Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
kabur


__ADS_3

.


.


.


di meja makan, sedang makan malam.


"kapan kamu mau menemukan Mommy dengan gadis itu sayang? ". tanya Dewi Par penasaran.


"Oma juga". sahut Endang.


"Daddy juga". sambung Indiro kagum.


mendengar cerita Alex membuat mereka bertiga sangat ingin bertemu dengan sosok gadis itu,


"tidak bisa Mom, Oma, Daddy..! aku harus membantai habis geng Mafia Andra". jawab Alex malah memikirkan dendamnya.


"lalu gadis itu? ". tanya mereka semua serentak.


"dia bahagia dengan dunianya Mom, tenang saja aku yakin dia sedang bahagia". jawab Alex kembali fokus dengan makanannya.


Alex bertemu Crystal sebentar dan hanya kenal dalam waktu 2 jam tapi seperti sudah kenal saja sifat Crystal itu yang ceria, Alex merasa gadis pengacau seperti Crystal hidupnya bahagia karna tidak memikirkan beban hidup dan akibat dari perbuatannya.


"aku yakin pemukiman itu menjadi korban kejahilannya". gumam Alex dengan pelan lalu menyunggingkan senyum tipisnya.


tak ada pembicaraan lagi, memang dendam harus dibalaskan tapi rasa penasaran mereka tentu juga harus dipenuhi bukan?


"terserahmu saja nak". Indiro mendukung apa saja keputusan anaknya.


kabar sebelumnya Alex dinyatakan meninggal dunia telah menyebar luas, kini muncul lagi berita baru kalau Alex kembali dari kematian.


Foto di dalam Artikel itu memang baru dan Artikel itu sudah dikonfirmasi oleh keluarga Alex bahwa Alex memang masih hidup dan mereka berterimakasih pada dewi keberuntungan mereka, betapa terkejutnya publik mendengar penjelasan Keluarga Alex memang mengakui hal itu.


Keluarga Mistis itu memang sangat hebat, bahkan bisa membuat hal yang mustahil terjadi telah terjadi dan itu semua memang nyata.


Beberapa detektif dan polisi yang bertugas mencari kasus kematian Alex pun terbengong-bengong, mereka bahkan ada yang pingsan saat mendengar kabar itu dan berpikir semua itu tidak nyata sebab mereka sendiri sudah memastikan golongan DNA yang berserakan di pinggir tebing itu memang DNA Alex.


di Rumah Sakit,


"Sayangg?? ". Ola berlari ke suaminya yang sedang tertidur.

__ADS_1


"apa sih Ola? kenapa kau menggangguku tidur? ". bentak Sordi dengan geram karna baru saja Ia tertidur sudah dibangunkan.


"Alex masih hidup Sayang..! dia masih hidup". teriak Ola.


Sordi yang setengah mengantuk seketika membelalak, "apa maksudmu dia masih hidup? ".


"lihat ini...! lihaaattt! ". Ola menunjukkan Artikel dengan foto baru saat Alex menyetop taksi.


"apa-apaan ini? kenapa dia masih hidup? kita melihatnya sendiri kalau dia terjun bebas ke lautan lepas dan mustahil bisa hidup". teriak Sordi.


"ini sangat berbahaya Sayang, kita harus pergi dari negara ini dan menyelamatkan anak kita". kata Ola dengan serius dan terlihat ketakutan.


"itu tidak mungkin benar, kita lihat saja kebenarannya karna aku yakin dia tidak mungkin hidup". jawab Sordi dengan serius pula.


"kalau ini nyata bagaimana Sordiii?? kau mau membuat anak kita mati ha?? ". tanya Ola dengan geram.


Sordi terdiam,


"dia juga sudah tidak berguna". Sordi melihat ke arah Putri yang selama ini mereka agung-agungkan menjadi manusia paling tidak berguna.


"lalu kita apakan? kamu mau membuangnya? ". tanya Ola dengan nada membentak.


"apa lagi? aku tidak mau mati membawa orang lumpuh, kau fikir jika Alex masih hidup dia bisa memaafkan Viola? sampai ke ujung neraka pun dia akan kejar Viola". jawab Sordi pun meninggikan suaranya.


"kalau kau masih mau hidup tinggalkan dia !". titah Sordi lalu meninggalkan Ola yang terdiam memikirkan semuanya.


