
.
.
.
"dia wajah yang bagus bagaimana? haissh.. apa wajahnya punya ilmu sihir?". gumam Crystal penasaran menatap wajah tampan Pria itu.
Crystal merasa Ia sudah terkena sihir Pria ini sehingga dirinya bicara ngawur, Ia dengan setia menunggu Pria yang tengah memejamkan mata itu bangun namun tak kunjung bangun hingga matanya mulai mengantuk.
Pria tampan yang diselamatkan Crystal adalah Alexander Paramal Asiantama, mata itu bergerak kesana kemari lalu perlahan membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah langit dan pepohonan.
"apa aku ada dineraka? tapi sejak kapan Neraka seperti ini? surga kah? tidak mungkin.. dosaku terlalu banyak sehingga tidak mungkin masuk surga". batin Alex memijit pelipisnya.
Alex mencoba untuk duduk hingga ia terpekik melihat seorang gadis dengan rambut perak tengah tertidur dengan posisi bersila menggemaskan seperti sedang menjaga Alex.
"si.. siapa kamu? ". tanya Alex mengucek-ngucek matanya.
perlahan gadis berambut perak itu membuka matanya dan betapa kagetnya Alex mata gadis itu berwarna Violet alias ungu.
"kau sudah sadar manusia?". tanya Crystal tersenyum cerah.
glek..!
Alex terkesima dengan wajah cantik Crystal namun mendengar kata manusia membuatnya mengerutkan keningnya.
"manusia? apa aku ada di dunia alam baka?". tanya Alex mengedarkan pandangannya sambil meraba tubuhnya yang tidak terluka sedikitpun jadi Ia mengira sudah tiada.
"jangan beritau orang lain kalau aku menyelamatkanmu". bisik Crystal dengan serius mata besarnya mengerjab cantik.
Alex melangkah mundur, "apa kamu bukan manusia? kenapa bisa menyembuhkanku? aku yakin aku sudah mati, alam mana ini? mana bisa orang mati hidup lagi".
Crystal terkekeh pelan lalu menyibakkan rambut peraknya, "ternyata kamu manusia lucu ya? ".
Alex menelan salivanya bersusah payah, "jadi kita dimana ini? alam mana?". tanya Alex mengedarkan pandangannya.
"kamu masih hidup..! rasakan saja jantungmu masih hangat dan berdetak". kata Crystal tersenyum cerah.
Alex meraba dadanya dan ternyata Ia memang masih hidup, "b.. bagaimana bisa? aku yakin aku sudah mati, kalau aku masih hidup dimana ini? ".
"aku anak dari seorang nelayan, tadi aku berlayar bersama Ayahku ditengah lautan lepas lalu aku melihatmu dan membawamu kesini". Crystal menunjuk lautan lepas tempat Alex tadi berada.
Alex melihat arah tunjuk Crystal, "jad.. jadi aku masih hidup".
__ADS_1
Crystal menepuk jidatnya, "ternyata manusia menyebalkan ya? pantas saja Ayah memintaku memulangkanmu ke dunia ini, kamu lebih menyebalkan dari monyet".
Alex melebarkan matanya ke Crystal, baru kali ini ada seorang gadis yang mengatakan dirinya lebih menyebalkan dari monyet.
"apa kamu buta? aku sangat tampan". bela Alex masih berusaha bersikap sopan pada gadis didepannya.
Alex merasa gadis ini penuh dengan aura misterius bahkan bisa menyelamatkan nyawanya, Alex sendiri yakin dirinya sudah kehabisan banyak darah dan lukanya sangat parah.
"diamlah, aku mau jalan-jalan mencari buah segar kamu diam saja disini karna aku mau cari makan". Crystal berdiri tegak lalu melihat ke kiri dan ke kanan.
Alex membelalak mengucek kedua matanya sambil menggeleng-geleng kepala melihat lagi Crystal berlari begitu cepat bahkan nyaris dikatakan menghilang.
"dia menyebutku manusia lalu dia apa? apa dia bukan manusia? ma.. matanya kenapa warna Violet? apa itu asli?". gumam Alex merasa lemas.
mana pernah Alex melihat perempuan punya kekuatan seperti itu, ia tidak tau bahwa didunia ini ada perempuan yang punya kekuatan super karna menurutnya itu hanya ada di dunia dongeng, kalaupun ada pasti bukan manusia melainkan hantu.
