Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
kenapa tidak bisa tumbuh besar?


__ADS_3

.


.


.


malam-malam,


Lina mengerutkan keningnya mendengar suara ketukan pintu, Ia berjalan ke pintu Kost-annya dan membukanya lalu terkejut melihat Al.


"Tuan Al?". gumam Lina kaget.


"apa kau punya ilmu hitam?". tanya Al dengan dingin.


"tidak Tuan". jawab Lina.


"lalu apa yang kau lakukan pada anakku ha? kenapa kau membuat hantu peliharaanmu itu menakut-nakuti anakku? dia masih anak-anak apa menurutmu pantas menakut-nakuti anak kecil ha?". bentak Al dengan berang.


"lalu??apa saya yang harus meminta maaf pada anak anda yang nakal itu?". tanya Lina dengan datar.


"kauu? kau harus meminta maaf pada anakku dan bilang pada hantu itu juga harus meminta maaf pada anakku". titah Al dengan tegas.


"ciih..!". Lina mendecih.


"sekarang aku tau kenapa anak itu bisa begitu jahat, selain tidak dapat kasih sayang Ibu ternyata dia salah didikan dari ayah kandungnya sendiri". decih Lina dengan remeh.


"kauu? kau hanya seorang pembantu tau apa kau tentang didikanku ha?". teriak Al dengan geram.


"aku memang seorang pembantu tapi kelakuan anakmu itu sangat kejam, aku pikir akan lebih baik kau saja yang mengurusnya? apa dia bilang? aku menggoda Papanya?? haha.. aku ingin sekali tertawa dengan sikap percaya diri anakmu yang angkuh itu, asal kau tau ya? aku sudah tidak bekerja lagi padamu jadi aku tidak perlu sopan padamu lagi".


"anakmu itu membuat para pekerjamu terlebih dahulu trauma, dan kauu?? kau langsung menyalahkan orang lain saat anakmu itu trauma karna hantuku? memang kenapa kalau hantuku menghantuinya, dia yang salah..! didikanmu itu tidak becus..! anakmu yang salah malah disuruh orang yang tidak bersalah minta maaf, pelihara saja sifat itu dan aku yakin suatu saat nanti anakmu itu akan tumbuh menjadi Pria sombong yang tidak tau cara berbelas kasih".


Lina kehilangan kesabarannya.


"terserahku dia punya belas kasih atau tidak itu bukan urusanmu". maki Al dengan geram.

__ADS_1


"itulah kau...! pantas saja Istrimu itu meninggalkanmu, sifatmu itu yang tidak mau salah itu yang membuat tidak ada pekerja yang tahan padamu..! sekarang bayar gajiku selama beberapa hari atau aku akan meminta hantuku menghantui anak itu sampai tidurpun tidak akan berani sendiri". seringai Lina dengan penuh ancaman.


"berani kau mengancamku?? aku bisa menjebloskanmu ke penjara". desis Al dengan tatapan nyalang.


"jebloskan saja, aku akan beritau pada semua orang kalau Sean Pratama sangat kejam dan aku bisa menipu publik dengan hal itu, aku punya bukti semua yang telah dilakukan anakmu itu padaku, kalau kau jebloskanku ke penjara maka anakmu akan hancur berdampak pada Perusahaanmu, aku yakin anakmu yang tukang buli kami orang lemah akan di buli oleh teman sekolahnya". jawab Lina dengan sangat santai.


"kauu?? aku akan memberi perhitungan denganmu kalau sampai anakku sakit". ancam Al dengan serius.


Al berbalik lalu Lina memukul kepala belakang Al hingga Pria beranak 1 itu memutar kepala menatap tak percaya Lina yang berani memukul seorang Al.


"kenapaa?? kau fikir aku takut? hantuku sekarang sedang ada di kamar, coba saja kau memukulku aku akan minta dia memukul kepala anakmu sampai geger otak". jawab Lina.


"apa maumu ha? ". teriak Al


"berikan gajiku". bentak Lina.


"kau berani meminta gaji padaku?". sarkas Al.


