Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
salah sangka


__ADS_3

.


.


.


"cepat bawa masuk..!". teriak si Ketua Preman sekali lagi sebab bawahannya melamun dan terlihat ketakutan melihat peringatan dari polisi itu.


"iya Ketua". sahut yang lainnya bergerak cepat membawa paksa Crystal masuk mobil.


Crystal melompat-lompat untuk mencoba melawan dengan cara manusia tapi gagal, "haissh.. aku harus menggunakan kekuatanku tapi tidak mungkin disini". batin Crystal melihat banyaknya Pria menyeretnya masuk dan melihat pintu mobil di tutup.


mobil preman itu pun meninggalkan taman bermain, Polisi yang melihat kejadian itu segera meminta bantuan rekannya dengan panggilan darurat sambil berlari ke mobil sementara anaknya ditinggal bersama Istrinya, mereka sudah mengerti tentang peran menolong masyarakat dari penculikan adalah tugas Polisi, jadi Keluarga kecilnya tak khawatir di tinggal oleh polisi itu.


"bab* ...! kenapa bisa ada polisi di taman bermain?". teriak si Ketua dengan marah.


"entahlah Ketua, mungkin gadis itu sudah tau kita akan menculiknya sehingga membawa polisi". salah satu Pria botak yang menyahut.


buugh...


Pria botak itu pun di pukuli oleh teman-temannya karna terlalu bodoh, jika Polisi itu memang untuk Crys sudah pasti mereka tidak akan berhasil membawa Crys, kebetulan memang ada polisi saja di taman itu.


"Ketua Polisi itu mengejar kita Ketua". teriak si Supir.


Pria yang dipanggil Ketua itu pun mendesak rekannya untuk melaju kencang, Polisi berkali-kali memperingati dengan suara spekernya tapi tidak di indahkan oleh mobil itu malahan mobil didepannya makin saja melaju kencang.


"BERHENTI..! BERHENTI..! SAYA PERINTAHKAN BERHENTI..!! ". suara speker polisi terus saja diulang-ulang.


"bagaimana ini Ketua?". teriak si Supir.


di persimpangan, mobil rekan mereka di hadang dan ditahan oleh polisi yang di hubungi oleh Pak Polisi tadi,


"teman kita Ketua". para Preman semakin panik melihat rekan mereka tertangkap.


Crystal diam melihat kepanikan mereka semua, Ia tidak melakukan perlawanan apapun tapi Para preman itu malah ketakutan bukan karna menahan Crystal tapi takut masuk penjara.


Dor...! dor...


Polisi sekali lagi menyebutkan plat mobil buruannya dan meminta berhenti disertai tembakan ke langit sebagai sebuah peringatan tapi tetap saja tidak diindahkan, alhasil Polisi itu marah dan menembak salah satu ban mobil Preman itu.


"aaahhh". teriak para preman di dalam mobil.


"aduuh". Crystal mengaduh kesakitan saat kepalanya terbentur Pria botak disampingnya.


"berhenti saja Ketua". teriak mereka ketakutan.

__ADS_1


"kalian gila..? perempuan ini belum kita kasih ke Nona Feny, sia-sia dong kerja keras kita sekarang". teriak si Ketua tidak setuju.


Crystal mendengus lalu memukul kepala si Ketua dengan menggunakan 5% kekuatan supernya,


"aaahhh...? sakitt". teriak si Ketua


"Ketua?". si Supir panik.


semua dilanda ketegangan belum lagi mobil mereka tidak stabil karna ban nya sebelah pecah, si Supir yang panik pun tidak sadar didepan ada mobil lawan.


"awassss". teriak salah satu dari mereka.


Crystal melebarkan matanya, si Supir membanting setir sehingga mobil mereka meluncur bebas ke jurang terdalam, mereka semua menjerit.


"aku permisi". kata Crystal dengan cengiran lalu menghilang ditengah terjun bebasnya mobil itu.


para preman yang ada di mobil itu tidak melihat Crystal menghilang sebab mereka terlalu panik dan tidak bisa berpikir hal lain lagi, pikiran mereka hanya 1 mati lah aku, begitu lah pikiran mereka semua.


Crystal muncul dibalik pohon tapi tidak memperlihatkan raganya, "aku harus berhati-hati". gumam Crystal menjadi lebih waspada sejak mengenal dunia manusia yang gemar pansos.


duaaar....!


