
.
.
.
"aku hanya melemparnya saja dan menginjak kakinya". jawab Crystal dengan pandangan polos.
"hanya seperti itu? apa kau tidak menggunakan senjata?". tanya Putra memicing curiga.
"gadis ini sepertinya bukan gadis biasa, bagaimana dia bisa mematahkan tulang rusuk Pria yang besarnya 3 kali lipat dari tubuhnya? mustahil!". batin Putra.
Crystal tentu mendengar isi pikiran Putra, Ia mengerjab polos seperti gadis kecil yang tidak punya kekuatan seperti pemikiran Putra.
"dia sangat pintar". batin Crystal.
Putra membawa Crystal untuk ikut ruangannya lalu menanyakan hal tentang Rohan dan Dian yang akan datang membawa polisi, dan Putra meminta Crystal mengatakan yang sebenarnya.
Crystal menghela nafas panjang, "tidak ada Pak Pimpinan, aku tidak memukulnya dengan setangkai lidi atau apapun, mereka menghinaku tentu saja aku memukulnya dengan segala kekuatanku, aku tidak pakai senjata karna aku ingat perkataan temanku itu hanya tindakan seorang Pengecut menyerang musuh yang melawan dengan tangan kosong".
Putra memicingkan matanya, "kenapa perkataannya mirip dengan Tuan Alex?". batin Putra.
Putra tidak menebak Crystal punya hubungan dengan Alex malah hanya berpikir kebetulan saja, ia tau bahwa Alex punya kekasih yaitu gadis bermata ungu dan rambut perak dengan wajah yang cantik (tidak nyata) berbeda dengan yang ia lihat adalah gadis mungil, mata hitam dengan wajah imutnya itu.
Crystal mengerjab, Ia baru ingat kalau Hotel ini sebenarnya milik Alex dan Putra hanya bawahannya saja tapi Ia tidak mau menggunakan koneksinya karna tidak mau dikatai Baby Sugar atau punya Daddy Sugar lagi.
Putra terus saja mengintrogasi Crystal sampai gadis itu mengantuk lalu bertanya, "kapan aku bisa bebas dari sini Pak Pimpinan?". tanya Crystal sambil menguap lebar.
Putra sampai memundurkan kursi kebesarannya melihat gelagat Crystal yang sepertinya tidak terlalu memikirkan keanggunannya, Crystal malah seperti anak kecil yang dipaksa belajar oleh Ayahnya.
"ekhem..! sampai kau mengatakan kebenarannya". jawab Putra berdehem pelan.
Crystal mengerjabkan matanya, "kan aku sudah jelaskan semuanya".
"itu mustahil, katakan yang jujur". titah Putra dengan tegas.
__ADS_1
Crystal malah merebahkan wajahnya dimeja kerja Putra lalu mengembungkan pipinya, "apa aku tidak bisa hidup normal? bahkan saat aku membela diripun disalahkan".
"bukan begitu, aku bertanya dengan apa kamu memukulnya? maka aku bisa membantumu nanti jika dia menuntutmu". Putra.
"kalau begitu percuma saja aku disini kan? aku sudah jelaskan semuanya sampai mataku mengantuk tapi Pak Pimpinan tidak percaya, kalau begitu tanya ke mereka berdua langsung apa aku berbohong atau tidak, kalau tidak mau bicara bilang saja aku akan datang dan mematahkan tulang rusuk dan ibu jari tangan mereka nanti". sambar Crystal memukul meja lalu meninggalkan Putra yang mengerjab-ngerjab.
Putra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "apa mungkin?". gumam Putra yang belum sepenuhnya percaya.
.
Crystal kembali bekerja, lagi-lagi si Riry datang dan mengatainya perebut kekasih orang (Pekekor) dengan santai Crystal mengatakan bahwa Ia kena marah membuat Riry merasa diatas angin lalu menertawai Crystal dan pergi dari sana sambil tertawa bahagia.
"aku jadi kangen Ibunda sama Ayah". cengir Crystal tersenyum lebar.
"Ibunda aku bahagia disini, aku akan menepati janjiku pada Ibunda dan Ayah karna sudah membebaskanku". gumam Crystal tersenyum cerah.
Crystal bersenandung dan kembali mengepel dengan riang seperti tidak ada masalah hidup sama sekali.
.
ke esokan harinya,
"Crys..? apa yang sudah kamu lakukan pada Tuan Rohan dan Asistennya ha? kenapa mereka mendatangi Polisi, pengacara dan Kejaksaan?". tanya Tatan dengan heran dan khawatir.
