
.
.
.
Lina ingin sekali tertawa saat ini tapi mengapa tidak bisa, Crystal sangat polos dan tidak tau apa-apa, sampai Lina bertanya-tanya sendiri, dimana Crystal tinggal? di hutan tanpa ada manusia?
padahal tebakan Lina benar tapi menurut logika nya mana ada manusia yang mau tinggal di hutan tanpa punya tetangga.
"sekarang bagaimana Bus ini bisa jalan Nona? anda membuat supirnya lari". omel Lina.
"aah.. yang manusia tadi bisa membawa benda ini ya? kalau begitu akan aku tangkap lagi". jawab Crystal dengan semangat Ia terbang seperti hantu ke arah Supir yang lari.
"Manusia? kamu harus bawa benda aneh itu cepat! ". Crystal menangkap tangan Pria paruh baya yang kian memucat melihat Crystal.
Crystal tidak sadar perbuatannya membuat semua pengendara mobil ada yang putar balik hingga tabrakan kecil terjadi, ada yang rem mendadak, ada juga yang pingsan di tempat.
"ayo jalankan benda aneh ini manusia". pinta Crystal tersenyum lebar mendudukkan Pria Paruh baya si pengendara bus dengan tatapan tak bersalahnya itu.
"ha.. hantu? hantu? ". Si Supir pun tak sadarkan diri seketika.
Lina memijit pelipisnya melihat perbuatan Crystal yang tidak menyadari hal itu membuat orang ketakutan.
"ini..? kenapa dia tidur? ". tanya Crystal dengan heran menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Manusia..? Manusia..? bangunlah? manusia?? ". Crystal menepuk-nepuk pipi Si supir.
Pria yang tengah tak sadarkan diri karna menabrak Bus didepannya pun kini perlahan membuka matanya, Ia membuka atap mobilnya dan keluar dari mobilnya.
"awwhh? ". Pria itu sudah bersimpah darah memegang keningnya yang terluka.
"Pengemudi ini benar-benar sudah gila? apa dia tidak bisa menghidupkan lampu sen? ". dumel Pria itu geram namun berjalan semampunya sambil menggeleng-geleng kepala demi tetap sadar.
"buka pintunya..!! ". teriak Pria itu dengan marah.
Crystal menoleh ke Pintu Bus lalu Crystal mengibaskan tangannya tapi karna terlalu kencang pintu itu terbuka ke luar dengan keras sampai mengenai kening Pria itu dan kepala Pria itu seperti ingin terbelah dua nyaris tidak sadar.
__ADS_1
Crystal muncul didepan Pria itu dan menepuk-nepuk pipi Pria itu yang sudah merah karna darah, warna nya tidak terlihat lagi.
"Tuan Alex? ". pekik Lina.
"manusia Alex? ini Manusia Alex? ". tanya Crystal.
"iya Nona..! itu Tuan Alex". jawab Lina mendekati Crystal dan membekap mulutnya melihat wajah mengerikan Alex yang penuh darah.
"kenapa wajahnya merah? ". tanya Crystal dengan polos.
"Nona Tuan Alex harus dibawa ke Rumah Sakit". desak Lina hendak turun tapi Ia ternganga saat Crystal memancarkan cahaya dari telapak tangannya membuat mata tak berkedip melihat itu malah seperti ingin meloncat dari sarangnya.
luka besar di kepala Alex kembali pulih dan wajah tampan Alex pun kembali terlihat jelas,
"wah..? ini memang manusia Alex, kamu mengenalnya ya? walau wajahnya merah semua". tawa lebar Crystal menoleh ke Lina yang terbelalak tak percaya.
Alex memegang kepalanya dan tidak ada darah lagi di kepalanya, namun tangannya masih ada darah bekas lukanya.
"Crystal? kenapa kamu bisa ada disini? ". tanya Alex mengedarkan pandangannya dan melihat supir pingsan dan Lina yang pucat seperti baru melihat hantu.
"Manusia Alex? aku tadi menaiki benda ini tapi tiba-tiba benda ini berhenti dan aku terbang sampai jatuh lalu sakit, eh..? tiba-tiba dia kabur". lapor Crystal dengan mengerjab polos.
