Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
bukan hantu


__ADS_3

.


.


.


"aku juga kuat". bela Sean yang tak terima disebut manusia lemah.


"terus kenapa kamu takut hantu? bukankah itu penakut? manusia lemah?". Crystal berkacak pinggang mendongakkan pandangannya.


"aku bukan manusia lemah". Sean berkacak pinggang juga.


"kalau begitu makanlah". pinta Lina dengan serius.


"ayo cepat makan..! aku akan membawamu terbang". sahut Crystal juga.


"terbang? kau juga bisa membawaku terbang seperti itu?". tanya Sean menunjuk robot nya Spiderman.


Crystal memicingkan matanya, "apa dia bisa terbang?". tanya Crystal dengan raut wajah polosnya.


Sean mengerjab, Crystal juga mengerjab, Lina dan Bella tertawa kecil lalu Lina dengan telaten menyuapi Sean.


"itu superhiro Violet, dia itu ada di film kartun dan idola anak-anak". jelas Lina dan Sean mengangguk sambil menerima suapan Lina.


Lina tersenyum, ini pertama kalinya Sean mau menerima suapan darinya.


"ooh.. Ffilm Kartun? Idola itu apa?". tanya Crystal ke Bella dengan raut wajah lucunya.


"hmm? film itu yang pernah kita tonton di tV Raksasa yang ada di jalanan, nah kalau Idola itu manusia yang istimewa dan berbeda itu disukai maka nya anak-anak mengidolakannya". jawab Bella.


"oooh .. iya.. aku bisa membawamu terbang seperti dia". tunjuk Crystal ke patung Spiderman Sean.


"aku bukan anak yang bodoh". peringatan Sean.


"apa maksudmu?". tanya Crystal dengan dagu terangkat.


"kamu sepertinya manusia bodoh". ejek Sean.


"heii.. aku bukan bodoh aku hanya tidak tau". bela Crystal.


"terus kenapa bertanya?". Sean sepertinya sudah berani melawan Crystal.


Crystal mendengus, "kemarin dia takut padaku sekarang dia tidak sopan padaku, kau mau aku hancurkan patung jelekmu ini ha?". ancam Crystal kekanakan.


"jangaaaannn!! ". pekik Sean mengulurkan tangannya.


"minta maaf! atau aku hancurkan". ancam Crystal.


"aku tidak mau minta maaf, aku tidak pernah meminta maaf". Sean membuang muka.


Crystal dengan kesal melempar patung Spiderman Sean yang menjerit seketika,


"Aaaah.. tidaaakk..! itu barang limitedd". teriak Sean.


Crystal menjulurkan lidahnya dengan ekspresi menggemaskannya membuat Lina dan Bella tertawa tapi tidak dengan Sean yang marah, Sean turun dari ranjangnya berlari mengejar Crystal yang terbang ke udara menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"turuunnn!". teriak Sean.


Crystal menjulurkan lidahnya, "minta maaf terlebih dahulu maka aku akan memperbaiki patung jelekmu itu". kata Crystal.


"tidak mau". tolak Sean melompat-lompat mengejar Crystal.


entah mengapa Ia tidak takut pada Crystal yang seperti manusia normal apalagi dengan wajah polosnya itu bertanya tentang Idola dan Film, Sean bukan anak yang bodoh jika percaya Crystal adalah hantu karna menurutnya hantu tidak akan sebodoh dan sepolos itu.


brakkkh..


pintu dibuka dengan kasar,


"Seann? kau Tidak apa-apa nak?". pekik Al dengan raut wajah panik mengedarkan pandangannya dan melihat gadis berambut perak tengah terbang.


"ha.. h.. hantuu??". Al melangkah mundur.


Crystal tersenyum usil lalu mengangkat tubuh Sean dan membawanya terbang, Sean awalnya takut lalu Ia berteriak heboh mengingat Ia sangat mengidolakan Spiderman yang bisa terbang ke udara.


"Crystal?". pekik Bella dan Lina.


Crystal menjatuhkan Sean di atas tubuh Al yang melotot langsung menangkap tubuh Sean, Al terduduk lemas sedangkan Sean tertawa lepas.


"bawa aku terbang lagi Kakak Bodoh". pinta Sean melepaskan diri dari Al.


"aku bukan kakak bodoh..! minta maaf padaku terlebih dahulu". pinta Crystal membuang muka sambil melipat kedua tangannya.


