Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
ketinggalan


__ADS_3

.


.


.


Crystal begitu bahagia dibawa naik motor di jalanan, Indiro memperlakukan Crystal seperti putri kandungnya sendiri.


Citttt...!


Indiro menghentikan motornya melihat banyaknya pengendara bermotor didepannya,


"tenang nak..! ada preman jalanan". bisik Indiro.


"preman jalanan itu apa Daddy?". tanya Crystal dengan polos menyembulkan kepalanya yang memakai helm dan menutupi sebagian matanya sehingga terlihat lucu.


"ahh.. orang jahat di jalan". jelas Indiro membenarkan helm yang terpasang di wajah Crystal yang menyeringai lebar.


Yuhuuuhhuuu..


yuhuuuuu


"woii minggir...! ". teriak salah satu pengendara bermotor yang menatap tajam motor Indiro menghalangi jalan motor mereka.


Geng motor jalanan yang cukup terkenal dengan kenakalan mereka, suka berbuat kejahatan tapi tidak ada yang bisa menangkap mereka sebab pemimpin mereka anak Polisi bintang 3.


"kenapa mereka malah mengusir kita Daddy?". tanya Crystal dengan polos.


"mereka jahat nak, kita menepi ya?". Indiro menepikan motornya di pinggir paret.


"haha..!".


para geng motor itu dengan santainya mendekati motor Indiro hingga kaki salah satu dari mereka terangkat menendang motor Indiro sampai terjatuh,


"aahh". Crystal terjatuh dengan cepat Indiro membantu Crystal, Indiro tergores lengannya tapi Ia lebih mengkhawatirkan Crystal.


"kamu baik-baik saja nak?". tanya Indiro membuka kaca helmnya memperhatikan tubuh Crystal.


"tidak apa Daddy". jawab Crystal menatap tajam ke arah geng motor yang tengah tertawa terbahak-bahak seperti sedang bahagia telah membuat mereka jatuh.


Crystal melepaskan helmnya lalu terbang ke arah geng motor itu, Indiro kaget melihat Crystal yang melayang seperti hantu mengejar kelompok geng motor itu, sebenarnya Indiro bisa saja menembak mati mereka semua tapi membawa Crystal membuatnya harus menutupi kekejamannya itu, Indiro tidak mau Crystal takut pada nya dan akhirnya malah mau menjauhi keluarganya.


"Nakk?". Indiro menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Crystal menarik lengan Pria yang menendangnya tadi dan membawa nya terbang lalu tawa mereka tadi yang begitu bahagia seketika langsung terdiam dengan wajah memucat,


"ha.. hantuuu". gumam mereka melototkan mata,


sebagian dari mereka ada yang putar balik, pingsan dan yang meninggalkan motor sendiri berlari mencari tempat persembunyian,


"tolllooooonnnggg". teriak anak geng motor yang di incar Crystal.

__ADS_1


Crystal menjatuhkan Pria itu di atas ketinggian, "itu hadiah untuk orang jahat". kata Crystal dengan raut wajah imutnya yang sedang kesal.


"aaahhh". jerit Pria itu memecahkan gendang telinga dan terjatuh diatas pohon mengenai ranting pohon sampai patah lalu Pria itu mendarat ditanah dan pingsan saat kepalanya terbentur akar pohon.


Crystal menepuk-nepuk kedua tangannya, "siapa suruh jadi orang jahat, kata Ibunda orang jahat harus dihukum".


Crystal tersenyum lebar lalu menghilang di udara dan tiba-tiba muncul di samping Indiro yang kaget dengan kemunculannya.


"ayo Daddy..! ". ajak Crystal tersenyum ceria.


"ah.. iya nak..! iya". Indiro mengambil helm Crystal dan memasangkannya di kepala calon menantu emasnya itu.


"aku punya calon menantu yang menakjubkan, balasannya lebih menakutkan dari pada pistol diletakkan dikepala". gumam Indiro pelan lalu terkekeh dengan perubahan gadis menawan itu.


"ayo Daddy..!! ". ajak Crystal dengan ceria


Indiro meminta Crystal untuk naik dengan cepat Crystal duduk manis di bangku belakang motor Indiro.


Crystal melihat ke arah Pria yang mengintipnya lalu ia jentikkan tangannya dan Pria itu menjerit seketika saat tubuhnya di hantam angin topan dan terbentur batang pohon lalu mendarat dengan tulang rusuk yang sudah remuk.


"udah aku bilang kalau aku bukan hantu, enak aja bilang aku hantu". gerutu Crystal yang mendengar pikiran Pria yang tadi mengintipnya.


Indiro membawa Crystal bermain di lapangan main bola lalu membelikan Crystal sosis telur gulung, jajanan anak-anak.


