Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
berlawanan


__ADS_3

.


.


.


di Negara asing, Hutan.


Alex sedang berjuang melawan kaki-kaki tangan musuh terbesarnya yang masih bersembunyi, Kini Ia menemukan Ketua Geng Naga Hitam yang merupakan Kaki tangan musuh terbesarnya bukan tangan kanan melainkan Kaki kiri belum kaki kanannya.


"kau berhasil menemukanku Lex? hebat sekali kau". puji Pria dengan garis luka yang panjang antara pipi kiri dan kanannya tepat di tengah-tengah hidungnya.


"kau bekerja dengan Erlando juga?". tanya Alex dengan dingin.


"tidak, dia terlalu agung dan aku tidak pernah menemukannya". jawab Pria bernama Aiden itu dengan angkuh tidak mengakui hal itu tapi memuji sosok itu.


"terlalu agung? ciih". Alex mendecih mendengar pujian itu.


"terserahmu saja". Aiden mengabaikan Alex yang merendahkan sosok Erlando.


"terlalu agung apa harus bersikap pengecut padaku? hanya menyerangku dengan cara mengirim tikus-tikus kecil? itu bukan tindakan seorang Pria sejati". sinis Alex.


Aiden tertawa, "menghadapi monster pembunuh sepertimu tidak akan menggunakan cara lelaki tapi harus dengan cara licin". jawabnya dengan senang.


"kau akan kalah Alex jika kau tidak mengeluarkan gadis bermata Ungumu itu, Erlando yang sekarang sangat berbeda jauh dengan Erlando yang kau kenal dulu, dia sekarang penganut Raja Iblis". tawa Aiden menggelegar.


"Raja Iblis? apa maksudmu? kau pikir ini dunia kerajaan?". Alex meremehkan perkataan Aiden, Ia tidak mungkin percaya.


"Aura jahat yang sudah dibuang oleh Gadismu pada keluarga mu telah membuang Raja Iblis dalam diri dewi Keabadian kalian, sekarang Raja iblis itu ada dalam diri Erlando, kau harus memanfaatkan kekasihmu yang murni itu jika ingin melawannya". jawab Aiden dengan seringainya.


Alex terdiam, Ia memang tau kalau Dewi Keramat nya tidak lagi sekejam dan semengerikan dulu tapi tidak disangka selama ini ada Iblis dalam diri Dewi Keramat mereka, walau tidak menyakiti mereka tapi keluarga Alex selalu memberi tumbal kepada Dewi mereka itu.


"kau baru menyadarinya?". tanya Aiden dengan senyuman tipisnya.


"untuk itu kau tidak akan selamat jika kau tidak mengeluarkan gadis murnimu itu". sambung Aiden.


Aiden menoleh ke Orang-orangnya seperti memberi aba-aba, seketika penyerangan besar-besaran terjadi, Alex yang sempat lengah hampir saja terkecoh tapi Ia bisa mengendalikan perkelahian sengit anggotanya dengan Mafia musuh.


"Tuan?". sapa Botak panik memegang bahu Alex.


"aku tidak apa". jawab Alex.

__ADS_1


Botak yang sudah memastikan Alex baik-baik saja pun menyerang musuh-musuhnya, Cepak, Patung dan yang lainnya menembak tanpa ampun, penyerangan besar-besaran itu tidak memakan korban sebab mereka semua sama-sama kuat tapi terluka parah antara keduanya, Anggota Alex yang sudah berlatih dengan kekuatan diakhir pun berhasil menghabisi musuhnya dengan sisa kekuatan mereka walau harus ada yang pingsan, terluka parah.


"sial*n...! kau pura-pura lemah ya?". geram Aiden melihat anggotanya kalah dan tew*s.


Alex melemparkan pisau kecil ke arah Aiden yang dengan cepat mengelak, Alex tidak memberi celah untuk Aiden malah menggunakan kelengahan Aiden mengeluarkan pistol dengan tangan kirinya menembak jantung Aiden sampai terjatuh.


Aiden merintih, Ia mengumpati kebodohannya terlalu meremehkan Alex sampai kematian, Aiden benar-benar tiada dengan mata melebar melihat Alex sekali lagi menemb*k kepala nya dengan jarak begitu dekat, musuh tidak ada ampun bagi Alex.


"bumi hanguskan markas mereka!". titah Alex.


"baik Tuan". sahut mereka segera melemparkan bom andalan mereka bertubi-tubi hingga ledakan dahsyat terjadi.


