Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
mengancam


__ADS_3

.


.


.


Crystal kembali ke Hotel DeLLun dengan taksi, Ia sudah sangat berhati-hati dengan menghilang dan muncul di gang sepi, Crystal tidak mau ada yang melihatnya keluar dari Mansion Asiantama.


"huhuhu...!". Crystal berlari dengan riang sambil bersenandung pelan.


setibanya di kamar kost-annya di tatap oleh Butet dan Tatan, Crystal melihat mereka pun meloncat kaget.


"kalian disini? bukankah ini kamarku?". tanya Crystal tersenyum kikuk melihat ada 2 manusia yang tengah bersidakap dada didepannya seperti sedang mengintimidasinya tapi bukan hal buruk.


"katakan siapa Pria yang kamu genggam mesra tadi?". tanya Butet berkacak pinggang.


"apa kamu menganggap kami teman Crys? kenapa aku tidak tau menau tentang pacarmu?". sungut Tatan menaikkan dagunya seperti tidak terima.


Crystal menggaruk-garuk kepalanya, Jika ia berbohong mereka tidak akan percaya karna Ia mendengar isi pikiran mereka semua yang sudah menebak itu pacar Crystal apalagi Ia pulang larut malam seperti ini.


"ayo katakan! ". titah Butet.


"hmm, katakan! ". sahut Tatan juga.


"kenapa kalian berpikir dia pacarku? dia temanku, dia mengajakku bertemu dengan Mommynya". jawab Crystal berusaha mengelak makna pacaran itu.


"apaaa?? sudah bertemu ke tahap mertua?". pekik Butet melototkan mata nya


"bukan..? Mommynya sakit jadi ingin bertemu denganku". jelas Crystal.


"Oh My God!! mommynya sakit dia menjemputmu? hubungan kalian lebih serius dari perkiraanku ya?". Tatan memijit pelipisnya yang ternyata tertipu dengan wajah polos Crystal seperti tidak punya kekasih.


Butet juga tidak menyangka, mereka mengira diantara Butet, Tatan dan Crystal pasti Crystal lah yang paling lama mendapatkan pacar sebab tubuh Crystal seperti anak-anak dan awet muda kesannya seperti anak SMA yang baru saja tamat sekolah sedang bekerja, jarang ada lelaki yang mau mendekati anak baru tamat sekolah karna berpikir mereka masih anak-anak.


"kenapa sih?". tanya Crystal yang mulai pusing mendengar ocehan kepala kedua temannya itu.


"bagaimana pertemuan kalian?". tanya Tatan.


"bagaimana?". tanya Butet juga.


"memangnya kenapa sih? apa itu penting? kenapa aku harus beri tau? kan aku udah bilang kami tidak punya hubungan seperti yang kalian bilang itu, aku dan dia hanya berteman". oceh Crystal.


Butet dan Tatan menggeleng tak percaya, Crystal yang sedang lelah pun menarik kedua perempuan yang masih mengoceh itu lalu menutup pintu kamar kost nya dan menguncinya.

__ADS_1


"mereka selalu saja memikirkan pacar-pacar-pacar dan pacar, memangnya kenapa kalau kami dekat? hanya teman saja mereka heboh sekali, masalah pegangan tangan? apa itu masalah besar?? tidak mungkin Alex menarik rambutku saat masuk ke mobilnya". gerutu Crystal.


.


.


ke esokan harinya,


Rohan dan Dian duduk berdua di sebuah taman,


"kenapa minta kesini han? apa ada masalah?". tanya Dian penasaran.


"gadis itu memang punya kekasih dan dia sangat kaya, aku sampai minder pada Pria itu padahal aku tidak melihat wajahnya". keluh Rohan dengan kesal.


"woo...! ada kekasihnya? siapa Pria yang bisa membuat seorang Rohan merasa minder?". gelak tawa Dian.


bughh..


Dian terdiam mengelus lengannya yang di tinju oleh Rohan.


"aku serius, selama aku hidup hanya Alex yang bisa membuatku merasa minder tidak mungkin Pria itu Alex kan". kesal Rohan.


"kalau begitu menyerahlah". kata Dian santai.


"aku Rohan..! tidak ada wanita yang menolak pesonaku, aku akan pacari salah satu dari temannya lalu mencari tau tentangnya". kata Rohan dengan bangga.


