Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
senang bermain


__ADS_3

.


.


.


Lina menoleh kekiri-kekanan.


"Nona?". panggil Lina menghapus air matanya.


Crystal memegang tangan Lina tanpa memperlihatkan wujudnya.


"aku akan kerjai anak jahat itu". kata Crystal dengan serius.


"jangan Nona". pinta Lina memelas.


"aku tidak suka, dia sangat jahat kata Ayah kalau ada anak jahat pada orang yang lebih tua harus di beri pelajaran". jawab Crystal.


Lina merasa Crystal tidak ada didekatnya, "Nona..? Nona jangan Nona..? jangan Nona". teriak Lina menahan tangis.


Lina tidak pernah merasa dilindungi tapi untuk pertama kalinya Ia merasa ada yang menganggapnya, Crystal melindunginya bahkan membuat Sean kabur.


"Nona..? s. saya ingin bekerja untuk Nona". isak tangis Lina menangis tersedu-sedu sampai berjongkok ditengah pintu masuk Rumah Tuan Al.


.


Crystal muncul di kamar Sean, "dasar anak jahat, aku kerjai kamu biar kamu ketakutan, biar kamu percaya hantu supaya tidak macam-macam sama orang lain".


Crystal mendengar gemericik air, Crystal berpindah tempat dan melihat Sean yang mandi dibawah pancuran shower seketika mata Crystal berbinar cerah melihat benda ajaib itu seperti air mancur.


"air pancur?". gumam Crystal dengan senang melayang ke arah pancuran shower dan mendorong sean sampai terjatuh dilantai.


"Mbak Liiinnn". marah Sean mengucek-ngucek matanya mencoba melihat seseorang yang mendorongnya tapi Ia terbelalak tidak melihat siapapun membuat tangannya gemetar.


Crystal menatap kesal Sean, "kenapa kamu jahat sekali?". bentak Crystal.


Sean membelalakkan matanya, "ha.. Ha.. Hantu..? per.. pergi..! ak.. aku tidak ada masalah padamu, d.. dunia kita berbeda".


Crystal tersenyum usil, lalu melihat ke atas dengan kekuatannya Ia mematikan lampu dan menghidupkan lampu setiap 1 detik membuat Sean sampai terkencing, Ia memang sombong tapi Sean masih anak-anak yang juga takut akan sesuatu.


"Lina adalah temanku..! kau melemparnya air paret dan aku akan mengejarmu sampai kapanpun". kata Crystal seperti hantu sungguhan saja diselingi dengan lampu yang kedap-kedip menambah kesan horor tempat itu.


".a. apa yang harus aku lakukan s.. supaya h.. hantu tidak mengejarku lagi?". tanya Sean yang bisa dikatakan anak yang kuat tidak bisa pingsan tapi hanya ketakutan saja.


"minta maaf padanya". jawab Crystal.


"t.. tidak mau". tolak Sean yang merasa harga dirinya tercoreng meminta maaf, Sean tidak pernah meminta maaf walau dia salah.

__ADS_1


"minta maaf". titah Crystal.


"aku tidak bersalah.! dia akan menggoda Papaku saja sama seperti wanita lain". teriak Sean dengan gemetaran.


"dia hanya mau uang saja". sambung Sean lagi.


"iya juga sih, dia memang mau uang". gumam Crystal membenarkan sebab Lina pernah bilang butuh pekerjaan untuk mendapatkan Uang yang bisa menukar apapun dengan apa yang diinginkan Lina.


"tuh kan? benarkan? ak.. aku tidak mau minta maaf". Sean mendengar gumaman Crystal.


"kenapa aku tidak bisa pingsan?". batin Sean dengan kesal.


"pingsan saja, aku akan melemparmu ke gurun pasir". jawab Crystal dengan enteng.


"aaahhhhh". Sean menjerit seperti orang kesurupan lalu pingsan ditempat.


tak lama kemudian Al tiba dikamar Sean, Ia ditelfon oleh Lina yang mengundurkan diri dan memilih pergi dari Rumah Al membuat Al langsung pulang mencari Sean untuk memarahi putranya itu yang sudah ke 69 kali membuli pengasuhnya.


"Sean..? Seann? ada apa nak?? Seann". panggil Al menepuk-nepuk pipi Sean.


"dia jahat sekali, kau harus menghukumnya dengan menggantungnya di pohon monyet biar jerah". kesal Crystal.


Al terduduk seketika mengedarkan pandangannya, "s.. siapa?? ".


