Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
bayaran


__ADS_3

.


.


.


"Cryss..?? apa yang kamu lakukan sampai Feny dan Tuan Andra bisa putus??". tanya Butet dengan gemas menoel-noel pipi Crystal.


"hah? memangnya apa yang aku lakukan?". tanya Crystal balik dengan polos sebab Ia merasa tidak melakukan apapun yang merugikan siapapun.


"Crys..! semua penduduk hotel ini heboh karna Feny di putuskan hanya karna gadis OG sepertimu, apa kamu tidak tau? Feny sepertinya begitu dendam padamu". kata Tatan.


Crystal mengerutkan keningnya, "kenapa Tuan Andra yang kalian bilang itu memutuskan pacarnya? lalu apa hubungannya si Feny itu dendam padaku? aku tidak melakukan apapun, sungguh..!".


Butet begitu gemas, Ia tidak menyangka gadis polos dan mungil seperti Crystal bisa menjatuhkan seorang Feny yang memiliki tubuh Sempurna, wajah yang cantik, sementara Crystal gadis mungil dengan wajah yang super imut.


"bagaimana tips nya Crys?". tanya Tatan semangat.


Crystal memutar bola matanya dengan malas, "aku mau lanjut kerja". jawab Crystal melenggang pergi meninggalkan Butet dan Tatan yang juga berlari menyusul gadis kecil super imut itu.


Crystal mengabaikan ocehan Butet dan Tatan yang hilir-mudik disekitarnya, Crystal asik dengan pekerjaannya membersihkan kaca Hotel.


"Crys? kenapa kamu mengabaikan kami?". kesal Butet dan Tatan serentak.


"aku tidak tau yang kalian katakan tentu saja aku diam". jawab Crystal dengan santainya.


"ya ampun Crryyys". gemas Tatan.


Butet menggeleng-geleng kepalanya sambil tertawa pelan.


"jadi namamu Crys?". Andra tiba-tiba menyahut diantara mereka bertiga.


Butet dan Tatan melihat Andra pun menunduk hormat lalu pamit pergi dengan wajah memucat melihat Ular Kobra yang bertengger di bahu Andra.


Crys melihat kedua temannya yang lari kocar-kacir pun hanya menghela nafas, "mereka mengoceh saja padaku saat bersama orang malah lari terbirit-birit". batin Crys.


"hai Crys? apa kau bisa mengajariku belajar bahasa binatang?". tanya Andra dengan ramah.


Crystal menoleh ke arah Andra dan melirik Ular itu yang tengah menatapnya saja.


"aku tidak mau, aku sudah bilang kelebihanku tidak bisa diajarkan pada orang lain karna kelebihanku ini berasal dari keturunan keluargaku". jawab Crystal dengan santai.


"keturunan? apa ada kitab keturunan kalian? aku akan mempelajarinya dengan baik". pinta Andra memelas.


Crystal mendengus, "sana pergi..! hus.. hus.. jangan ganggu aku kerja". usir Crystal seperti mengusir Ayam saja.

__ADS_1


Andra tercengang, "aku akan bayar gajimu 3 kali lipat jika kamu mengajariku bisa bicara dengan hewan! ku mohon..! ini sudah impianku ingin mengerti bahasa binatang".


Crystal menoleh ke Andra lalu melirik ke arah Ular itu yang tampaknya juga memelas padanya, Ia jadi tau kalau Ular itu begitu sayang dengan Andra.


"kalau begitu bayar aku 20 Juta dibayar kontan". pinta Crystal mengulurkan tangannya.


"hanya 20 Juta?". tanya Andra berbinar.


"hanya? apa itu terlalu murah?". tanya Crystal dengan polos menggaruk hidung mungilnya membuat Andra menebarkan senyum tampannya dengan kepolosan Crystal yang menganggap uang segitu murah.


"katakan nomor rekeningmu, akan aku TF langsung". pinta Andra mengeluarkan ponselnya.


"aku tidak punya rekening ataupun ponsel". jawab Crystal dengan serius membuat Andra hampir saja menjatuhkan ponselnya.


"zaman sekarang tidak punya Ponsel? kok bisa?". tanya Andra tidak percaya.


"bawakan besok..! kontan!". titah Crystal lalu kembali bekerja tapi tiba-tiba Ia menoleh ke arah Ular itu.


"aah.. dia minta kandangnya diberi kain sutera yang lembut dan berbulu". kata Crystal ke Andra.


