Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
besi?


__ADS_3

.


.


.


"Kenapa kau melindunginya?". tanya Rohan menatap gerakan tangan Putra seperti melindungi Crystal.


"dia milik atasanku". jawab Putra dengan tegas.


"apaaa?? kau jangan bercanda Putra, siapa atasanmu? bukankah kau sekarang pemilik Hotel ini?". tanya Rohan melebarkan matanya.


"jangan mengorekku lagi Rohan, aku sudah katakan padamu kalau dia milik Tuanku, kau bisa mengambil perempuan mana saja di Hotel ini asalkan jangan dia". peringatan Putra.


"tapi aku mau dia". jawab Rohan menunjuk Crystal yang bersembunyi dibelakang Putra.


"dia sedang bermain trik padaku untuk menarik perhatianku, dia sama dengan perempuan lain ingin hartaku saja". jawab Rohan.


"jangan melucu Rohan..! dia punya uang pemberian tuanku". ujar Putra dengan serius.


"Crys..! katakan kau hanya bermain trik saja kan? kau mau menggodaku kan? aku akan berikan apapun yang kau mau". Rohan berbicara pada Crystal.


Crystal menarik-narik jas kerja Putra, Putra menoleh ke Crystal lalu mendekatkan telinganya di bibir Crystal yang Ia tau seperti ingin mengatakan sesuatu.


"kenapa bicara seperti itu?". tanya Crystal berbisik.


Putra juga ikut berbisik, "dia pria yang gila perempuan Crys, hanya ini satu-satunya cara membuatnya mundur teratur katakan padanya kalau kamu punya kekasih yang lebih kaya darinya".


Crystal tampak berpikir lalu Putra berbalik lagi ke arah Rohan,


"aku sudah bertanya padanya, dia tidak mau aku mengatakan tentang tuanku". kata Putra dengan tenang.


"kau hanya melindunginya saja kan Putra, kau tau kalau aku jika menginginkan perempuan harus dapat". kata Rohan serius.


"aku tau maka nya aku hanya ingin melindungimu, bukankah banyak perempuan diluar sana bisa kau miliki, kenapa harus ini? dia tidak mau kehilangan kepalanya jika memilihmu dibanding tuanku, aku juga bisa kehilangan kepalaku kalau aku memberikannya padamu". jawab Putra serius.


Rohan memperhatikan wajah Putra pun yang terlihat sangat serius bahkan matanya itu terlihat takut akan sesuatu.


"siapa Tuanmu? selama aku mengenalmu aku tidak pernah dengar tentang tuanmu". tanya Rohan memicing curiga.


"walau kau meletakkan pistol dikepalaku, aku tidak akan mengatakan siapa Tuanku padamu". jawab Putra serius.


Rohan kaget, "wwo ...! apa dia memang ada atau hanya bualanmu saja?".


"sudaaahhh!". Crystal tiba-tiba menengahi mereka.


"aku sudah bilang berapa kali padamu kalau aku tidak mau padamu, aku tidak mau punya Daddy sugar lagi karna aku sudah punya Tuan yang sayang padaku, dia memberiku ini". Crystal mengeluarkan blackcard milik Alex pada Rohan yang terbelalak.

__ADS_1


Rohan punya Black Card tapi hanya 1 dan itu khusus untuknya saja, kalau Ia punya kekasih akan Ia beri kartu lain yang punya batas pengeluaran sementara Blackcard tidak terbatas.


"sudah kan? selesai? aku tidak suka padamu yang playboy". Crystal berkacak pinggang sambil menyimpan kartu sakti Alex yang berhasil membuat Rohan tak berkutik.


"terimakasih pak pimpinan". ucap Crystal menundukkan kepalanya lalu menepis Rohan yang terdorong ke dinding tapi tidak separah sebelumnya sampai tulang rusuknya remuk.


Rohan mengelus-ngelus dada, "kenapa aku merasa takut?".


Crystal berlari dengan senyum cerahnya yang berhasil telah mengusir Rohan jauh-jauh.


"bagus juga punya kartu sakti Alex". gumam Crystal tertawa riang.


.


"kau serius Putra? dia memang punya kekasih? dan itu tuanmu?". tanya Rohan serius.


"iya". jawab Putra membenarkan jasnya dan berjalan ke arah sofa di ikuti Rohan lalu mereka duduk berdua saling berhadapan.


"apa menurutmu dia berbohong? kartu itu kau tidak lihat? menurutmu itu palsu?". tanya Putra dengan datar.