Alex melangkah mundur dan membuang muka melihat ledakan itu, padahal markas Aiden sangat jauh tapi mereka bisa merasakan hawa panasnya.


"Tuan?". bawahan Alex mendekati Alex itu melindungi Alex.


"tidak apa..! kita obati luka kalian semua". titah Alex.


mereka semua mengangguk setuju dan segera pergi kembali ke tenda buatan yang telah mereka susun dan siapkan untuk pengobatan, Alex benar-benar sangar dan kejam serta penuh siasat dalam menghabisi musuh.


"mana tim pengobatan?". tanya Alex.


"kami disini Tuan". sahut Cupu membawa tim medis khusus mereka berjumlah 10 orang.


"baik Tuan". jawab mereka semua.


lengan kanan Alex terluka terkena luka tembak dan sayatan pisau tapi Ia malah mengutamakan bawahannya terlebih dahulu.


"Tuan? apa tidak mau diobati?". tanya Cupu melihat tangan Alex.


Alex melirik situasi, "apa semua sudah diobati?". tanya Alex.


"masih belum semuanya Tuan". jawab Cupu.


"kau sudah tau maksudku kan?". tanya Alex serius.


Cupu menghela nafas, Ia pun mengobati rekannya yang lain dari pada terkena amarah Alex, walau Alex kejam tapi Alex sangat menghargai nyawa rekan-rekannya melebihi nyawanya sendiri, itu alasan utama para bawahan Alex begitu setia dengan Alex.


Alex terdiam menatap langit malam, "kenapa aku harus menunjukkan Bunga Violetku? aku tidak akan membahayakannya sekalipun aku meregang nyawa". gumam Alex yang mengingat perkataan Aiden.


"mati? aku tidak takut melawan iblis itu". gumam Alex lagi memejamkan matanya.

__ADS_1


Alex teringat Crystal yang tertawa riang saat memegang tangannya, Crystal yang melompat-lompat ceria memandangnya dengan bola mata Violet nya itu.


apapun yang akan terjadi Alex tidak akan memanfaatkan Crystal untuk dirinya sendiri, Crystal sudah banyak menolongnya dan Alex yang kejam untuk pertama kalinya tidak mampu memanfaatkan seseorang, terlebih lagi membahayakan nyawa sosok gadis Violetnya itu.


"aku akan kembali dalam keadaan baik-baik saja Crys, aku tidak akan membawamu dalam perang besarku ini". gumam Alex sambil tersenyum.


"Tuan?". Botak mendatangi Alex.


Alex membuka matanya, "ada apa?".


"apa anda mau mendengar berita tentang Gadis itu Tuan?". tanya Botak hati-hati membuat Alex menoleh padanya.


"apa dia baik-baik saja?". tanya Alex.


"awalnya baik-baik saja Tuan tapi karna model bersama Feny itu? tapi beruntung Putra melakukan tugasnya dengan baik Tuan". jelas Botak.


"kenapa kebanyakan tapi nya?". tanya Alex dengan dengusan padahal Tapi yang dikatakan Botak hanya 2 kali saja.


Botak nyengir, "karna saya gugup Tuan".


"biarkan Putra mengatasinya, aku percaya dia akan melindunginya". jawab Alex.


"luka anda terlalu besar Tuan, apa anda tidak mau diobati? semua tim kita sudah istirahat". tanya Botak.


"baguslah..! ya sudah obati lukaku". titah Alex.


semua anggota Alex bisa mengobati luka sendiri dan mengobati orang lain tapi ada tim medis khusus yang membuat segala ramuan, racun, penangkal, penawar dan hal lainnya berjumlah 10 orang dan kemampuan mereka lebih hebat dari anggota nya Alex yang pandai bermain pedang dan senjata api.


"setelah ini apa kita melanjutkan perburuan lagi Tuan?". tanya Botak dengan hati-hati.


"kita istirahat selama 1 bulan untuk pemulihan, setelah itu kita kembali mencari kaki-kaki tangan Erlando yang bersembunyi". jawab Alex.


"baik Tuan". balas Botak.


Botak mencongkel peluru yang bersarang di lengan Alex, Botak meringis tapi Alex terlihat biasa saja seolah luka itu tidak ada artinya baginya entah Ia menahan rasa sakit atau tidak, Botak pun tidak tau.


"sudah Tuan". Botak menyimpan semua pengobatan yang telah Ia pinjam dari tim medis.


Alex melirik tangannya yang sudah diperban lalu mengucapkan terimakasih dan pergi, Botak senyam-senyum mendengar ucapan terimakasih Alex dengan wajah dingin itu sungguh lucu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2