Andra menoleh ke Ular nya lalu memegang kepala Ularnya menciuminya seperti manusia mencium sesama manusia membuat Crystal bergidik ngeri, Ia sering berbicara dengan hewan tapi tidak pernah mencium hewan melata seperti itu, kecuali Kucing kesayangan Crystal.


.


.


Andra kembali dengan membawa 1 tas berisi semua uang yang akan Ia berikan untuk Crystal dengan tunai tanpa embel-embel Transfer, sebab gadis itu tidak punya rekening.


Lucu? memang terdengar lucu tapi Andra menghargai Privasi setiap orang apalagi jika menyangkut Ilmu yang tidak bisa dibeli olehnya.


Crystal menganga melihat tas berisi banyaknya uang Tunai untuknya, "i.. ini 20 Juta?". tanya Crystal dengan polos.


"bukan.. 500 Juta, aku hanya punya uang tunai segitu". jawab Andra menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Andra banyak uang tapi tidak ada di Mansionnya, Emas batangan banyak tapi uang tunai tidak terlalu banyak, semua uangnya di Bank tapi Andra terlalu malas mencairkan uangnya kecuali saat membayar belanjaan.


Crystal memberikan sebuah botol mineral yang sudah Ia beri mantra tanpa sepengetahuan siapapun, "ambillah..! minuman ini habiskan, besok pagi nya kau akan mengerti bahasa mereka".


"t.. terimakasih". ucap Andra dengan bahagia memeluk botol minuman itu.


Crystal menggedikkan bahunya lalu meminta Andra mengambil sisa uangnya membuat Andra tercengang, Ia tidak mengerti gadis ini yang malah memikirkan dirinya kehabisan uang padahal Ia banyak emas batangan yang bisa digantikan dengan uang.


"ambil saja..! terimakasih". ucap Andra berlari pergi memeluk botol minuman itu seperti harta berharga yang sangat tidak ternilai harganya.


"Crys?". teman-teman Crystal datang dan ternganga melihat uang-uang itu.

__ADS_1


"kalian mau?". tanya Crystal tentu saja mereka semua mengangguk-ngangguk dengan wajah bodoh.


Crystal dengan baik hatinya membagi-bagikan uang pada rekan-rekannya seperti gajian masal, hingga uang itu sampai ke Butet dan Tatan yang semakin menghebohkan telinga Crystal saja.


"Crysss? bagaimana Tuan Andra memberimu uang sebanyak ini demi sebotol air mineral ha?". tanya Butet dengan heboh.


"jawab Crys". sahut Tatan juga.


"berisik!". ketus seorang Pria berpakaian serba tertutup.


Crystal menoleh ke Pria itu lalu Ia mengerutkan keningnya, Pria itu mendekati Crystal dan tangannya mengelus kedua pipi Crystal hingga Crystal tau Pria itu adalah Alex.


"kenapa Andra mendekatimu? apa dia melukaimu?". tanya Alex dengan lembut.


Crystal menggeleng kepalanya, "dia memberiku uang, kamu mau?". tanya Crystal menunjukkan uang 1 ikatan tebal ke Alex.


Alex terkekeh pelan lalu mengecup puncak kepala Crystal, "aku merindukanmu". bisik Alex memeluk Crystal didepan Butet dan Tatan yang kaki mereka seketika melemas melihat pemandangan itu.


Crystal mengerjab-ngerjabkan matanya, aneh tapi tubuh Crystal tidak pernah menolak sentuhan Alex.


"bagaimana keadaan Mommy?". tanya Crystal.


"baik". jawab Alex.


"lepaskan aku..! kenapa kamu memelukku didepan kedua temanku". Crystal mendorong tubuh Alex hingga pelukan mereka terlepas.


"ikut aku..!". pinta Alex menggenggam tangan Crystal.


"tapi aku masih bekerja". Crystal seolah protes tapi tangannya membalas genggaman tangan Alex.


Alex melihat ke arah Butet dan Tatan, "kalian katakan pada Putra kalau Tuannya membawa pergi Crys". titah Alex ke mereka berdua yang mengangguk-ngangguk seperti robot saja.


Crystal terpaksa mengikuti Alex, beberapa kali Crystal tampak memberikan uangnya ke Alex tapi tangan Alex malah mencubit pipi Crystal.


"kenapa mereka mesra sekali?". gumam Tatan dengan dramatis.


"eeh..? uangnya Crys?". tunjuk Butet.


"ayo kita simpankan saja uangnya". ajak Tatan dibalas anggukan oleh Butet.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2