Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
biarkan saja


__ADS_3

.


.


.


Para pelayan toko itu tidak menganggap serius perkataan Crystal sebab mereka berpikir bisa saja Crystal sedang bertengkar dengan Alex.


"mari kami antar ke pakaian termahal di toko kecil kami ini untuk Nona". ajak salah satu pelayan.


pelayan di toko kecil itu hanya berjumlah 3 orang saja.


Crystal menggeleng-geleng kepalanya tapi Ia dibawa dengan senyum manis mereka masing-masing, Crystal terpaksa menuruti mereka mendengar ungkapan hati masing-masing dari mereka yang tidak punya pelanggan ataupun pembeli, Crystal adalah tamu pertama bagi mereka selama 1 bulan ini.


"yang ini sangat pas Nona..! mari silahkan di pakai Nona! ". pinta pelayan dengan ramah.


"Oupss...!! kalian mau ngapain?". tanya Crystal menyilang dada nya dengan tatapan memicing waspada.


"kami hanya ingin memakaikan Nona pakaian ini". jawab para pelayan perempuan itu bingung.


"aku bisa pakai sendiri, aku tidak terbiasa dibantu karna aku bukan gadis manja". jawab Crystal sambil membawa masuk baju itu ke ruangan ganti.


Para Pelayan tersenyum saja menanggapinya, hingga tiba-tiba mereka menoleh saat melihat kedatangan seorang wanita paruh baya berlari dengan nafas terengah-engah.


"Nyonya Bei". sapa para Pelayan dengan hormat.


"Nona Muda Tuan Alex ada di Toko kecilku?". tanya Bei dengan serius sambil mengelap keringatnya lelah sehabis berlari.


"benar Nyonya". jawab mereka sambil tersenyum.


"dimana Nona itu?". tanya Nyonya Bei dengan pandangan berbinar.


"di Ruangan ganti Nyonya, Nona berambut perak itu tidak mau di bantu". jawab salah satu pelayan.


tak lama kemudian Crystal keluar memakai pakaian berwarna cerah memperlihatkan betapa cantik dan terangnya kulit Crystal yang seputih susu.


"bagaimana Nona?". tanya Bei mendekati Crystal membuat alis Crystal bertaut.


"loh tadi Ibu tidak ada kan?". tanya Crystal tidak mengenal Bei.

__ADS_1


"saya pemilik butik kecil ini Nona, didepan sana ada sebuah butik sangat besar tapi Nona begitu bermurah hati mau masuk ke toko saya yang sangat kecil ini sungguh suatu keberuntungan bagi saya Nona". ucap Bei membungkukkan setengah badannya.


Crystal mengangguk jika Ia mengatakan kalau tadi dirinya hanya bersembunyi pasti melukai hati wanita paruh baya itu yang tulus padanya, alhasil Crystal membeli pakaian apa saja yang Ia suka dan membayarnya dengan blackcard milik Alex.


"terimakasih Nona..! selamat datang kembali!". ucap si Pelayan dan Nyonya Bei kompak memberi tundukan hormat ke Crystal.


Crystal tersenyum cerah membawa semua belanjaannya, rambutnya di kuncir dan digulung oleh Nyonya Bei sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang sangat mengiurkan nafs* bagi lawan jenisnya jika ada yang melihat itu.


ada beberapa orang yang hendak masuk butik ternama didepan toko kecil itu melihat Crystal keluar dari toko kecil itu membuat para pembeli berbondong-bondong nyebrang jalan dan masuk ke Toko kecil itu sampai para pelayan serta Bei kewalahan melayani tamunya.


.


"aku menemukanmu gadis nakal". Pria yang Crystal hindari tiba-tiba muncul didepannya membuat Crystal terbelalak.


"ngapain kau masih disini?". bentak Crystal.


"kenalkan namaku Erlando, panggil saja Erlan". kata Erlando mengulurkan tangannya.


"ternyata benar dia memang Erlando dan Reinkarnasi Raja Bedeb*h gila itu". batin Crystal menatap sengit penampilan Erlan.


"tanganku penuh". jawab Crystal lalu berjalan tenang melewati Erlan yang segera menahan lengan Crystal.


"kau berani menyentuhku ya? benar-benar kelakuanmu di zaman sekarang dan dulu sama saja". Crystal menatap tajam mata hijau Erlan yang sama persis dengan Vargo di masa lalu.


