Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
kenal


__ADS_3

.


.


.


"Crystal?". Alex mengenali Crystal.


"Alex? kamu mengenalku?". tanya Crystal tersenyum lebar.


Alex mendekati Crystal dan berjongkok membantu Crystal berdiri, Crystal memegang tangan Alex dan melompat-lompat senang.


"aku senang kamu mengenaliku Alex". senyum lebar Crystal menatap berbinar ke Alex seperti mainan yang berharga.


Alex menyibakkan rambut Crystal dan terlihat wajah kucing menggemaskan (Belang) tengah memperlihatkan taring nya ke Alex seperti biasa hewan berbulu itu tidak menyukai Alex.


"kamu benar-benar Crystal?". Alex tak menyangka gadis ini memang Crystal.


"kemana saja kamu Crystal?". tanya Alex memegang rambut Crystal yang coklat tapi penglihatan Alex berubah-ubah warna perak dan coklat tua.


"aku hidup di dunia manusia sekarang, aku bahagia Alex dan ini pertama kali aku dapat gaji". Crystal memamerkan sebuah Amplop nya yang merupakan gaji pertamanya sebagai OG di Hotel.


Alex melihat isinya memang uang tunai, 1 bulan yang lalu Alex mendapat notif ada yang memakai Blackcardnya dan setau Alex dirinya hanya memberi Blackcard nya pada 1 perempuan yaitu Crystal saja.


"Crystal? kenapa bekerja? aku tidak suka melihatmu bekerja, bukankah aku sudah memberimu uang?". Alex memegang tangan Crystal yang lembut seperti tidak pernah bekerja sama sekali.


"aku suka bekerja..! hihi.. aku mau makan tapi tidak mau masuk ke Rumahmu, aku hanya suka kamu yang mengenaliku, Mommy tidak kenal aku Alex". rengek Crystal.


Alex tersenyum ternyata Crystal masih sama polosnya dengan dulu hanya saja Crystal terlihat tidak sebodoh yang dulu lagi.


"tapi Mommyku sangat merindukanmu Bunga Violetku". jawab Alex.


Crystal menggeleng kepalanya, "aku masih mau bekerja". jawab Crystal pun hendak pergi namun lengannya ditahan oleh Alex.


"kita makan diluar ya?". ajak Alex dan Crystal menyeringai lebar.


.


Alex membawa Crystal ke Restaurant mewah, Ia merasakan Crystal yang sekarang berbeda dengan Crystal yang sebelumnya, biasanya Crystal suka menggunakan kekuatannya tapi sekarang Crystal seperti manusia normal hingga Alex penasaran kemana kekuatan Crystal.


saat keluar dari mobil Alex menutupi wajah Crystal dengan topi yang ada dari mobilnya berwarna hitam, sementara Alex juga memakai topi warna yang sama.


di dalam Ruangan VVIP yang sudah Alex pesan beberapa menit yang lalu,


"kenapa Crystal terlihat normal? apa dia tidak punya kekuatan lagi?". batin Alex penasaran.


"aku menyimpannya". jawab Crystal seperti biasa mendengar pemikiran Alex.

__ADS_1


Alex tertegun lalu mengulum senyumnya, ia semakin yakin kalau gadis yang tadinya terlihat seperti bukan Crystal ternyata memang Crystal yang bisa mendengar isi pikiran orang.


"bagaimana wajahmu bisa berubah Crystal? aku merasa wujudmu berubah-ubah". tanya Alex mengucek matanya dengan bingung.


"Ibunda menutup aura wajahku, aku terlihat lebih kecil sekarang". jawab Crystal memperlihatkan jemari tangannya yang mungil tidak panjang seperti biasanya.


"apa kamu bisa merubah bentukmu lagi?". tanya Alex.


"tidak, kata Ibunda kalau adek sudah lahir, Ibunda akan mengajariku mengendalikan ilmu penutup aura wajah ini". jawab Crystal.


Alex mengangguk lalu melirik hewan berbulu yang enggan lepas dari leher Crystal, menunggu pesanan tiba Alex bertanya pekerjaan Crystal yang ternyata ada di Hotel miliknya DeLLun.


"itu hotelmu?". tanya Cystal kaget dan kini Ia sudah tidak ketinggalan zaman lagi.


"iya, aku tidak terlalu mengurusnya karna lebih ke Perusahaan". jawab Alex menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"lalu siapa itu Tuan Putra? aku pikir dia pemiliknya, semua orang mengatakan begitu". tanya Crystal keheranan.