Crystal bersembunyi dibalik pohon, Ia mendengus mendengar ledakan itu.


"aku tidak bisa membantu kalian, kalau aku menolong kalian aku tidak akan bisa hidup tenang". kata Crystal.


"terjun??". teriak salah satu Pria.


"cepat lihat".


"aku rasa sudah tidak tertolong".


"siapa tau ada yang terlempar". sahut yang lainnya.


Crystal menoleh cepat kebelakang, beruntung Ia menyembunyikan raganya sehingga tidak dilihat orang lain, ada 7 Orang pemburu di hutan bawah ini dengan memakai kamera yang aktif (Live) diatas kepala berlari melewati Crystal menuju ledakan mobil yang jatuh ke jurang.


"mereka bawa kamera, untung saja aku tidak tertangkap kamera". jawab Crystal mengelap keringat di dahinya.


Crystal terbang ke udara mengabaikan kekacauan itu, Ia tiba di tepi jalan yang ramai dengan mobil Polisi dan ada wartawan yang berkerumunan.


"Ehh?". Crystal dengan cepat terbang ke atas melihat ada beberapa wartawan berlari demi merekam ledakan itu tapi tidak melihat Crystal.


"inilah yang aku takutkan, aku tidak mau muncul di TV". batin Crystal menghela nafas lalu menghilang dan tiba di kamar kos-annya.


"aku tidak bersalah, mereka yang menculikku dan aku hanya tidak mau mati". ujar Crystal dengan senyum terlebarnya menghiasi wajah super imutnya itu.

__ADS_1


.


di sebuah Kontrakan sederhana,


Byurrrr!!!


Feny menyemburkan air minum yang sudah didalam mulutnya melihat berita di TV.


"Pria itu?". gumam Feny melihat para bawahan Preman bayarannya.


"Ketua nya mana? dimana anak yang sudah menghancurkan karirku?". cecar Feny tidak peduli dengan baju dan lantai yang basah karna ulahnya sendiri.


Feny mengambil remot TV dan menambah Volume suaranya lalu Ia duduk disofa sambil fokus menonton Breking News.


"jadi dia mati? hahaha.. bagus.. dia mati..! aku tidak perlu repot-repot menghabisinya, jhahahaha". tawa Feny menggelegar.


mendengar perkataan saksi yang menyebutkan penumpang di dalam mobil itu membuatnya bahagia, Ia menebak gadis yang dikatakan saksi ada di dalam mobil itu adalah Crys.


"gara-gara kau aku putus dengan Andra dan sekarang Andra sangat membenciku karna Ular Kobra itu, kau juga yang menghancurkan karirku..! seharusnya sejak awal kau tidak mencari masalah denganku, entah apa yang kau lakukan pada Andra sampai dia menjadi gila". seringai puas Feny.


karir Feny sudah hancur tapi dendamnya terhadap Crystal masih ada, Ia tidak akan bisa tenang sebelum semua dendamnya terpenuhi.


"aku harus pergi ke Kelab malam untuk bersenang-senang atas kemenangan telakku..! aku tidak perlu mengeluarkan uang tapi dendamku sudah terbalaskan". Feny berdiri tegak lalu menyibakkan rambutnya kebalik daun telinganya.


Feny yang mengira Crys sudah meninggal pun merayakan kemenangannya itu, sementara gadis yang Ia sebut-sebut sudah tiada sedang menggaruk-garuk telinganya di hotel DeLLun.


"kenapa telingaku? apa ada yang berkata buruk tentangku?". gerutu Crystal tergelitik dengan rasa geli ditelinganya itu.


setelah telinganya merasa baikan Crystal kembali membersihkan kaca, Ia memanjat di anak tangga untuk dapat membersihkan kaca diatasnya.


"Crys?". panggil Butet.


Crystal yang kaget pun terguncang, "aaahh". Crystal terjatuh menimpa tubuh Butet.


"aahhh.. sakit Crys". ringis Butet dengan nada menyedihkan.


Crystal segera bangkit, "maaf.. maaf..! siapa suruh kamu mengagetkanku". tuding Crystal ke hidung Butet.


Butet pun meminta maaf sambil mengelus bok*ngnya yang sakit belum lagi lengannya yang di tertimpa oleh Crystal, Crystal yang kasihan pun membantu Butet duduk.


"ada apa?". tanya Crystal sambil duduk bersila di depan Butet.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2