Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
sedikit lagi


__ADS_3

.


.


.


Cupu terpaksa dengan hormat meminta para dokter dan suster pergi, mereka yang tidak pernah diusir untuk pertama kalinya pun terbengong-bengong dengan tampang bodoh, belum lagi Putra yang jelas-jelas koma antara hidup dan mati bisa sadar begitu saja.


peluru mengenai jantung Putra dan ada juga peluru yang mengenai punggung Putra yang akan mengakibatkan kelumpuhan total pada kakinya, sungguh peperangan besar seperti apa yang dilalui Putra kembali ke Indonesia dengan keadaan sangat memprihatinkan.


"maafkan saya para dokter..! maafkan saya!". ucap Cupu berkali-kali menunduk sopan lalu menutup pintu Ruangan dan menguncinya.


para dokter dan Suster masih melongoh bodoh menatap pintu Ruangan Putra.


"kenapa dia bisa sadar?". tanya dokter junior.


"hasil pemeriksaan jantungnya bermasalah". sahut yang lainnya.


"sumsum tulang belakangnya terkena peluru tapi dia bisa duduk dengan santai". gumam dokter Senior


"apa gadis itu punya kekuatan magic?". tanya salah satu perawat.


mereka mendecih menanggapi perkataan si perawat yang mustahil diterima oleh akal sehat siapapun, mana ada dizaman sekarang manusia punya kekuatan, kalau hal itu memang ada dokter tidak ada gunanya di muka bumi ini, begitulah penilaian mereka.


.


Putra memegang dadanya yang tidak sakit, Crystal mencari tempat duduk dan menyeretnya lalu duduk disamping Putra.


"cepat katakan!". titah Crystal.


"ka.. katakan apa?". tanya Putra gugup.


"jangan sembunyikan apapun dariku pak..! aku tau kalau Alex yang memintamu untuk menyembunyikan semua dariku kan? katakan yang sebenarnya, dimana Alex? apa yang telah kalian lakukan disana sampai Pak pimpinan terluka parah?". cecar Crystal.


Cupu datang dan melihat situasi serius mereka, "apa gadis kecil ini pacarmu Putra? kenapa dia tidak sopan memanggil bos kita dengan sebutan nama?". tanya Cupu ke Putra.


"kalau Tuan Alex tau dia bisa memenggal kepalamu, dia ini Bunga Violetnya Tuan Alex". kata Putra dengan serius ke Cupu.


Cupu terkesiap, Ia beralih menatap Crystal dan mencoba mengenali gadis itu tapi tidak bisa dipercayai olehnya.

__ADS_1


"s.. sebenarnya ada apa sih? ". tanya Cupu tidak mengerti.


"Pak? jawab aku". pinta Crystal dengan serius lalu Cupu ingin bertanya namun dengan cepat Crystal menggunakan kekuatannya mengambil apel didekat Putra lalu menerbangkannya hingga masuk ke mulut Cupu yang membelalak.


"Pakk?? sepertinya bapak tau sesuatu tentangku kan? itu sebabnya pak pimpinan tidak berbicara di pikiran lagi, cepat katakan!". bentak Crystal.


Putra gelagapan ditambah Crystal mengancam akan mengembalikan luka Putra sebelumnya hingga kembali menjadi koma, siapa yang mau kembali lagi jadi Koma jika Putra jelas sudah sembuh.


alhasil Putra menceritakan semua hingga Crystal berdiri dari duduknya, Cupu berhasil melepaskan apel dari mulutnya namun Ia malah menggigitnya sambil melihat Putra dan Crystal walau tidak tau apa-apa, Cupu akan berbicara empat mata dengan Putra nanti.


"apaaaa?". Crystal membelalak.


"lalu bagaimana dengan keadaan Alex?". tanya Crystal.


"kami masih dalam masa peperangan, musuh Tuan Alex terlalu banyak berpihak pada Pria itu sampai kami harus mengalami hal seperti ini". jawab Putra yang sudah pasrah dihukum Alex nanti.


entah mengapa Putra merasa kalau Crystal jauh lebih mengerikan dibanding Alex, Ia sembuh saja membuatnya bingung dan bertanya-tanya tapi Crystal tak mengizinkannya bertanya malah meminta Putra menjawab semua pertanyaannya.


"atasi masalahku..! jangan sampai ada yang tau kalau aku Bunga Violet Alex jika kalian memang berniat melindungiku". perintah Crystal segera menghilang dari hadapan Putra dan Cupu.


