
.
.
.
"kenapa?". tanya Alex.
"bukankah kamu bilang kita memang sepasang kekasih? lalu kenapa kita tidak menikah saja?". tanya Alex sekali lagi.
Crystal diam menatap Alex, "kamu yakin Lex? walau kamu tidak ingat siapa aku?". tanya Crystal.
"memangnya siapa kamu itu penting bagiku Crystal? yang paling penting bagiku sekarang adalah aku tidak bisa jauh darimu". Alex menatap Crystal dengan ketidak berdayaan.
"kamu mengorbankan hidupmu demiku dimasa lalu Lex, rambut yang sekarang ada dikepalaku ini sebenarnya milikmu bersama dengan mata perakmu ini". Crystal.
Alex menaikan sebelah alisnya tidak mengerti, "maksudnya?". tanya Alex.
"intinya jika kamu tidak memberikan kehidupan dan rambut dewamu padaku dahulu mungkin saat ini aku tidak akan bereinkarnasi di abad ini Lex, kamu juga menderita sebelum aku lahir karna kamu memberikan seluruh nyawamu padaku". jelas Crystal dengan mata berkaca-kaca.
Alex menggendong Crystal dan membawa Crystal ke masuk kamarnya lalu merebahkan Crystal dengan hati-hati di atas ranjangnya, "aku tidak peduli dengan masa lalu, jika aku memang mengorbankan hidupku dimasa lalu demimu artinya kamu tidak akan menolakku kan? aku tidak bisa hidup tanpamu Crystal". lirih Alex dengan serius memandang lekat wajah gadis dibawahnya kini.
Crystal mengelus rahang Alex, "aku tidak mengatakan kalau aku menolakmu Lex, tapi aku takut kamu akan membenciku karna.... ". kata-kata Crystal yang terpotong.
"tidak..! aku tidak pernah membencimu, jadi kamu mau menikah denganku Crystal? aku tidak bisa menahan diriku saat ini". potong Alex dengan tatapan mata yang memancarkan segala hasr*t yang ia miliki.
Crystal tidak ada alasan menolak Alex sebab semua yang ada di diri Crystal saat ini adalah milik Alex, Alex memberikan seluruh hidupnya demi Crystal lalu bagaimana Crystal menolak Pria yang membuat hidupnya begitu berharga setidaknya bagi Alex yang sangat mencintainya dengan tulus.
Alex melepas kancing baju Crystal dan menci*mi leh*r Crystal seakan semua kerinduannya beberapa hari ini semakin besar dan membuatnya ingin memiliki Crystal, Crystal sangat hebat sehingga Alex tidak memberi celah saat gadis itu berada di genggamannya, Alex ingin mengikat Crystal sehingga tidak akan meninggalkannya dan tidak bisa lari darinya.
tiba-tiba bunyi ponsel Alex membuat situasi mereka menjadi terganggu, Crystal yang sudah terbuai tersadar memukul-mukul bahu Alex seperti memperingati Alex untuk sadar.
"ada apa?". tanya Alex dengan suara berat dan serak.
__ADS_1
"ponselmu Lex!". tunjuk Crystal.
"biarkan saja". jawab Alex mengabaikan ponselnya lalu kembali menerkam bibir Crystal dan mengunci kedua tangan Crystal.
Crystal memejamkan matanya tapi ia tidak bisa tenang segera membuang muka hingga cium*nnya terlepas, "Alex aku takut..! cepat angkat panggilanmu". pinta Crystal memelas kembali memandang Alex.
Alex memejamkan matanya berusaha menekan hewan buas didalam dirinya saat menyentuh Crystal, Ia menggeram marah pada orang yang mengganggunya.
Crystal mengambil selimut menutupi bagian atasnya yang terbuka, Alex mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.
"jika bukan berita penting aku akan menghabisimu". Alex membuka suara sebelum memberi waktu pada bawahannya yang mengganggunya.
"Ammm.. Ampun Tuan..! tapi komplotan Tuan Erlando menghabisi 10 rekan-rekan kita Tuan". lapor Botak dengan nada gemetar seolah tau Botak menelfon di waktu yang tidak tepat.
Alex seketika berdiri dari duduknya, Crystal memakai pakaiannya sambil melihat arah lain karna tidak sanggup melihat Alex yang hanya mengenakan celan* dal*m saja.