"Iya Crys..! kenapa Mereka membawa pihak berwajib?". tanya Butet juga panik.
Riry tertawa puas, "maka nya jadi perempuan tuh jangan sok cari muka, sok-sok rajin padahal cuma modus aja". sindir Riry.
Butet dan Tatan mengelus punggung Crystal sambil menatap tak senang saja ke Riry yang memang sok berkuasa saja. Crystal menatap Riry yang melenggang pergi meninggalkannya sambil tertawa, tapi Crystal tidak masukkan hati kata-kata Riry malah memikirkan perkataan teman-temannya yang mengatakan Crystal akan berada di penjara.
Pimpinan Hotel yaitu Putra mendatangi tempat kerja Crystal dengan membawa Polisi, Pengacara dan Kejaksaan yang memang datang untuk mencari Crystal.
"aku tidak melakukan apapun, apa kalian akan membela penjahat? aku hanya membela gund*kan datarku saja". Crystal berkata dengan polos melindungi aset depan nya.
Putra melihat para polisi dan yang lainnya tengah berbisik-bisik, mereka mulai tidak mempercayai laporan Rohan dan Dian bahwa Crystal bisa membuat mereka berdua terbaring di Rumah Sakit, Rohan yang tidak bisa bergerak karna tulang rusuknya patah sementara Dian yang tidak bisa berjalan normal malah menggunakan kursi roda menemani Rohan yang terbaring tak berdaya.
__ADS_1
Crystal pun menggunakan cerita tentang Rohan yang punya banyak pacar lalu dengan wajah polosnya itu memfitnah Rohan yang memaksanya untuk menjadi pacarnya tapi Crystal menolak, mereka semua yang mendengar cerita Dramatis Crystal pun percaya apalagi Crystal terlihat seperti gadis lemah.
"apa dia ratu drama? bagaimana dia bisa memutar balikkan kata-kata?". batin Putra memicing matanya menatap Crystal yang tengah memeluk Butet seperti gadis yang teraniaya.
"itu karna aku suka menonton film di TV dan aku cepat menangkap suatu pelajaran hingga bisa menirunya dengan lebih baik". Crystal jawab hanya dalam hati saja.
.
.
siang harinya Alex datang ke Hotel DeLLun dengan menyamar, bukan karna Alex takut tapi Ia ingin melihat Crystal tanpa diketahui musuh sebab wujud Crystal yang sekarang pasti tetap aman jika tidak dilihat musuhnya Alex yang mengincar sosok gadis bermata ungu dan rambut perak.
Alex menghentikan langkah kakinya mendengar cerita Riry pada rekan-rekannya tentang Crys yang entah mengapa membuat Alex berpikir kalau yang dimaksud Riry adalah Bunga Violetnya.
"Crys? Crystal? ada masalah apa denganmu Bunga Violetku". batin Alex.
sejak Jessica bisa menutup aura wajah Putri kesayangannya, Alex tidak bisa memanggil Crystal lagi walau terus memikirkannya tapi Alex bisa mengenali wujud buatan Jessica terhadap Putrinya itu.
"Rohan?". batin Alex mengepalkan tangannya.
Alex membenarkan masker dan topinya lalu berlari dengan langkah lebar ke Ruangan Putra dan yang membuat Putra kaget bahwa Alex meminta Putra memanggil OG yaitu Crys.
Crystal datang ke Ruangan pimpinannya yaitu Putra sambil membawa kemoceng nya, "ada apa Pak pimpinan?". tanya Crystal dengan gaya premannya itu.
"Crystal?". Alex menarik tangan Crystal hingga gadis itu melebarkan matanya saat berhadapan dengan Alex.
"Alex? kamu ngapain disini?". tanya Crystal kaget.
"ada masalah apa hmm? kenapa kamu tidak beritau aku masalahmu? seharusnya kamu bisa mengatakan pada Putra kan? aku sudah bilang kalau dia orang kepercayaanku". cecar Alex yang terlihat khawatir pada Crystal.
Putra mulai menganga lebar dan mulutnya semakin terbuka selebar-lebarnya melihat pemandangan itu saat Alex menyibakkan rambut Crystal dibalik daun telinga Crystal.
"Alex..? aku tidak mau dikatakan punya Daddy Sugar". jawaban Crystal membuat Alex tak bisa berkata-kata.
.
__ADS_1
.
.