
.
.
.
"apa maksudmu sayang?". tanya Jessica.
"Crystal juga tidak tau Ibunda, kenapa Alex punya rambut kayak ini, apa itu hanya bayangan? tapi kenapa ini merasa sesak Ibunda". Crystal menunjuk dadanya dan meremasnya.
Jessica makin membelalakkan matanya, "Ya Dewaa.. ikatan apa diantara mereka? takdir apa yang mengikat mereka?". batin Jessica.
Crystal terdiam beberapa saat, Ia tidak mengerti bayangan itu mengapa sangat menyakitinya tapi anehnya Crystal tidak tau makna nya.
"itu pasti potongan dari ingatan mereka dulu, tapi mengapa Crystal mengatakan rambut Alex dulu berwarna perak? apa yang terjadi? Dewaaa.. bagaimana caraku membongkar rahasia kehidupan Putriku??". batin Jessica.
"sayang..? lupakan saja ya? itu hanya akan menyakitimu saja". Jessica berbicara dengan lembut ke Putrinya.
Crystal menatap Ibundanya dan mengangguk, Ia hanya berpikir saja tapi yang dikatakan Ibunda nya memang benar seharusnya Crystal lupakan saja sebab Ia sendiri juga tidak tau bayangan apa itu.
"lebih baik kamu cari Ayahmu ya? Bunda pengen makan daging kelinci". pinta Jessica dan Crystal menganggukkan kepalanya.
Crystal berubah ceria meninggalkan Ibundanya, Jessica tersenyum lembut lalu raut wajahnya berubah serius.
"jika itu potongan masa lalu Crystal lalu kenapa rambut manusia itu sekarang hitam? seharusnya sekarang rambut peraknya juga kan? sebenarnya tragedi mengerikan apa yang terjadi diantara mereka hingga terikat sampai dimasa ini?". gumam Jessica tidak mengerti.
Jessica merasa Cinta Alex di masa sebelumnya sangat besar pada Crystal hingga bisa mengguncang ingatan Crystal dan membuat Putrinya yang tidak tau apa-apa kepikiran akan kilas balik ingatan itu.
"haiisssh..! aku penasaran bagaimana masalalu mereka dulu". gerutu Jessica.
semua manusia pasti akan bereinkarnasi dan itu dipercayai oleh Jessica tapi tidak ada satupun yang ingat masa lalu manusia dizaman sebelumnya, bahkan Jessica saja tidak ingat reinkarnasinya dulu seperti apa, tapi mengapa Crystal punya ingatan itu?.
Jessica merasa kisah Cinta Crystal dan Alex sangat menyedihkan atau tragis sebab jika bahagia mereka tidak akan dipersatukan lagi dizaman sekarang apalagi masih mengingat kisah di reinkarnasi sebelumnya.
"aku tau semua akan terkuak dewa tapi bisakah aku diberi tanda-tanda? kenapa hanya Crystal yang mengingat masa lalunya? kenapa manusia Alex itu bisa tidak ingat? takdir apa yang kalian permainkan pada Putriku?". dumel Jessica menatap ke atas seolah sedang protes pada Dewa kepercayaannya.
sebelumnya Jessica memang menganut kepercayaan Dewa dan Dewi tapi sejak berada di zaman manusia terkadang Jessica sering menyebut Tuhan berkat ocehan suaminya yang percaya dengan Tuhan, anggap saja mereka berbeda keyakinan tapi saling mencintai satu sama lain.
.
di tempat lain,
Alex membersihkan diri dipancuran shower hingga tiba-tiba Ia sontak mematikan pancuran shower yang mengguyur tubuhnya, Alex meringis baru merasakan perih di kakinya.
__ADS_1
"jadi ini yang dimaksud Crystal". gumam Alex melompat-lompat dengan sebelah kakinya meraba dinding sekitarnya.
Alex duduk di sofa dengan handuk membalut intinya saja, Ia melihat kakinya yang tertancap dengan duri.
"haiish.. kenapa aku tidak sadar?". rutuk Alex mencari obat dan mengobati lukanya sendiri dengan mencabut duri itu terlebih dahulu.
Alex tidak mood lagi membersihkan diri padahal tubuhnya sudah tersiram air, Alex berdiam diri sejenak.
"Bunga Violetku? kamu tidak takut padaku kan?". gumam Alex pelan teringat sosok Crystal.