Putra melebarkan matanya nyaris ingin keluar dari sarangnya sementara Cupu menjatuhkan Apelnya melihat hal itu.


"jadi yang kalian katakan itu benar, Bunga Violet Tuan Alex bukan manusia biasa?". tanya Putra ke Cupu bukannya menjawab pertanyaan Cupu.


.


Crystal muncul di Pulau Nethal tepatnya di dahan pepohonan besar.


"sebentar lagi bulan purnama merah". gumam Crystal merasakan jantungnya berdebar.


"aku tau kamu akan bertahan Alex..! sehancur-hancurnya dirimu aku bisa menyembuhkanmu". gumam Crystal dengan raut wajah serius melihat ke arah langit.


suasana langit masih belum juga malam masih sekitar jam 18.01 WIB, sementara Crystal tidak ingat lagi rasa laparnya saking tidak sabarnya menunggu malam.


"kenapa waktu terasa lama berlalu?". kesal Crystal.


Crystal segera duduk bersila untuk menerawang kemasa depan, Ia terlihat cukup kesulitan melihat masa depan Alex belum sempat Crystal meramal tiba-tiba Ia membuka matanya, Crystal bisa meramal masa depan orang tapi tidak bisa meramal masa depannya sendiri.


"Alex akan tertangkap?". gumam Crystal.

__ADS_1


"tidak apa..! aku bisa menemukan Alex nanti, semua akan baik-baik saja, Hiks.. hiks.. kenapa aku sedih sekali melihat Alex di tangkap?". gumam Crystal.


Crystal ingin langsung ke Luar Negri tapi bulan purnama merah muncul dimalam hari tepat diatas Pulau Nethal yaitu tempat kelahiran Crystal, Ia harus mengingat semuanya baru bisa kemana saja untuk menyelamatkan Alex.


"cepatlah..! apa aku tidak bisa mempercepat waktu?". kesal Crystal.


Crystal melihat arah langit belum ada tanda-tanda waktu akan berjalan dengan cepat, jika menunggu sesuatu itu memang terasa lama tapi malah berbeda jika kebalikannya, itu sudah hukum alam dan tidak akan berubah.


.


.


Crystal duduk bersila, Ia mempersiapkan dirinya menjelang bulan purnama merah muncul.


"tenangkan dirimu Crystal..! semua akan baik-baik saja, kamu akan tau kenapa rambutmu berwarna perak dan mengapa Alex menjadi manusia biasa, apa masalah kita bertiga". gumam Crystal menenangkan diri.


tepat jam 00.09 WIB, bulan yang ditunggu-tunggu Crystal akhirnya memperlihatkan sedikit bentuknya, Crystal mengerutkan keningnya saat ingatan awal berputar di kepalanya yaitu pertemuan pertama nya dengan Alex berambut perak dan mata perak.


sekilas Ingatan Crystal


"Aurora?". gumam Alex berpakaian kuno,


Alex memandang seorang gadis bermata Violet yang parasnya seperti Bunga yang indah membuat calon Putra Mahkota Kerajaan Bulan jatuh hati pada sosok itu.


"iya namaku Aurora". jawab gadis itu tersenyum ramah saat Alex menatap lama dirinya, jujur gadis itu terkesima dengan ketampanan Alex belum lagi Pria itu seperti sosok Kesatria idamannya selama ini baru saja menyelamatkannya yang dikejar-kejar Elang raksasa.


.


dari awal munculnya bulan purnama merah seperti adegan film baru saja terputar di benak Crystal, Crystal seperti sedang menonton TV tanpa iklan saat ini, raut wajahnya berubah-ubah.


tepat bulan purnama merah berada di puncak bentuknya yaitu terlihat bulat penuh, keringat mulai bercucur di pelipis Crystal Ia cukup terombang-ambing dengan segala adegan-adegan mengerikan yang belum pernah Ia lihat dalam adegan film atau drama manapun, tanpa terasa Crystal meneteskan air matanya saat mengingat Alex sampai mundur dari posisi calon penguasa kerajaan demi dirinya.


"aku akan lepaskan semuanya kecuali 1 kak..! Aurora milikku". ucap Alex dengan serius.


awalnya Kakak Alex menerima keputusan Alex demi posisi Raja itu tapi diam-diam penasaran dengan sosok gadis yang bisa membuat Alex mundur dari posisinya, pasti gadis itu sangat istimewa hingga bisa membuat Alex mengalah demi hidup bahagia dengan gadis itu. begitulah pikir Pria yang haus tahta itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2