
.
.
.
awalnya Crystal begitu heboh membuat Alex dan Indiro gemas dengan tingkah Crystal namun hanya sesaat, setelah 30 menit kemudian gadis itu sudah tertidur pulas seperti di bius total saja.
Alex menoleh ke arah Crystal yang ternyata sudah terlelap membuatnya mengulum senyum, Alex melepaskan jaketnya lalu menyelimuti tubuh depan Crystal.
"bagaimana ceritanya nak?". tanya Indiro berbisik.
Alex menoleh ke Indiro, "apa yang Daddy ketahui?". bisik Alex juga.
Indiro menceritakan semua yang Ia ketahui dari mata-matanya saat akan menyerang markas Tyas, Alex mengangguk membenarkan semua itu membuat Indiro terbelalak.
"jadi semua itu benar? bagaimana ceritamu selama di kurung? tidak mungkin mereka hanya sekedar menahanmu saja kan? mereka pasti menyiksamu". tanya Indiro berbisik.
sebab Indiro melihat Alex baik-baik saja tanpa ada sedikit goresan luka di tubuh anaknya, Ia senang Alex baik-baik saja tapi rasa penasaran Indiro itu pasti ada.
"benar Daddy, tapi Crystal tiba-tiba muncul dan membunuh mereka semua lalu membawaku pergi ke tempat tinggalnya". jawab Alex.
Indiro berdecak kagum, "dia benar-benar malaikatmu Lex.! kamu harus menjaganya dengan baik". perintah Indiro dengan raut wajah serius.
"Aku akan lakukan apa saja untuk melindunginya Daddy..! walaupun aku harus mempertaruhkan nyawaku, entah kenapa aku merasa bahagia saat dia memintaku untuk melindunginya". balas Alex dengan tatapan lembut ke arah gadis berambut perak yang tengah tertidur.
Indiro tersenyum saja menanggapinya, memiliki menantu berkekuatan super seperti Crystal adalah sebuah keberuntungan setiap mertua.
Alex berpaling menghadap Crystal, Ia tidur menghadap Crystal sesekali Alex menyibakkan rambut perak Crystal dan Ia memandang lekat wajah Crystal yang menyejukkan hatinya.
selama hampir 9 jam berada di dalam pesawat bagaimana mereka tidak mengantuk? Alex perlahan membuka matanya setelah tertidur beberapa jam dan Ia tertegun melihat wajah Crystal sangat dekat dengannya, ajaibnya mengapa Alex tidak marah? selama bersama wanita manapun pasti Alex akan marah termasuk pada Viona saat itu, Ia ada kesan terkejut dan hatinya begitu marah walaupun akalnya selalu mengatakan untuk bersikap baik pada Viona yang seorang gadis bermata Violet.
"huuaaahh?". Crystal menguap lebar mendengar seorang Pramugari mengatakan bahwa Pesawat akan mendarat di Bandara Indonesia.
"Ehh?". Crystal celingukan dan melihat ke arah Kaca disampingnya, mata Violetnya berbinar cerah melihat pemandangan itu seperti saat Ia sedang terbang saja di udara.
"kenapa?". tanya Alex berdehem pelan merasa gugup ditatap dekat oleh Crystal tapi gadis itu terlihat bahagia saja memandang Alex dari dekat, tapi Alex mengira Crystal senang karna berada di dalam pesawat.
__ADS_1
.
Alex menggenggam tangan Crystal saat keluar dari Pesawat, gadis itu melompat-lompat senang bersama Alex belum lagi Indiro juga memegang tangan Crystal yang lainnya, kedua Pria berbadan tegap itu melindungi Crystal dari kemungkinan bahaya yang terjadi padahal Crystal bisa membela diri dengan kekuatan supernya itu.
"waah..? kita sampai di indonesia". senyum cerah Crystal mendongakkan pandangannya melihat pesawat yang Ia naiki.
Alex mengelus kepala Crystal, "ayo kita pulang!".
"ayo kita pulang!". jawab Crystal merapatkan tubuhnya dengan Alex sambil tersenyum riang mendengar perkataan Alex yang mengajaknya pulang.
Indiro pun melepaskan tangannya tapi tetap menjaga Crystal dari samping, Ia bangga memiliki menantu seperti Crystal.
"Alex? kenapa wajahmu merah? apa kamu sakit? demam?". tanya Crystal dengan serius memegang kening Alex.
bawahan Alex menahan tawa sekuat tenaga, mereka tau mengapa wajah Alex memerah seperti itu tapi si gadis berambut perak itu seperti tidak tau gejala Alex malah membuat Alex semakin malu saja.
