
.
.
.
"s.. saya pe.. pelayan Mansion Asiantama N.. Nona ta.. tapi saya baru saja dipecat beberapa hari yang lalu". jawab Lina tergagap.
"siapa Mansion Asiantama? ". tanya Crystal.
"aaa.. . Pe...pemandian da...darah? Tuan Alex". jawab Lina
Crystal mengangguk,, "apa bicaramu memang seperti itu? kenapa terbata-bata? aku bukan hantu seperti yang mereka katakan". tanya Crystal.
"b.. bukan begitu Nona, s.. saya masih belum terbiasa dengan Nona yang sangat istimewa punya kekuatan yang tidak dimiliki manusia normal". jawab Lina lagi masih tergagap.
"oh..!". Crystal pun percaya.
"ini dimana ya? kenapa indah sekali? ". batin Lina penasaran sambil melihat situasi.
"ini tempat aku menyembuhkan Manusia Alex yang banyak banyak luka seperti digigit binatang buas". jawab Crystal.
Lina menoleh tak percaya ke Crystal, "N.. Nona? sa.. saya tidak mengeluarkan Suara.. ba.. Bagaimana bisa.. N.. Nona menjawab?".
"aku bisa mendengar yang kalian pikirkan dan itu sangat berisik kalau manusianya banyak". jelas Crystal tersenyum lebar.
"No.. Nona? apa Nona tau siapa saja Penghianat Mansion Tuan Alex? ". tanya Lina.
"hmm? aku tidak tau tapi saat banyak manusia yang menyambut ku, mereka banyak bicara dan aku marah karna aku tidak suka". jawab Crystal.
Lina terduduk lemas hingga Crystal kaget hampir saja terbang saking terkejutnya,
"saya dipecat Nona, mereka semua penghianat karna mudah mendapatkan uang dan juga balas dendam, kadang mereka itu gila sudah jelas balas dendam buang-buang tenaga, hati, lelah, karma, dan pada akhirnya mati karna berkhianat". gerutu Lina menekuk lututnya dan menangis di atas lututnya.
"aku tidak mau menikah dengan Juragan yang udah punya Istri 4 itu, kalau aku tidak kerja di Mansion Tuan Alex dimana aku kerja dengan gaji diatas 10 Juta?". batin Lina.
Crystal diam melihat ke Lina karna Ia mendengar isi pikiran Lina.
"apa aku mati aja? zaman sekarang Izajah tamat SMA sepertiku mana mungkin dapat gaji diatas 10 Juta yang ada gaji 1 juta 500 paling besar 2 Juta". batin Lina dengan frustasi.
"kalau begitu balik saja ke manusia Alex". jawaban Crystal membuat Lina tersadar lalu mendongak ke Crystal.
"tidak apa Nona, lupakan saja Nona..! saya hanya manusia normal yang tidak berdaya sementara Nona sudah ditakdirkan hidup enak". senyum lebar Lina menghapus air matanya.
"apa itu hidup enak? ". tanya Crystal.
__ADS_1
Lina menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia tidak tau bagaimana cara menjelaskan hidup enak itu.
"semuanya terjamin, makan diantarin, belanja suka-suka, tinggal dimana saja dan semua yang Nona inginkan akan selalu didapatkan". jelas Lina.
Crystal mengerutkan keningnya, "memang aku makan enak tapi tidak mau makan Ikan, aku sudah bosan makan ikan tapi belanja suka-suka itu apa?".
Lina menganga mendengar pertanyaan polos Crystal, "A.. Apa Nona berasal dari desa? tidak ada teknologi? ".
"apaan itu? ". tanya Crystal semakin bingung.
"apa Nona ini tidak belajar?". batin Lina lalu menutup kepalanya supaya Crystal tidak dengar tapi nyata nya Crystal sudah dengar.
Lina tidak menyangka mendengar pertanyaan Crystal yang polos seperti anak kecil baru bisa bicara yang belum mengerti apa-apa dan sedang mencoba memahami sesuatu.
pantas saja Crystal tidak tergiur dengan harta dan tahta sebagai menantu pilihan Keluarga Alex, ternyata Crystal belum mengerti kekuasaan.
.
.
"kalau begitu ayo kita ke Rumah Manusia Alex". ajak Crystal.
"ta. tapi saya sudah dipecat Nona". jawab Lina.
"aku akan minta Mommy untuk menerimamu? aku sudah belajar banyak". Crystal tersenyum lebar melompat-lompat senang.
"hmm?". Crystal tidak mengerti.