Alex melihat ke arah lautan, ia merasakan kembali detak jantungnya ternyata memang masih hidup.
"aku akan balas penghianatan ini". desis Alex mengingat semua wajah yang membunuhnya kini dirinya hidup kembali dan ditakdirkan untuk kembali membalas semua ketidakadilannya itu.
Alex teringat mimpi nya selama ini, Ia menatap ke arah Crystal tadi berlari seperti menghilang sebab berambut perak.
"aku yang akan menemukannya? ". gumam Alex benar-benar menemukan gadis yang setiap malam bulan purnama hadir dimimpinya.
"rambut perak itu, ternyata memiliki mata Violet". gumam Alex menampar-nampar pipinya.
"apa aku hidup juga karnanya? ". gumam Alex.
"aku harus cari tau". jawabnya lagi.
Crystal kembali membawa 3 apel lalu melemparnya ke Alex dan dengan cepat Alex menangkapnya.
"wow..! ternyata instingmu kuat juga ya? ". Crystal terbang ke arah Alex hingga buah yang dipegang Alex terjatuh, matanya membulat seperti mau keluar dari tempatnya.
Crystal duduk bersila dihadapan Alex, "kenapa kaget? apa kamu tidak lapar? ". tanya Crystal mengerjabkan matanya dengan polos.
"a.. apa dia hantu? ". batin Alex.
Crystal yang hendak makan apel langsung menatap kesal Alex, "aku bukan hantu".
Alex mengesot mundur seketika hingga Ia meringis tangannya terkena goresan rumput.
"kan kamu tau ini hutan, jadi hati-hati". Crystal menarik tangan Alex lalu memejamkan matanya dan menyentuh tangan Alex.
__ADS_1
Alex menganga melihat luka goresan tadi hilang seperti ditelan angin.
"makanlah, aku bukan hantu hanya saja aku sedikit berbeda darimu". senyum cerah Crystal mengambil buah yang dijatuhkan Alex ke telapak tangan Alex.
"ka.. kamu bisa membaca pikiranku? ". tanya Alex tergagap namun takjub.
Alex tidak percaya tapi semua itu nyata, Alex tidak mengatakan sepatah katapun tadi tapi gadis misterius ini menjawab perkataan hatinya.
"iya". jawab Crystal.
Crystal mengunyah buah apelnya lalu matanya melirik kesegala arah, Alex menunjuk pipi Crystal lalu menusuk jari telunjuknya di pipi Crystal yang kenyal berarti Crystal memang nyata bukan hantu.
"kamu memang manusia, bagaimana kamu bisa menyembuhkanku seperti tadi? ". tanya Alex.
"aah.. aku sudah berjanji pada Ayahku kalau aku tidak akan bilang padamu aku telah menyelamatkanmu". Crystal memukul kepalanya yang melupakan janjinya pada sang Ayah.
"hah? dimana Ayahmu? ". tanya Alex.
"aku tidak bisa memberitaumu, lebih baik kamu cepat makan lalu pergi ke arah sana..! disana banyak Rumah". tunjuk Crystal dengan senyuman.
"apa matamu itu asli? ". tanya Alex.
"ahh..? iya.. aku lahir dibulan purnama tapi mataku seperti ini". jawab Crystal tersenyum lalu menggigit apelnya.
"kapan? ". tanya Alex.
Crystal menjawabnya dan hari itu tepat saat Alex sembuh dari sakitnya namun ia tidak menyangka setiap bulan purnama mimpi gadis ini, dewi Mistis sudah memberitaunya tentang ciri-ciri gadis ini.
"bagaimana caramu membuktikan matamu asli?". tanya Alex.
"apa ada mata palsu?". tanya Crystal balik sebab mata Alex perak seperti rambutnya.
"aah..! jadi matamu palsu? mata Ayahku hitam dan mata Ibundaku merah". sambung Crystal lagi namun pandangannya melihat ke arah pemukiman penduduk.
Alex melebarkan matanya, "mata ibunda mu merah?".
"iya". jawab Crystal.
"kenapa aku jadi disini bersamamu? aku harus jalan-jalan karna Ayahku hanya memberiku waktu 3 jam sekarang 2 jam sudah berlalu". Crystal tersadar akan batas waktunya.
Crystal berdiri dan hendak terbang tapi kakinya seketika menggantung karna Alex tiba-tiba menahan pergelangan tangannya.
.
__ADS_1
.
.