"si*l...! pertahankan kekuatan kalian aku akan datang, kirim lokasi kalian!". titah Alex.
Alex melihat ke arah Crystal, "sayang?".
Crystal menoleh ke Alex saat dipanggil Sayang, "hmm?". senyum manis Crystal karna panggilan itu memang mengingatkannya di masa lalu saat Alex membujuk Aurora yang sedang ngambek.
"aku harus pergi..! kamu mau tetap disini? aku akan belikan cincin pernikahan kita setelah semua urusan ku selesai, ku mohon jangan kemana-mana?". pinta Alex mendekati Crystal dan menangkup pipi Crystal yang menganggukkan kepala dengan senyuman.
cup...!
Crystal memejamkan matanya saat Alex mengecup bibirnya, pipinya tak lupa juga Alex mencium kening Crystal layaknya pasangan suami Istri.
Alex bangkit mengutip pakaiannya serta memakainya dan segera berlari keluar kamarnya meninggalkan Crystal karna tidak mau membawa Crystal berada dalam bahaya, Alex lebih memilih mengandalkan kekuatannya seorang diri dari pada menyakiti sang pujaan hati yaitu dengan memanfaatkan Crystal, Alex tulus menggilai Crystal layaknya suami-istri yang ingin memiliki keluarga bahagia.
"aku tau kamu tidak akan mengajakku Lex". gumam Crystal tersenyum tulus memandang pintu kamar yang tertutup.
"tidak ada Pria yang tulus mencintaiku selain Alex, dia kembali menjadi Alex-ku yang mesum". gumam Crystal berdiri membenahi pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi dan matanya terbelalak melihat jejak kepemilikan di lehernya.
__ADS_1
"dulu dia pernah membuat tanda seperti ini tapi saat aku mengadu dan mengomelinya malah dihapus dengan ilmu sihirnya". gumam Crystal teringat masa bahagianya dengan Alex dahulu.
dizaman dulu memegang sistem penguasa lah yang benar-benar berkuasa yaitu Raja sehingga jika gadis sudah diincar oleh si penguasa maka hidup si gadis itu tidak akan bahagia, dizaman sekarang tidak ada lagi yang namanya penguasa (Raja) tapi dimasa ini yang berkuasa adalah hukum namun jika kita berkedudukan tinggi serta banyak uang maka hukum tidak akan mendekati mereka yang memimpin kekuasaan itu.
"apa yang aku lakukan di Apartemen ini?". gumam Crystal dengan suntuk.
Crystal pun menghilang hingga muncul disebuah makam mewah kawasan orang elit, Ia heran mengapa muncul di tempat seperti itu hingga Crystal menoleh mendengar tangisan seseorang.
"Dinda?". gumam Crystal tak lupa menyembunyikan raganya.
"kenapa kamu meninggalkanku Boy? kenapa?". tanya Dinda dengan menangis tersedu-sedu.
Crystal menjadi kasihan dengan tangisan sang adik, Ia tidak mau adiknya menangisi Pria brengs*k yang pantas mati itu, Crystal membuka ilmu raganya sehingga siapapun akan bisa melihatnya.
"kamu menangis?". tanya Crystal membuat Dinda yang sesegukan dengan mata merah yang sembab mendongak dan matanya itu melebar kaget melihat sosok yang sangat terkenal seperti Crystal.
"Eh..? N.. Nona?". Dinda berdiri dengan kikuk lalu menghapus air matanya sendiri tapi sesegukannya belum juga hilang.
"aku Crystal". Crystal mengulurkan tangannya karna ingin adiknya ini bahagia dimasa sekarang dan Crystal akan melakukan apa saja untuk sang adik walau bukan terlahir dari orangtua yang sama.
"C. Crystal?". gagap Dinda membalas uluran tangan Crystal dengan kedua tangannya seperti menyalami seorang pejabat atau artis saja.
"iya, aku kekasihnya Alex". jawab Crystal tersenyum lebar.
"i.. iya Nona Crystal". jawab Dinda dengan malu sebab Crystal sangat cantik tapi mengapa hatinya terasa sedih melihat mata Ungu Crystal seolah Dinda ingin sekali memeluk Crystal.
Crystal tersenyum mendengar pemikiran Dinda, "itu karna kamu adalah adikku dimasa lalu Adinda". batin Crystal menatap lembut gadis yang terlihat menyedihkan itu.
.
.
.
__ADS_1