"oh ya? kita lihat apakah mereka berdua bisa menolak pesona ku". jawab Rohan dengan sombong.


Rohan hendak bangkit tiba-tiba Ia terdiam saat ada seseorang yang menarik kerah baju belakangnya, Dian melihat itu hendak membantu Rohan tapi pelipisnya di todongkan senjata oleh bawahan Pria itu.


"si.. siapa kalian?". tanya Rohan tergagap.


"kau tau kesalahanmu?". tanya Pria misterius itu yang tak lain adalah Alex dengan penampilannya yang tertutup.


demi melindungi Crystal, apapun akan Alex lakukan walau harus bertindak pengecut setidaknya Ia tidak berbuat curang hanya menutupi wajahnya saja supaya tidak ada yang tau kalau Alex lah kekasih Crys yang mereka kenal, jika ada yang tau maka Crys tidak akan bisa hidup tenang.


"t.. tidak". jawab Rohan.


Dian berusaha menolak tapi bawahan Alex yang meletakkan senjata di pelipis Dian menembak ke arah pohon sebagai peringatan hingga Dian terdiam.


"kau tidak tanda padaku?". Alex menarik kerah baju Rohan sampai berhadapan dengannya.


Rohan menelan salivanya bersusah payah, Ia melihat penampilan tertutup Alex saja membuatnya merasa minder sebenarnya siapa Pria dibalik pakaian serba tertutup itu.

__ADS_1


"K.. Ka. u..? kekasihnya Crys?". tanya Rohan tergagap.


"bagus kalau kau tau..! aku peringatkan kau jangan mencoba mendekati milikku atau kepalamu akan berlubang karna senjataku ini". ancam Alex dengan seringai menakutkannya memainkan pistol di wajah Rohan yang kian memucat.


"kau faham peringatanku? atau aku tembak temanmu ini? sebagai bukti kalau aku tidak main-main memberi peringatan?". tanya Alex mengarahkan wajah Rohan ke arah Dian yang di todongkan pistol.


"b.. baiklah.. aku faham, ja.. jangan sakiti temanku". jawab Rohan tergagap.


"lepaskan dia!". titah Alex.


"baik Tuan". jawab Bawahan Alex (cepak) tapi sama dengan Alex (menyamar).


"coba saja kau mendekati milikku, temanmu adalah orang pertama yang aku tembak lalu Ibumu, adik perempuanmu dan terakhir Kau". seringai Alex memukul-mukul ujung pistolnya ke dagu Rohan.


Alex dan Cepak pergi, Rohan terduduk lemas begitu juga Dian yang gemetaran.


"selama ini aku hanya dengar kekejaman dunia hitam tidak disangka mereka lebih menakutkan dari yang dibicarakan". gumam Dian dengan nada gemetar.


"siapa Pria itu? kenapa dia tau aku punya Ibu dan Adik perempuan?". tanya Rohan dengan tatapan takut.


"kau boleh mendekati wanita manapun han tapi jangan gadis itu, aku merasa dia sama seperti Alex, pria yang kejam saat membunuh lawannya yaitu mengincar orang tersayang musuhnya". Dian mengelap keringatnya yang basah.


"apa itu Alex?". tanya Rohan.


"bukan, kekasih Alex kan sangat terkenal di sosmed, dan dia sedang dicari oleh seluruh musuh-musuh Alex". jawab Dian.


Mereka sungguh merinding dengan ancaman Pria misterius itu, mau menebak itu Alex pun tidak mungkin sebab mereka tau Alex yang dikenal publik sangat terobsesi pada gadis bermata Violet dan rambut perak dikenal sebagai hantu di ibu kota.


.


"Tuan? apa Pria itu akan takut dengan ancaman kita?". tanya Cepak penasaran.


"hmm, kalau dia tau ancamanku serius, dia tidak akan melanggar peringatanku". jawab Alex dengan santai.


"sebenarnya dimana Nona hantu itu Tuan? kenapa dia tidak lagi muncul? kenapa anda malah melindungi gadis yang bukan bermata Violet itu?". cecar Cepak penasaran.


"jangan sampai ada yang tau tentang Crys, jika ada yang tau maka aku bisa tebak kau lah penghianat itu karna tidak ada yang tau tentang aku yang melindungi Crys". peringatan Alex.


glek..


"b.. baik Tuan". jawab Cepak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2