Crystal adalah gadis polos yang tidak pernah tau apapun apalagi melihat pembantaian yang Alex lakukan, Alex benar-benar takut Crystal menjauhinya entah mengapa Alex bisa merasakan takut.
tok.. tok.. tok..
"Tuann?". panggil Botak menekan bel kamar Alex.
Alex berjalan dengan tenang ke arah pintu sebab Ia sudah terbiasa menutupi rasa sakit dari orang setianya, Alex adalah penyanggah terkuat untuk para bawahannya untuk Itu Ia harus tetap terlihat kuat supaya bawahannya tidak goyah.
"ada seorang wanita didepan Markas kita Tuan, dia membawa 2 peti mati yang katanya dia datang menepati janji". lapor Botak.
Alex menaikkan sebelah alisnya, "aku pakai baju terlebih dahulu".
"baik Tuan". jawab Botak.
.
.
"aku menepati janjiku Alex..! ku harap kau juga menepati janjimu karna aku ingin hidup tenang". jawab Viola dengan serius.
Alex melirik bawahannya, Patung yang merasa diberi tugas pun segera mendekati peti mati itu dan membuka keduanya yang ternyata Jasad Ola dan Sordi dengan wajah pucat mereka.
"kau membunuh kedua orangtuamu sendiri?". senyum miring Alex menatap Viola.
"aku hanya membalas hasil perbuatan mereka, aku tidak mau menjadi boneka siapapun lagi, mereka berdua masih memaksaku untuk balas dendam padamu setelah mencampakkanku seperti seonggok sampah". jelas Viola.
Alex menyeringai, "baiklah..! kau bebas dariku karna kau memberiku hadiah yang tidak ternilai harganya, lalu bagaimana perasaanmu setelah membunuh orangtua yang mengajarimu berbicara, berjalan, berlari dan lainnya?".
Viola mengangguk, "hatiku sudah mati karna ulah mereka sendiri, aku tidak mau mengikuti dendam yang tidak akan ada habisnya ini".
"hm?". Alex menatap dingin saja Viola tidak ada kehangatan seperti dahulu lagi.
"aku hanya alat untuk mereka, bukan anak". jawab Viola lagi.
__ADS_1
Alex menoleh ke Cepak yang segera mendekat memberikan sebuah ramuan, "ini untukmu". Alex melempar ke Viola yang dengan cepat menangkapnya.
"itu bayaranmu dan pergi dari hidupku, semua sudah berakhir dan itu akan membuat rahimmu pulih kembali". jelas Alex.
Viola menangis menatap ramuan itu,
"kenapa? kau tidak percaya? menurutmu aku membual?". tanya Alex.
"bu.. bukan aku hanya tidak menyangka masih diberi kesempatan hidup". jawab Viola.
"aku memberimu kesempatan hidup bukan berarti aku memaafkanmu, bayaran atas keselamatanmu adalah ini". Alex melihat jasad kedua orangtua Viola.
"aku tau". jawab Viola.
Viola meneguk ramuan itu lalu meletakkan botol ramuan itu di jasad ibunya.
"Mama semoga Mama tenang bertemu dengan Saudara kembar Mama itu ya? aku tidak bisa membalas dendam karna aku ingin hidup normal". kata Viola dengan wajah datarnya seperti seorang perempuan yang tidak punya hati lagi menatap kedua orangtua yang masih memikirkan dendam setelah melihatnya datang menemui mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Alex terkekeh pelan lalu Viola menatap Alex serius.
"aku akan pergi..!". kata Viola dengan senyuman tipisnya.
"hmm? pergilah". usir Alex.
"jangan lupa undang aku ya?". kata Viola lalu berbalik meninggalkan Alex yang mendengus.
Viola melompat-lompat dan terpekik senang meninggalkan markas Alex seolah ini adalah hari yang membahagiakan baginya.
"Tuan? anda akan membebaskan perempuan itu?". tanya Botak.
"iya Tuan? apa pantas penghianat diberi kesempatan hidup?". sahut Cepak.
"Tuan?". sapa yang lainnya juga.
"dia memberi jasad kedua orangtua nya, kalian sanggup membunuh kedua orangtua kalian hanya demi hidup?". Alex
mereka semua menggeleng sebab tidak sanggup membunuh kedua orangtua sendiri demi hidup malah ingin melindungi.
"artinya dia tersiksa selama ini". jawab Alex dengan santai.
.
.
__ADS_1
.