"tentu saja, aku sudah berapa kali di buli oleh anakmu itu, aku baru tau seorang pengasuh ke 12 yang di kerjainya itu sampai meninggal dunia karna punya penyakit jantung, bagaimana jika aku sebar ke media ya rekaman itu? anakmu akan dimasukkan ke penjara walau masih dibawah umur setidaknya dia akan menjadi bulian masyarakat sebagai pembunuh termuda di negara ini". gumam Lina tampak serius dan terlihat berpikir.


Lina mengambil uangnya lalu menutup pintu dengan keras hingga Al mengepalkan tangannya,


"bagaimana bisa aku bertemu dengan wanita kasar seperti itu?". geram Al lalu pergi dari sana.


.


ke esokan harinya.


Al dibuat stres oleh Sean yang memiliki trauma, benar apa yang Lina katakan bahwa didikan Al selama ini salah, hanya karna Sean tidak mau punya pengasuh membuat Sean menjadi anak yang jahat membuli semua Pengasuh yang bekerja untuknya, Al terlalu memanjakan Sean sampai saat Sean salah pun harus orang lain yang meminta maaf padahal tau anaknya salah.


Sean tidak punya Ibu, di umurnya yang 2 tahun sudah ditinggalkan Ibu nya karna tidak tahan dengan tingkah Al yang semena-mena padahal mantan Istrinya wanita karir tentu lebih mementingkan karir dari pada keluarga, dari pada disuruh menjaga Sean di Rumah lebih baik mereka bercerai.


.


di Kost-an Lina,

__ADS_1


"Nyonya?". Herlina kaget melihat Dewi Par dan Endang ada di tempat kost-annya.


"aku tau kamu sudah mengundurkan diri! sekarang kembalilah bekerja di Mansion kami". pinta Dewi Par.


"bekerjalah seperti dulu". sahut Endang juga.


Lina tidak menyangka dirinya ditawari lagi bekerja di Mansion Asiantama padahal Ia sudah tidak punya pemikiran lagi setelah memilih berhenti bekerja di Rumah Al.


"Linaaaa??". pekik Crystal muncul di hadapan Lina menggendong seekor kucing kesayangannya belang.


Lina menoleh dan melihat ke arah Dewi Par bersama Endang pun kaget melihat Crystal tiba-tiba muncul dikost-an Lina.


"Crystal?". Dewi Par mendekati Crystal.


"mommy? kebetulan ada Mommy, ini kenapa Belang tidak besar-besar Mom?". tanya Crystal menyodorkan kucing kesayangannya.


"tidak besar-besar maksudnya bagaimana Nak?". tanya Endang.


"kucing Caracal di tempat kami bisa besar seperti harimau tapi kenapa kucing ini tidak besar-besar juga seperti kucing Caracal disana?". tanya Crystal dengan polos.


Endang dan Dewi Par malah gemas, Dewi Par dengan sabar menjelaskan bahwa kucing Caracal adalah kucing besar berbeda dengan jenis kucing yang kini digendong Crystal tidak bisa tumbuh besar seperti kucing Caracal.


Crystal menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Lina yang melihat betapa polosnya Crystal pun menahan senyum.


tentu saja kucing Caracal dengan kucing Munchkin berbeda ras memang satu bangsa tapi gen nya berbeda tidak bisa disamakan dengan bentuk tubuh kedua jenis kucing itu.


"tapi kenapa Oma dan Mommy ada di Rumah Lina?". tanya Crystal.


Dewi Par dan Endang membuat keputusan yang benar dengan meminta Lina bekerja lagi di Mansion nya, sejak pertama kali mereka melihat Lina bersama Crystal didalam Bus membuat mereka ingin memperkerjakan Herlina lagi, siapapun yang dekat dengan Crystal akan mereka peluk seperti keluarga sendiri.


Crystal memberikan kucingnya ke Herlina yang dengan senang hati menerima si belang nama kucing kesayangan Crystal, Ia tau kucing itu adalah Kucing yang dirawat oleh Dewi Par saat di Mansion sebab tau akan diberikan pada Crystal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2