"oh.. Putra itu bagian dari pekerjaku, dia anggotaku di Markasku tapi dia lebih menyibukkan diri di Hotel supaya tidak ada yang tau kalau kami terikat". jawab Alex.


Crystal menganga mendengar cerita Alex, ternyata Alex juga banyak mata-mata di Kota ini tapi hanya mengawasi orang yang menginap di hotel saja.


tok.. tok..


"makanan sudah datang". bisik Alex dan Crystal menganggukkan kepalanya.


"kenapa?". tanya Crystal tersenyum lebar ke Alex.


"kamu ikut semua pelatihan bahasa Asing di hotel itu?". tanya Alex kagum.


Crystal mengangguk dengan senyuman, "aku ingin hidup normal seperti kalian". jawab Crystal bahagia.


Alex berpindah tempat dan duduk disamping Crystal, Alex menatap lama wajah imut Crystal lama-kelamaan wajah Crystal terlihat jelas oleh Alex tidak berubah-ubah seperti sebelumnya.


"aku bisa melihat wajah aslimu dengan nyata". ujar Alex pelan.


Crystal mengerutkan keningnya lalu mengambil kaca dari saku tasnya dan wajahnya bukan wajah aslinya melainkan wajah samarannya.


"kamu bohong, ini wajah buatan Ibundaku". jawab Crystal dengan rengutan khasnya.


"tapi kenapa aku bisa mengenalimu?". tanya Alex penasaran.


Crystal malah memilih makan mengabaikan pertanyaan Alex, Ia makan dengan sendok dan pisau seperti seorang putri raja yang sudah bisa makan dengan sedikit anggun dan berkelas tapi masih perlu diajari lagi supaya gerakan Crystal lebih halus.


Alex tersenyum melihat perubahan Crystal yang sudah seperti manusia normal.


"belang? turunlah..! kenapa masih betah di leherku?". tanya Crystal melirik peliharaannya malah melototkan matanya ke arah Alex.

__ADS_1


Alex menatap dingin saja hewan berbulu itu, Crystal terkekeh mendengar ocehan hewannya yang sangat tidak suka pada Alex.


.


.


"mau apa?". tanya Alex menahan tangan Crystal yang tengah mencoba membayar uang makannya.


"hmm?". Crystal memiringkan pandangannya menatap Alex.


"aku yang bayar". jawab Alex yang tidak mau dibayarin makan oleh Crystal yang gajinya itu bisa habis.


bayaran makan di hotel itu sangat mahal, sepertinya Crystal tidak mau menggunakan Blackcard milik Alex lagi, Crystal malah merogoh uang dari dalam amplop gaji pertamanya itu.


"terimakasih Alex". ucap Crystal tersenyum lebar dan Alex mengelus kepala Crystal sehingga dilihat oleh para pelayan yang ada disekitarnya.


mereka menebak gadis mungil yang menggemaskan itu adalah kekasih baru Alex tanpa mereka ketahui gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang dibawa Alex sebelumnya berambut perak dan mata Violet.


Alex merangkul bahu Crystal yang dilihat kecil oleh orang lain padahal hanya Alex yang melihat Crystal adalah gadis yang tinggi, setibanya di Luar Restaurant.


"Hujan?". Crystal menatap langit dengan pandangan polosnya.


"iya hujan". jawab Alex.


"aku pulang ya?". lambai tangan Crystal hendak pergi ditengah hujan lebat tapi Alex menahan tangan Crystal hingga gadis itu berbalik menatap mata Perak Alex.


"mau pulang kemana saat hujan begini hmm?". tanya Alex.


"aku senang mandi hujan". jawab Crystal dengan senyum cerahnya.


"manusia disini tidak terlalu suka mandi hujan karna bisa menyebabkan demam atau sakit". jelas Alex.


"iya aku tau, tapi mereka bilang kalau daya tahan tubuhku sangat kuat". jawab Crystal dengan senyuman.


Alex tidak mau melepaskan Crystal, Ia menarik tangan Crystal berjalan memasuki mobilnya dan mengantarnya ke Hotel tempat Crystal bekerja.


"padahal sangat dekat, terimakasih Alex". ucap Crystal pun hendak pergi tapi tidak bisa hingga Alex mendekat membuka seatbelt Crystal.


"tadi bisa masang sendiri kenapa tidak bisa melepasnya hmm?". gemas Alex.


Crystal nyengir, "terimakasih". ucapnya pelan lalu keluar dari mobil Alex dan berlari memasuki Hotel tempatnya bekerja.


Alex merasa Crystal adalah gadis yang sangat berbeda, dan itu sangat Alex sukai karna menurutnya gadis yang berbeda sangat sulit ditemukan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2