Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
trik kecil


__ADS_3

.


.


.


Crystal tiba di Kamar kos-annya.


"huaah!! aku kenyang". senyum lebar Crystal.


brakh..


pintu dibuka dengan kasar menampilkan seorang wanita cantik yang seksi menatap sinis Crystal seperti tidak senang.


Crystal terkejut menoleh ke arah pintu, "Riry?".


"kau ini punya Daddy sugar ya?". tanya Riry dengan mata melotot seolah mengintimidasi Crystal.


Crystal menggeleng kepalanya, "tidak..! aku tidak punya Daddy sugar apalagi jadi Baby Sugar". jawab Crystal yang sudah tau arti perkataan itu.


Crystal hanya tau kalau Daddy Sugar ataupun Baby Sugar hidupnya di biayai oleh orang kaya sementara Crystal tidak pernah lagi menggunakan kekayaan Alex (Blackcard).


"alaaaahh..! nggak usah bohong deh..! tadi Butet sama Tatan melihatmu diantar sama Mobil mewah". ketus Riry tak senang.


"oh.. itu temanku". jawab Crystal dengan polos.


"teman..? cihhh.. memangnya dari mana kalian ha? kenapa dia sampai mengantarmu kesini? kau mau aku laporkan ke manager ya? mentang-mentang libur bukan berarti kau boleh bekerja lain". decih Riry.


Crystal menatap kesal Riry, Ia mendengar ocehan pikiran Riry yang iri dengannya juga sangat penasaran sosok yang sudah mengantar Crystal tadi.


"dia orang yang baik.. mau apa? dia membayarku makan, memangnya kenapa kalau aku makan dengan teman? kau saja sering keluar dengan banyak lelaki yang berkumis dan gendut". Crystal berkacak pinggang menatap sengit Riry.


Riry melototkan matanya, "sudah aku bilang dia itu Om ku dan pamanku". bohong Riry begitu meyakinkan padahal matanya tidak bisa menatap mata Crystal.


Crystal mendengus, "aku dengar teman-teman kita bilang kalau kamu bekerja menjadi jal*ng..! kata mereka pekerjaanmu itu lebih kotor dari pada pekerjaan ini sebagai tukang bersih-bersih".


"dasar Kau..? ". Riry hendak menampar Crystal tapi dicekal tangannya oleh Crystal.


"aku memang polos dan sedikit bodoh tapi aku tidak pernah membiarkan siapapun melukaiku, aku tidak suka". Crystal mendorong Riry dengan kuat hingga terjatuh.


Riry memekik geram, Ia sebenarnya iri dengan Crystal tapi nyatanya gadis itu selalu bisa melawannya padahal Riry jauh lebih cantik dan seksi dari pada Crystal yang kecil seperti anak baru masuk SMA saja.

__ADS_1


di Hotel itu hanya Crystal yang berani melawannya, selama ini Riry sudah besar kepala bahkan Ia pernah bertemu dengan Putra (pemilik Hotel) membuat cerita yang mengada-ngada tentang hubungan mereka, tapi hanya Crystal yang tidak mempercayai ceritanya itu tanpa Riry ketahui kalau Crystal bisa membaca pemikirannya.


.


Crystal berjalan lurus sambil menekuk alisnya, "kenapa dia penasaran dengan temanku? apa dia juga mau membawa temanku kemana-mana? tidak akan aku biarkan dia memeras temanku". oceh Crystal.


"Crys?". panggil Tatan di ikuti oleh Butet.


"kalian? kalian bilang apa sama Riry? kenapa dia bertingkah seperti ular yang ekornya keinjak begitu?". tanya Crystal dengan mata melotot ke Tatan dan Butet.


"hah? kami tidak bicara apa-apa ke Riry Crys, aku rasa dia menguping pembicaraan kami". sahut Tatan.


mereka tak heran lagi dengan perumpamaan Crystal itu yang selalu membandingkan sesuatu dengan hewan.


"menguping? kalian bicara sama siapa lagi?". tanya Crystal dengan kesal.


"hei.. imut.. kenapa marah-marah terus hmm? nanti wajahmu ini menjadi tua". Butet mencubit kedua pipi Crystal dengan gemas.


"kalian cepat bicara.! aku tidak menjadi Baby Sugar siapapun, kenapa dia kesal sekali saat tau temanku mengantarku pulang? aku tidak seperti dia lenggak-lenggok masuk kamar hotel sama Bapak-Bapak gendut, buncit dan berkumis jelek". cerocos Crystal.


