Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
senjata untuk Tuannya


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi,


Alex merenung di depan kolam berenang, Ia menatap lurus kedalaman kolam itu.


"bagaimana caraku mengetahui isi hati seseorang? dimana aku mencari penghianat itu? kalau aku membunuh semua pelayan apa sebagian dari mereka ada yang jujur? aku bisa merasa bersalah". gumam Alex dengan sangat pelan sibuk berperang batin.


Alex mengedarkan pandangannya mendengar suara tawa Crystal.


"tidak mungkin, aku terlalu banyak melamun". gumam Alex menggeleng kepalanya.


Alex bangkit lalu pergi ke Markasnya ternyata ramuan yang Ia pesan untuk Viola sudah selesai, Alex menemui Viola di Panti Jompo dan tanpa berpikir Viola meminumnya.


"ramuan itu akan bekerja selama 24 jam, kau bisa menghitung besok adalah hari pertamamu mulai membalas dendam, aku beri waktu 6 bulan. jika kau gagal memberi nyawa kedua orangtuamu maka kematian lah yang akan merenggutmu". kata Alex dengan dingin.


Viola yang tidak bisa bersuara hanya menjawab dengan gerakan bibirnya, Ia bersumpah akan memberikan nyawa kedua orangtua pada Alex sebab Ia ingin hidup, lebih baik seperti ini dari pada hidup tidak berguna.


"aku akan berikan 2 jasad kedua orangtuaku pada mu Alex". gerakan bibir Viola dengan tatapan serius.


Alex tidak berbicara lagi, Ia langsung pergi meninggalkan Viola yang berkaca-kaca sebab Viola akan hidup lagi, bagi dirinya sendiri Viola sudah mati dengan tidak bisa bersuara, lumpuh, lemah jantung dan rahimnya rusak, tapi akhirnya Alex memberinya kesempatan itu. Viola tidak sabar akan bertemu kedua orangtuanya lalu membunuh mereka.


.


ke esokan harinya,


di Mansion Asiantama,


"Apaaa?? kenapa wanita iblis itu bisa menginjakkan kaki disini hah? ". bentak Dewi Par menggelegar.


Bella dan ibu Ita berlari ke Ruang Tamu, darah Bella terasa mendidih mendengar Viola kembali sembuh dan berani menginjakkan kaki di Mansion ini.

__ADS_1


"iya Nyonya, katanya sudah ada janji dengan Tuan Alex! ". jawab satpam.


"mana mungkin Alex membuat janji dengan penghianat itu? ". marah Dewi Par.


"Mommy? ". Alex tiba-tiba muncul dengan penampilan santainya.


Dewi Par berlari ke arah Alex, "apa maksudnya nak? kenapa kamu memberinya penawar itu hah? ".


"dia hanya senjata Mom, aku berjanji akan menghukum kedua manusia itu kan? aku akan membuat senjata menyerang tuannya". jawaban Alex membuat amarah Bella mereda.


Bella memang hanya anak pelayan tapi karna Viola lah Kakak nya meninggal dunia, namun saat Alex mengatakan Viola hanya senjata membuatnya berusaha berpikir positif.


"apa maksudmu nak? kamu mau membebaskan wanita ular itu? dia lari bagaimana? ". cecar Dewi Par tidak senang.


"Aku memberinya racun mematikan Mom, jika dia tidak membawa nyawa kedua orangtua nya maka dia akan mati, aku memberinya hidup selama 6 bulan". jawab Alex.


Dewi Par memijit pelipisnya sementara Alex sudah pergi menemui Viola didepan pagar sebab Ia tidak mau Viola masuk ke Mansionnya.


Bella benar-benar takjub rencana Alex membalas dendam pada Keluarga yang membunuh kakaknya, Ia tidak sabar menunggu waktu itu tiba sampai Bella melihat kedua jasad manusia iblis yang haus dendam itu hingga melibatkan kakaknya yang tidak bersalah.


"Bu..? aku tidak sabar Bu". bisik Bella dan Bu Ita tersenyum mengelus lengan putrinya.


"ada apa nak?". tanya Endang yang baru saja tiba.