Lina dan Bella saling merapat dan tersenyum manis melihat Crystal yang bertingkah anak-anak dan Sean juga bertingkah anak-anak.


"tidak mau..!". Sean menggeleng kepalanya.


"baiklah kalau kau bisa". jawab Sean dengan angkuh karna menurutnya barang yang rusak tidak akan bisa dipulihkan lagi.


Crystal melayang ke Sean lalu membawa Sean duduk dipangkuan Lina yang memeluk Sean seperti seorang ibu.


"lihat aku ya anak nakal! ". senyum lebar Crystal.


Crystal memainkan jemari lentiknya lalu menggunakan kekuatannya mengumpulkan benda-benda yang telah berpisah satu sama lain sampai menyatu lalu terbang di udara dan tiba ditangannya.


"ayo minta maaf! ". pinta Crystal dengan senyum penuh kemenangan.


Sean menganga lebar dengan mata mengerjab-ngerjab,


"dia manusia Sean, dia kekasih Tuan Alex". bisik Lina.


"Tuan Alex?". beo Sean dan Bella disamping Sean menganggukkan kepala.


duugghh..


Al pingsan, Crystal hanya meliriknya sekilas lalu menatap Sean dengan senyuman menyebalkannya dimata Sean.


"baiklah.. minta maaf". jawab Sean dengan pasrah tapi terdengar tidak tulus.


"baik-baik minta maafnya atau aku akan hancurkan semua mainanmu lalu aku menghilang". ancam Crystal.


"huuh.. AKU MINTA MAAF". kesal Sean dengan mata melotot.

__ADS_1


Crystal tertawa penuh kemenangan lalu meletakkan patung Spiderman Sean ke tempatnya,


"Papamu pingsan". bisik Lina.


Sean mendengus lalu turun dari pangkuan Lina berjalan ke arah Al dan membangunkan Papanya, Lina berpamitan pada Sean bahwa Ia harus kembali pulang dan Ia meminta maaf pada Sean.


"aku minta maaf anak nakal..! lain kali jangan jahat-jahat ya? jangan jadi penakut juga". Crystal.


Crystal memegang Lina dan Bella lalu hilang dari pandangan Sean, Sean kaget melihat ketiga perempuan itu telah menghilang dari pandangannya.


"maaf?". beo Sean merasa terhenyak,


Ia tidak pernah meminta maaf, tapi mendengar hantu itu meminta maaf setelah mengerjainya habis-habisan membuatnya merasakan sesuatu.


"eehh?? Papa..! Papa bangun..? Papaa?? ". Sean menepuk-nepuk pipi Al, ia juga mencubit hidung Papanya sampai benar-benar sadar.


Al meringis, "aah.. sakitnya?". keluh Al lalu duduk mengelus hidungnya.


"Papa baik-baik saja?". tanya Sean.


"ha.. hantu tadi mana nak? tadi ada hantu kan?". cecar Al mengedarkan pandangannya memegang tangan Sean dengan raut wajah panik.


"dia bukan hantu Pa..! mana ada hantu yang bodoh". jawab Sean.


"hah?". cengo Al yang tak percaya Sean malah membela perempuan berambut perak tadi, sudah jelas gadis itu terbang bukan seperti manusia normal.


.


"kenapa kita ada disini?". tanya Bella memegang kepalanya yang terasa pusing.


"jangan bawa kami teleportasi lagi Violet". kesal Lina juga memijit pelipisnya.


"apa itu teleportasi?". tanya Crystal dengan bingung.


"menghilang syuh.. syuh.. syuh..!". jawab Lina.


"lebih baik kita naik bus saja". ajak Bella.


"ayo ! ayo..! naik Bus! ". Crystal yang paling semangat melompat-lompat senang.


mereka naik Bus bertiga seperti gadis gila, mereka berhenti di taman bermain yang sudah sepi sejak Crystal menghantui mereka.


"eeh..? mana rambut palsumu Crystal?". tanya Bella baru menyadari Crystal berambut perak.


"aa..iya juga". Crystal memegang rambutnya bukan hitam yang dipasang oleh Dewi Par.


"tinggal di Kamar Sean". jawab Lina.


"ya sudah nikmati saja". ajak Bella yang enggan kembali lagi ke Kamar Sean karna malas teleportasi lagi membuatnya pusing.


mereka bermain seperti anak remaja baru dilepas oleh orangtua, begitu ramai dan ribut padahal di taman bermain itu hanya bertiga tapi keributan mereka seperti ada berpuluh-puluh orang disana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2