"apa ini Daddy?". tanya Crystal melihat jenis makanan yang diberikan Indiro.


"makanlah nak..? jangan sampai Mommymu tau kamu makan seperti ini nanti Daddy bisa dalam bahaya". bisik Indiro.


"iya nak..! enak sangat enak". jawab Indiro.


Crystal melihat jajanan itu dengan bingung, ia tidak tau cara memakannya, Indiro tertawa lalu mengajari Crystal cara memakan jajanan itu.


"hmm?? enak? enak". Crystal begitu gembira merasakan jajanan ajaib itu.


Indiro merapikan rambut Crystal, jujur Indiro merasa memiliki Putri, Ia berpikir beginikah rasanya punya anak perempuan? sungguh menggemaskan.


Crystal menghabiskan jajanannya tanpa tersisa dan Indiro mengelap bibir serta pipi Crystal yang belepotan dengan bajunya yang seharga motor, bagi Indiro Crystal lebih berharga dari baju itu.


"aiih..?". Crystal memasang raut wajah menggemaskannya.


"kenapa nak? apa sakit?". tanya Indiro panik.


"ibunda memanggil". jawab Crystal menghentak-hentakkan kakinya dengan bibir mengerucut lalu menghilang dari pandangan Indiro.


Indiro terdiam, Ia merenung beberapa saat lalu memijit pelipisnya sambil senyam-senyum.


"aku jadi ingin punya anak perempuan". gerutu Indiro lalu kembali pulang ke Mansion.


.


Dewi Par menertawai Suaminya yang akhirnya merasakan apa yang Ia alami, saat sedang bahagianya bersama Crystal tiba-tiba Gadis itu harus pulang karna dipanggil.

__ADS_1


"tapi kucingnya?". Endang menunjukkan SiBelang digendongannya yang tengah menoleh kekiri dan kanan seolah celingukan mencari Crystal sebab ia tidak merasakan kehadiran Crystal didekatnya.


"bagaimana cara memulangkannya?". tanya Indiro.


"Tuan.. Nyonya? biar saya yang rawat Nyonya? Tuan". Lina tiba-tiba datang mengulurkan tangannya.


Oma Endang pun memberikan belang pada Lina, Lina menimang kucing Crystal dengan penuh kasih sayang lalu berpamitan pada Tuan dan Nyonya nya yang tersenyum.


"sayangg?? nanti kakakmu datang ya? dia akan menjemputmu". gemas Lina menciumi kening sibelang yang awalnya gelisah dipangkuan Lina menjadi lebih tenang mendengar perkataan Lina yang bilang Crystal akan menjemputnya.


malam-malam,


Lina menemani kucing Crystal buang air diluar mansion (tanah), Ia tidak menyangka Kucing Crystal sangat pintar seolah Crystal sudah melatih kucingnya itu, pantas saja Sibelang keliatan panik tidak diajak pulang oleh Crystal.


"Belang?". panggil Crystal.


"tuh Kakakmu". kata Lina tersenyum lebar.


Kucing Crystal berlari dengan 4 kakinya dan langsung melompat ke bahu Crystal yang terkekeh mengangkat tubuh kucingnya, Crystal gemas melihat mata melotot kucingnya itu seolah tengah mengomelinya karna telah meninggalkannya di Rumah Orang.


"Nona? ". sapa Lina dengan senyuman ramah.


"Nona apaan? panggil Crystal aja ya? atau kamu panggil aku Violet bagaimana?". pinta Crystal semangat sementara kucing Crystal tidur memanjang antara bahu kiri dan kanan Crystal karna kucing itu tidak mau ditinggal oleh Crystal lagi.


"Violet?". beo Lina dan Crystal mengangguk.


"baiklah". jawab Lina tersenyum lebar.


"aku pulang ya? nanti Ayah mencariku". lambai tangan ceria Crystal.


Lina mengangguk dan ikut melambaikan tangannya sampai Crystal tidak terlihat lagi olehnya, Lina tetap tersenyum.


"Nona sangat baik". gumam Lina yang merasa lebih hidup di Mansion Asiantama.


.


sementara di Kamar Alex,


Alex menatap dingin sebuah artikel yaitu salah satu korban kecelakaan pesawat adalah tentang dirinya,


"kenapa media ini suka sekali membuat berita aneh tentangku? apa mereka tau aku naik pesawat itu atau tidak?". gumam Alex tak habis fikir.


Alex tiba-tiba terdiam, "konspirasi? iya..! pasti ada kesalahan dalam pesawat itu, kurang ajar..! kenapa banyak sekali pengecut yang mengincar nyawaku". Alex mengepalkan tangannya.


Alex tidak suka dikawal bukan karna Ia takut tapi karna Ia terlalu lelaki dan tidak suka dikawal saat berkendara kecuali dirinya perempuan,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2