"tapi kamu sendiri yang bilang bisa saja ini salah, sesuai kata-kata orang kalau ini bukan Alex tapi ada orang lain yang menyerupai Alex dan sekarang sengaja mengelabui kita, dia tidak akan ingat tentang Viola kan? ". Ola berkata lalu membalik tubuhnya dan melihat Sordi menghentikan langkah kakinya didepan pintu Ruangan inap Viola.


"aku tidak peduli dia itu cermin atau pantulan bayangan Alex sekalipun, aku memilih menyelamatkan nyawaku dari pada mencari masalah dengan meremehkan mereka semua". kata Sordi dengan serius.


Viola yang mendengar pembicaraan kedua orangtuanya menangis tanpa mengeluarkan suara, air matanya mengalir deras, suaranya tidak ada, jantungnya lemah, dan rahimnya juga tidak berfungsi lagi.


"kalian meninggalkanku?? setelah semua pengorbanan yang aku lakukan?? kalian akan meninggalkanku? dimana otak kalian? kalian yang membuatku seperti ini..! aku hanya ingin hidup tenang tapi kalian mengatur hidupku dan semua terjadi karna kaliaaaan...!! kalian bukan Orangtua melainkan iblis,, kejam..! hiks.. hiks.. kenapa kalian menyelamatkanku kalau pada akhirnya kalian akan meninggalkanku? kenapaa? ". batin Viola menjerit perih.


.


Viola benar-benar ditinggalkan di Rumah Sakit itu seorang diri, hanya suster yang merawat Viola, namun esok harinya Viola harus di usir dari Rumah Sakit karna tidak ada yang bayar biaya Rumah Sakit untuk Viola.


Viola di tinggalkan di depan panti jompo, Ia menangis sepanjang perjalanan, kakinya tidak berfungsi, hidupnya benar-benar sudah hancur namun tidak ada yang mengasihaninya sebab dizaman sekarang Uang mengendalikan semuanya.


.

__ADS_1


.


ke esokan siangnya,


"kenapa? kau mau melapor apa? ". tanya Alex melihat Bella berlari dengan jas dokter nya, Bella baru pulang dari kampusnya.


"keluarga Penghianat itu melarikan diri Tuan Muda dan Nona Penghianat itu dikeluarkan dari Rumah Sakit, mereka membuang anaknya Tuan". lapor Bella terengah-engah.


Alex seketika langsung tertawa, Ia tertawa sejadi-jadinya lalu mengibaskan tangannya dan Bella segera pergi dari sana setelah melaporkan semuanya.


"kabur? dariku? coba saja, aku akan temukan kalian, larilah sejauh-jauhnya". seringai Alex lalu kembali tertawa.


Alex membiarkan tikus-tikusnya melarikan diri dan akan Ia tangkap nanti saat Alex mau, sementara Viola? Alex biarkan karna Ia yakin penipu itu sedang menangis darah ingin mati tapi tidak ada yang membunuhnya malah menelantarkannya, hidupnya terlalu menyenangkan jika Alex mengakhirinya dengan cepat.


Alex memejamkan matanya lalu tangannya diletakkan di dadanya, Ia merasakan detak jantungnya yang sangat normal.


"kamu baik-baik saja kan? ". senyum tipis Alex.


hanya 2 jam pertemuannya dengan Crystal sudah membuat Alex terus mengingat sosok gadis pengacau itu.


"baiklah..! jantungku baik-baik saja maka aku harus memberi Andra hadiah". senyum tipis Alex.


Alex bangkit dari duduknya lalu hendak keluar namun dihadang oleh Dewi Par.


"ada apa Mom? ". tanya Alex.


"sebentar nak? bisakah berikan ini pada gadis itu sayang?". tanya Dewi Par memberikan sebuah kotak dan saat Alex membukanya dan melihat isinya adalah 1 set perhiasan yang sangat mahal terbuat dari berlian murni.


Alex terkekeh lalu mengembalikannya ke Dewi Par, "Mommy, dia tidak suka benda ini".


"hah? kenapa? ". tanya Dewi Par.


"hmm? bagaimana jika Mommy buatkan dia baju? baju yang sangat nyaman saat dia melompat dan beraktifitas, dia sangat aktif Mom". ide Alex.


"baju? ukurannya? ". tanya Dewi Par.


"Pelayan Bella..! aku rasa tinggi seperti dia". jawab Alex lalu mengecup pipi Dewi Par dan pergi dari sana sambil tertawa.


Dewi Par tampak berpikir, "aku penasaran, gadis berumur 21 tahun setinggi Bella?". gumam Dewi Par lalu mengulum senyum.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2