Crystal yang geram dengan kelakuan tidak sopan dan tingkah sok akrab Erlan membuatnya mengibaskan tangannya sampai Erlan melayang di dan nyangkut di tiang listrik seperti sedang memanjat pohon pinang.


"Tuaaaannn?". pekik para bawahan Erlan berlari mendekati tiang listrik itu dan begitu panik melihat Erlan yang ada diatas mereka sampai lupa harus bertindak apa.


bola mata Violet Crystal menyala melihat Pria itu tanpa merasa bersalah, "di masa dulu aku memang lemah tapi dimasa sekarang kau lah yang paling lemah". kata Crystal dengan tenang lalu menghilang dari tempat itu.


.


beberapa saat kemudian,


Alex menghentikan mobilnya didepan toko butik kecil yang kini sangat ramai, Ia keluar dari mobil dan berlari dengan langkah lebar memasuki butik itu.


"dimana Bunga Violetku?". tanya Alex dengan serius membuat para pengunjung dan pelayan yang sedang kewalahan menoleh ke arah Alex.


"dimana Bunga Violetku? apa kalian TULI?". bentak Alex menggelegar.

__ADS_1


DeG!!


"N.. Nona Bunga Violet sudah pergi ke arah sana Tuan". jawab Bei dengan sangat hormat menunjuk arah perginya Crystal.


Alex segera keluar dari toko itu, seketika Toko kecil itu berubah heboh melihat Alex secara langsung adalah suatu hal yang sulit bagi siapapun, mereka tidak menyesal bersempit-sempitan di Toko kecil itu demi sosok kekasih impian Alex itu sehingga mereka bisa bertemu Alex juga.


"Crystal? apa yang kamu pikirkan hmm? kamu sengaja menunjukkan dirimu ke para musuh-musuhku? bagaimana jika mereka mencelakaimu?". gumam Alex dengan raut wajah khawatir.


Alex menelusuri tempat yang di tunjuk oleh Nyonya Bei tadi, Ia tidak menemukan Crystal hanya melihat banyak Pria berpakaian hitam masuk ke mobil mewah.


"Erlan?". tebak Alex lalu berlari dengan langkah lebar tapi sayangnya gerombolan itu sudah pergi.


"si*l....! pasti Erlan bertemu dengan Crystal". Alex meraup rambutnya dengan khawatir.


Alex berlari mundur lalu berbalik menuju mobilnya yang 1 km jauhnya dari posisinya saat ini, Ia menyesal tidak membawa mobil tadi jika saja Alex bawa mobil pasti bisa mengejar mobil itu.


.


"aku terlambat..! kemana perginya dia". Alex memukul setir mobilnya saat tiba di persimpangan empat tepat di lampu merah.


"Crystal?? hukum aku dengan cara apapun tapi jangan seperti ini". gumam Alex dibuat frustasi dengan kehilangan jejak Crystal.


Crystal yang tengah dicari Alex telah muncul di belakang Hotel DeLLun, Ia tengah bersembunyi dengan banyaknya belanjaannya di pergelangan tangannya.


"aku harus menjadi Crys". gumam Crystal sambil celingak-celinguk melihat sekeliling sekiranya aman.


Crystal mengucapkan mantra nya lalu ia perlahan membuka matanya dan senyumnya kian melebar melihat jemari tangannya kecil seperti wujudnya sebagai Crys, Crystal melihat rambutnya yang bukan lagi perak melainkan coklat kemerahan.


"kembali ke dunia manusia Crys". senyum cerah Crystal lalu segera keluar dari tempat persembunyiannya.


Crystal berlari riang memasuki Hotel DeLLun dari jalan belakang, Ia ditatap sinis oleh para pekerja Hotel dan Crystal mendengar isi pikiran mereka yang mengatakan Alex juga datang mencarinya sebagai Crys.


"bodo amat..! aku tidak akan memaafkannya dengan begitu mudah". batin Crystal tanpa memperdulikan orang-orang yang iri dengan dirinya dikejar-kejar oleh Orang hebat dan Kaya di kota ini.


"Buteeett?? Tataaaann?". pekik Crys membuat kedua teman baik Crys di Hotel menoleh.


"Crysss?". pekik mereka berdua juga melempar semua alat bersih-bersih mereka berlari ke arah Crystal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2