Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
gegara kalung


__ADS_3

.


.


.


"kucing Caracal itu kucing termahal dan memeliharanya tidak mudah". jawab Alex.


"belang bawalah makananmu masuk kandang". pinta Crystal.



Crystal berdiri tegak dan melihat mereka semua satu persatu, Ia terlalu bahagia melihat banyak manusia didekatnya sehingga Crystal belum menyadari banyak hadiah yang diberikan untuknya.


"Crystal, bisakah kamu tidak membuat kekacauan hmm? kenapa kamu membuat warga ketakutan? ". tanya Alex serius.


"mereka terlalu penakut, ahaa". senyum lebar Cystal malah berpikir usil.


"sepertinya aku harus membawamu bermain". Crystal terbang ke arah Alex dan memegang pergelangan tangan Alex.


"bawa aku kemana? ". tanya Alex curiga.


Crystal tersenyum lebar lalu berlari membawa Alex, lari Crystal seperti angin hingga Endang terduduk menimpa Indiro.


"aduuh.. sakit ma". protes Indiro.


"aduh, Mama juga tidak mau jatuh". gerutu Endang berpindah tempat dari atas pangkuan Indiro.


Dewi Par terkesima, gadis yang mereka cari punya kekuatan super hingga beberapa menit kemudian Alex dan Crystal tiba di hadapan mereka namun Alex terkulai lemas seperti tidak bertulang.


"apa-apaan itu? kenapa kamu membawa kakiku ini berlari sekencang itu? ". tanya Alex terengah-engah mengelus keringatnya.


"aah.. tidak asik, manusia kamu terlalu lemah". Crystal dengan entengnya mengejek Alex lemah.


Alex melebarkan matanya namun Ia menatap tajam Indiro yang tertawa keras seketika, rasa takutnya Indiro tadi langsung hilang dibawa angin saat mendengar Crystal mengejek Alex lemah.


Alex mendengus, Ia juga tidak bisa marah, untuk pertama kalinya Ia merasa harga dirinya jatuh sejatuh-jatuhnya di hadapan perempuan dan Crystal adalah satu-satunya gadis yang mengejeknya lemah.


"ka.. kamu mau pakai baju ganti sa.. sayang? ka..kami banyak bawa baju untukmu". tanya Dewi Par dengan tergagap.


"baju? tapi ibunda ku sudah membuatkanku banyak baju". jawab Crystal.


"tapi". Dewi Par melihat barang-barang yang sudah mereka bawa dari kota.


Crystal menghela nafas lalu berjalan ke arah barang-barang itu, Ia mengambil satu paperbag dan mengeluarkan isinya ada sebuah gaun dan Crystal menggeleng kepalanya menjatuhkan gaun itu.


"aku tidak suka pakaian itu". tolak Crystal.


Dewi Par tidak tersinggung lalu mengeluarkan baju yang Ia pesan dari penjahit khusus untuk Crystal yang memang setinggi Bella.

__ADS_1


Crystal melihat baju yang dijahit itu lalu mengangguk, "aku mau ini, tapi yang seperti itu aku tidak mau".


"baiklah". jawab Dewi Par memisah-misahkan gaun pilihannya dengan baju yang dijahit.


"ehh? ". Crystal kaget saat Endang sudah ada didekatnya mengulurkan lagi kalung giok itu lagi.


Crystal melangkah mundur, "aku tidak mau". geleng-geleng kepala Crystal seolah tau Endang ingin memberinya kalung itu.


"boleh Oma bertemu dengan Ibunda mu Sayang? bagaimana dia bisa punya kalung ini juga? ". tanya Oma Endang.


Crystal tampak berpikir, "iya juga, kenapa kalian punya kalung yang sama dengan ibundaku?".


"kami punya dewi mistis sayang, dia juga punya kekuatan dahsyat sepertimu". jawab Endang.


"dewi mistis?". beo Crystal


"apa disini juga percaya dengan dewa dan dewi?". tanya Crystal lagi.


"boleh pegang lagi sayang, dan temui kami dengan Ibundamu". tanya Endang mendekati Crystal lagi.


"aku tidak suka benda itu, jika Oma manusia memaksaku aku akan membuang benda menyebalkan itu". ancam Crystal dengan mata besarnya itu yang terlihat tidak suka.


"Oma jangan memaksanya, dia tidak pernah main-main dengan perkataannya". Alex yang sudah jauh lebih tenang pun duduk bersila.


"itu pakaian untukmu sayang". Dewi Par tiba-tiba menyelah.


