad memegang dada bidangnya yang masih berdetak normal.
Putra melakukan berbagai pemeriksaan dan hasilnya benar-benar membuat ilmuan dan jenius kedokteran terkemuka tercengang, jangankan mereka, Putra saja tidak menyangka dirinya sembuh total bahkan luka didalam hatinya yang membuatnya harus minum obat setiap hari juga hilang tanpa jejak, semua sembuh hanya karna Crystal tapi Putra merahasiakan semuanya.
Putra keluar dari Ruangan kerjanya mencari tau tentang Crys tapi tidak ada tanda-tanda Crys pulang, terakhir rekan kerja Crys mengatakan mereka bertemu saat Crys berlari keluar Hotel dan pergi naik taksi setelah itu tidak ada yang melihat Crys lagi, perkataan karyawan Putra itu tidak mengubah apapun sebab Crys berlari saat itu langsung ke Rumah Sakit tempat dirinya di inap dan bertemu dengan Cepak.
Putra tersentak saat ponselnya bergetar, "ada masalah apa ini?". gumam Putra was-was tapi tetap mengangkat panggilannya.
__ADS_1
"Putra..! Tuan Alex tertangkap". ucap Botak disebrang sana membuat Putra terbelalak.
"bagaimana bisa?". bentak Putra dengan nada cukup tinggi.
"kau lagi dimana?". tanya Botak.
Putra mengedarkan pandangannya, "tunggu sebentar, aku akan masuk ke Ruanganku". pinta Putra serius.
Putra berlari keluar dari Lift dan langsung masuk ke Ruangannya tak lupa Ia mengunci pintu.
"bagaimana? katakan semuanya". pinta Putra sambil berjalan ke arah Sofa Ruangan Kerja nya.
"bedeb*h gila itu menembakkan cairan pelumpuh gajah pada Tuan Alex, kami berusaha menyelamatkannya tapi Patung tertembak lalu Tuan Alex marah dan minta kami membawa Patung, Putra.. Bagaimana ini? Erlando gila itu belum ditemukan tapi tangan-tangan jahat Erlando benar-benar licik dan kejam, mereka melakukan cara curang supaya bisa menangkap Tuan Alex". cerita Botak.
Putra memukul meja nya lalu mengumpat geram, "andai saja saat itu aku memaksa tetap bersama Tuan, semua tidak akan terjadi kan? Tuan Alex terlalu mementingkan keselamatan kita".
"Tuan Alex adalah penyelamat dan pelindung kita, sekarang aku harus bagaimana? bagaimana nasib kami? mereka mengancam akan membunuh Tuan Alex jika kami menyerang". Botak terdengar terisak bertanya pada Putra.
"Siapa Crys??". tanya Botak yang belum tau kalau Crystal yang mereka kenal adalah Crys yang sudah berubah.
Putra menceritakan semuanya hingga Botak semakin stress saja disana, Ia tidak menyangka kalau gadis yang dilindungi Alex adalah Bunga Violetnya tapi mengapa Putra mengatakan bahwa wajah, tubuh, tinggi mereka berbeda? Putra tidak menjelaskannya secara detail yang jelas Putra hanya mengatakan bahwa Ia terpaksa memberi tau situasi mereka pada Crys.
"kacau lah ini". ucap Botak Frustasi.
mereka dalam masalah besar karna Alex berhasil ditangkap oleh bawahan Erlando, semua musuh-musuh Alex berkumpul menjadi satu dibawah persatuan Erlando tapi Pria Pengecut itu belum pernah menampakkan batang hidungnya ke Alex.
.
di tempat lain,
kabar Alex ditangkap membuat Indiro marah, Ia hendak menyusul keluar negri tapi saat berbalik Dewi Par tau berita itu langsung lemas, terpaksa Indiro memapah Istrinya masuk Mansion dan meletakkan Dewi Par di Sofa, semua yang ada di Mansion itu mulai berkumpul.
"apaaa?". pekik Endang
__ADS_1
"bagaimana ini Ma? aku tidak sanggup kehilangan Alex lagi, dari awal aku sudah takut ini akan terjadi tapi setiap kali dia mengatakan semua demi Crystal, aku tidak bisa berbuat apa-apa". Dewi Par menangis berkata seperti dirinya yang paling lemah dan tidak berdaya.
"kalian tetaplah disini..! aku akan menyusulnya Ke negara itu". pinta Indiro serius.
"selamatkan anak Kita, selamatkan anak Kita in". pinta Dewi Par berkaca-kaca memegang tangan Indiro.
Indiro pun berpamitan, Ia pergi membawa 2 pengawal sementara yang lainnya diminta menjaga Mansion dengan baik. Ibu Ita dan Belle menangis sambil berpelukan, mereka juga tidak menyangka Alex bisa tertangkap musuh sudah pasti kematian menyelimuti Alex saat ini.
Lina sedang tidak ada di Mansion, gadis itu menemani Sean yang sedang berlatih beladiri supaya menjadi anak yang tangguh bisa berkelahi untuk melindungi orang tersayang juga melindungi diri sendiri.
"tenangkan dirimu Dewi Par, jangan terlalu sedih". pinta Endang dengan lembut mengelus kepala Dewi Par.
"bagaimana aku tidak sedih Ma? Alex tertangkap, aku takut dia dalam bahaya, aku sudah memperingatinya untuk tidak masuk ke kandang harimau tapi dia bersikeras tetap melakukan penyerangan itu". isak tangis Dewi Par yang tidak bisa tenang.
mereka terlalu mengkhawatirkan Alex tiba-tiba benak mereka muncul mengenai Crystal, mereka berdua mendatangi Hotel tempat Crystal bekerja dengan dalih melihat Putra untuk masalah bisnis dan ternyata mereka berdua kembali dibuat stres saat Crys pun tidak datang selama 2 hari untuk bekerja.
"bagaimana ini? dimana Crystal? kenapa mereka berdua menghilang?". Dewi Par dibuat khawatir dengan ketidak hadiran Crystal.
"tenanglah Dewi Par..! apa kamu tidak ingat dia punya keluarga? dia pasti sedang bersama kedua orangtuanya sekarang". Endang berpikir positif.
Putra yang mendengarnya pun antara lega dan khawatir, "semoga saja itu benar Nyonya..! apa Nyonya sudah selesai? saya minta maaf yang sebesar-besarnya karna saya harus terbang ke Luar Negri". Putra berkali-kali menundukkan kepalanya.
Endang dan Dewi Par pun bangkit dan pergi, mereka berpesan untuk Putra berhati-hati juga jangan lupa mengabari salah satu dari mereka tentang keadaan Alex, mereka berdua memohon pada Putra yang hanya seorang bawahan Alex saja.
"saya akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan Tuan Alex, Nyonya". kata Putra dengan serius.
Endang dan Dewi Par pun pergi dari Hotel, mereka harus kembali ke Mansion untuk melindungi diri demi memenuhi janji mereka berdua sebelum Alex pergi, tapi karna terlalu khawatir dengan Crystal mereka memaksa untuk pergi ke tempat kerja Crystal yang ternyata hanya jejak saja mereka temukan bukan Crystalnya.
.
.
.
__ADS_1