Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
hantu pengacau


__ADS_3

.


.


.


Alex kembali ke Mansion menenteng rumah hewan berbulu yang Ia beli, hewan itu tampak menjauhi Alex seperti tidak mau berdekatan dengan Alex.


"apa ini sayang? ". tanya Dewi Par saat berlari menyambut anaknya melihat Alex menenteng Rumah kawat yang isinya kucing menggemaskan.


"hmm..! Mommy urus hewan berbulu ini ya? aku akan jadikan hewan berbulu ini hadiah untuk Crystal". pinta Alex.


Dewi Par terkejut lalu menerima kucing yang disebut hewan berbulu oleh Alex.


"ini memang hewan berbulu tapi ini namanya kucing Lex, kenapa kamu menyebutnya hewan berbulu?". tanya Dewi Par malah gemas dengan kucing yang Alex berikan.


"memang dia hewan berbulu kan?". sindir Alex menatap dingin hewan berbulu itu yang juga menatapnya tak senang dengan mata besarnya itu.


Dewi Par terkekeh merasakan kucing menggemaskan itu tidak menyukai Alex.


"Mommy akan rawat kucing ini untuk Crystal sayang, oh ya..! besok baju-baju yang kamu minta sudah siap sayang, kapan kamu mau menemuinya? mommy juga ingin bertemu dengannya". tanya Dewi Par berbinar.


"besok saja, pasir, makanan dan perlengkapan hewan berbulu ini ada di mobil Mom". jawab Alex lalu meninggalkan Dewi Par yang tersenyum lebar.


"kamu tenang saja sayang, pria galak itu bukan tuanmu". bujuk Dewi Par pada hewan berbulu yang terlihat tidak menyukai Alex.


"Bi Itaa..! ". panggil Dewi Par.


"iya Nyonya". sahut Ibu Ita berlari ke arah Dewi Par sebab Ia berada di dapur.


"tolong ambilkan perlengkapan kucing ini Ya bi? di mobil Alex". pinta Dewi Par.


"waah..! kucingnya cantik sekali Nyonya". Ibu Ita terlihat gemas melihat hewan berbulu itu.


Dewi Par mengulum senyum, lalu Ibu Ita berlari keluar Mansion mengambil perlengkapan merawat kucing itu di mobil Alex yang tidak dikunci,


Dewi Par merawat Kucing itu dengan penuh kasih sayang seolah kucing itu adalah benda berharganya, setiap kali Dewi Par memberi makan untuk Kucing itu selalu saja Dewi Par mengatakan kalau Kucing itu akan bertemu tuan barunya yang sangat cantik.


.


ke esokan harinya,


Dewi Par menerima paketan baju yang Ia pesan dengan ukuran tubuh Bella,


"apa ini Mom? ". tanya Alex melihat banyaknya paperbag juga baju yang tersusun di meja sofa.

__ADS_1


"Mommy membeli gaun lain sayang, anggap saja itu hadiah untuk calon menantu Mommy". senyum lebar Dewi Par.


"Oma juga membawa hadiah untuknya". Endang tiba-tiba datang membawa aset berharga keluarga turun-temurun mereka selama ini.


"Oma itu? ". Alex kaget melihat kalung giok milik dewi Mistis mereka dahulu.


"boleh kan kami ikut denganmu nak? ". Tanya Dewi Par.


"hah? ". Alex tak percaya Dewi Par akan benar-benar minta ikut dan makin pusing saja Alex saat Endang akan ikut, ditambah lagi Indiro minta ikut juga bahkan sudah membawa koper berisi pakaian nya untuk menginap.


"kenapa kalian harus ikut juga?". tanya Alex dengan heran tingkah keluarganya.


Alex tak bisa apa-apa, terpaksa membiarkan keluarga nya ikut, melihat banyaknya barang-barang yang Ia bawa tidak akan bisa Alex bawa seorang diri walau mobilnya bisa menampung banyak barang.


"siapkan makanan untuknya, dia suka makanan! ". ujar Alex dengan pasrah.


"makan?". Dewi Par segera berlari ke dapur dan Endang yang tidak pernah ke Dapur pun ikut-ikutan membantu Dewi Par memasak.


