Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
anak tidak sopan


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


seorang anak kecil berumur 7 tahunan datang di depan Mansion Asiantama, para satpam yang berjaga pun bingung dengan perkataan si anak pintar itu, salah satu dari mereka mengabari Endang dan ternyata Endang memberi izin anak itu masuk ke Mansion mereka.


"silahkan anak kecil..! kamu tidak bawa senjata kan?". tanya salah satu pengawal melihat-lihat penampilan anak itu yang tak lain adalah Sean.


"periksa saja kalau tidak percaya". Sean melepaskan tasnya dan melemparnya ke mereka semua.


"kami hanya menjalankan tugas anak kecil". bela yang lainnya.


"iya aku tau". jawab Sean bersidakap dada menunggu mereka semua memeriksa tas Sean yang tidak ada apa-apa.


"udah belum?". tanya Sean.


"sudah". jawab mereka serentak lalu mengembalikan tas Sean.


Sean menerimanya sambil memakai tasnya Ia meminjam ponsel salah satu dari mereka dan menghubungi Papanya bahwa dirinya ada di Mansion Tuan Alex yang membuat Al membelalakkan mata disana, Ia ingin mengomeli Sean tapi anaknya yang tidak tau sopan santun itu mematikan panggilan telfon.


"nah". Sean memberikan ponsel yang Ia pinjam tadi lalu meninggalkan mereka semua dengan santai.


"pulsa 3000 ku habis". lirih Pengawal yang ponselnya dipinjam oleh Sean.


"kenapa anak itu tidak mengucapkan terimakasih sama sekali?". kesal yang lainnya.


"anak orang kaya memang seperti itu, lihatlah Tas dan sepatunya itu barang Brand". sahut yang lainnya.


"sudahlah jangan tangisi Pulsa 3000 mu itu". tegur rekan yang lainnya.


"heii.. 500.000 pun pulsaku habis kalau dia akhiri dengan mengucapkan terimakasih pasti aku tidak akan menyayangkannya tapi kalau habis walau 1000 pun tidak berterimakasih aku pasti menyesalinya". kicau Pria itu dengan kesal.


"mau bagaimana lagi? anak-anak kenapa harus didengarkan heh?". omel yang lainnya menggeleng kepala.


mereka sibuk mengoceh perihal pulsa 3000 dan ucapan terimakasih sementara Sean terus berjalan menyandang tas sekolahnya hingga tiba didepan Mansion Asiantama, Ia melangkahkan kaki memasuki Mansion itu seperti rumah sendiri.


"siapa kamu anak kecil? kenapa bercerita tentang Kakak hantu Terbang?". tanya Endang.


Sean memiringkan kepalanya menatap Endang, "Nenek siapa?". tanya Sean.


Endang memijit pelipisnya seketika, "hei.. bocah..! kau yang mendatangi rumahku kan? kenapa malah kau bertanya padaku?".

__ADS_1


"Nenek cerewet sekali". umpat Sean yang memang tidak tau sopan santun.


"Mbak Lin..?? Mbak Linn??". teriak Sean melewati Endang.


Endang melebarkan matanya, "kenapa dia menganggap ini Rumahnya sendiri? apa masalah anak itu? sepertinya harus aku beritau orangtuanya". gerutu Endang.


"Mbak Linn?". panggil Sean melemparkan tasnya di sofa dan menanggalkan sepatunya, ia melempar sepatu dan kaus kakinya seperti rumah sendiri.


Dewi Par muncul dan kaget melihat Sean tapi anak itu malah melengos pergi mengabaikan Dewi Par yang tengah menatapnya bingung seolah tatapannya berkata peliharaan siapa ini? begitulah arti tatapan Dewi Par.


"Ma?? siapa anak itu ma?". tanya Dewi Par setelah tiba di hadapan Oma Endang.


"Mama juga tidak tau". jawab Endang menghubungi bawahannya.


"Mbak Linnn?". teriak Sean.


"issh.. mbak Linn kemana sih?". gumam Sean dengan kesal.


"Mbaaakk?? Mbak Linnn?". teriak Sean sekali lagi merasa kesal dengan luas Mansion Asiantama yang tidak normal.


"Eeh..? anak kecil? sedang mencari siapa nak?". tanya Bu Ita.


