Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
dibantu


__ADS_3

.


.


.


"hentikan..! lepaskan dia!". teriak Crystal dengan mata Violetnya begitu nyalang sambil melepas topi dan maskernya sehingga wajahnya terekspos.


para bawahan pak Baskoro menoleh, melihat Alex juga melepas topi dan menurunkan maskernya dengan wajah dingin yang tak bersahabat serta tatapan tajam Crystal si rambut perak dan mata Ungu membuat mereka segera melepaskan Dinda.


Dinda menoleh ke arah Crystal pun bangkit dan berlari ke arah Crystal yang langsung memeluk gadis berambut perak itu seperti Kakak kandungnya saja, Crystal mengelus lembut kepala Dinda.


"hiks.. hiks... kak... aku takut! hiks.. hiks". isak tangis Dinda dengan tubuh gemetar takut.


Pak Baskoro adalah Rentenir kejam, jika Ia dijual ke Baskoro maka dirinya akan di perk*sa lalu dijual menjadi pelac*r, membayangkan hal itu benar-benar menakutkan baginya.


"tenang sayang..! kakak disini, kamu ikut kakak saja ya?". kata Crystal dengan lembut.


"Alex". panggil Crystal ke Alex.


"iya sayang". sahut Alex mendekati Crystal dan berdiri tepat disamping Crystal.


"habisi Pria bernama Baskoro itu jika berani mengusik adikku dan kalau wanita jahat itu berhutang dengan Baskoro itu maka dia saja yang bayar hutang-hutangnya jangan bawa-bawa adikku". titah Crystal dengan tatapan sengit.


para bawahan Baskoro gemetar ketakutan sementara Ibu Ressy yaitu Ibu tiri Dinda pun langsung bersimpuh dengan wajah sangat pucat.


"kalian dengar apa kata Istriku?? aku akan habisi markas kalian tanpa tersisa jika berani mengusik gadis kecil ini". ancam Alex dengan tatapan tajam dan sudut tertarik miring terkesan sangat menyeramkan.


"Is.. Istri? adikk?? ". batin mereka serentak dengan nada yang terputus-putus di dalam benak masing-masing.


"ba.. baik Tuan, baik Nona". jawab para bawahan Baskoro pun ikut bersimpuh dengan kepala tertunduk.


"ayo sayang..! kakak akan membawamu pergi dari sini". ajak Crystal merangkul Dinda pergi.

__ADS_1


Crystal menghapus air matanya yang juga terjatuh mendengar isak pilu Dinda, Alex yang tak sengaja melihat air mata Istrinya pun langsung beralih dan menatap tajam mereka semua.


"berani sekali kalian membuat Istriku menangis!". teriak Alex menggelegar.


"am..ampun Tuan". segera mereka semua bersujud berkali-kali untuk meminta pengampunan nyawa supaya tidak mati.


mereka benar-benar tidak menyangka Dinda adalah Adik gadis milik Alex yang sangat ditakuti oleh para penjahat yang ada di negara kelahirannya itu, bahkan untuk menyerang Alex dibutuhkan mental yang sangat besar kalau memang tidak takut mati, tapi kalau masih sayang nyawa janganlah coba-coba mencari masalah dengan keluarga Alex.


Crystal tidak memperdulikan bagaimana cara Alex membalaskan rasa sakit hati adiknya yang penting saat ini Crystal hanya ingin membawa Dinda pergi.


"malang sekali nasibmu Dinda, dulu kamu juga dijadikan pelampiasan hasr*t sampai hari kematianmu dan sekarang kamu juga akan di jual dijadikan pelac*r. hikkssh.. hiks... kamu tenang saja sayang..! di masa ini kakak akan membahagiakanmu, di masa ini kakak akan berikan kebahagiaan yang tertunda dimasa lalu untukmu sayang". batin Crystal yang mendengar isi hati Dinda yang mengatakan Baskoro adalah Rentenir kejam yang tidak akan segan menju*l dirinya menjadi pelampiasan hasr*t keji orang tidak beradab.


Crystal mendudukkan Dinda di kursi panjang tepat dibawah pohon tak jauh dari kos-kosan tempat tinggal Dinda bersama Ibu tiri dan anak laki-laki kandung Ibu Tirinya Dinda yang seumuran dengan Dinda.


