Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
mengutus seseorang


__ADS_3

.


.


.


di kamar, Mansion Asiantama


"Kenapa Lex?". tanya Crystal memicing melihat gelagat Alex memandangnya begitu intens, persis seperti kucing manis yang memelas minta makan.


"kamu sudah mengurus adikmu itu kan? apa kamu tidak akan melayaniku? aku suamimu sekarang". tanya Alex semakin mendekatkan diri ke tubuh Crystal dan perlahan tangan nya melilit pinggang ramping Crystal.


Crystal tersenyum lebar, "baiklah". jawab Crystal membuat Alex langsung sumringah dan Crystal tertawa sambil menggeleng kepalanya melihat perubahan wajah Alex.


malam itu juga mereka memadu cinta kasih yang menjadi impian kedua nya dimasa lalu, burung-burung menari di atas Mansion Asiantama seolah memberi ucapan selamat pada pasangan yang dulu tidak bersatu, dimasa ini telah bersatu dan tidak akan terpisahkan, Crystal memberikan seluruh jiwa raganya pada Pria yang rela menyerahkan seluruh nyawanya demi Crystal dimasa lalu.


Jika Crystal tidak ingat masa lalu mungkin Crystal tidak akan tau begitu besarnya cinta Alex padanya, tidak masalah jika Alex melupakan Crystal tapi Crystal akan terus bersama Alex karna hidup yang Crystal miliki itu karna pengorbanan terbesar Alex.


.


di tempat lain,


Erlando mengepalkan tangannya saat melihat sosmed yang mengatakan bahwa Alex dan Crystal bergandengan tangan masuk ke Apartemen elit.


"apa mereka sudah baikan? semudah itu? baru kemarin Alex seperti orang gila mencari Bunga Violetnya?". gumam Erlando dengan geram.


"tidak akan aku biarkan kau bahagia Lex, aku merasa tidak senang melihatmu bersama dengan Bunga Violetmu itu, aku lah yang ditakdirkan memiliki Bunga Violetmu". seringai Erlando.


entah mengapa hatinya seperti terhantam sesuatu melihat si gadis bermata ungu itu berpegangan tangan dengan Alex, Erlando terus saja mendengar bisikan hatinya untuk memiliki Crystal seutuhnya dan hatinya mengatakan Crystal terlahir hanya untuknya bukan untuk yang lain.


"Ariccc?". panggil Erlan dengan nada keras.


"iya tuan". sahut Aric berlari memasuki Ruangan kerja Erlan yang merupakan orang setia Erlan.


"cari tau keberadaan bunga violetnya Alex..! aku merasa Bunga Violetnya Alex ada disekitarnya". titah Erlan.


"baik Tuan". jawab Aric segera pergi.


Aric sendiri heran dengan tingkah Erlan, setelah apa yang gadis berambut perak itu lakukan terhadapnya sampai memanjat tiang listrik seperti memanjat pohon pinang dilihat oleh bawahannya yang otomatis jatuh sudah harga dirinya itu, tapi bagaimana Erlan masih menginginkan Crystal, tapi Aric lakukan juga tugas dari Erland.

__ADS_1


Aric bergerak cepat membawa motornya keluar dari markasnya, Ia harus menemukan Bunga Violetnya Alex, sepertinya Alex dan Erlando sudah ditakdirkan menjadi musuh sejak zaman dahulu kala, apapun yang Alex inginkan ada saja masalah Erlando ingin membuat Alex tunduk padanya hingga harus memberikan semua yang Alex miliki, Erlan seperti merasa hanya Erlan saja Raja disini bukan Alex.


"Raja Kegelapan ada di pihakku bukan dipihak Alex lagi, sekarang aku tinggal memiliki Bunga Violet Alex saja maka aku akan menguasai dunia ini dan Alex akan aku jadikan algojo ku... hahahaha.. impian terbesarku adalah membuat Alex ada di kakiku". teriak Erlan menggelegar.


.


pagi-pagi di kamar Alex dan Crystal.


Crystal menggeliat di pelukan Alex, Ia meringis perih karna perbuatan Alex yang sangat buas padanya, awalnya Alex sangat lembut dan memperlakukannya begitu hati-hati seperti membuka harta karun tapi 1 jam kemudian Alex menerkam buas Crystal sampai pagi dan membuat Crystal nyaris pingsan.