Crystal menoleh dan menganggukkan kepalanya,


"memangnya dari mana dewi mistis kalian memiliki kalung ini? apa dia masih hidup? ". tanya Crystal melangkah mundur sebab Ia tidak suka kalung yang ditunjukkan Endang padanya.


"dewi mistis kami menghilang Sayang, tapi dengan ritual pemandian darah maka dia akan muncul". jawab Dewi Par.


"sudah jelas dewi yang kalian percayai itu berasal dari dunia yang sama dengan ibundaku". jawab Crystal.


"ya Tuhan, aku harus pergi,, Ibundaku memanggilku". Crystal seketika menghilang membawa hewan lucu dan baju untuknya.


"Sa.. sayang? Crystal? ". Dewi Par memegang bayangan Crystal menghilang tadi.


"sudah aku bilang Mom, dia tidak akan mau membawa kalian bertemu dengan kedua orangtuanya". ujar Alex.


"setidaknya bawa kalung ini dan tunjukkan pada Ibundanya". gumam Endang dengan lemas.


"kita pulang! ". ajak Alex.


"kata siapa? ". tanya Dewi Par, Endang dan Indiro.


Alex melihat mereka satu persatu, "lalu kalian mau apa? dia punya keluarga dan kalian tidak akan tau tempat tinggalnya". tanya Alex dengan santai.


"seharusnya kamu memikirkan cara supaya kita bisa membawa gadis itu pulang". omel Indiro.

__ADS_1


"pokoknya Oma harus tau jawabannya". jawab Endang menatap kalung gioknya.


"kita menginap disini saja, ayo kita kembali ambil tenda suamiku!". Dewi Par beranjak pergi.


Alex memijit pelipisnya, Ia menyukai Crystal tapi membawa gadis yang tidak punya sopan santun dan pengacau seperti Crystal hanya membuat kacau Mansionnya saja.


mereka benar-benar menginap di hutan itu, walau menyeramkan, dingin tapi tidak membuat mereka takut dan memilih pulang justru kebalikannya ingin bertahan.


.


ke esokan harinya,


semua keluarga sibuk memanggang ubi, demi Crystal mereka hidup seperti itu di hutan padahal mereka tidak ada niat untuk menginap.


Crystal datang membawa seorang wanita cantik, matanya merah delima dan wajahnya tidak berbeda jauh dengan Crystal.


"aaahhh". Alex kaget saat berbalik ada Crystal dan seorang wanita cantik nan asing.


"itu Ibunda..! itu Oma Manusia yang punya kalung seperti ibunda". tunjuk Crystal tak memperdulikan Alex.


Jessica dan Crystal berpegangan tangan terbang ke arah Oma Endang yang gemetaran melihat Jessica, mata Jessica sama dengan sosok dewi mistis dari kepercayaan nya.


"dimana kalungnya? ". tanya Jessica dengan datar.


"tunggu, benda itu sangat berharga bagi kami Nyonya, jadi tidak bisa dibawa kemana-mana". Endang dengan cepat berlari memasuki tendanya.


Jessica melihat Dewi Par dan Indiro yang menatap nya, mereka terlihat tidak berkedip melihat Ibunda dari Crystal, pantas saja paras Crystal terlihat tidak nyata ternyata menurun dari Ibundanya.


"ini Nyonya". Endang datang dengan nafas terengah-engah sebab Ia juga sudah tua namun berlari seperti anak muda saja saking semangatnya mengambil benda keramatnya itu.


"dimana munculnya dewi mistis kalian itu? ". tanya Jessica mengambil kalung itu seperti barang biasa.


Endang melihat benda itu juga berkilau tapi warna nya bukan hijau melainkan merah delima seperti mata Jessica tapi jika Crystal yang pegang warna nya akan hijau.


"di Mansion kami Nyonya". jawab Endang.


Jessica melihat kalung itu dan ternyata memang asli, saat ia mendengar cerita Crystal sungguh Ia benar-benar tidak percaya hingga meminta Crystal membawanya bertemu dengan orang yang memegang kalung yang berasal dari dunianya itu.


"bagaimana Ibunda? kalung ini juga sama menyebalkannya seperti kalung IBunda". kesal Crystal.


"apa kalung ini juga memancarkan cahaya hijau saat kamu sentuh sayang? ". tanya Jessica ke Crystal.


"iya Nyonya". jawab Endang, Dewi Par dan Indiro.


"apa ini? siapa orang yang memegang kalung kerajaan Alen? ". batin Jessica menatap kalung itu dengan seksama.


Alex tidak menyangka akan bertemu dengan Ibundanya Crystal yang mirip dengan Crystal beda nya matanya merah delima dan warna rambutnya juga berbeda dengan Crystal, namun paras mereka sama-sama tidak nyata.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2