"berarti temanmu tampan Crys?". tanya Butet berbinar.


"iya tampan". jawab Crystal mengangguk karna Ia sudah tau penilai penampilan orang lain.


Crystal pun pergi lalu Butet dan Tatan berlari mengejar Crystal, "apa lagi?". tanya Crystal.


"siapa temanmu itu? namanya siapa?". tanya Butet.


"iya Crys..! mobilnya mirip punya Tuan Alex, apa ada orang yang punya mobil yang sama dengan Tuan Alex?". cecar Tatan.


Crystal diam menatap datar keduanya, "kalau aku bilang itu Alex pasti mereka semakin ribut". batin Crystal dengan datar.


"hmm..? aku sudah berjanji tidak akan memberitau tentang dia". Crystal melewati kedua perempuan yang suka bergosip itu.


"eehh?". Butet dan Tatan menarik lengan Crystal hingga kembali berhadapan dengan mereka berdua.


"apaan?". tanya Crystal.


"apa dia kaya raya?". tanya Butet.


"apa mobil itu KW?". sahut Tatan juga.

__ADS_1


Crystal yang tidak mau memperpanjang masalah pun menjawab temannya pria membawa perempuan lain (punya pacar), mereka terlihat kecewa tapi tersadar saat menyadari mobil mewah itu bawa perempuan dan memang mobil Alex maka perempuan itu kekasih Alex.


"tidak mungkin...! Tuan Alex sudah punya kekasih, katanya hantu berambut perak itu". sungut Butet.


"hantu berambut perak itu kemana ya? kenapa tidak muncul lagi?". tanya Tatan heran.


Crystal mendengar celotehan mereka pura-pura tidak mendengar, Ia sudah terbiasa dengan kekuatannya yang bisa mendengar ocehan pikiran orang lain.


"kenapa mereka terlalu penasaran akan sesuatu? apa mereka tidak bisa bekerja hah? aku benar-benar tidak menyangka mereka lebih suka bergosip dari pada bekerja padahal bergosip tidak mendapatkan uang hanya membuat telinga panas". gerutu Crystal.


saat Crystal sibuk mengoceh Ia tidak sadar ada Pria lain yang berjalan ke arah yang sama dengannya, dan mereka bertabrakan disimpang 3,


"aahhh?". Crystal memejamkan matanya yang sudah pasrah karna tidak mau menggunakan kekuatannya.


"aduuhh". Crystal mengelus bok*ngnya yang terasa sakit.


"dasar perempuan sangat merepotkan..! dia pikir aku termakan dengan Trik murahannya ini?". batin Pria itu dengan tatapan meremehkan ke Crystal.


Crystal diam, "dasar Pria GR, ini sudah Pria yang ke-11 terlalu percaya diri padahal Alex lebih tampan dari mereka, ciih.. tidak ada Pria yang lebih baik dari Alex". batin Crystal yang lebih menyukai Alex dari pada lelaki lainnya.


"bangunlah sendiri...!". ucap Pria itu dengan nada sarkas.


Crystal berdiri lalu langsung berlari dan menabrak pria itu hingga terjatuh,


"woooiiii". teriak Pria itu menggema.


Crystal terus berlari, "rasakan itu..! siapa suruh sok-sok ganteng, kata perempuan yang tidak suka Pria playboy".


"si*l...! apa gadis kecil itu sengaja menarik perhatianku? lihat saja akan aku beri pelajaran dia terus ku campakkan". geram Pria itu penuh dendam.


sungguh Pria itu memang sangat sombong, Ia tidak pernah di tolak perempuan bahkan para perempuan lah yang menawarkan diri padanya dengan trik-trik murahan, dan menurutnya Crystal salah satunya tanpa Pria itu sadari bahwa Crystal memang tidak sengaja.


"Rohannn?". teriak sang Asisten berlari ke arah atasannya dan membantu Rohan berdiri.


Pria yang dipanggil Rohan itu berdecih kasar, "cepat lihat CCTV dan minta orang-orang kita membawa gadis itu, aku mau tanya apa maunya kalau memang mau jadi pacarku ya sudah akan aku terima, tidak usah bertindak sok jual mahal padaku sampai mendorongku". titah Rohan.


"oke". jawab Dian (asisten Rohan).


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2