"Nona.? saya mengerti Nona itu baik tapi jangan terlalu baik pada orang asing Nona, bagaimana jika mereka punya niat jahat ingin memanfaatkan Nona?". jelas Lina.
Crystal malah tersenyum tanpa dosa, Crystal terlalu murni dan Lina takut ada yang memanfaatkan Crystal seperti yang ditakutkan kedua orangtua Crystal.
"tidak apa Nona..! saya mau kerja lain saja dan tidak akan pulang ke Rumah Bibi". sambung Lina lagi.
"ta.. tapi bagaimana saya pulang Nona? saya tidak tau dimana ini". tanya Lina celingukan.
Crystal memegang tangan Lina lalu menghilang dan mengantar Lina didepan Mansion Asiantama, Lina belum sadar keberadaannya, kepalanya terasa pusing seperti mabuk perjalanan saja padahal dibawa teleportasi oleh Crystal.
"auuh..! kepalaku pusing". gumam Lina menggeleng-geleng kepalanya sambil memijit kepalanya.
setelah merasa lebih baik Herlina baru sadar berada di depan Mansion Asiantama, "kenapa aku bisa diantar kesini? Nona Crystal awalnya terlihat menyeramkan tapi kenyataannya dia sangat imut dan baik hati". gumam Lina menggeleng-geleng kepalanya dan segera pergi dari sana tanpa memiliki niat untuk masuk ke Mansion Asiantama itu.
Crystal menatap kesal Lina yang memilih berbalik pergi, Ia pun tidak bersuara dengan menggunakan ilmu penutup raga Ia melompat-lompat sesekali melayang mengikuti Lina yang berjalan tanpa henti.
"dimana ini? ". gumam Crystal melihat halte bus dan Ia mengedarkan matanya dengan polos.
__ADS_1
"itu dia bus ku". senyum lebar Lina lalu menaiki Bus,
Crystal menyadari Lina naik bus pun ikutan naik karna penasaran, Ia melihat Lina membayar dengan kartu tapi Ia tidak punya namun tidak ada yang melihat juga.
Lina duduk dipaling pojok dan Crystal yang masih celingukan bingung melihat semua orang duduk mengikuti Lina dengan duduk disamping Lina.
"waahhhh??? kok jalannn..? apa ini?? ". pekik Crystal membuat penumpang bus menoleh ke arah Lina.
"bu.. bukan aku yang bicara". jawab Lina dengan cepat namun ia juga terkejut karna Crystal masih ada didekatnya.
"a.. apa ini..? kenapa bisa jalan?". tanya Crystal dengan heboh berdiri memegang bangku didepannya.
"ha.. hantuuuuu". teriak salah satu penumpang.
Lina menepuk keningnya, "Nona..? ku mohon jangan mengeluarkan suara !! anda tidak tau betapa menakutkannya ada suara tapi tidak ada wujud? ". batin Lina.
"apa itu wujud? ". tanya Crystal.
"badan? tubuh, bentuk yang bisa dilihat oleh mata bukan tidak terlihat". jelas Lina tapi hanya dalam hati.
"kalau begitu aku akan menampakkan bentukku". jawab Crystal dengan polos lalu menampakkan dirinya.
gadis cantik bermata Violet dengan rambut peraknya terlihat jelas oleh semua mata.
"aaaaaa". jerit para penumpang di dalam bus berlarian kedepan meminta bus di berhentikan.
seketika mobil bus mengerem mendadak membuat mobil mewah dibelakang menabrak bus, semua orang terlempar kedepan dan Crystal memekik juga terlempar mengenai penumpang lain.
"aah..? sakit". ringis Crystal.
"hantuuu??". beberapa orang yang terkena tubuh Crystal pun terkencing di celana lalu berlarian dari bus.
Crystal mengerjab melihat semua orang melarikan diri, Ia dengan polos mendekati Supir dan bertanya mengapa benda aneh ini bisa membuatnya melayang alias terlempar.
"H.. Hantuu? ". pekik si supir bus pun berlari meninggalkan Bus nya.
Lina menganga lebar melihat supir pun kabur hingga tinggal dirinya saja didalam bus, bagaimana caranya Bus bisa jalan jika supirnya saja kabur.
"Nonaaa?? kan saya sudah bilang, anda tidak boleh mengeluarkan suara saat tidak terlihat". omel Lina.
"tapi aku memperlihatkan bentukku pada mereka, kenapa malah lari? ". tanya si mata Violet dengan mata besarnya mengerjab sangat polos.
.
.
__ADS_1
.