Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
hantu cantik


__ADS_3

.


.


"hantu ini sangat cantik, aku yakin kalian tidak akan kuat melihatnya, dia bisa terbang kesana-kemari dan kakinya bisa menggantung diudara, apa kalian bisa tidak pingsan? ". sambar Alex lagi.


mendengar perkataan Alex membuat mereka takut, segera mereka menunduk hormat lalu berlari meninggalkan keluarga mistis itu,


keluarga Alex saling melirik satu sama lain,


"apa gadis ini bisa terbang sayang? ". tanya dewi Par.


"iya Mom, bahkan bisa menghilang juga". jawab Alex.


Indiro dan Endang saling berpegangan tangan, Indiro memang kuat dan seorang mantan gangster besar namun mendengar hantu membuat nyalinya menciut, tapi demi rasa penasarannya membuatnya ingin tau sosok gadis yang dikira hantu oleh warga.


Alex memejamkan matanya, ia sedang memfokuskan diri lalu memanggil nama Crystal,


"Bunga Crystal Violet, aku datang! ". kata Alex dengan suara pelan.


Dewi Par mengedarkan pandangannya, Ia masih memeluk rantang nasinya dengan erat.


"apa sudah datang? ". bisik Indiro.


"diamlah". tegur Endang.


Alex tetap fokus memanggil Crystal dan didalam hati pun Ia memanggil Crystal seperti hantu saja, salah satu warga desa yang mengintip membulatkan mata, Ia tiba-tiba merasa merinding langsung melarikan diri dari sana karna tidak berani seperti keluarga Alex.


angin pantai menerpa tubuh mereka hingga makin lama semakin kuat, Rok Dewi Par sampai terangkat tapi Ia masih bisa menahannya sedangkan Endang dibantu oleh Indiro supaya tidak jatuh dan Alex masih tenang dengan posisinya.


angin itu pun mereda, semua keluarga Alex perlahan membuka mata dan melihat seorang gadis cantik dengan rambut perak namun belum membuka mata.


"Crystal..! kamu datang". kata Alex.


Crystal membuka matanya dan Keluarga Alex bisa melihat dengan jelas paras gadis itu bahkan kedua matanya bersinar saat membuka mata.


gadis berambut perak itu seketika memberengut, "kenapa kamu mengganggu tidurku manusia? ". tanya Crystal dengan kesal.


"kamu sedang tidur? ". tanya Alex.


"ya iyalah, aku tidur tadi". jawab Crystal mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat Dewi Par, Endang dan Indiro.


"waah..! mereka temanmu? ". tanya Crystal melompat-lompat senang namun gerakannya yang lambat seperti balon mental pun membuat Indiro menelan salivanya bersusah payah.


"bukan teman, keluargaku". jawab Alex tersenyum tipis melihat raut wajah Crystal berubah ramah padahal tadi terlihat sedang kesal.


"keluarga..?". beo Crystal.


Crystal terbang ke arah Indiro yang membelalak melihat pemandangan itu, Crystal menatap mata Indiro.


"matamu sama seperti Manusia itu ya? ". tanya Crystal terkekeh lalu melayang lagi ke Endang.

__ADS_1


"ini..? siapa manusia? ". tanya Crystal ke Alex sambil melihat ke Endang.


"O..Oma nya ". jawab Endang membuka kotak berisi kalung gioknya.


"ini? bukankah ini kalung Bunda? kenapa bisa sama mu Oma manusia? ". tanya Crystal.


"B.. Bunda? ". beo Dewi Par dan Endang.


"iya.. ini kalung Bunda". jawab Crystal mengambil kalung itu dan sinar hijau terpancar dari kalung giok itu.


"haiissh..! seperti biasa kalung itu menyebalkan". Crystal meletakkan kalung itu lagi di kotak yang Endang pegang seperti barang tidak berguna.


Endang membelalak, ini pertama kalinya Ia melihat kalung gioknya mengeluarkan cahaya seterang itu, ia menatap Crystal dengan tatapan tak bisa diartikan.


Crystal melayang lagi ke samping dan memegang bahu Dewi Par, "aah.. baunya sama sepertimu manusia, apa dia Ibunda mu? ". tanya Crystal.


"be. benar, aku Mommynya". jawab Dewi Par terkesima melihat mata Crystal yang menenangkan jiwanya.


Alex menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah tidak sopan Crystal,


"inilah alasan kenapa aku tidak mau membuat kalian bertemu dengannya, dia tidak kenal sopan santun". jelas Alex.


