
.
.
.
Crystal menguap lebar lalu tumbang kembali di kasurnya.
"Crys...?". desak Tatan.
"hmm? apa lagi?". tanya Crystal terpaksa duduk dengan mata masih mengantuk.
"kita harus mendatangi Rumah Riry, dia meninggal di tempat kerja jadi kita harus datang untuk melihatnya". gerutu Tatan.
Crystal menguap lebar, "iya-iya". jawab Crystal terpaksa bangkit dari kasurnya dan berjalan sempoyongan ke kamar mandinya yang kecil.
Tatan menggaruk-garuk kepalanya, "iya.. aku yakin Riry punya penyakit lain, kami tidak bersalah kok kami melihatnya masih hidup saat itu". gumam Tatan mengangguk-ngangguk meyakinkan diri bahwa Riry meninggal tanpa berkaitan dengannya atau pun Crystal.
.
di Ruangan Pimpinan,
Putra melihat dari CCTV bahwa tempat Riry terakhir adalah di sudut ruangan tidak ada rekaman CCTV disana tapi yang Ia curigai pun ada Crystal bersama Tatan yang tertangkap kamera CCTV juga ada disana, awalnya Crystal berjalan duluan lalu Riry berlari mengikuti Crystal sementara dari CCTV lain juga menangkap Tatan menuju ke arah Crystal dan Riry di waktu yang bersamaan, otomatis mereka bertiga bersama akan bertemu di satu tempat yang tidak ada kamera CCTV nya.
"mati otak? sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka? kenapa OG bernama Riry bisa meninggal karna mati otak?". gumam Putra tidak mengerti.
Putra menghapus rekaman CCTV itu untuk menutup bukti yang mencurigai Crystal, Ia bertugas melindungi Crystal atas perintah Alex sendiri.
"saatnya menemui korban". gumam Putra tersenyum tipis.
Putra sudah tau kalau Crystal itu kekasih Alex yang artinya punya kekuatan itu, tidak menutup kemungkinan bahwa Crystal lah yang secara tidak sengaja membunuh Riry, tapi Putra tidak mau mencari masalah dengan membiarkan kekasih Alex dalam masalah apalagi di curigai sebagai tersangka.
Hotel DeLLun tutup di hari itu hanya untuk mendatangi kediaman keluarga Riry.
Crystal datang dengan pakaian hitam bersama Tatan dan Butet.
"Crys kamu kenapa imut banget sih?". tanya Butet tidak habis fikir dengan wajah Crystal yang sangat imut.
Crystal tersenyum saja, "bagaimana? kita masuk?". tanya Crystal.
Butet dan Tatan mengangguk, mereka bertiga jalan bergandengan tangan masuk ke Rumah sederhana keluarga Riry.
__ADS_1
Crystal mengedarkan pandangannya, "apa disini? kenapa sepi? hanya para pekerja kita aja?". bisik Crystal.
"mungkin selama hidup Riry tidak punya tetangga". bisik Tatan melirik arah lain.
"huhh.. kasihan adik dan keluarganya yang menangis histeris". sahut Butet.
Crystal menoleh ke arah keluarga Riry malah mengerutkan keningnya tak suka, Ia mendengar pikiran mereka semua yang mengatakan siapa yang membayar hutang mobil, motor, rumah, jula-jula dan banyak hal lainnya.
"lebih baik membiarkan Riry pergi dengan tenang, hidupnya hanya dimanfaatkan saja pantas lah dia jadi jahat". batin Crystal menggeleng kepalanya.
tangis keluarga Riry sangat dramatis tapi tidak ada yang tulus hanya memikirkan bagaimana hidup mereka nanti kedepannya tanpa ATM berjalan mereka semua seperti Riry.
"ayo kita kasih bunga!". ajak Butet dibalas anggukan oleh Crystal dan Tatan.
"sayaaaangg?". teriak seorang Pria muda yang merupakan kekasih Riry, Pria itu menangis histeris di jasad Riry.
Crystal berdecih mendengar isi pikiran Pria itu yang pikirannya sama, tidak ada yang tulus pada Riry.
"kenapa kamu tidak sedih Crys?". tanya Tatan berbisik.
"aku tidak dekat dengannya, kan kalian tau dia jahat samaku". bisik Crystal juga.
"benar juga". sahut Butet.
