Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
cari masalah


__ADS_3

.


.


.


Crystal tertidur pulas di kamarnya bersama kucing kesayangannya, sudah lama sekali Crystal tidak tidur di kamar nya itu yang berada di Pulau Nethtal.


Rey terdiam bersama Jessica yang termenung di kamar mereka berdua, Rey melihat Istrinya dan bertanya, "sebenarnya ada masalah apa sayang? kenapa Crystal mengingat mimpi itu? apa Crystal ada hubungannya dengan gadis itu?".


"aku rasa begitu, itu mungkin Crystal, Rey tapi kenapa rambutnya sepertiku? dan Alex di mimpi Crystal rambutnya Perak, dari awal aku juga sudah heran kenapa Anakku memiliki rambut perak dan mata ungu sementara seluruh keturunanku bermata merah delima dan rambut kami semua sepertiku". oceh Jessica.


"aku pikir karna aku menikahi manusia dan aku berharap selagi dia sehat maka aku akan baik-baik saja, tapi semakin dipikirkan semakin membuatku penasaran". sambung Jessica lagi.


Rey terkesiap, "iya sayang, kamu pernah bertanya padaku kenapa Crystal punya mata Violet dan rambut perak". Rey mengingat saat beberapa jam setelah Crystal lahir di dunia ini dari awal saja sungguh sudah sangat ajaib.


Lolongan serigala, Bulan Purnama Merah, mata Violet rambut perak, sungguh semua itu masih teka-teki sampai sekarang tapi karna di Pulau Nethal yang mereka berdua saja tidak mungkin anak mereka tertukar, alhasil menerima takdir saja tanpa diduga ada alasan dibalik itu semua tapi mereka memang tidak ada yang tau sampai detik ini.


"lalu apa kata Crystal? dia akan ingat semuanya di bulan purnama merah?". tanya Rey.


Jessica mengangguk, "ramalannya tidak pernah meleset karna dia terhubung dengan bulan kelahirannya itu".


"kenapa hidup anak kita sangat rumit Sayang? apa dia akan baik-baik saja setelah mengingat hal itu? kenapa aku merasa bulan purnama merah menandakan hal yang tidak baik". keluh Rey.


Jessica membenarkan, "bulan purnama merah memang sangat tidak baik tapi anakku lahir dibulan itu, bagi anak kita itu bukan bulan kesialannya tapi bulan keabadiannya".


"padahal rasanya baru beberapa bulan yang lalu sudah bulan purnama merah tapi kenapa sekarang ada lagi ya? setau aku bulan itu tidak muncul setiap tahun malah beratus tahun kalau tidak salah 1 kali dalam 192 tahun".


"benarkah? di duniaku sekali 10 tahun". jawab Jessica dan Rey menganga.


"bulan purnama biasa kali sayang, bulan purnama merah sangat langka". Rey meralat.


"aku tidak mungkin buta melihat langit Rey, tapi ya sudah.. jangan pikirkan itu, sekarang yang terpenting adalah anak kita saja". Jessica menggeleng kepalanya untuk menyadarkan diri supaya tidak berpikir tentang keanehan dengan munculnya bulan purnama merah tapi memikirkan keadaan anaknya saja.


"21 tahun umur Crystal bulan purnama merah muncul, sekarang?". Jessica melihat ke Rey.


"22 dan akan masuk umur ke 23 tahun". jawab Rey.


"tidak Rey..! Bulan Purnama Merah muncul setiap ulang tahun umur anak kita". jawab Jessica serius.


"ha?". Rey mencerna perkataan Jessica, "jadi maksudmu anak kita belum berumur 22 tahun?". tanya Rey.

__ADS_1


Jessica baru teringat 28 hari lagi memang ulang tahun Crystal, "aku ingat Rey..! setiap ulang tahun anak kita selalu saja muncul bulan purnama merah". pekik Jessica membekap mulutnya seketika.


"dia tidak akan dengarkan? kamu menyadap kamar kita". Rey heran dengan raut wajah syok Istrinya.


"kenapa aku bodoh sekali, tapi sebelum-sebelumnya Crystal baik-baik saja kenapa dengan umur 22 tahun? apa itu tahun penting baginya hingga mengingat semua itu di tahun itu?". gerutu Jessica.


mereka terus saja menebak-nebak tentang masalah hidup Crystal,


.


.


Crystal bekerja seperti biasa di Ruangan Pimpinan dengan hati-hati.


"Crys?". panggil Putra.


"iya pak". sahut Crystal menoleh ke Putra.


