
.
.
.
Dewi Par dan Endang tak bisa berkata-kata hanya bisa menatap kepergian Rey dan Jessica yang menggenggam tangan Putri berambut perak mereka.
"lihatlah Ma? Crystal terlihat bahagia keluar dari Mansion ini, diluar sana banyak wanita yang kalau sudah masuk kesini tidak akan mau keluar lagi". lirih Dewi Par.
"iya..! Mama mengerti sekarang kenapa Dewi kita menunjuk gadis itu untuk menjadi penutup penderitaan kita, jika gadis itu ada bersama kita maka keluarga kita akan bahagia sampai 7 turunan". jawab Oma Endang.
"lalu apa yang harus kita lakukan Ma? ". tanya Dewi Par memelas.
"apa kamu tidak dengar apa kata Dewi kita malam tadi? ". Endang menatap serius menantunya itu.
"yang mana ma? ". tanya Dewi Par tidak bisa mengingat dengan jelas sebab pemikirannya penuh dengan Crystal.
"sekeras apapun Nyonya Jessica menjauhkan Alex dengan Crystal mereka berdua akan tetap bersatu, mari kita percaya takdir saja hmm? ". bujuk Endang.
"dimana Alex Ma? ". Dewi Par mengedarkan pandangannya.
"Alex keluar sama Indiro, sepertinya mereka akan mencari sesuatu tapi mereka belum tau kalau Crystal sudah pulang". jawab Endang menghela nafas.
Para Pelayan mencari-cari Crystal untuk memotret lalu dilaporkan pada Tuan-Tuan mereka tapi tidak menemukan Crystal dimanapun berada,
"dimana gadis itu? ". tanya salah satu pelayan.
"apa sudah pergi? ".
"mana mungkin, mana ada perempuan yang minta pulang setelah datang ke Mansion ini". bantah yang lainnya.
"aku dengar Nona perak itu ada di kamar Tuan Alex".
"ayo kesana! ". ajak yang lainnya.
namun saat mereka datang ke kamar Alex dengan alasan bersih-bersih tidak melihat Crystal membuat mereka kebingungan, terpaksa mereka mencari jawaban dengan cara masing-masing dan jawaban yang mereka terima sangat mencengangkan yaitu Crystal pulang bersama keluarganya.
__ADS_1
apa kurangnya Mansion ini? apapun yang Crystal inginkan pasti didapatkan karna gadis itu adalah akhir dari penderitaan Keluarga Alex namun tak disangka Crystal membuang emas berlian didepan mata malah pulang yang Rumah nya entah dimana. tidak ada yang spesial lagi di Mansion Alex, saat Alex dan Indiro tiba mereka tak bisa berbuat apa-apa ternyata Crystal sudah pulang.
"sudah aku bilang kalau Crystal tidak akan hidup bersama kita". ujar Alex dengan datar lalu memilih pergi meninggalkan keluarganya.
Para pelayan yang berjejer rapi menundukkan pandangan tapi telinga mereka sangat tajam mendengar semuanya, betapa anehnya sosok Crystal itu yang meninggalkan kehidupan mewah demi kehidupan biasa.
Indiro menghela nafas, "aku sudah menebak hal ini akan terjadi tapi aku percaya dengan perkataan dewi kita". kata Indiro lalu juga pergi ke kamarnya.
tinggallah Oma Endang dengan Dewi Par, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa jika Crystal sendiri memang tidak mau tinggal bersama di Istana ini.
tiba-tiba Bella datang dan terkejut melihat para pelayan berbaris rapi seperti menunggu hukuman sedangkan Endang dan Dewi Par terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Nyonya? ada apa? ". tanya Bella mendekati Endang dan Dewi Par tapi masih jarak aman.
"Crystal pergi La..! dia pulang lagi ke Rumahnya bersama keluarga nya". jawab Dewi Par.
"hmm? bagaimana bisa Nyonya? saya rasa kami sudah melakukan hal yang terbaik supaya Nona itu tidak bosan dan kesepian di Mansion ini". cecar Bella tak percaya.
