Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
penghianat


__ADS_3

.


.


.


ke empat Pria setia Alex menggeram marah,


"kenapa harus diaa?". maki Botak.


"aku benar-benar seperti orang terbodoh saat ini". kesal Cupu.


"aku si jenius Komputer pun tidak bisa berpikir kalau dia lah yang menghianti kita". Patung.


"kenapa dia jahat sekali? kita berjuang bersama sejak 5 tahun yang lalu kenapa dia tega membunuh teman seperjuangannya sendiri?". Cepak.


"aku ingat dia yang paling histeris menangisi teman-teman kita ternyata itu semua hanya siasatnya saja". botak.


"astagah..! aku benar-benar sudah gila". Cepak meremas rambutnya sendiri.


ke empatnya merenung menangisi penyesalan mereka selama ini sudah memelihara seorang penghianat yang dicari-cari selama ini oleh mereka.


.


Alex tersenyum melihat Crystal makan dengan ceria, "apa mereka semua setia padaku?". tanya Alex penasaran.


"siapa? setia?". tanya Crystal dengan polos.


Alex menjelaskan arti Setia pada Crystal yang polos dan tidak tau apa-apa itu membuat Crystal mengerti.


"mereka hanya berisik bertanya aku ini hantulah, kenapa tidak bisa pingsanlah, ingin lari, ingin menghilang dan banyak lagi tapi hanya dia saja yang bertanya mengapa kamu masih hidup". jawab Crystal.


Alex memegang tangan Crystal, "terimakasih telah memberitauku, aku benar-benar tidak tau bagaimana caranya membalas kebaikanmu Crystal Violetku".


Crystal hanya menatap Alex dengan polos seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa.


"kata Ibunda kebaikan itu sudah biasa". jawab Crystal.


Alex tersenyum, Crystal sangat murni dan matanya itu tidak memancarkan binar cinta atau niat terselubung, entah mengapa Alex malah merasa lebih tenang menatap mata ajaib Crystal itu.


"bagaimana kabar Ibundamu? apa calon anaknya baik-baik saja?". tanya Alex penasaran.


"Ibunda selalu menyusahkan Ayah, mereka selalu berdebat sampai aku dan Belang sering kabur dari Rumah". jawab Crystal tertawa cekikikan.


"berdebat? bertengkar?". tanya Alex.

__ADS_1


"iya, Ibunda tidak mau makan Ikan tapi Ayah selalu memberi makan Ikan, Ayah hanya manusia biasa yang suka menangkap Ikan tidak tau cara berburu". jawab Crystal.


Alex tertawa pelan mendengar Ocehan Crystal tentang perkelahian Ayah dan Ibunda yang karna Ikan, di Kota ini Pasutri bertengkar karna uang, harta, tahta, pekerjaan, pelakor, pebinor dan hal lain nya tapi kedua orangtua Crystal bertengkar karna makanan sungguh lucu.


"lalu dimana kucingmu?". tanya Alex.


"dia tidak mau bertemu denganmu". jawab Crystal terkikik.


Alex membuang nafas pelan, "dasar kucing tidak tau diri".


Crystal tertawa menggemaskan, "kenapa dia tidak suka padamu? bahkan saat aku meninggalkannya di Rumahmu dia melotototiku dan marah-marah akan menggunakan taringnya menggigit tubuhku".


"benarkah? aku akan patahkan taringnya untukmu". jawab Alex.


Crystal yang polos malah tidak mengerti akan maksud perkataan Alex yang tidak mau Crystal terluka, jika perempuan lain akan meleleh hatinya akan perkataan Romantis Alex tapi sayangnya Crystal tidak tau apa itu Romantis dan tindakan apapun yang bisa menarik perhatian lawan jenis Alex.


"Aih.. Bunda memanggilku, hiks.. hiks". Crystal berdiri dengan raut wajah lucunya membuat Alex terkekeh.


"hati-hati". kata Alex menggenggam tangan Crystal sampai menghilang dari pandangan Alex.


wajah Alex yang tadi lembut dan ramah berubah dingin teringat Nendra yang telah menghianatinya, "dasar tikus..! aku tidak menyangka penghianat masih ada didalam markasku". desis Alex dengan tangan terkepal.


sebelum pindah ke Markas baru Alex sudah menghabisi salah satu Penghianat juga, Alex mengira Penghianat hanya 1 tapi tidak diduga ada juga orang yang tidak takut mati dengan mencari masalah dengan seorang Alex.