"kata Lina aku tidak boleh bersuara karna sangat menakutkan ada suara tapi tidak ada bentuk lalu aku memperlihatkan bentukku tapi mereka malah lari ketakutan, aku bukan binatang buas yang punya taring mematikan". gerutu Crystal.
Alex memijit pelipisnya mendengar cerita polos Crystal membuatnya pusing namun tidak bisa menyalahkan Crystal.
"ayo ikut aku..! ". ajak Alex menarik tangan Crystal.
"a.. aku tidak mau.. teman..? temann?". panggil Crystal lalu menghilang dan tiba-tiba muncul dibelakang Herlina Ia bersembunyi dibelakang Lina.
"aku mau naik benda ini..! aku mau naik benda ini". pekik Crystal dari dalam Bus.
Alex mendengar suara Crystal dari dalam bus pun segera masuk ke Bus terpaksa menghubungi bawahannya membawa mobilnya yang sudah hancur depannya ke bengkel, tak lupa memberitau alamatnya.
"kau jaga dia..! ". titah Alex ke Lina.
"ba.. baik Tuan". jawab Lina gugup lalu memutar tubuhnya perlahan ke Crystal.
__ADS_1
"N.. Nona? a.. anda b.. bisa menyembuhkan orang? cahaya? cahaya apa itu Nona? ". tanya Lina penasaran tapi Ia tidak berniat jahat hanya penasaran saja sekedar ingin tau saja.
"aku kan sudah bilang menyembuhkan Alex saat digigit binatang buas, jantungnya saat itu sangat lemah dan kalau aku terlambat dia mungkin sudah mati, aku melihat dada nya ada yang berlubang seperti digigit binatang buas". jawab Crystal.
Crystal tidak tau luka Alex saat itu adalah luka tembak dan sayatan pisau bukan gigitan binatang buas atau cakaran binatang buas.
Lina ingin bicara lagi tapi Alex tiba-tiba datang dan memindahkan Supir Bus yang akan dibawa ke Rumah Sakit oleh bawahan Alex, Alex mencium aroma pesing dengan cepat ia membuka kaca Bus dan mengendarai Bus itu. Crystal melompat-lompat gembira saat benda asing itu jalan, Lina membawa Crystal mendekati Alex dan duduk dibelakang Alex.
Lina melihat Crystal yang terlihat bahagia merasakan angin segar mengenai wajahnya, Ia tersenyum menggeleng kepala nya, sebenarnya Lina takut tapi kelakuan polos Crystal itu membuat nya merasa Crystal itu tidak jahat.
.
"kenapa berhenti?? ". tanya Crystal celingukan melihat tempat.
"aku bahkan membawa bus karnamu Crystal, bagaimana kamu bisa naik Bus hmm? siapa yang mengajakmu? ". cecar Alex.
"aku hanya mengikuti teman". jawab Crystal melihat ke arah Lina.
"s.. saya tidak tau Nona mengikuti saya Tuan, Nona tidak memperlihatkan wujudnya pada saya". bela Lina.
"kau pelayan disini kan? ". tanya Alex dengan dingin.
"ben. benar Tuan, saya.. saya tidak sengaja bertemu Nona yang dikira hantu oleh warga". jawab Lina tergagap.
"kenapa bicara?? cepat jalankan benda ini lagi". pinta Crystal dengan tak sabar.
Alex mendekati Crystal dan menarik tangan Crystal turun tapi gadis itu terlihat tidak mau di tarik oleh Alex malah menghilang dan kembali lagi ke Lina dengan bersembunyi dibelakang Lina.
"ayo kita naik ini lagi.! bukankah kamu aku antar kesini kamu tidak mau masuk malah naik benda ini kan? ". desak Crystal dengan ceria ke Lina.
"Crystal ku mohon turunlah..! aku bahkan melupakan tujuanku tadi mau keluar, aku bisa mati karna kecelakaan tadi Crystal tapi kamu menyelamatkanku lagi, turunlah Crystal !". pinta Alex memohon.
Lina terkesima akan seorang Alex bisa memohon selembut itu pada seseorang yaitu pada Crystal, pantas saja Crystal diperlakukan begitu baik dilihat dari perbuatan Crystal yang selalu menyembuhkan luka Alex dan bisa menyelamatkan Alex dari kematian yang dikatakan mustahil untuk Alex selamat.
.
.
__ADS_1
.