"Aah.. Bibik? bisa carikan Mbak Lina?". tanya Sean dengan santainya memanggil Bu Ita Bibiknya seperti pengurus rumah tangga nya saja.


Bu Ita celingak-celinguk, "Mbak Lina?". beo Bu Ita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"eeh..? I.. Iya". sahut Ibu Ita yang dengan bodohnya menuruti permintaan si anak durjan*h.


Bu Ita berlari terburu-buru lalu berhenti setelah berlari beberapa meter,, "kenapa aku harus mendengarkan anak itu? siapa dia? kan aku Pembantu Nyonya Endang". gumam Endang kebingungan sendiri dengan kepatuhannya.


Ibu Ita tidak lagi berlari, Ia mencari Lina dengan tenang tapi tidak melihat Lina dimana-mana malah bertemu Bella.


"ada apa Bu?". tanya Bella dengan heran.


"itu ada anak tidak sopan memerintah Ibu mencari Mbak Lina katanya". jawab Ibu Ita dengan bingung.


"ha? anak tidak sopan? Mbak Lina? apa Sean ya?". gumam Bella yang tau anak tidak sopan yang memanggil Lina Mbak itu hanya Sean saja yang merupakan anak Al.


"dimana Lina nak?". tanya Ibu Ita.


"itu di Kolam berenang Bu, dia sedang bersihkan daun-daunan kering dikolam". jawab Bella.


Ibu Ita pun meminta Bella mencari anak itu dan saat Bella melihat Sean yang tengah bertingkah seperti Tuan Muda di sofa itu membuat Bella menepuk keningnya sendiri.


"sedang apa kamu Sean? ini Rumah orang bukan Rumahmu?". sambar Bella.

__ADS_1


"oh..kak Bella.. carikan Mbak Lina Kak!". dengan tidak sopannya Sean meminta Bella mencari Lina.


Bella menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat Oma Endang dan Mommy Dewi Par yang tengah menatap aneh anak itu.


"anak siapa Bella?". tanya Dewi Par.


"Tuan Albacendra". jawab Bella.


"Al?". beo Dewi Par dan Endang serentak.


"iya Nyonya". jawab Bella.


"Kak Bella?". panggil Sean membuat Bella tersentak kaget dengan Kikuk menarik Sean yang sempoyongan mengomel lalu tangan Bella membekap mulut pedas Sean yang tidak tau adab sopan santun itu.


"kenapa sih di bekap mulutku Kak?". amuk Sean dengan muka memerah.


"kau tidak tau sopan santun ya?? ini rumah orang lain bukan rumahmu, kau fikir bisa semua tempat bertingkah seperti raja hah?". omel Bella.


Sean malah mencibir dan Bella membulatkan matanya,


"sekarang aku mengerti kenapa Kak Herlina tidak betah padamu". gumam Bella dengan raut wajah kesalnya.


"cepat katakan dimana Mbak Linn?". bentak Sean dengan jengah.


Bella menarik telinga Sean yang menjerit seperti anak yang disiksa ibu tiri, Bella mengomel-ngomeli Sean yang tidak punya sopan santun dan tidak tau cara menghormati orang yang lebih tua.


"sakiiitt". pekik Sean dengan wajah memerah mengelus telinganya.


"itu Mbak Lin mu anak dajjal !". tunjuk Bella dengan ejekan khasnya.


Sean menginjak kaki Bella tapi gadis itu sudah menghindar lalu meledek dengan puas akan raut wajah Sean yang tidak terima.


"anak dajjal". umpat Bella lalu melarikan diri dari tempat itu.


Bella tertawa puas sedangkan Sean menghentak-hentakkan kakinya dengan geram.


Sean mengedarkan pandangannya dan melihat Lina sedang sibuk menyaring-nyaring daun-daun kering yang masuk ke kolam berenang mewah itu.


"Mbak Lin?". panggil Sean dengan raut wajah masam.


Lina terlonjak kaget, Ia hampir saja terjatuh ke kolam berenang saking kagetnya Ia dengan panggilan itu, Sean tidak sempat tertawa karna Sean sedang kesal.


"Sean? kenapa kamu bisa ada disini? heii? ini Mansion Keluarga Tuan Alex kan? kenapa kamu bisa ada disini?". tanya Lina celingukan melihat situasi bahwa Ia benar sedang berada di Mansion Asiantama bukan Rumah Al.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2