Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
berkumpul


__ADS_3

.


.


.


Alex masuk ke Mansionnya,


Dewi Par yang sejak tadi mondar-mandir tidak jelas pun sudah berapa kali menggigit jari kukunya sampai rusak lalu patah.


"sayang..? mungkin itu bukan Alex, aku sudah berusaha mencari Alex sayang". bujuk Indiro.


"aku percaya pada menantuku, cucuku itu sangat menyayangi Mommynya". sahut Endang tiba-tiba.


Endang sangat tau bagaimana Cintanya Alex pada sosok Ibunya, saat semarah apapun Alex pasti selalu bisa memikirkan perasaan ibunya, jadi saat kematiannya pasti Dewi Par lah yang diingat cucunya itu.


bukan Endang tidak sayang pada Cucunya tapi ikatan darah antara Ibu dan anak itu tidak bisa dipisahkan.


"aku yakin dia anakku, dia memintaku untuk jaga kesehatan dan aku harus makan, aku sudah sehat dan aku sedang menunggunya pulang". Dewi Par terus saja berbicara hal yang sama.


"sabarlah sayang, aku harap semuanya benar". Indiro memang berharap kalau yang menelfon Dewi Par memang putranya tapi itu mustahil jika dipikirkan secara logis.


"aku sudah menelfon nomor itu berkali-kali tapi tidak ada yang tau siapa yang menelfonku bahkan dia bilang salah sambung". oceh Dewi Par.


"mungkin karna menggunakan telfon orang lain". jawab Endang lagi.


"Nyonyaa??? ". Bella berlari memasuki Mansion sebab ia tadi sedang menyiram bunga namun saat diluar ia melihat sesuatu.


Bella bekerja di Mansion bersama Ibu Ita namun tidak membuat kuliahnya sebagai dokter terabaikan.


"ada apa Bella? ". tanya Dewi Par dan Bella berpegangan tangan.


"Tuan Muda pulang Nyonya..! Tuan Muda baik-baik saja". heboh Bella melompat-lompat dan Dewi Par membekap mulutnya dengan mata berkaca-kaca.


Endang dan Indiro seketika berdiri dan saling pandang takjub dan tak percaya.


"Nyonya..! anda sangat hebat, anda hebat bisa merasakan Tuan masih hidup". Bella dengan tidak sopan memeluk Dewi Par seperti seorang Ibu.


Dewi Par pun tidak tau lagi jabatan Bella sebagai pelayan, Ia seperti sudah menganggap Bella anaknya karna selalu setia menemaninya bahkan memberinya semangat saat merasa kehilangan Alex.


mereka mendengar suara langkah kaki,


"itu Tuan Nyonya". Bella melepaskan pelukannya lalu berlari ke Ibu Ita yang menjadi ibu koki.


"Ibu..? Tuan Muda masih hidup". Bella berkaca-kaca memeluk Ibu Ita.


"nak..? kamu kenapa memeluk Nyonya hmm? ". tanya Ibu Ita memukul bahu anaknya.


"aah... Bella melupakan kasta kami karna terlalu bahagia bu". Bella memerah malu sebab sikapnya tidak sopan tadi.

__ADS_1


namun Dewi Par tidak marah dengan apa yang Bella lakukan malah kabar yang Bella berikan lebih membahagiakan dari apapun.


Alex muncul di hadapan mereka, Dewi Par berlari sampai terjatuh karna heelsnya dengan cepat Alex berlari ke Dewi Par dan membantu Mommynya berdiri.


Indiro dan Endang berlari ke arah Dewi Par yang menangis seketika memeluk Putranya.


"Mommy udah makan? ". tanya Alex mengelus punggung Mommynya.


"dasar anakku yang jahat, masih menanyakan Mommymu ini udah makan hah? kenapa tidak bertanya apa Mommymu ini masih hidup? ". teriak Dewi Par meremas bahu Alex.


Alex tertawa pelan, "aku akan langsung menyusul Mommy kalau sampai Mommyku meninggal sebelum memiliki cucu".


"dasar kejam, jahat..! kenapa kamu membuat Mommymu menderita hmm? kenapa merahasiakan semuanya? ". Dewi Par meluapkan rasa frustasinya.


"kamu masih hidup nak? ". tanya Indiro dengan pandangan haru.


"Cucuku? ". Endang mendekati Alex dan ikut berjongkok memeluk cucunya.


mereka berpelukan seperti teletubis, Indiro pun ikutan.


Bella bersyukur tidak ada seorang Ibu yang kehilangan anak seperti Ibunya saat kehilangan Kakaknya, karna Bella sangat yakin tidak ada Ibu yang kuat kehilangan buah hatinya.


.


.


disofa kamar Endang,


"kenapa kamu bisa baik-baik saja nak? ". tanya Indiro.


"jadi kamu mau anakmu terluka parah begitu? ". bentak Endang.