Indiro dan Alex menyusun barang-barang yang ada di dalam mobil, Alex saja pusing melihat semua yang Ia bawa entah Crystal suka atau tidak.


.


sekitar jam 9 pagi Alex berangkat dengan keluarganya, Alex seorang diri sementara Keluarganya dengan mobil lain.


selama berjam-jam mereka menempuh perjalanan, walau jalan yang mereka lalui rusak dan banyak lubangnya sampai 2 mobil mewah itu kotor, pantas saja Alex tidak membawa mobil lamborghini nya malah mobil Pajero Sport sebab mobil mewahnya itu bisa kandas dengan lubang-lubang di jalan itu.


"apa masih jauh? ". tanya Dewi Par ke suaminya.


"tidak tau sayang, aku mana pernah datang ke sini". jawab Indiro.


"ikuti saja Alex jangan sampai ketinggalan! ". sahut Endang.


sekitar jam 2 siang, mobil mereka tiba disebuah pemukiman.


"apa disini? ". tanya Dewi Par melihat sekeliling.


"apa ini pemukiman hantu? tapi kenapa aku tidak merasakan aura mistis?". tanya Endang.


"kenapa bisa sepi ya? ". gumam Indiro juga.


Alex keluar dari mobil nya dan melihat Pemukiman itu berantakan, Ia terkekeh karna tau pelakunya pasti Crystal.


"kenapa bisa berantakan begini? apa ada badai? ". tanya Dewi Par keluar dari mobil disusul yang lainnya.


"angin topan kali". jawab Indiro.

__ADS_1


"kalian bodoh? apa kalian tidak lihat tempatnya berantakan sementara Rumah mereka baik-baik saja? kalau topan pasti rumah-rumah ini juga hancur". omel Endang.


"Tuaaannn???". teriak para pemilik Rumah.


semua yang bersembunyi segera keluar dan berlari ke arah Alex, Mereka meminta Alex untuk mengusir hantu yang membuat mereka ketakutan.


Dewi Par, Endang dan Indiro mendekati Alex, para warga desa itu tidak tau lagi cara bersikap hormat sebab mereka akhir-akhir ini ketakutan karna hantu misterius yang mengacau didesa mereka.


"baiklah.. baiklah..! aku akan membawa hantu itu pada kalian". jawab Alex membuat mereka ngeri.


"tidak usah Tuan, tidak usah.. haha.. Tuan usir saja hantu itu".


"tanyakan apa saja sesajen yang harus kami lakukan supaya hantu itu tidak mengacau didesa kami lagi, Tuan".


"tolonglah Tuan, kami tidak punya tempat tinggal dan hanya kayu pencarian kami, tapi kadang-kadang kayu kami melayang sendirinya Tuan".


"apa ada korban? ". tanya Indiro.


"tidak ada Tuan". jawab mereka semua serentak.


mereka percaya Alex bisa mengusir hantu itu, sebab sehari Alex datang hantu itu tidak mengganggu namun saat Alex pulang ke Kota, hantu itu kembali mengganggu mereka.


"memangnya bagaimana ciri-ciri hantu itu? ". tanya Endang.


"hantu mana ada ciri-ciri Nyonya". jawab salah satu warga.


"kalian diamlah disini..! aku akan bawa sesajen untuk hantu cantik itu". kata Alex sambil menahan senyumnya sekuat tenaga.


"sesajen? boleh Tuan.. kami akan bantu bawakan! ". sahut kepala desa (Pak Birong).


alhasil semua warga membantu membawa barang-barang yang Alex keluarkan, Alex berjalan didepan diikuti oleh semua warga desa bersama Keluarganya yang celingukan melihat pepohonan.


perjalanan menuju ujung pandang cukup jauh hingga memakan waktu 30 menit,


"kalian boleh pergi..!". usir Alex setelah melihat barang-barang yang ia persiapkan untuk Crystal tersusun rapi.


"tapi kami juga ingin memohon ampun pada hantu itu Tuan..! kami tidak mau terkena amarahnya". jawab Pak Birong.


Alex tersenyum miring, "justru dia akan marah jika kalian berkumpul seperti ini, kalian tau keluargaku kan? kalian tidak punya kekuatan silahkan pergi..! aku hanya ingin menyelamatkan kalian".


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2