
.
.
.
ternyata petunjuk yang Dewi Par dapatkan memang benar, hanya selang beberapa hari setelah mimpi itu datang pada Dewi Par kini Jessica Lara tiba di depan Mansion Asiantama menggandeng Putri Nakalnya (Bunga Crystal Violet) dan disamping Crystal ada Rey yang berwajah masam seperti terpaksa ikut karna tidak punya pilihan.
"apa ini memang Mansion Asiantama? ". tanya Jessica dengan ramah pada 10 Pengawal yang berjaga-jaga di depan Gerbang.
"anda siapa Nona? ". tanya salah satu pengawal mengira Jessica masih gadis padahal sudah punya anak, Pria itu belum melihat mata Jessica dan Crystal, Pria itu mendekat dan berteriak melihat mata Jessica.
kawanan Pengawal itu berlari mendekati temannya dan bertanya ada apa,
"sudah aku bilang sayang mata kalian tidak normal". omel Rey.
Jessica meraba matanya, "apa kami boleh masuk?". tanya Jessica masih bersikap sopan kalau dilarang masuk Ia akan memaksa masuk.
"Ibunda aku mau main kesana..! Ibunda..!". rengek Crystal.
"Ha.. Hahh?? Un.. Ungu..?". sontak saja para pengawal yang berjaga syok melihat mata Crystal.
"jadi kami boleh masuk? ". tanya Jessica menggenggam erat tangan Putrinya yang akan mengacau karna terlalu bahagia di dunia manusia sementara tidak peduli kekacauan yang diperbuat putrinya nanti akan membuat para manusia serangan jantung massal.
"b.. boleh Nyonya.. Boleh..! silahkan! ". kedua Pengawal buru-buru membuka pintu gerbang dan memberi hormat pada mereka bertiga.
"kenapa kalian biarkan anak dan istriku masuk hah?". bisik Rey dengan mata melotot.
semua pengawal menundukkan kepala tidak berani menatap Rey seperti Tuan Besar mereka saja,
"suamiku?? diam atau aku gantung kamu di pohon durian? ". ancam Jessica yang tau suaminya takut durian dan tidak suka durian karna trauma pernah membuat kepalanya bocor tapi diselamatkan oleh Jessica.
"huh! ". dengan lesu Rey mengikuti anak dan istrinya.
Crystal melompat-lompat seperti balon, Ia seperti anak kecil yang digandeng kedua orangtua nya padahal Crystal sudah besar namun otaknya masih anak-anak gemar bermain.
seluruh pengawal yang melihat kaki Crystal lama turunnya menginjak bumi pun saling melirik satu sama lain.
"Ibunda..? ". pekik Crystal dengan heboh tapi Jessica terus menggenggam tangan anak nakalnya itu.
"Suamiku pegang anakmu dengan benar". titah Jessica.
"sayang..? dia terlalu bersemangat yang ada aku juga dibawa terbang olehnya, aku mana punya kekuatan super seperti kalian". omel Rey.
"jangan sampai Ibunda marah sayang? ". peringatan Jessica ke Crystal.
"Ibunda..? Crystal hanya bermain dengan menutup raga ya? Ibunda.. Ibunda.. Ibunda". rengek Crystal.
__ADS_1
"tidak boleh". tegas Jessica yang tidak mau anaknya melayang di tengah banyaknya manusia.
mereka terus berdebat sampai di Pintu Mansion Utama,
"apa mereka ada di Rumah sayang? kenapa tempat ini sepi? ". tanya Rey merasa ngeri area Mansion itu penuh dengan hawa lain.
Jessica melihat sekeliling memang merasakan banyak hawa menyeramkan disekitar, berbeda dengan Crystal yang terlalu bahagia.
"kita masuk saja! siapa tau mereka sudah tau kita akan datang". jawab Jessica.
"bagaimana mereka bisa tau hmm? kita bahkan tidak mengabari mereka, lagian ada apa dengan manusia disini? kenapa mereka sangat menghormati anakku? ada apa dengan mata anakku??". gerutu Rey.
Rey tidak habis fikir Istrinya begitu keras kepala ingin mencari tau asal-usul keluarga Alex, tapi Rey tidak kenal yang lainnya sebab Ia sudah lama keluar dari dunia serakah ini.
"selamat datang Nyonya..!". sapa seluruh pelayan yang sudah berjejer rapi seperti sudah menunggu kedatangan Keluarga kecil itu.
"kami sudah lama menantikan kehadiran Nyonya! ". kata Dewi Par dihadapan mereka.
Jessica merasa kembali lagi ke dunia asalnya, Ia merasa kembali menjadi Tuan Putri.