"bukan begitu Ma, aduh... aku hanya bertanya karna DNA yang ada ditebing itu cocok dengan DNA Alex Ma". Indiro tidak tau lagi harus bicara apa karna Ia merasa dipojokkan.


"Oma? ". panggil Alex serius.


"iya Cucuku". jawab Endang tersenyum mengelus rahang Alex.


"mimpi itu nyata Oma, aku yang akan menemukan gadis itu, saat aku melihatnya tidak ada sedikitpun keraguan di hatiku Oma malah aku hanya ingin memastikan apakah ini nyata atau tidak". kata Alex sambil tersenyum lebar.


Endang tertegun, begitu juga Dewi Par dan Indiro.


"Mom..? dia menyelamatkanku Mom". Alex menoleh ke Dewi Par.


"menyelamatkan bagaimana nak?". tanya Dewi Par.


"mimpi apa yang kalian bilang? kenapa Mommy tidak tau? ". tanya Dewi Par tidak mengerti.


"Oma ceritakan ke Mommy Oma, gadis itu memang ada, dia memang ada Oma, sesuai dengan perkataan dewi mistis aku yang akan menemukannya". Alex.

__ADS_1


Endang tidak bisa berkata-kata, bahkan Indiro saja menganga,


"biar Alexander yang cerita !". Alex berseru.


Alex menceritakan sosok gadis yang selama ini mereka cari memiliki kekuatan super, mereka tidak boleh cerita pada siapapun tentang gadis bernama Crystal.


"matanya benar-benar ungu? ". tanya Dewi Par


"Iya Mom, dia punya kekuatan, mungkin dia memegang jantungku lalu berdetak lagi terus saat tanganku tergores dia bisa memulihkannya, lihatlah tubuhku Mom, Oma, Daddy..! tidak ada luka sama sekali padahal malam itu aku terluka parah dan memilih terjun kelaut lepas". Alex.


"terluka parah? coba ceritakan kejadiannya nak? Mommy senang kamu menemukan gadis itu tapi dimana dia? kenapa tidak kesini? ". tanya Dewi Par.


"mungkin inilah yang membuatku tidak bisa melihat gadis ini dengan kemampuanku, ternyata dia punya kekuatan misterius dan tinggal jauh dari pemukiman". gumam Oma Endang.


"dari mana Mama tau dia jauh dari pemukiman? ". tanya Indiro.


"dia tidak tau uang bukankah itu sudah jelas, oh Ya Tuhan...! terkadang aku bertanya apa kamu memang pernah menjabat menjadi Ketua Gangster? ". sambar Dewi Par.


Indiro menggaruk tengkuknya, Ia tidak marah diomeli sang Istri malah senang karna itu artinya hati Istrinya sedang baik padahal sebelumnya selalu menangis tidak makan dan tidak mau bicara.


"dia sangat hebat dan aku pikir Ayahnya sangat menjaganya bahkan tidak mengizinkan aku tinggal di Rumahnya dan meminta Crystal pulang 3 jam lagi". gumam Alex.


"jika Oma punya anak gadis seperti itu tentu saja Oma akan menjaganya dari mata jahat manusia". cetus Endang.


Dewi Par mengangguk setuju, "boleh temui Mommy dengan gadis itu sayang.? Mommy ingin melihatnya". tanya Dewi Par.


"hmm? tapi aku ingin tau bagaimana penghianat itu? apa dia mati? ". tanya Alex.


"aah.. iya.. kapan kamu merencanakan meracuninya Son? ". tanya Indiro penasaran.


"Oma sudah curiga dan itu semakin jelas tapi wanita iblis itu sudah merencanakan semuanya sampai Oma dan Mommymu dikurung di gudang belakang dan Daddymu sakit perut". Endang berkata dengan geram bercampur marah.


.


"sebenarnya aku sudah mencurigainya Mom, Oma, Daddy tapi aku hanya berasumsi saja jika tidak benar, maka aku akan berikan penawarnya tanpa sepengetahuan dia aku telah mencoba meracuninya". jelas Alex.


"dia tidak mati tapi jadi manusia tidak berguna, Maafkan Mommy sayang". Dewi Par meneteskan air matanya.


Alex menghapus air mata Dewi Par, "anak jahatmu ini sudah berhasil membalaskan harga dirimu Mom, aku membuatnya bersujud memohon ampun padaku tapi anaknya tetap aku habisi karna dia berani membunuh ku maka aku balas membunuh anaknya".


"dia tidak akan memiliki cucu dari anaknya yang penghianat itu". kekeh Alex merasa puas penderitaan Viola.


"kau memang cucuku". Endang bangga begitu juga Indiro.


"dasar kejam". Dewi Par memukul bahu Alex tapi Ia memeluk anaknya yang membuatnya hampir gila karna takut kehilangan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2