"ekhem..? tidak apa Crystal, aku baik-baik saja". jawab Alex yang wajahnya semakin memerah saat Crystal semakin dekat saja dengannya.
"aku yakin kamu demam Lex, aku melihat wajahmu sangat merah seperti kepiting rebus". tegas Crystal memegang bahu Alex seperti kekasihnya saja, Alex milik Crystal saja.
Crystal dengan wajah polosnya itu mengerjabkan matanya, sementara para bawahan Alex akhirnya tertawa lepas membuat mata tajam Alex tertuju pada mereka semua yang segera membungkam mulut masing-masing.
"aku malu karna kamu sangat cantik Aurora". jawaban Alex dimasa lalu teringat jelas di benak Crystal.
"aku cantik bukankah aku milikmu, lalu kenapa malu?". tanya Crystal dengan senyuman berhasil membuat Alex semakin kepanasan saja.
Indiro tertawa mendengar perkataan Crystal, "benar nak? kamu miliknya Alex?". tanya Indiro menggoda.
"benar Daddy..! di masa lalu, dimasa sekarang dan dimasa depan Bunga Crystal Violet adalah milik Alex seorang". jawab Crystal dengan serius sambil tersenyum lebar memandang Alex.
Alex yang tidak kuat di goda oleh Crystal berjalan duluan meninggalkan Crystal, wajahnya benar-benar panas, jantungnya berdegup kencang.
"Alexx?? apa kamu akan meninggalkanku? bukankah kamu harus melindungiku?". teriak Crystal melayang melewati bawahan Alex yang melihat Crystal terbang seperti hantu disiang bolong dengan pandangan takjub serta rahang terbuka.
hap..!
Alex kaget saat Crystal berada di punggungnya, "Crystal? apa yang kamu lakukan?". tanya Alex gelagapan.
__ADS_1
"aku tidak akan melihat wajah malumu, kamu sama seperti Alex yang ku kenal sangat angkuh dan sombong". kata Crystal dengan senyuman gemasnya.
Alex menggendong Crystal yang ada di punggungnya, entah mengapa hatinya bahagia dengan perilaku manja Crystal tapi anehnya mengapa Crystal bisa tau jelas sifatnya itu?
kemunculan Alex yang tengah menggendong gadis berambut perak dan mata Violet membuat para penumpang pesawat di Bandara mengeluarkan ponsel merekam pasangan itu, Crystal sangat terkenal di Indonesia berkat kekacauan yang dilakukannya itu.
"apa kamu tidak takut di ketahui para musuhku Crystal? mereka semua memburumu". tanya Alex dengan serius dan terbesit rasa takut di hatinya.
Crystal tersenyum mengeratkan tangannya di leher Alex, "demimu aku rela menghadapi apapun Lex..! walaupun dimasa sekarang kamu hanya manusia biasa tapi kamu adalah Pahlawan dan Penyelamatku dimasa lalu, aku akan lakukan apapun demimu".
Alex terharu mendengar perkataan Crystal, "dimasa lalu? apa kamu mengingat masa lalumu?". tanya Alex menebak.
"aku mengingat semua pengorbananmu". balas Crystal dengan senyuman lembutnya.
"Pengorbanan? pengorbanan apa yang aku lakukan?". tanya Alex.
"aku belum menguasai ilmu merekam ingatan, jika aku sudah menguasai ilmu itu aku akan memberikannya padamu". jawab Crystal dengan manja di pelukan Alex.
Alex yang tidak mengerti hanya mengangguk saja, benaknya bertanya-tanya.
"jangan berisik!". pinta Crystal yang mendengar ocehan Alex.
"iya". jawab Alex pun tidak lagi mengoceh dalam pikiran.
tingkah Alex dan Crystal menjadi tatapan takjub para bawahan Alex, Putra berpakaian tertutup supaya tidak ada yang tau tentangnya yang dikenal sebagai pemilik hotel DeLLun.
Indiro memperbaiki kerah bajunya dengan raut wajah bangga, Ia menunjukkan pada dunia bahwa Alex adalah anaknya sehingga bisa memiliki gadis berkekuatan super seperti Crystal.
Cepak membukakan pintu mobil untuk Alex, Alex membawa masuk Crystal yang tidak mau lepas darinya, Alex berpindah disamping Crystal sambil mengelus kepala Crystal.
"aku senang Lex". kata Crystal dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Alex sambil memejamkan mata.
.
.
.
__ADS_1