"pergilah dengan tenang Riry...! disini tidak ada yang menginginkanmu hanya ingin memanfaatkanmu saja". batin Crystal menatap serius wajah pucat Riry.
sebenarnya Crystal bisa menghidupkan nyawa manusia tapi Ia tidak mau menggunakannya hanya akan membuat kekacauan, Crystal sudah tau arti kekacauan itu jika dirinya menyelamatkan nyawa Riry.
"selama hidupku aku hanya menyelamatkan Alex, entah kenapa hatiku sakit melihatnya terluka". batin Crystal tersenyum tipis mengingat luka Alex yang membuat Crystal merasa berbeda.
acara pemakaman Riry berjalan lancar, keluarga Riry malah berebut dengan uang sumbangan kematian Riry tanpa perduli Riry yang sudah berjuang mati-matian untuk keluarga nya itu.
Crystal mendengar jeritan pemikiran mereka hanya memutar bola matanya dengan malas, Ia tidak akan ikut campur karna Ia juga tidak dekat dengan Riry, Ia berteman dengan Butet dan Tatan karna tulus bukan ada niat apapun walau mereka berdua blak-blakan.
setiap manusia punya tingkah dan sifatnya tersendiri dan hal itu tidak disukai Crystal tapi ada juga manusia yang baik sebab tidak semuanya jahat pada Crystal.
.
.
"aahh?". Butet kaget saat ada mobil mewah berhenti didepannya.
__ADS_1
"apa-apaan mobil ini? apa menurutnya kita dijalan yang salah?". gerutu Tatan.
seorang Pria tampan keluar dari mobil itu ternyata dia adalah Rohan, Tatan dan Butet menganga lebar sementara Crystal terus berjalan meninggalkan kedua temannya yang masih asik memandang wajah tampan Rohan si Pria Playboy.
"Hei..? Crys?". panggil Rohan berdecak sebal berlari memasuki mobilnya dan melajukan kendaraannya mengejar Crystal yang sudah naik angkot.
"yaaah..? kita di tinggal Crys". kesal Butet.
"ayo susul naik angkot lain". ajak Tatan memukul kepalanya sendiri yang terpesona dengan ketampanan Rohan.
.
Crys diam di dalam angkot, Ia mendengar isi pikiran manusia yang menjadi penumpang angkot yang sama dengannya tapi Crystal sudah terbiasa dengan ocehan para manusia itu, untuk membuatnya terlihat normal maka Crystal harus pura-pura tidak tau saja.
"didepan Pak..! Hotel DeLLun". pinta Crystal pada supir angkot.
"baik neng". jawab si Supir menepikan angkotnya dan Crystal bayar dengan nominal biasa.
"terimakasih pak". ucap Crystal dibalas senyuman dan hormat ala bendera dari si supir.
Crystal berlari memasuki hotel tempatnya bekerja, dan Ia memekik kaget saat Mobil mewah Rohan menghadangnya lalu Crystal menatap datar Rohan yang keluar dari mobil dengan gaya angkuhnya itu.
"hai.. Crys?". sapa Rohan dengan senyuman menggoda melepas kaca mata hitamnya.
Crystal mendelik lalu berjalan lurus dan akan menepis siapapun yang menghalangi jalannya tapi Rohan sudah menepi sendiri sebelum tangan kecil yang punya kekuatan baja itu mengenai tubuh Rohan.
"hei.. Crys..? kenapa kamu mengabaikanku ha? apa kamu begitu setia dengan kekasihmu itu?". cecar Rohan berlari mengikuti Crystal yang jalannya sangat cepat padahal kakinya kecil seperti anak SMP.
"pergi sebelum aku patahkan tulang rusukmu itu". ancam Crystal tanpa menoleh.
"galak amat sih..! kalau kamu takut kehilangan kepalamu bagaimana jika kita pacaran diam-diam hmm?". tanya Rohan membujuk.
Crystal berhenti ditempat hingga Rohan menabrak kepala Crystal membuat dadanya sangat sakit.
"aahhh?? itu kepala kenapa keras banget sih?". gerutu Rohan memegang dada nya dan terduduk kesakitan.
"maka nya jangan ganggu, kepalaku tiang listrik walau tidak setinggi tiang listrik". ketus Crystal.
.
.
__ADS_1
.