"aku?? temannya Lina, dia jahat melempar temanku dengan air bau". geram Crystal.


"ta.. tapi dia hanya anak kecil". bela Al malah membela anaknya.


"dasar jahat, sama saja kalian jahatnya, aku hanya memintanya untuk minta maaf saja, tapi dia malah bilang kalau Temanku menggoda papanya dan butuh uang saja". geram Crystal mengumpulkan air dengan kekuatannya lalu melemparnya ke wajah Al hingga terbatuk-batuk.


Crystal segera teleportasi dari tempat itu, Ia tidak mau mendekati orang jahat lebih baik pergi saja.


Crystal muncul disamping Lina yang tengah termenung di halte bus.


"Temann?". bisik Crystal.


Lina terlonjak kaget, "N.. Nona?? anda mengagetkanku". keluh Lina mengelus dadanya.


Crystal tertawa cekikikan, "maaf ya? aku tidak mau berurusan dengan anak jahat itu".


Lina tersenyum, "tidak apa Nona, saya tidak meminta Nona membalas mereka". lirih Lina dengan kepala tertunduk.


"aku bilang padanya untuk minta maaf padamu tapi dia malah bilang kalau kamu sama dengan perempuan lain mau menggoda Papanya saja dan mau uang saja, menggoda papanya itu apa?". tanya Crystal dengan polos.


"aaa... begitu ya? pantas saja dia begitu jahat padaku sejak awal aku bekerja, aku memang mau uang tapi aku tidak punya niat menggoda papanya". jawab Lina.


"menggoda Papanya itu apa?". tanya Crystal dengan polos lagi.

__ADS_1


Lina tersenyum, "artinya merebut kasih sayang Papanya untuk diriku sendiri". jelas Lina dengan senyuman.


"ooh..! aku juga sering seperti itu, aku menggoda Ayahku yang sekarang sedang bahagia punya calon anak lagi". jawab Crystal.


"calon anak?". beo Lina.


Lina menoleh sekeliling saat sudah banyak orang yang melihatnya dan ada yang melarikan diri dari sana dengan raut wajah ketakutan.


Lina memakai masker yang tersimpan di saku bajunya lalu melanjutkan pembicaraannya dengan Crystal yang baik hati sampai bus nya datang.


"Bundaku punya dedek lagi, aku akan menjadi kakak jadi aku sering kesini supaya tidak mengganggu mereka bersama, Ayah dan Ibundaku mengizinkanku bermain ke dunia manusia tapi tidak boleh memperlihatkan bentukku". jelas Crystal dengan senyuman.


"tapi apa menggoda itu hal buruk?". tanya Crystal terdengar polos dan lucu didengar oleh Lina.


selama ini Crystal menggoda Ayahnya tidak ada yang mengatakan perbuatannya buruk malah Jessica tertawa tidak mengatakan hal apapun.


"Nona? apa Nona mau ke kost-anku?". tanya Lina.


Crystal bertanya apa itu Kost dengan sabar Lina menjelaskannya tentu Crystal mau diajak ke Rumah Lina yang disebut Kost.


Lina semakin akrab dengan Crystal tapi saat didalam bus mereka tidak berbicara, saat ada penumpang yang masuk ingin duduk ditempat Crystal membuat Lina memekik supaya Orang itu tidak duduk disampingnya, Lina berbohong punya penyakit menular karna Lina mengenakan masker orang-orang pun percaya mulai menjaga jarak dari Lina.


.


"ini Rumahmu?". tanya Crystal dengan bahagia.


"iya, silahkan Nona perlihatkan bentuk Nona! disini sudah aman". Lina.


Crystal memperlihatkan bentuknya membuat Lina tersenyum.


"Nona sangat cantik". ucap Lina merasa jatuh cinta pada Crystal yang hatinya cantik juga sama dengan parasnya yang menawan.


"Ibunda dan Ayah juga sering memujiku cantik". jawab Crystal tersenyum.


"Nona mau minum apa?". tanya Lina.


Crystal senang bersama dengan Lina di kost-an Lina itu, makan berdua, menonton, main ponsel seperti sahabat baik.


"besok aku akan kesini lagi ya? apa kamu mau keluar?". tanya Crystal semangat menatap Lina.


"aku sudah mengundurkan diri Nona, sepertinya aku masih ingin bersenang-senang sebelum mencari pekerjaan baru". jawab Lina sambil tersenyum.


"bersenang-senang? aku juga mau bersenang-senang". pekik Crystal seperti anak kecil yang senang bermain.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2