"aku mungkin harus ke Luar Negri dan mengurus masalah disana, kamu bisa aku tinggal disini kan? apa perlu kamu cuti? aku bisa memberimu cuti panjang, aku tidak ingin kamu dalam masalah yang akan membuat Tuan Alex marah padaku". Putra.


Crystal tersenyum, "tidak apa Pak..! apa Alex baik-baik saja?".


Crystal mengangguk-ngangguk lalu kembali mengepel lantai Ruangan Putra.


Putra mengingat perintah dari Alex untuk tidak berkata-kata dalam hati karna Bunga Violetnya bisa mendengar pikirannya tanpa harus melihat mata lawan bicaranya,


Putra melihat Crystal yang tengah memunggunginya, "apa benar? Crys?". panggil Putra dalam pikiran.


"Iya Pak Pimpinan? apa nya yang benar? apa pekerjaanku salah?". sahut Crystal berbalik menghadap ke Putra dengan raut wajah polos.


Putra membelalak, "aah.. tidak.. aku hanya menguji pendengaranmu saja". bela Putra tidak mengatakan bahwa Putra tadi tidak memanggil Crystal lewat bibir melainkan pikiran.


"aku berangkat sekarang, jaga dirimu baik-baik Crys". Putra, Crystal menautkan kedua alisnya tidak mengerti tapi tidak berpikiran aneh.


"iya". senyum ramah Crystal melambaikan tangannya.


Putra berjalan cepat keluar dari Ruangannya, Ia menahan diri untuk tidak mengoceh didalam hati sebab Ia tidak mau Crystal mendengarnya, sampai di dalam Lift pintu tertutup Putra baru bisa bernafas.


"ya Tuhann.....! ke...kenapa dia bisa mendengar suara pikiranku?". gumam Putra merasa takut.


"tidak boleh takut, jangan takut Putra..! bersyukurlah dia bukan musuhmu". Putra menyemangati dirinya sendiri yang tengah gemetaran.

__ADS_1


"semoga saja Tuan Alex baik-baik saja, aku tidak boleh berbicara dalam pikiran karna nanti Crys dengar lalu memaksa ikut, Tuan Alex tidak mau membahayakannya". batin Putra mengelus dada bidangnya sendiri.


.


Crystal bersenang-senang di taman bermain seorang diri, Ia bahagia dengan kehidupannya yang berbaur dengan manusia.


"tangkap dia..!". teriak seorang Ketua Preman menunjuk Crystal.


Crystal melihat banyak orang-orang berlarian panik mendengar perintah itu, Ia mengedarkan pandangannya dan melihat puluhan Preman tengah berjalan ke arahnya dengan muka sangar dan menyeramkan.


"ikut kami Nona!". titah salah satu dari mereka memegang tangan Crystal.


"siapa kalian?". tanya Crystal dengan kesal tangannya disentuh.


"anda telah membuat kesalahan dengan mencari masalah dengan Nona Feny". jawab si Ketua Preman.


Crystal menautkan kedua alisnya, "Feny? aku tidak ada masalah dengan Ibu Feny".


"ikut kami saja..! kami akan cinc*ng tubuhmu menjadi beberapa bagian lalu dibuang ke lautan lepas". kata salah satu Preman tertawa puas menatap Crystal yang sudah ditemukan oleh mereka.


"sayang sekali, dia terlalu sayang di sia-siakan". oceh yang lainnya.


"boleh kita cicip dulu ketua?". tanya salah satu Pria berbadan kurus.


Crystal bergidik ngeri mendengarkan pemikiran mereka itu, Ia melihat banyak orang yang melihatnya tidak mungkin Crystal menggunakan kekuatannya, Ia terpaksa berpura-pura lemah dan akan memberi pelajaran untuk orang-orang jahat berpikiran kotor itu nanti.


"lepaskan aku..!". teriak Crystal.


Crystal dibawa paksa oleh sekumpulan Preman memasuki mobil, Crystal terus mencoba melawan tapi tanpa menggunakan kekuatannya seolah dirinya gadis lemah.


"lepaskan Nona itu". teriak salah satu Pria berbadan besar yang ternyata seorang Ayah dari anak yang dibawa ke taman bermain.


"cepat bawa dia..!". teriak si Ketua.


awalnya para preman itu mau melawan tapi ternyata Pria yang memerintahnya tadi adalah seorang polisi dan mengeluarkan senjata, Polisi itu menembak ke atas sebagai sebuah peringatan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2