"sudah sayang..! kamu sudah aman bersama kakak, kamu akan ikut dengan kakak meninggalkan keluarga jahat itu". Crystal menangkup pipi Dinda dan menghapus air mata Dinda yang sesegukan menatap Crystal sebab selalu datang diwaktu yang sangat tepat sebelum Dinda hancur.


"ma.. maksud kakak?". tanya Dinda sesegukan.


"ayo masuk sayang..! aku akan habisi mereka dalam 1 malam". kata Alex dengan lembut mengelus kepala Crystal.


Crystal mengangguk lalu Alex membukakan pintu untuk adiknya Crystal yaitu Dinda, Crystal membawa masuk Dinda yang sepertinya tidak mau masuk ke mobil Alex.


"kenapa sayang?". tanya Crystal.


"bajuku, laptopku, ponselku dan semuanya kak? aku tidak bisa pergi". memelas Dinda.


"akan kakak belikan yang baru". jawab Crystal.


"tidak bisa kak..! didalam sana ada file-file penting". Dinda hendak kembali tapi Crystal menahannya.


"aku akan perintahkan seseorang untuk membawa semua barang-barangmu". ujar Alex serius.


"per.. perempuan kan Tuan?". tanya Dinda menahan malu.

__ADS_1


Alex menautkan kedua alisnya, "baiklah". jawab Alex segera menghubungi Belle dan meminta gadis itu mengambil barang-barang Dinda dengan ditemani oleh Botak dan Cepak untuk berjaga-jaga.


"sudah kan? mau masuk?". tanya Crystal.


Dinda dengan wajah bodohnya pun masuk lalu Crystal menutup pintu mobil Alex dan Alex membukakan juga pintu dengan tangan kiri untuk sang Istri lalu telapak tangan yang sama menutupi kepala Crystal supaya tidak terbentur tapi tangan kanannya masih sibuk menelfon Botak dan Cepak, Crystal masuk ke Mobil.


.


Alex membawa Crystal dan Dinda ke Mansion tapi Dinda menolak karna merasa tidak pantas, alhasil Dinda diantar ke Apartemen kosong milik Alex juga tapi disampingnya adalah tempat tinggal Putra yaitu pimpinan Hotel DeLLun.


"kamu harus menjaga adikku dengan baik Putra atau kamu akan aku gantung diatas pohon kelapa, mau??". ancam Crystal membuat Putra mengangguk-ngangguk patuh dengan wajah pucat.


Alex cuek saja pada Putra yang takut pada Crystal, mungkin saat digantung terbalik di Ruangan Kerjanya sendiri membuat Putra trauma dan berjanji tidak akan melanggar perintah Crystal, Putra akan mengutamakan perintah Crystal diatas perintah Alex yang seharusnya Tuannya sejak dulu.


"t.. tidak usah kak..! a.. aku bisa jaga diri sendiri baik-baik". elak Dinda merasa tidak enak.


"tadi kakak mengajakmu ke Mansion keluarga Alex kamu tidak mau padahal disana ramai dan kamu tidak akan kesepian". omel Crystal.


Dinda menundukkan kepalanya sementara Crystal merasakan ketakutan Putra pun menoleh ke Putra yang segera melihat ke arah lain seperti pura-pura tidak lihat padahal wajahnya menunjukkan ketakutan.


"aku tidak akan menggantungmu tanpa kesalahan, jika kamu tidak bisa menjaga adikku dengan baik maka hukumanmu?". Crystal menunjuk hidung Putra.


"ba.. baik Nona..! saya akan mengurus sarapan, makan siang serta makan malamnya, dan sesuai perintah Nona saya juga akan mengantarnya kuliah serta menjemputnya pulang kampus". jawab Putra tanpa jeda.


"hmm, jangan takut merepotkannya sayang karna dia tidak akan menjualmu ke Rumah kumpulan jal*ng". kata Crystal dengan serius ke Dinda.


hari itu juga Dinda tinggal di sebelah Apartemen Putra, tanpa disuruh Pria itu selalu rajin datang ke Apartemen Dinda karna perintah Crystal bahkan membantu mengemasi barang-barang pindahan Dinda dengan wajah datarnya tanpa protes. Dinda yang tidak pernah diperlakukan begitu baik pun menangis di malam harinya karna terharu ditolong oleh orang baik seperti Crystal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2