Crystal melihat wajah tampan Alex, Ia tersenyum karna pertama kali Crystal jatuh cinta pada Alex di abad-abad yang lalu karna ketampanan serta kehebatan Alex itu sangat diatas rata-rata kemampuan manusia normal pada masanya saat itu.


"Alex.? kamu memang manusia biasa tapi kekuatan fisikmu sama seperti dulu, aku benar-benar tidak menyangka kamu akan sebuas ini". batin Crystal mengelus rahang Alex.


Crystal tersenyum saat Alex mengecup punggung tangannya perlahan mata perak Alex terbuka tengah menatap lembut Crystal.


"kamu membuatku tidak bertulang Alex". keluh Crystal membuat senyum Alex terbit bukannya merasa bersalah malah bangga.


"kamu harus senang punya suami yang kuat diatas ranjang sayang". kekeh Alex.


Crystal memberengut, "sekarang tanggung jawab! perih rasanya intiku".


Alex membantu Crystal berdiri tapi lagi-lagi Crystal meringis, Ia bahkan tidak punya tenaga menggunakan ilmu sihirnya untuk meringankan rasa perih itu.


"apa sesakit itu?". tanya Alex khawatir.


"iya". jawab Crystal dengan tampang lucunya.


"kalau begitu biar aku lihat". pinta Alex membuat Crystal membulatkan matanya tak percaya.


"sini aku lihat sayang!". titah Alex lagi.


Crystal yang tak terima langsung menghilang dan muncul di kamar mandi, ia juga menggunakan kekuatannya mengunci pintu kamar mandi, rasa letih dan perihnya langsung hilang saat Alex minta dirinya memperlihatkan area terlarangnya.


"Crystal?? sayang?". Alex mendengar suara dari kamar mandi pun mendekati pintu kamar mandi dan mengetuk-ngetuknya.


"siapkan aku makanan". teriak Crystal dari dalam.


"tapi kamu bilang perih sayang? biar aku lihat ya?". bujuk Alex.

__ADS_1


Crystal di dalam kamar mandi malah menggerutu, "aku ini memang Istrinya tapi aku tidak mungkin memperlihatkan intiku pada binatang buas, itu sama saja bunuh diri".


Crystal menekuk kedua alisnya, sementara Alex tak mendengar jawaban pun menghela nafas pasrah segera keluar kamar menyiapkan sarapan untuk Crystal.


.


"Tuan?". sapa satpam Mansion Alex.


"hmm? ada hal serius?". tanya Alex.


"ada yang mengawasi Mansion ini Tuan". lapor Pria itu sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan buktinya.


Alex mengenal pria itu walau tidak tau namanya tapi wajahnya Alex kenal yaitu Aric orang setianya Erlan.


"dia mencurigai sesuatu". gumam Alex.


"ada apa Tuan?". tanya Satpam tidak mengerti.


Alex melihat si Satpam yang segera menundukkan kepalanya, "aku tidak marah padamu, lanjutkan saja tugasmu selagi tidak memaksa masuk ke mansionku semua akan baik-baik saja". kata Alex.


"baik Tuan". jawab si satpam segera pamit undur diri meninggalkan Alex.


"aku harus serang Erlando dengan cepat kalau tidak dia akan menjadi masalah bagiku kedepannya". gumam Alex serius.


Alex membawa sarapan ke kamarnya, Ia juga sudah menjelaskan pada keluarganya kalau Crystal tidak bisa keluar kamar membuat keluarga Alex khawatir tapi saat mendengar penjelasan Alex tak lagi khawatir malah tertawa cekikikan, Endang membuatkan jamu khusus untuk Crystal supaya kuat dan intinya selalu sempit sehingga Alex akan terus menggila dengan Crystal.


"ada apa Lex?". tanya Crystal melihat raut wajah Alex terlihat sedang memikirkan sesuatu saat masuk ke kamar.


"ada mata-mata didepan gerbang sayang..! ku mohon saat kamu keluar harus dengan wajah Crys". pinta Alex sambil mendekati Crystal yang sudah duduk disofa.


"baiklah". jawab Crystal.


"aku terlalu sibuk dengan masalah Dinda sampai lupa dengan Iblis mata hijau itu". batin Crystal tengah membicarakan Erlando.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2