"iya kami tau Bella, sebagai kedua orangtua sudah seharusnya mereka melarang Anaknya bergabung dengan keluarga kita ini, mereka sangat mencintai Crystal yang kita akui sangat berharga". keluh Dewi Par.
satu persatu tempat itu pun telah kosong, Para pelayan memasuki kamar masing-masing mengabari Tuan mereka, betapa terkejutnya mereka semua bahwa gadis yang diramalkan untuk Alex ternyata punya kekuatan hebat hingga seperti manusia super yang sempurna.
.
beberapa hari kemudian,
Alex melihat ponselnya dan tak sengaja melihat notif berita mengenai Crystal.
"apa-apaan ini? ". gumam Alex membaca artikel tentang Crystal.
dalam berita itu menjelaskan bahwa gadis yang diramalkan untuk Alex telah muncul, manusia super.
"bedeb*h...! tempat ini memang ada mata-mata". amuk Alex saat sadar akan sesuatu.
Alex berlari ke luar kamarnya dan berteriak memanggil Pelayan, Oma Endang, Dewi Par dan Indiro juga muncul dengan raut wajah geram.
"sial*n kaliaaannnn...!! berani sekali kalian memata-mataiku hah?? sekarang keluar dari Mansion Ini...!! sebelum aku bunuh kalian semua tanpa tersisa, ingatlah aku bisa mengejar kalian sampai ke ujung neraka sekalipun". teriak Alex dengan marah.
__ADS_1
Indiro menenangkan Alex, Alex memilih pergi tanpa mengatakan apa-apa.
Para pelayan menangis lagi penuh drama, tidak ada yang tau tangisan mereka tulus atau punya maksud yang lain.
"kalian semua benar-benar tidak tau diri..! kalian dikutip dari sampah jalanan masih berani menghianati kami ha? ". marah Oma Endang menggelegar.
Dewi Par menghubungi bawahannya lalu menghapus artikel itu yang ternyata bocor dari salah satu Pelayan Mansion Asiantama.
Dewi Par yang mulai geram meminta Oma Endang membantunya menggeleda tubuh Para Pelayan, bukan orang lain tapi Endang dan Dewi Par turun tangan menyita semua ponsel yang tertangkap.
"ohh.. disimpan di Br*? kau fikir aku tidak berani mengambilnya ha? ". Dewi Par menurunkan resleting depan pelayan dan mengambil ponsel itu dari dalam br* nya.
"mulai sekarang tidak ada yang menggunakan ponsel, silahkan kalian angkat kaki dari Mansion ini". usir Dewi Par tegas.
Pelayan yang menangis tidak diberi ampun langsung pulang, jika ada Pelayan yang ketahuan penghianat maka ke ujung neraka pun akan di kejar dan mencari bukti lewat ponsel masing-masing, Dewi Par dan Endang tidak berbelas kasih sedikitpun malah tetap pada pendirian mereka memecat semua Pelayan Mansion.
sungguh semua hal itu terjadi diluar dugaan, mereka mengira akan dipecat 1 atau 3 pelayan saja tapi kenyataannya dipecat 34 orang sekaligus dan di Mansion tidak ada Pelayan lain selain Ibu Ita (Koki) dan Bella yang sibuk kuliah kedokteran.
"bagaimana jika kita ketahuan? ".
"kita bersembunyi lah dengan baik".
"aku tidak menyangka kita akan dipecat semua".
bisik-bisik Pelayan sebelum semua nya berkumpul,
Pelayan yang sudah berkemas segera keluar dari Mansion, 34 Pelayan yang dipecat jalan bersama sampai gerbang Mansion menyeret tas masing-masing dengan pemikiran yang berbeda-beda.
"gara-gara kalian yang berkhianat membuat kami yang tidak bersalah dipecat, semoga kalian membusuk di neraka". kata salah satu Pelayan yaitu teman setia sekaligus teman sekamar Belle, (bukan penghianat).
Gadis itu memilih pergi dengan raut wajah marah, Ia yakin banyak penghianat di Mansion Alex tapi tidak ada bukti bisa apa? gadis itu bisa difitnah balik jika jumlah mereka yang berkhianat lebih banyak dari Pelayan itu sendiri.
.
.
.
__ADS_1