"kau tau watakku kan?". tanya Rohan dengan serius.


"hmm, tapi aku tidak bisa mengatakan padamu karna aku sudah bersumpah pada tuanku". jawab Putra lagi.


"wanita itu mengatakan Crys pernah diantar oleh mobil mewah, dan mobil itu hanya dimiliki oleh Alex yang menjadi pertanyaanku Pria mana yang lebih kaya dari Alex? aku tau Alex punya kekasih impiannya sendiri bermata ungu kan? semua manusia di muka bumi ini yang mengenal teknologi pun tau itu, jadi tidak mungkin Tuan Muda dari keluarga tidak waras itu". ujar Rohan.


"kenapa kau diam?". tanya Rohan.


"aku tidak menyangka kau akan mengatakan Tuan Alex itu adalah Tuan Muda dari Keluarga tidak waras". jawab Putra dengan senyum miringnya.


"kenapa bicaramu seperti kamu ini bawahannya saja". celutuk Rohan.


"aku tidak mau bermasalah dengan Pria yang dikenal musuh sebagai Monster mengerikan saat menghabisi lawannya, maka nya para musuh datang dengan cara pengecut padanya lalu mengincar kelemahannya". jelas Putra dengan santai.


Rohan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "hanya kita berdua saja yang tau kan? dia tidak akan tau kecuali kau adalah bawahannya".


Putra terkekeh, "yah.. dia tidak akan tau karna aku bukan bawahannya tapi kau harus berbicara dengan hati-hati pada orang lain, kita tidak tau bisa saja banyak mata-mata Pria itu disini".


.


Crystal mendelik melihat Riry datang, sungguh Crystal tidak pernah membunuh orang tapi hanya menyakiti saja sekedar membela diri.


"mana ada aku menggoda Pak Pimpinan". jawab Crystal dengan serius.


"aku tau kau ini hanya memasang wajah polosmu aja kan? kau menggunakan wajah polosmu menggaet Pria seperti Tuan Rohan dan Tuan Putra". tuding Riry.


"ada apa sih Crys?". tanya Tatan yang baru saja datang melihat Riry tampak geram pada Crystal.

__ADS_1


"biasalah orang iri". jawab Crystal lalu melenggang pergi.


Riry berlari ke arah Crystal lalu menarik rambut Crystal membuat Crystal mendongak ke atas lalu tangannya menarik kepala Riry dan segera membenturkan ke kepalanya Crystal.


duggh..


"aacchhh". Riry menjerit histeris memegang kepalanya yang terasa pecah membentur kening Crystal.


"Crys? kamu tidak apa?". tanya Tatan memegang tangan Crystal.


"tidak apa..! dia menarik rambutku, aku hanya membela diri". jawab Crystal dengan wajah polosnya itu.


"lebih baik kita pergi saja!". ajak Tatan.


"sakiittt". pekik Riry lalu langsung tak sadarkan diri.


beberapa teman Riry lewat tidak sengaja melihat Riry dan memeriksa keadaan Riry yang tidak terasa lagi denyut nadi nya seperti sudah meninggal dunia.


"loh..? kenapa Riry bisa meninggal? dia kenapa?". pekik yang lainnya.


"aku tidak tau". jawab yang lainnya juga.


"mati...! kita bisa ditangkap polisi".


"lebih baik kita bawa ke Rumah Sakit saja, tangannya belum dingin artinya dia masih hidup".


Riry dibawa ke Rumah Sakit dan saat diperiksa dokter tidak bisa berbuat apa-apa sebab Riry mati otak, satu-satunya jalan membiarkan Riry pergi dengan tenang.


.


pagi-pagi buta di kamar kost-an Crystal,


"Crys..? Crys...?". panggil Tatan menepuk-nepuk pipi Crystal.


Crystal mengucek kedua matanya dan duduk, "kenapa?". tanya Crystal dengan raut wajah khas baru bangun tidur.


"Crys.. bahaya..! Riry meninggal". pekik Tatan setengah berbisik.


"kenapaa?? jangan bilang kamu menuduhku melakukannya? hanya karna kita bertengkar malam itu bukan berarti aku melakukannya, apa menurutmu kepalaku besi bisa membuatnya meninggal?". cerocos Crystal yang setengah mengantuk.


"iya juga, percuma saja aku terlalu khawatir". gumam Tatan mengangguk-ngangguk.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2