Crystal melihat mereka satu persatu yang sudah berisik padahal tidak berbicara namun kepala mereka mengoceh tiada henti, Jessica melihat Putrinya yang juga mendengar apa yang Ia dengar.
"diaaaammmm!!!". pekikk Crystal menatap tajam mereka semua.
hening..
Jessica memejamkan matanya dengan kesal mendengar pemikiran para manusia itu, Crystal merasa panas lagi mendengar isi pemikiran mereka semua, Dewi Par dan Endang tidak mengerti hanya saling pandang sedangkan Rey diam saja sebab sudah tau kekuatan Istri dan Anaknya bisa membaca pemikiran orang lain.
Alex seketika bersuara membuat isi hati para Pelayan tak lagi mengoceh,
"Manusia..?? kau punya istana ya? ini Istana? ini cerita yang di bilang oleh Ibundaku kan?? ". Crystal seketika berubah riang menatap Alex.
semua orang tercengang, baru tadi Crystal keliatan marah tapi sekarang malah berubah 360°.
"namaku Alex ". Alex mendekati Crystal tapi di tutupi oleh Rey.
Alex menatap Rey, "apa Tuan Ayahnya Crystal?".
"iya, aku ini ayahnya Crystal, ini Violetku". jawab Rey dengan bangga dan menatap sinis Alex karna Alex itu lelaki yang bisa merebut putri emasnya.
"bukankah Anda mantan Penguasa? saya mengidolakan Anda selama ini". Alex tersenyum memperhatikan Rey yang ternyata Pria yang pernah jaya di masa nya saat Ia kecil.
"oh kau kenal aku ya? ". Rey yang sudah lama tidak dipuji pun merasa bangga tanpa sadar melepaskan tangan Putrinya.
Jessica menarik tangan Crystal berjalan melewati para pelayan hingga tiba di hadapan Dewi Par dan Endang.
"dimana Ruangan Keramat kalian? ". tanya Jessica.
__ADS_1
"apakah Nyonya tidak lelah? kami akan siapkan ritual nanti malam dan Nyonya bisa melihatnya sendiri". jawab Dewi Par dengan santun.
"Nak? ". Endang membuka kembali kotak kecil berisi kalung gioknya.
Crystal seketika melangkah mundur, "jauhkan benda itu! ".
Jessica kaget saat Crystal terlepas dari genggamannya,
"Crystal??". pekik Jessica.
Crystal tersenyum lebar terbang ke atas langit-langit Mansion megah itu, Ia memegang lampu gantung yang sangat indah, para Pelayan seketika membelalak lebar dengan raut wajah memucat.
"Ibunda ini sangat indah". pekik Crystal memain-mainkan lampu hias Mansion tapi tidak sadar situasinya.
Dewi Par dan Endang menganga, mereka sudah tau kalau gadis itu punya kekuatan tapi tak menyangka akan seperti ini akhirnya.
"Crystal..? anakku?? turun..! ". Rey pun panik melihat Putrinya sudah diatas kepalanya.
Para pelayan seakan tidak berkedip melihat pemandangan itu, lama-lama mereka ada yang pingsan mengira Crystal hantu.
Alex memijit pelipisnya lalu tertawa kecil karna tau hal ini akan terjadi.
"turun...! ". titah Jessica
"Ibunda..? aku ambil ini ya?". Crystal menarik-narik lampu gantung itu sampai terjatuh dan berserakan di lantai.
"lampu gantung seharga 200 Juta? ". gumam Indiro lirih melihat pecahan lampu gantung itu.
"TURUN!! ". teriak Jessica lagi.
Crystal malah melayang ke lampu lain dan kali ini sebelum tiba di lampu hias lain Jessica yang sudah geram pun ikut terbang menarik telinga Putri nya turun, melihat Crystal terbang saja sudah membuat ada yang pingsan apalagi sekarang melihat Jessica juga bisa melayang sama seperti Crystal,
manusia terbang? bukan ikan terbang tapi manusia yang terbang seperti hantu, Pingsan masal.
Dewi Par dan Endang tercengang melihat Para Pelayan dan Pengawal yang ada di Mansion pada tidur massal dilantai,
"Ibunda..? sakiit..? Ibundaa?? ". rengek Crystal berjinjit-jinjit ditarik telinganya oleh Jessica.
"dasar anak nakal, tidak seharusnya aku membawa monyet sepertimu". omel Jessica.
Rey berdenyut nyeri, "kehancuran kalian sudah tiba". gumam Rey menatap datar Alex yang menahan tawa nya sekuat tenaga.
Alex melihat Crystal seperti bayi yang tidak tau perbuatannya benar atau salah.
.
.
__ADS_1
.