Crystal malah menyeringai lebar dengan senang, "apa ini? ". tanya Crystal mengendus-ngendus rantang nasi yang dipegang oleh Dewi Par.


"ma..makanan untukmu". Dewi Par dengan gemetar dan gugup memberikannya ke Crystal.


Crystal tersenyum cerah menerimanya, "tapi bagaimana cara membukanya? ". tanya Crystal dengan polos.


Alex mendekati Crystal lalu membuka rantang nasinya, "begini cara bukanya".


"wah..! kebetulan aku baru saja bangun tidur, aku sangat lapar". Crystal melayang seperti hantu ke atas pohon membawa rantang nasi itu hingga Indiro terduduk tak elit dirumput.


"apa dia memang manusia Lex? ". tanya Indiro.


"menurut Daddy? ". tanya Alex balik lalu terkekeh melihat wajah pucat Indiro.


"aku ingin pingsan tapi kenapa tidak bisa". gumam Indiro.


"kalung ini, kamu lihat Kan Dewi Par? aku baru tau kalung ini bisa mengeluarkan cahaya hijau seperti tadi". Endang melihat ke arah Dewi Par.


"Iya Ma, hatiku sangat tenang melihatnya, aku yakin dia memang gadis yang kita cari". Dewi Par berkaca-kaca melihat Crystal yang sedang makan enak diatas pohon.


Alex mendongak melihat Crystal makan diatas pohon, "ck..ck..! bukankah kamu tidak mau disamakan dengan monyet? kenapa makan diatas?".


"terserah aku lah". jawab Crystal melahap makanan yang diberikan Dewi Par yang sangat enak.


meongg...? meongg..!


"hah? ". Crystal mengedarkan pandangannya melihat sekitar.


"apa itu? ". tanya Crystal menunjuk seekor kucing yang ada didalam kandang kawat.

__ADS_1


"bukankah kamu minta diberi hadiah hewan berbulu? aku membawanya untukmu". jawab Alex.


"hah?". Crystal menatap manik mata kucing itu sampai kucing itu mengeluarkan taringnya dan Crystal kaget.


"aaaaaahhh". Crystal terjatuh dari atas pohon, Alex berusaha menyelamatkan Crystal tapi gadis itu sudah mendarat dan mengeluh bok*ngnya sakit.


"kamu tidak apa-apa? ". tanya Alex mengulurkan tangannya.


"kenapa hewan itu galak sekali? apa dia singa kecil? atau harimau kecil? ". tanya Crystal menunjuk hewan berbulu yang dikurung Alex.


"ini namanya kucing sayang". jawab Dewi Par tiba-tiba.


"sayang? kenapa ibu manusia memanggilku sayang? hanya ibunda dan Ayahku saja yang memanggilku sayang". Crystal menatap tajam Dewi Par.


pletaak..!


"aduuuh, berani kamu memukulku? ". teriak Crystal mengelus keningnya yang di sentil oleh Alex.


Alex terkekeh, sementara keluarga Alex sudah ketakutan.


"kamu tidak sopan pada Mommyku, sebenarnya panggilan sayang itu tanda cinta, artinya Mommyku menyayangimu karna kamu menyelamatkan nyawaku". jelas Alex tidak takut dengan Crystal.


"oooh..! bilang lah dari tadi". jawab Crystal mengerucutkan bibirnya.


ternyata Crystal mudah marah tapi juga amarahnya mudah reda.


Crystal berdiri lalu berjalan dengan langkah pelan ke arah hewan berbulu itu, "hei..? s.. siapa namamu?". tanya Crystal.


"mana bisa kamu bicara dengan hewan? ". kekeh Alex.


"kata siapa? aku mengerti bahasa mereka". jawab Crystal dengan ketus.


Alex terdiam lalu melihat ke arah keluarganya yang menjadi patung berdiri kecuali Indiro jadi patung duduk.


"aa..! kamu tidak suka manusia itu ya? ". Crystal tertawa melihat ke arah Alex.


Alex kaget saat Crystal melepaskan hewan berbulu itu, dan dengan kaki pendeknya itu mendekati Crystal serta duduk dipangkuan Crystal.


Crystal duduk bersila lalu tangannya lurus ke arah ayam bakar hingga tiba-tiba ayam itu ada di tangannya dan Crystal memberikan ayamnya ke hewan berbulu itu.


"ini namanya hewan apa? ". tanya Crystal.


"kucing sa.. yang". jawab Dewi Par.


"kucing? tapi ditempatku banyak Kucing Caracal, ini kucing apa? kenapa bulunya berbeda dengan Caracal? ". tanya Crystal dengan bingung.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2