"Alex Ma..? dia membuat si Penghianat sembuh dan menjadikan boneka nya supaya membunuh kedua orangtuanya sendiri, apa wanita penipu itu bisa melakukannya Ma? aku rasa dia tidak akan sanggup membunuh kedua orangtua nya sendiri". keluh Dewi Par.


"percayalah penilaian anakmu sendiri nak, jika Alex melakukan itu pasti sudah direncanakan olehnya, dia bukan orang bodoh". Endang terkekeh lalu pergi meninggalkan Dewi Par yang tercengang dengan Endang yang mendukung perbuatan Alex.


"terserah kalian saja". gerutu Dewi Par memilih pergi juga dari sana.


"benar-benar pilihan yang sulit nak, seorang anak yang mereka besarkan selama ini akan menjadi senjata untuk membunuh mereka sendiri, Tuan muda sangat bengis dan kejam". gumam Ibu Ita.


"tapi aku suka cara itu Bu..! menurutku balas dendam itu sangat memuaskan hatiku, wanita bernama Viola itu harus mengakhiri hidup kedua orangtuanya untuk dia hidup, penderitaan membunuh kedua orangtua yang selama ini membesarkannya adalah penyiksaan terbesar bagi seorang anak, Tuan Muda sangat hebat Bu". Bella tersenyum lebar memeluk Ibu Ita.


.

__ADS_1


Alex didepan gerbang memberikan sejumlah uang tunai pada Viola, Viola melihat isi tas itu menganggukkan kepalanya.


"apa yang harus aku lakukan supaya kau percaya kalau aku telah membunuh kedua orangtuaku? ". tanya Viola yang saat ini sudah sembuh total.


"buktikan jasadnya". jawab Alex.


"baiklah.! apa kalian ada jejak dimana mereka terakhir kali pergi? ". tanya Viola.


Alex menjawab tempat pelarian Ola dan Sordi di China beserta alamat tujuannya, tidak sulit bagi Alex menemukan mereka berdua tapi Ia tidak bunuh dengan cepat karna ingin Viola yang mengakhirinya.


"kau berjanji akan membebaskanku setelah itu kan? terlepas dari semua penderitaan itu? ". tanya Viola serius.


"asalkan kau tidak menggangguku lagi maka aku tidak akan menyinggungmu". jawab Alex dengan santai.


"aku akan pegang janjimu, aku menghianati kedua orangtua yang membesarkanku demimu karna aku percaya janjimu". ujar Viola dengan serius.


"hmm". Alex hanya balas dengan deheman.


Viola berbalik lalu menghentikan langkah kakinya saat teringat sesuatu, "apa kau memang sudah bertemu dengan gadis itu?". tanya Viola.


"sudah, berkat konspirasi kalian aku bertemu dengannya, menurutmu bagaimana aku bisa dalam keadaan baik-baik saja setelah apa yang terjadi malam itu?". Alex menjawab dengan dingin.


"dia sepertinya punya kekuatan ajaib, baiklah aku akan pergi jika pertarungan ini selesai, kau harus mengundangku diacara pernikahan kalian". pinta Viola.


"aku tidak berjanji". balas Alex tersenyum miring.


"ada apa? ". tanya Viola berbalik melihat Alex.


"dia gadis yang murni, kau fikir dia mau hidup diantara gelimangan darah dan dendam ku? asalkan dia baik-baik saja maka aku akan tetap hidup". jawab Alex lagi lalu berbalik memasuki Mansionnya.


Viola menatap kepergian Alex, "ternyata gadis seperti itu memang ada di dunia nyata, bagaimana bisa dia menyelamatkan nyawa seseorang". gumam Viola menggeleng pelan kepalanya lalu pergi dari gerbang Mansion Alex untuk melanjutkan petualangannya dengan modal uang yang Alex berikan untuknya.


alasan Viola percaya dengan Alex karna selama ini Alex tidak pernah kasar padanya tapi dirinya menghianati Alex yang terlalu menggila mencari gadis itu, jika Viola memang terlahir sebagai gadis bermata ungu alangkah bahagianya Viola tapi dia bukan gadis itu, demi hidup bebas maka nya Viola mau membunuh Alex, namun pada akhirnya Viola masih terikat pada Alex walau pandangan Alex tidak seperti dulu lagi pada Viola.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2