Alex bangkit melanjutkan pekerjaannya yang sengaja Ia tunda, Alex tidak mau membuat Crystal takut padanya sebab Ia sendiri sangat menghormati gadis yang selalu menyelamatkannya itu, itu sebabnya Alex masih bisa menahan emosinya didepan Crystal.


.


"tidak apa..! aku juga merasa tertipu". jawab Alex yang mengerti mengapa mereka berempat bergosip tentang Nendra selama ini yang tidak terpikirkan oleh mereka adalah seorang penghianat.


ke empat orang setia Alex itu celingukan disekitar Alex seolah mencari sosok gadis ajaib berambut perak itu.


"Bunga Violetku sudah pulang". jawab Alex yang mengerti kebingungan mereka semua.


"ah.. begitu ya Tuan". senyum lebar ke empatnya dengan raut wajah gugup.


"Bunga Violetku bukan manusia biasa, ku harap kalian tidak mengoceh didalam pikiran karna dia mendengar semua pemikiran kita". sambung Alex lagi.


"ha? ja.. jadi?". Cupu tergagap.


"iya, Crystal mendengar isi pikiran Nendra". jawab Alex.


seketika kaki ke empat orang setia Alex itu goyah seperti akan terjatuh,


"Bunga Violetku gadis yang polos dan dia manusia, hanya saja dia sedikit istimewa bukan HANTU". jawab Alex lagi.

__ADS_1


glek..


"hehe". cengir mereka semua yang memang memikirkan Crystal itu hantu bukan manusia.


"dimana dia?". tanya Alex.


"kami memerintahkan yang lain mengurungnya Tuan, maaf kami masih sangat syok Tuan jadi kami belum menyiksanya". jawab Cepak.


"hmm". sahut Alex.


Alex berlalu meninggalkan mereka semua yang mengekori Alex menuju penjara bawah tanah, Nendra melihat kedatangan Alex dan yang lainnya tertawa keras seperti orang gila.


"bagaimana bisa gadis hantu itu mengenaliku saat pertama kali datang padahal selama ini kalian sudah tertipu olehku". kata Nendra dengan wajah aslinya yang selama ini memasang wajah ramah.


Botak dan yang lainnya tercengang berbeda dengan Alex yang memasang wajah dinginnya itu.


"hebat! kau bisa menipu kami". Alex mengakui itu.


"tidak perlu buat drama bos dan penghianat, aku tau bayaranku". kata Nendra dengan sombong.


"hmm.. aku akan pot*ng-pot*ng tubuhmu lalu membuangnya ke anj*ng peliharaanku menjadi makanan mereka". jawab Alex tersenyum sinis.


Nendra masih bisa bertingkah angkuh,


"apa semua perjuangan kita selama ini hanya palsu?". tanya Patung dengan datar.


"sejak awal aku sudah masuk dengan setitik dendam, Alex kalian ini sudah membunuh kekasihku". jawab Nendra dengan tatapan nyalang.


"kekasihmu?". beo yang lainnya menatap Alex dengan bingung.


"aku tidak tau kekasihnya itu". jawab Alex tanpa beban.


"itulah Kau..! kau sangat kejam membunuh orang tanpa berkedip, kau tidak memikirkan derita mereka yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kau bunuh itu". teriak Nendra dengan marah menggebu-gebu.


"itu sebabnya jika ada yang berkhianat maka harus dibunuh bersama keluarganya". jawab Alex dengan dingin.


"seharusnya kau tau diri Ndra..! apa semua kebaikan Tuan Alex tidak ada artinya bagimu hah? apa semua tidak ada artinya walau sedikit??". berang botak.


"tidak sama sekali, hatiku sudah mati sejak dia membunuh kekasihku". jawab Nendra dengan tatapan penuh benci.


Cepak menjelaskan bahwa Alex selama ini membunuh bukan tanpa sebab, kekasih Nendra itu hanya seorang mata-mata dari tempat lain menggunakan Nendra sebagai jalur mencari informasi, tapi Nendra yang sudah terlalu tergila-gila pada kekasihnya itu tidak berpikir kalau kekasihnya seorang mata-mata yang sengaja menggunakan Nendra untuk balas dendam dan keuntungan nya semata.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2